euro 2012

Euro news todays sports gadget and lifestyle

October, 2011

usahawan sukses disini tempatnya

Posted on October 28, 2011 |

(CD) Bu Juliana…mantan guruku…
Posted by admin on Jan 24, 2008 – 12:47 pm
Filed underneath Cerita Dewasa
Bu Juliana memang guru kesayangan ku. Sewaktu aku SMA (kira-kira 8 th yang lalu), beliau mengajar fisika kelas 3. Memang waktu itu aku terkenal deket dengan bu Juliana, karena rumahnya sejalan dengan rumah ku sehingga kadang kalau pergi atau pulang sekolah aku selalu memberikan tumpangan kepadanya, sampai-sampai teman-teman menjulukiku tukang ojek pribadinya bu Juliana. Waktu itu bu Juliana masih pengantin baru, umurnya kira-kira 26an lah…baru lulus IKIP, yang ku tau suaminya waktu itu juga mengajar di sebuah Bimbel terkenal di kotaku. Hubunganku dengan bu Juliana yaa…biasa aja…seperti guru dan murid. Kalau aku boleh jujur, bu juliana itu memang tipeku, kulitnya putih mulus, rambut ikal, badan semok (montok…padat…berisi), tidak terlalu tinggi, dan mukanya mirip-mirip Rizky pritasari lah (tau dong..casting sabun mandi itu…). Memang sih bu Juliana sering memberiku nilai tambahan waktu ulangan ataupun waktu mengisi LKS, aku juga gak tau kenapa bu juliana selalu memberi nilai tambahan, sehingga nilai fisikaku 9 di rapor. ahh..mungkin karena tiap hari selalu di boncengin kali…jadi ongkosnya diganti nilai, begitu pikirku setiap mendapat nilai dari bu Juliana.
Selepas bangku SMA, aku melanjutkan sekolahku di sebuah perguruan tinggi negeri. Selama hampir 5 th aku tidak mendapat kabar dari bu Juliana. Hingga 2 tahun kemudian aku bekerja di luar kota tetap saja aku belum pernah berjumpa sekalipun dengannya. Sampai suatu hari teman SMAku mengabari bahwa lusa akan ada reuni di aula sekolah. Mendengar kabar itu langsung aku memesan tiket pesawat untuk kembali ke kota asalku. Kangen banget memang…apalagi semenjak keluargaku pindah ke luar kota ketika aku kuliah, nyaris selama itu aku belum pernah mengunjungi kota kelahiranku ini. Sesampainya dibandara, aku langsung menuju hotel yang terdekat dengan sekolahku (biar nanti bisa jalan kaki kalo ke sekolah).
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Seneng banget memang bisa ketemu dengan teman-teman lama (walaupun baru pisah 7 tahunan). Ketika sedang asyik ngobrol tiba-tiba ada yang menepuk punggungku.
hayoo…lupa yaa sama ibu..!, tegurnya
wah aku sempat tertegun sesaat, karena bu Juliana hampir tidak berubah (kecuali toketnya yang makin gede dan perut yang sedikit berlemak).
eehh..ibu..gak dong..saya masih inget kok sama ibu Juliana, ibu apa kabar, jawabku dengan basa-basi
Akhirnya kami joke ngobrol panjang lebar di sudut aula sekolah, pkoknya gak peduli temen-temen memanggilku…aku cuek aja. Kami joke berbicara mulai dari masa lau, berbagi pengalaman, sampai ke masalah pribadi. Dari situ aku tahu ternyata ibu Juliana sudah lama bercerai karena selama perkimpoian mereka tak kunjung dikaruniai anak. Setelah ku korek lebih jauh ternyata ibu Juliana di vonis mandul oleh dokter, sehingga suaminya berpaling ke wanita yang lain.
Cukup lama juga mendengarkan curhatan ibu Juliana, hingga tak terasa bruise sudah menjelang.
Wah bu, sudah bruise nih, orang-orang juga udah pada bubar…ibu gak pulang, tanya ku
iya ben, oiya..kamu masih tinggal di komplek XXXX ya.. tanyanya
nggak bu, kan udah pindah waktu saya lulus SMA ke jakarta, sekarang saya nginep di hotel XXXXXX, jawabku
wah deket dong, kalo gitu kita pulangnya jalan aja bareng, ibu ngontrak gak jauh dari situ kok, ajak bu Juliana. Mendengar itu aku sih ok aja, kayanya bu Juliana masih gak puas curhat jadi kami sambil jalan pulang sambil curhat.
sesampainya di depan hotel kami joke berpisah, namun sebelum berpisah bu Juliana menanyakan no kamarku..alasanny sih mau dibawain makan malam..dia habis masak banyak katanya. Aku sih ok-ok aja.
Ketika aku mandi (kira-kira jam 8 malem) terdengar suara ketukan pintu. ah..pasti bu Juliana nih, pikirku. Benar saja, ketika ku buka pintu kulihat bu Juliana didepan pintu kamar sambil membawa rantang. Cantik sekali ibu Juliana pada malam itu. Dengan menggunakan celana jeans LEA dan kaos ketat hitam, membuatnya terlihat seperti anak muda.
oh..masuk bu…maaf baru abis mandi nih..belum sisiran
ah gak apa2…ibu siapin makan malamnya yaa…ibu bikin ayam kremes..,katanya
wah ngerepotin bu,…taruh di atas meja makan aja bu (kebetulan aku di kamar suite, jadi ada meja makannya)
sambil menikmati makan malam, kami joke ngobrol macem-macem..sampai yang nyerempet-nyerempet masalah selangkangan. huehehehehe.
Sehabis makan aku joke bergegas ke kamar mandi untuk sikat gigi. Tanpa sepengetahuanku, ternyata bu Juliana melihat-lihat isi tas laptopku.
ben….ini apaan teriaknya
ketika ku lihat…waduh..ternyata koleksi DVD bokepku, aa..anu..itu punya temen saya bu…., jawabku dengan muka merah padam.
kita nonton yan ini yuk.., sambil memilih salah satu DVD koleksiku.
hah!!…ibu mau nonton…setel aja dilaptop saya bu.., jawabku dengan polos, padahal deg-degan. Lalu ku setel DVD tersebut (hardcore lagi…) dan kami joke nonton baren di meja makan. Melihat adegan-adegan cadas tersebut kayanya bu Juliana mulai terangsang, sebentar-sebentar dia memegang toketnya..sampai tiba-tiba dia memegang paha ku.
eehh..bu..kaget saya.., kata ku sambil cengengesan bercampur perasaan horny. Semakin lama bu Juliana duduk semakin mendekat, dan tidak disangka-sangka pipiku dicium dan anuku di remes. Melihat keadaan sudah seperti ini, langsung saja aku sambut cumbuannya dengan bibirku lalu tangan kanaku meremas toketnya yang gede dan mulai memadat. Hampir 5 menit kita saling bercumbu di meja makan, lalu bu Juliana perlahan membuka resleting celanaku sambil meraih anuku yang sudah mulai mengeras.
ouuww…udah mulai basah ni ben, mau dikeluarin di sini (sambil menunjuk mulut) atau di sini (sambil menunjuk M*m*knya) rayunya dengan penuh nafsu.
kalo bisa di tempat yang semestinya dong bu.., jawabku sambil meraba m*m*knya dari luar celana.
he..eh…..yuk.., ajaknya sambil menarikku ke atas tempat tidur.
Helai demi helai pakaian bu Julaian mulai dilepasnya, sambil bergoyangt erotis diiringi lagu i’m worker for you-Britney spears yang kuputar di laptopku.
Dengan penuh nafsu liar bu Juliana joke terus bergoyang, tubuhnyapun berliuk-liuk walaupun perutnya agak berlemak sedikit. Ia joke naik diatas pangkuanku sambil menyodorkan toketnya yang seperti kates (gede ngegantung..pentilnya mungil). Langsung ku jilati toketnya dan kuhisap pentilnya yang agak menghitam itu. Bu Juliana joke menggelinjang keenakan dan mendorong kepalaku ke dadanya (sampe gelegepan gak bisa nafas). Lalu dengan liarnya ia menarik celana ku dan melahap anuku. Mulai dari kepala anuku sampai kedua bijiku disapunya dengan penuh nafsu. Ketika anuku mulai dihisap perlahan terasa senut senut enak.
bu gantian bu.., pintaku sambil merubah posisi, kali ini bu Juliana merubah posisi menjadi 69. Sambil terus melahap anuku, aku juga menjilati m*m*knya. wow lebat banget…sudah mulai basah..dan bibir vaginanya juga bergelambir. Ku hisap bibir vaginanya lalu terus ku jilati klitorisnya.
agh..sstt..aw…enak..ben..terus…yang dalem…ahhgh.., desahnya
dengan menggunakan kedua jariku langsung aja ku kobel lubangnya yang sudah basah dan mulai menganga. Semakin ku kobok…semakin lama semakin becek, cairan putih dari lubangnya mulai menetes membasahi dadaku .
oh…ben…masikin..cepet….. desahnya sambil mengganti posisi WOT, lalu ku pandu si jagur memasuki lubang bu Juliana yang sudah basah banget. Untung punyaku lumayan gede jadi walau becek tapi gesekan masih terasa. Bu Juliana mulai bergoyang naik turun sambil memegang pangkal batanganku. Semakin lama goyanganya semakin cepat.
bu..nungging bu… pinta ku sambil menyuruhnya untuk doggy style.
Akhirnya kami joke berposisi doggy sambil ku goyang dari belakang.
aahh…terus…terus…agh..ennaakk…. teriaknya, wah gawat nih ribut juga bu Juliana kalo lagi beginian. Karena sudah terasa ada yang mau keluar akhirnya aku rubah posisi menjagi MOT. Bu Juliana mengenkang sambil merem melek semetara aku terus konsentrasi menghadapi lubangnya yang becek.
Tak berapa lama aku merasa ingin keluar, alu ku bisikan ke telinga bu Juliana ah…bu..pengen keluar…. bisik ku, udah keluarin di dalem aja….gak bakal hamil kok, jawabnya. Oiya kan ibu juliana mandul. Dengan segala usaha akhirnya CROOT…CROOTT..CROT..CROT keluar juga deh tai macannya didalam lubang vaginanya, namun bu Juliana masih belum dapet, walau udah lemes masih ku goyang terus sambil ku bantu pakai tangan di sekitar klitorisnya. Tak lama kemudian ku rasakan cairan hangat menyemprot si Jagur sambil kulihat muka bu Juliana yang mulai tenang keenakan. lalu ku cabut si jagur yang mulai loyo. Sambil senyum bu Juliana mencumbu bibirku. dan kita joke tertidur bersama sambil berpelukan mesra.
Ruapanya pertempuran belum selesai, ketika pagi harinya aku bangun terkejut, kok ada yang anget anget nih di anuku, setelah ku buka mata ternyata bu Juliana sedang asik menjilati anuku. Spontan saja si Jagur bangun dan mengeras, semakin semangatlah bu Juliana melahap anuku. Dengan gerakan kepala naik turun, Blow jobnya nyaris gak kena gigi. enak banget..sampai akhirnya aku tembakan lagi tai macan untuk kedua kalinya. Dengan sigap, bu Juliana langsung menelan tai macan yang ku keluarkan bahakan sisa-sisa yang menetes dijilatinya. Wow sensasinya..enak banget.
Siang hari, akhirnya kami harus berpisah karena aku harus segera kembali ke jakarta. Namun sebelum berpisah bu Juliana sempat memberikan no HPnya. Sesampainya di JKT, aku coba hubungi HPnya ternyata salah nomer, mungkin karena aku cepet2 nulisnya jadi ada yang keselip nomernya. yaa sudah…kayanya lain waktu aku harus datang lagi ke sana dan kususl ke sekolahan ku lagi
MY COUSIN
Posted Feb 15, 2007
Kisah ini bermula setahun yang lalu, dimana aku harus jaga rumah, karena anak dan istriku sedang berkunjung ke saudaranya selama lebih dari seminggu.
Sore itu sekitar jam lima sore, teleponku berdering, lalu kuangkat dan terdengar suara lembut seorang wanita namun dengan credentials yang lumayan ramai.
Halo…, Dik Yanti ada, suara itu sepertinya kukenal, namun sungguh aku lupa siapa dia, yang lebih membuatku bertanya-tanya, dia mencari istriku (Yanti).
Aku joke menjawab apa adanya Yanti sedang ke Solo, ada yang bisa saya bantu.
Lho, ini Dik Bandi ya…, aku Arie, Dik, aku sedang di depot bis, boleh aku mampir ke rumahmu sebentar, belum sempat kujawab permintaannya, telepon sudah ditutup, dan aku sendiri masih bertanya-tanya, siapa Arie itu
Selang satu jam kemudian, ada sebuah cab yang berhenti di depan rumah, aku melihat dari arah dalam jendela rumah, seorang wanita muda keluar serta menenteng sebuah tas traveler yang lumayan besar. Di bawah keremangan sinar lampu jalan, aku mulai bisa melihat wajahnya. Ya ampun…, ternyata dia adalah Mbak Arie, kakak sepupuku. Meskipun dia kupanggil Mbak tapi dia sepuluh tahun muda dariku, dia anak budeku, kakak dari ibuku. Tersentak aku dari kekagetanku, manakala dia berusaha membuka pintu pagar, akupun berlari menyambutnya, menenteng tasnya yang…, ups ternyata lumayan berat. Kupersilakan dia untuk istirahat sebentar di ruang tamu, dan kuletakkan traveler bagnya di kamar depan, yang memang biasanya selalu kosong itu.
Aku bergegas menemui Mbak Arie dan mengajaknya ngobrol sebentar.
Mbak Arie mau kemana.
Aku mau ke Bali Dik, tempat kerjaku pindah ke sana.
Kenanganpun muncul, tatkala aku menatap wajahnya lekat-lekat. Sungguh ia belum berbeda ketika aku bertemu dia sembilan tahun yang lalu, ketika ia masih kelas tiga SMP.
Arie adalah gadis yang manis, sekilas ia seperti artis Maudy Koesnaedy. Tubuhnya yang putih bersih dengan tinggi sedang dibalut T-shirt MCM putih dan celana jeans strecth yang membungkus pinggul dan kakinya yang indah (paling tidak menurutku). Payudaranya sedang besarnya, padahal dulu lumayan kecil kalau tidak bisa dibilang rata. Aku bisa mengatakan demikian, karena dulu sungguh kenangan ini seperti barusan kemarin terjadi.
Waktu itu (sembilan tahun yang lalu dan masih bujangan), aku berkunjung ke rumahnya (di sebuah kota besar di Jawa Tengah), selama seminggu aku tinggal di rumahnya yang besar, yang dihuni Bude, Mas Bayu(sulung) dan Mbak Arie(ragil). Aku sendiri seperti menaruh perhatian khusus kepadanya. Aku tidak tahu ini perasaan sayang atau hanya sekedar suka saja. Ia kelihatan bongsor untuk anak seusianya 14 tahun, namun sungguh, ia seperti kekanak-kanakan. Sering di saat aku membantunya dalam belajar bahasa Inggris, kucium keningnya disaat ia mulai suntuk, untuk memberi semangat supaya giat belajar kembali, namun lama-lama perasaan yang sekedar memberi semangat itupun berubah, aku sering juga mencium kelopak matanya, pipinya dan akhirnya kucium bibirnya disaat ia benar-benar ketiduran di atas meja belajarnya, karena kupaksa untuk menyelesaikan latihan ulangannya. Kugendong tubuhnya untuk kupindah ke tempat tidurnya. Mbak Arie tak bergerak sedikitpun, saat kubaringkan di ranjangnya, terlalu capek rupanya. Terkesiap sejenak aku dibuatnya, jantungku mulai berdegup kencang, saat kulihat rok mininya tersingkap ke atas. Penisku mendadak menggeliat bangun.
Kukunci pintu kamarnya, entah dorongan dari mana, ada keinginan untuk mencium kemaluannya. Perlahan-lahan kuturunkan celana dalamnya dan terlepas. Kulihat lekat-lekat liang kewanitaannya yang tak satupun bulu tumbuh diatasnya, sebuah gundukan daging yang mengundang hasratku untuk segera menciumnya. Kuangkat kedua pahanya, sehingga posisi kakinya membentuk huruf O. Clitorisnya yang merah muda menyembul keluar. Akupun menciumnya lembut dan aroma kemaluan seorang perawan yang khaspun tercium. Penisku semakin tegang dan sakit, karena posisiku yang kurang menguntungkan. Aku terus mencium dan menjilati naik turun. Lubang kemaluannya basah karena ludahku.
Sejenak aku kaget, karena Mbak Arie mulai menggeliat, aku cepat-cepat menarik selimut untuk sekedar menutupi posisi kakinya. Namun posisinya tidak berubah sampai ia tertidur kembali. Akupun semakin penasaran untuk mengulangi kembali, kali ini tidak saja kujilati, tapi aku mulai menghisap clitorisnya yang kelihatan semakin memerah, aku seperti kesetanan menghisap yang lainnya. Aku berusaha membuka liang kewanitaannya dengan kedua ibu jariku, kelihatan lubang kemaluannya masih kecil dan terlihat nyaris rapat. Kujilati lubangnya, kuusahakan ujung lidahku menerobos lubang yang sempit itu, sampai pada saatnya kemudian ia terbangun dalam keadaan aku masih asyik menjilati bibir kemaluannya.
Kamu apakan punyaku Dik.
Tenggorokanku seakan tersekat sesuatu, sehingga tidak mampu menjawab, apalagi melihat wajahnya. Naluriku mengatakan pasti ia benar-benar marah atas kelakuanku tersebut, dan aku tidak tahu, aku harus bagaimana setelah ini, aku hanya bisa menunggu. Sampai beberapa menit kemudian, tangannya meraih wajahku dan mengangkatnya perlahan-lahan, sampai wajahku dan wajahnya berhadap-hadapan.
Sekali lagi dia bertanya Diapakan punyaku Dik.
Aku sayang Mbak Arie…, maafkan aku Mbak kataku mengiba. Namun keadaan yang tidak kuduga-duga, Mbak Arie mencium bibirku.
Aku sudah merasakannya, sejak Dik Bandi menciumku di meja tadi, bisiknya ditelingaku
Akupun langsung melumat bibirnya, tangan kananku berusaha mencari-cari payudaranya yang hanya seperti puting saja.
Akupun menyingkap t-shirtnya untuk mengalihkan ke payudaranya. Kuhisap putingnya, Mbak Arie hanya mendesis-desis dan mencengkeram pinggangku erat-erat. Kuhisap bergantian kiri dan kanan puting payudaranya, sampai akhirnya kuhisap kembali liang kewanitaannya yang sudah sangat basah. Kuhisap clitorisnya dengan gemas, dicengkeramnya kepalaku, ia menggerakkan bokongnya naik turun, sampai pada saat berikutnya, ditendangnya pundakku keras-keras sehingga bibirku terlepas dari liang kewanitaannya. Belakangan aku ketahui ia mengalami orgasme yang hebat, sehingga ia tidak bisa lagi menguasai gerakannya. Kupeluk dia, agar ia segera dapat menguasai dirinya kembali.
Demi menjaga perasaannya, akupun berusaha untuk mengeluarkan penisku yang sudah tersiksa sejak tadi dan kuperlihatkan kepadanya. Dielus-elusnya penisku, sambil diamatinya cermat-cermat (mungkin Mbak Arie baru melihat penis yang membesar itu pertama kali), dipermainkannya penisku sampai digesek-gesekannya ke puting payudaranya, sampai pada saat aku sudah tidak bisa lagi menahan cairan di penisku keluar kemana-mana.
Mbak Arie terlihat bergerak sekenanya untuk menghindari.
Apa itu tadi Dik.
Itu spermaku Mbak, itu yang bisa membuat perempuan hamil kalau sempat masuk ke sini, sambil kuusap liang kewanitaannya.
Mbak Arie memelukku, akupun menyambutnya dengan mendekapnya erat-erat.
TANTE, KAKAK DAN SEPUPUKU
Posted Feb 15, 2007
Cerita ini dimulai waktu ada acara keluarga di Villa Tretes minggu lalu. Sekarang ini aku duduk di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya, Namaku Hady, umurku 20 tahun.
Begini kisahnya…, Hari minggu keluargaku mengadakan acara temu kangen di Malang. Seluruh anggota keluarga hadir dalam acara itu, kira-kira ada 3 keluarga. Ada hal yang pale kugemari dalam acara itu, yaitu acara perkenalan tiap keluarga.
Pada kesempatan itu adik ibuku bernama Henny memperkenalkan keluarganya satu persatu. Aku lihat gaya bicara Tante Henny yang sangat mempesona, terus terang Tante Henny bila aku gambarkan bak bidadari turun dari langit, wajahnya yang cantik, kulitnya yang mulus dan bodinya yang aduhai membuat tiap laki-laki pasti jatuh hati padanya.
Perkenalan demi perkenalan telah terlewati malam itu, sekitar pukul 9 malam kami beristirahat. Badanku terasa penat dan aku pergi untuk mandi, sekalian persiapan untuk acara besok. Waktu aku akan mandi, tanpa sengaja aku melihat tanteku baru keluar dari kamarnya memakai kimono putih yang agak transparan dan terlihat samar-samar lekuk tubuhnya yang indah, dengan sedikit basa-basi aku bertanya padanya.
Mau kemana Tante, tanyaku.
Tanteku dengan kagetnya menjawab Ouu Hadi, bikin tante kaget nich, Tante mau mandi pake bathtub, jawabnya.
Sama nich, kataku.
Rasanya memang malam ini penat sekali yach.
Akhirnya kami melangkah bersama menuju lavatory di belakang Villa kami. Malam itu agak dingin rasanya, sampai-sampai…, sambil agak mendesah Tanteku menahan dingin.
Sesampainya di depan kamar mandi aku berhenti sambil memperhatikan tingkah Tante yang agak aneh (maklum aku masih anak kecil, belum pernah lihat yang seperti gituan).
Had…, kamu duluan yach..!, kata tanteku sambil mendesah.
Nggak ach Tante, Tante dulu dech, kataku sambil rasa dingin (duch rasanya seperti dalam freezer tuch).
Ok, Had.., Tante duluan yach.
Tanteku masuk ke dalam kamar mandi, terdengar suara pakaiannya yang ditanggalkan, gemericik atmosphere juga mulai mengisi bathtub. Aku menunggu di luar dengan rasa dingin yang sangat mengigit sambil melamun.
Had, mana nich sabunnya. teriak tanteku mengagetkanku.
Seketika itu juga aku menjawab, Disitu Tante.
Dimana sich, kata tanteku.
Kamu masuk aja Had, ambilin dech sabunnya…, Tante nggak tau nich.
Dengan hati yang berdetak keras aku masuk ke kamar mandi sambil mencari-cari sabunnya. Ternyata sabunnya di bawah wastafel. Segera aku mengambilnya dan memberikannya pada tanteku. Tanpa sengaja aku melihat bodi tanteku yang aduhai yang tak sehelai benangpun melekat di tubuhnya. Dengan wajah merah padam aku memberikan sabunnya.
Tanteku bertanya Mengapa Had…, belum pernah liat yach!, kata tanteku dengan mengerlingkan matanya yang indah itu.
Dengan malu-malu kujawab Belum pernah tuh, tante, kulihat tanteku hanya tersenyum kecil sambil menggandeng tanganku, ia menyuruhku masuk, sengaja atau tidak penisku berdiri.
Had, punya kamu berdiri tuh, dengan malu aku berusaha menutupi penisku yang telah berdiri.
Ngapain malu Had…, tanya tanteku.
Aku hanya tersenyum kecut, lalu tanteku melepaskan handukku sambil berkata Tante boleh lihat punyamu.
Jangan tante nanti Om tau.
Ah,nggak apa-apa Om orangnya sangat fair.
Akhirnya aku hanya bisa pasrah, kemudian dengan lembutnya tanteku mempermainkan penisku sambil berkata,Gila benar punyamu Had, barang sebesar ini kok di diemin aja…. aku hanya bisa meringis keenakan,karena memang aku tidak pernah merasakan hal itu.
Dengan lembutnya tanteku mengulum penisku, dengan refleks aku meraba payudara tanteku yang montok itu, Ohh…, nikmat sekali. Dituntunnya aku untuk mengulum bibir kemaluannya.
Aku bertanya Ini apa tante.
oo itu clitoris sayang, jawabnya. Aku terus mengulum bibir kemaluannya. Lama juga aku mengulum bibir kemaluannya, dengan gaya 69 kami saling menikmati hal itu. Tanpa sepengetahuan kami berdua ternyata kakakku mengintip apa yang kami lakukan. Terus kakakku masuk dan berkata Ah…, tante kok tega categorical sama adikku…, kok tidak bilang-bilang kepadaku, sambil tersenyum kecil.
Mungkin karena terangsang dengan apa yang kami lakukan akhirnya kakakku ikut melepaskan pakaiannya. Tanteku berkata Ayo sini punya adikmu nikmat lho. Aku tidak habis pikir, ternyata kakakku suka begituan juga. Baru pertama kali ini aku melihat polos tubuh kakakku ternyata kakakku tidak kalah dengan tanteku malah payudaranya lebih besar dari punya tante.
Tanpa pikir panjang aku tarik tangan kakakku, langsung aku kulum payudaranya yang besar itu. Terus tanteku bilang Had masukin dong punyamu. Akhirnya kumasukkan punyaku ke liang kewanitaan tanteku Ooh nikmat sekalii…, tanteku hanya bisa mendesah kenikmatan. Dengan goyangan yang seperti di film aku berusaha sekuat tenaga menghabisi liang kenikmatan tanteku. Selang berapa lama atmosphere mani tanteku keluar. akhh, desahan itu keluar dari mulut tanteku, tapi aku belum apa-apa. Akhirnya tanpa rasa dosa kutarik kakakku untuk juga merasakan hebatnya penisku. Kakakku ternyata sudah tidak perawan lagi itu kuketahui waktu kumasukan penis ke liang senggamanya. Kakakku menggelinjang keenakan sambil berkata mengapa tidak dari dulu minta di tusuk oleh penisku. Aku terus menggenjotnya. Pada waktu lagi asyiknya aku menusuk liang kewanitaan kakakku sepupuku masuk eehh…, lagi ngapain kalian tanyanya. Aku cuek saja sambil berkata,kalo mau sini aja.
Tanpa aku sadari ternyata sepupuku telah menanggalkan pakaiannya. Ternyata sepupuku biar masih SMU, bodinya hebat juga. Tanpa pikir panjang kutarik tangannya lalu kukulum susunya,sambil terus menggenjot liang kenikmatan kakakku. Aku lihat kakakku asyik mengulum bibir kemaluan sepupuku. Ternyata kakakku telah di puncak kenikmatan. Dia menggeliat seperti cacing kepanasan, kurasakan semburan atmosphere hangat keluar dari liang kewanitaan kakakku. oohhkk, teriak kakakku. Aku tersenyum puas karena aku masih bisa bertahan. Dengan perkasa ganti sepupuku Mira kugenjot ia hanya bisa pasrah dalam dekapan kejantananku. Aku coba memasukkan penisku dengan pelan-pelan ternyata sepupuku itu masih perawan, sangat sulit pertama kali kumasukan penisku, ia merintih kesakitan aku tidak kurang akal, kuludahi liang surganya dan kumasukkan jari tanganku. Lalu kucoba memasukkan penisku. Kali ini bisa walau dengan susah payah. Akhh nikmat sekali memek perawan, kataku. Kulihat Mira hanya merintih dan mendesah diantara sakit dan nikmat. Akhirnya aku merasakan juga puncak kenikmatan itu kami sama-sama klimaks, akkhh, terak kami berdua. Akhirnya kami keluar bersamaan. Setelah itu, kami berempat mandi bersama sambil tersenyum puas.
SAKIT HATI
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)
Sebenarnya aku dilahirkan menjadi anak yang beruntung. Papa punya kedudukan di kantor dan Mama seorang juru rias / ahli kecantikan terkenal. Sering jadi pembicara dimana-mana bahkan sering menjadi perias pengantin orang-orang beken di kotaku. Sayangnga mereka semua orang-orang sibuk. Kakakku, Kak Luna, usianya terpaut jauh diatasku 5 tahun. Hanya dialah tempatku sering mengadu. Semenjak dia punya pacar, rasanya semakin jarang aku dan kakakku saling berbagi cerita.
Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Banyak teman-temanku maupun teman kakakku naksir kepadaku. Kata mereka sih aku cantik. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..) Aku punya physique bongsor dengan kulit putih bersih. Rambut hitam lurus, mata bulat dan bibir seksi (katanya sich he.., he..). Saat itu aku merasa bahwa payudaraku lebih besar dibandingkan teman-temanku, kadang-kadang suka malu saat olah raga, nampak payudaraku bergoyang-goyang. Padahal sebenarnya hanya berukuran 34B saja. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali categorical ke rumah. Bahkan kadang-kadang ikutan tidur siang segala. Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena lounge di situ besar dan empuk. Ruangannya ber AC, full music. Kak Agun bahkan dianggap seperti saudara sendiri. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama.
Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota. Mak Yam pembantuku pulang kampung, Pak Rebo tukang kebun sedang ke tempat saudaranya. Praktis aku sendirian di rumah. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.
Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.
Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna, tanyanya. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Hanya kadang-kadang dia suka iseng, menggodaku. Tangannya seringkali menggelitik pinggangku sehingga aku kegelian.
Aku protes, Datang-datang…, bikin repot. Mending bantuin aku ngerjain PR. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.
Yess! Rampung!, aku menjerit kegirangan. Aku melompat dan memeluk Kak Agun, Ma kasih Kak Agun. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa.
Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah kata Kak Agun.
Apa itu Coklat, kataku.
Bukan, tapi tutup mata dulu, kata dia. Aku agak heran tapi mungkin akan warn terpaksa aku menutup mata.
Tiba-tiba aku merasa kaget, karena bibirku rasanya seperti dilumat dan tubuhku terasa dipeluk erat-erat.
Ugh…, ugh…, kataku sambil berusaha menekan balik tubuh Kak Agun.
Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit.
Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Ciuman Kak Agun begitu lincah di bibirku membuat aku merasa terayun-ayun. Tangannya mulai memainkan rambutku, diusap lembut dan menggelitik kupingku. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Rasanya hati ini ada yang lain. Kembali Kak Agun mencium pipiku, kedua mataku, keningku dan berputar-putar di sekujur wajahku. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!
Kak Agun…, kuat juga. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Direbahkannya aku di atas ranjang dan Kak Agun mulai lagi menciumku. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut. Antara malu dan ragu. Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Tangannya mulai memainkan payudaraku. Jangan…, jangan…, acch…, acch…, aku berusaha menolak namun tak kuasa. Tangannya mulai menyingkap menembus ke kaos Snoopy yang kupakai. Jari-jemarinya menari-nari di atas perut, dan meluncur ke BH. Terampil jemarinya menerobos sela-sela BH dan menggelitik putingku. Saat itu aku benar-benar panas dingin, napasku memburu, suaraku rasanya hanya bisa berucap dan mendesis-desis ss…, ss…,. Tarian jemarinya membuatku terasa limbung, ketika dia memaksaku melepas baju, aku joke tak kuasa. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Kak Agun kembali beraksi, ciumannya semakin liar, dan jemarinya, telapak tangannya mengguncang-guncang payudaraku, aku benar-benar sudah hanyut. Aku mendesis-desis merasakan sesuatu yang nikmat. Aku mulai berani menjepit badannya dengan kakiku. Namun malahan membuatnya semakin liar. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.
Aku menjerit, Jangan…, jangan…, aku berusaha menarik diri. Tapi Kak Agun lebih kuat. Gesekan tangannya mengoyak-koyak helaian rambut kemaluanku yang tidak terlalu lebat. Dan tiba aku merasa nyaris terguncang, ketika dia menyentuh sesesuatu di milikku. Aku menggelinjang dan menahan napas, Kak Agun…, ohh.., oh…, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Jemarinya memainkkan clit-ku. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi. Aku hanya bisa pasrah saja. Tapi aku kaget ketika tiba-tiba dia berdiri dan penisnya telah berdiri tegang. Aku ngeri, dan takut. Permainan joke dilanjutkan lagi, saat itu aku benar-benar sudah tidak kuasa lagi, aku pasrah saja, aku benar-benar tidak membalas namun aku menikmatinya. Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu.
Tiba-tiba aku kaget ketika ada sesuatu yang mengganjal menusuk-nusuk milikku, Uch…, uch…, aku menjerit.
Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan.
Ketika dia membuka lebar-lebar kakiku dia memaksakan miliknya dimasukkan. Auuchh…, aku menjerit.
Achh!, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Aku benar-benar sakit, dan aku bisa merasakan ada sesuatu di dalam. Sesaat diam dan ketika mulai dinaik-turunkan aku menjerit lagi, Auchh…, auchh…. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Kak Agun secara perlahan menarik miliknya keluar. Kemudian dia mengocok dan memuntahkan cairan putih.
Saat itu aku hanya terdiam dan termangu, setelah menikmati cumbuan aku merasakan sakit yang luar biasa. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Aku meringis dan menangis sesenggukan. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku, Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Sebenarnya aku sayang sama kamu.
Saat itu aku memang masih polos, masih SMP, namun pengetahuan seksku masih minim. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena kecelakaan). Sejak itu aku jadi benci…, benci…, bencii…, sama dia.
AKU YANG DIMADU
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)
Sebut saja namaku Christine, aku berasal dari kota S. Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap pelajaran, bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang sangat baik. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku dididik dengan pendidikan yang kolot, serius, sehingga aku cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu tidak menyulitkanku dalam hal perjodohan, karena banyak orang mengatakan bahwa aku cantik, dan memiliki mata yang bundar, aku tidak terlalu memahami apa yang mereka katakan, namun kebanyakan pria yang mendekatiku mengatakan hal serupa.
Karena itulah dalam usia yang relatif muda, 21 tahun aku berhasil menemukan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan orangnya pengertian walaupun usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena aku selama ini dibesarkan dengan didikan orang tua yang otoriter sehingga suamiku juga cukup selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang competent menurutnya untuk apel ke rumahku, bila pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan hanya membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama akan mengijinkannya untuk apel lagi.
Selama beberapa tahun, hubungan kami baik-baik saja, kami dikaruniai dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi. Namun kadang-kadang tidak semuanya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak bisa lagi memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami problem impotensi, karena overworking. Tetapi saya tetap mencintainya karena dia jauh dari perselingkuhan dan dia sangat perhatian kepadaku.
Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan, namun saya tetap menahan diri dan mencoba untuk tidak berselingkuh. Semuanya berjalan dengan baik sampai akhirnya datang Roni. Dia adalah rekan bisnis suamiku sejak lama, namun aku baru sekian lama dapat berjumpa dengannya, dia seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner sejak mulai bekerja, kami kemudian menjadi dekat karena dia orangnya humoris, dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap dengan keadaan suamiku yang tidak mampu lagi memuaskan diriku sehingga akhirnya dia akan membawaku ke jurang kehancuran, aku dapat merasakan matanya yang jalang bila melihatku, terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi birahi dalam diriku bila dipandang seperti itu, aku tidak tahu mengapa, mungkin karena aku tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, walaupun ketika masih mojang aku mempunyai banyak kenalan pria.
Suatu saat dia menelepon dari hotelnya, dia menyuruhku menjemput suamiku yang katanya minum-minum sampai mabuk, aku ingat waktu itu masih pagi betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga aku tidak tahu kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, aku menyadari suamiku tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Roni seperti hipnotis sehingga aku tidak curiga sama sekali.
Akhirnya aku sampai di hotel GS tempat Roni menginap, aku memasuki kamarnya dan dengan muka tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun ketika aku sadar dia tidak ada tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak sampai aku pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, aku merasa ada kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian dadaku. Pelan-pelan aku terbangun, kulihat Roni sedang memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya aku, apalagi mendapati diriku terebah di tempat tidur dengan hanya baju atasan yang sudah terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku kudorong dorong badannya tetapi dia tak bergeming.
Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak bisa apa-apa, genggamannya terlalu kuat, dia tertawa kecil dan menciumi kedua puting payudaraku, aku menolak tapi entah kenapa aku merasa risih birahi. Kemudian dia memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, aku meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.
Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah pergumulan itu aku menyadari bahwa penis suamiku sebenarnya terlalu kecil, aku pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Roni sangat pintar mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia membalikkan badanku sampai seperti merangkak, dia sangat agresif, tetapi aku dapat mengimbanginya karena sudah lama aku tidak merasakan ini. Dia kembali menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, memang aku merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian merasa tidak puas dengan baju bagian atasku yang masih menempel, dia melepaskannya, sambil kemudian membuat posisiku seperti duduk dipangku olehnya.
Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama kemauannya, ketika kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun aku secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, merasa dia telah membuat ramalan yang jitu. Kurasakan dia kembali meremas-remas dadaku ketika dia merasa aku dapat mengambil inisiatif. Sungguh seperti binatang saja aku, melakukan hal semacam itu di pagi hari, di mana seharusnya aku ada di rumah mempersiapkan sarapan dan mengurus anak-anakku. Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya, tampaknya Roni tidak sempat melepasnya karena terlalu terburu nafsu.
Akhirnya dia menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan dia mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan dia mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia sangat menaruh hati kepada payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk. Hmm, aku sungguh menikmatinya karena suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan spesial pada kedua payudaraku ini, pale dia hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilakukan Roni benar-benar sungguh mengejutkan dan memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya seperti dot bayi. Hanya sebentar rasanya aku mengalami orgasme, aku merasa lelah sekali dan kehabisan nafas sampai akhirnya dia juga sampai ke situ. Setelah itu aku merasa sangat marah dan menyesal kudorong Roni yang masih mencoba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia juga menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Roni kemudian hanya duduk saja sementara aku sambil menangis memakai kembali seluruh pakaianku. Aku mencoba menenangkan diri, sampai kemudian Roni mengancamku untuk tidak mengatakan hal ini kepada suamiku, dia kembali menekankan bahwa bisnis suamiku ada ditangannya karena dia adalah pembeli mayoritas sarang burung walet suamiku. Aku membenarkannya karena suamiku pernah berkata bahwa Roni adalah koneksinya yang pale penting. Aku bingung olehnya, baru-baru ini ketika dia pulang ke kotaku, dia kembali memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan dia pernah berkata bahwa suamiku sudah menyerahkan diriku padanya karena dia merasa tidak mampu lagi memuaskan diriku.
Kapankah ini akan berakhir, dunia ini sungguh kejam.
LUCI
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)
Kejadian ini 1 tahun lalu, saat itu saya masih kuliah division akhir di Jakarta. Nama cewek ini Luci, waktu itu saya dikenalkan oleh temanku. Saat itu saya sedang pulang kampung, soalnya liburan semester. Orangnya cantik sekali, potongan rambutnya pendek seleher, kulitnya putih, bodinya oke, dan cukup supel juga. Tidak heran kalau temanku bilang dia naksir berat pada Luci. Luci waktu itu masih kelas 2 SMU. Waktu itu kebetulan lagi libur catur wulan dan kami merencanakan untuk pergi menginap di villa salah seorang teman selama 4 hari.
Kami pergi bertujuh, 4 cewek dan 3 cowok. Sebenarnya saya dengan Luci sama sekali bukan pacaran. Cuma kebetulan saja waktu itu dia berdua di mobil bersamaku, sedangkan yang lainnya bersama-sama. Selama perjalanan kami semakin akrab, dan kelihatannya dia naksir kepadaku. Sesampainya di villa waktu itu sudah malam, lalu saya mengajaknya jalan-jalan. Waktu itu saya mulai beranikan diri merangkulnya, dan dia ternyata diam saja bahkan semakin merapatkan tubuhnya. Lalu saya mulai merayunya, hingga suatu saat saya berkata wah, Lus kalau dekat sama kamu terus bikin hangat gimana kalau entar tidurnya kita bareng aja. Eh, dia malah tersenyum dengan muka malu-malu. Lalu dia pelan berbisik boleh aja, ayo…
Lalu langsung saya bawa dia ke kamar di belakang biar tidak ketahuan oleh teman-teman. Di sana saya mulai menciumnya, pertama dia diam saja, lama-lama dia memberi respon juga. Dia memang jago kissnya. Lalu saya mulai menggerayangi tubuhnya, saya pegang payudaranya, lalu saya remas, dia mulai mendesah-desah tidak karuan. Lalu pelan-pelan saya lepaskan kaosnya, kemudian BH-nya sehingga kelihatan bukitnya yang indah menjulang. Melihat itu saya makin keras meremas payudaranya sambil mengisap putingnya yang indah itu. Setelah puas meremas-remas tanganku mulai menggerayangi pangkal pahanya. Pelan-pelan saya mulai memasukkan tangan ke dalam celananya, ketika jariku mulai menyentuh bibir kemaluannya, dia menjerit kaget dan berusaha menarik tanganku. Saya pikir wah gawat nih salah langkah, tapi saya masih berusaha mempertahankan tanganku di dalam celananya dan tanganku yang satunya menarik tangannya dan meletakkan di penisku, lalu saya bisikin dia remasin Lus…, nikmat rasanya, dengan malu-malu dia mulai meremas-remas penisku. Sepertinya dia menikmati kegiatan barunya itu, dia tidak lagi berusaha menarik tanganku. Lalu saya mulai melanjutkan pekerjaanku, tanganku mulai menggosok-gosok bibir kemaluannya dengan cepat. Makin cepat saya gosok makin kencang pula dia meremas penisku.
Kemudian saya mulai melepaskan celana berikut celana dalamnya. Di sana saya mulai melihat liang kewanitaannya yang merekah dengan sedikit rambut di atasnya menantang untuk dimakan. Lalu saya mulai menjilati bibir kemaluannya, hingga dia mulai mendesah nikmat. Saya mainkan bibir kemaluannya dengan lidahku, kemudian saya hisap bibir kemaluannya sambil saya tarik sedikit. Ah rasanya sudah kepingin sekali memasukkan penisku ke dalam liang senggamanya. Dan dia makin keras mendesahnya. Setelah puas saya berhenti dan melepas baju. Kemudian saya berkata kepadanya agar membuka celanaku. Dia sepertinya juga sudah tidak tahan, makanya dia langsung menurut saja. Dia mulai melepaskan celana jeansku lalu celana dalamnya. Setelah itu dia mulai memainkan penisku sambil tertawa kecil. Lalu saya berbisik kepadanya Isap, donk…! dia sepertinya tidak mau, lalu saya rayu dengan sedikit memaksa. Akhirnya dia mau juga, dia mulai menjilat penisku lalu dimasukkan ke mulutnya dan mulai menghisap. Ah nikmat banget hisapannya, dia pintar banget mengisapnya sampai saya pikir jangan-jangan dia itu sudah pernah beginian. Setelah saya rasa cukup keras saya menyuruh dia berhenti dan saya dorong dia ke ranjang.
Lalu saya buka kakinya lebar-lebar dan mulai menaruh penisku ke liang kewanitaannya. Dia memejamkan matanya rapat-rapat menunggu penisku. Kemudian pelan-pelan saya masukkan penisku ke liang senggamanya. Ternyata lubang kemaluannya kecil sekali, penisku agak susah masuknya. Ketika masuk setengahnya dia mulai mendesah kencang, lantas saat masuk semuanya dia mulai menjerit kecil seperti kesakitan. Lantas saya mulai mendorong penisku ke liang senggamanya dan dia makin kencang menjerit serta tubuhnya menggeliat-geliat tidak karuan.
Lalu dia mulai menjerit. Lantas saya tanya dia pernah bersetubuh begini nggak ternyata dia belum pernah, ini initial timenya dia. Lalu saya bilang jangan takut sebentar lagi sakitnya hilang malah nanti bakal nikmat rasanya. Dia menurut saja, makanya saya melanjutkan lagi genjotanku, tapi saya genjot pelan-pelan takut dia kesakitan lagi. Setelah beberapa lama saya mulai merasakan pantatnya naik-turun sendiri. Ternyata dia mulai merasakan nikmat malah mau minta lebih dahsyat. Langsung saya cepatin genjotanku, penisku makin cepat keluar-masuk liang kenikmatannya. Dia mulai mendesah-desah lagi kesenangan. Waktu itu saya mulai merasakan enaknya liang kewanitaan seorang wanita. Penisku mulai dipijit-pijit oleh dinding kemaluannya. Saya makin mempercepat genjotannya bahkan saya hantam dengan keras penisku ke liang kewanitaannya, sehingga membuatnya menjerit kecil. Setelah beberapa lama, dia tiba-tiba diam dan mendesah panjang, saat itu saya mulai merasakan cairan panas di pangkal pahaku. Ternyata dia sudah keluar, tapi saya belum karena itu saya teruskan menggenjot liang surganya. Ternyata saya keluarnya agak lama juga, dia sepertinya sudah mulai kesakitan. Akhirnya dia bicara kepadaku San, rada sakit nih.., lo udah keluar belum. Saya bilang belum Lus, sebentar lagi kamu tahan dulu aja, dia cuma mengangguk. Makanya saya makin mempercepat genjotan di liang kewanitaannya, sampai dia berteriak-teriak hingga saya bekap mulutnya takut ketahuan teman-teman. Dan saya teruskan sampai akhirnya saya rasa sudah tidak tahan, saya keluarkan semua isi spermaku ke dalam liang senggamanya. Dan dia joke mulai mendesah lega.
Setelah itu kita cool-down, dia tiduran di dadaku sambil bermanja-manja, dia berkata bahwa dia benar-benar suka kepadaku dan ini pertama kalinya dia berhubungan seks. Saya bisa lihat dari tetesan darah di kasur bahwa dia tidak berbohong. Lantas saya bilang bahwa saya juga suka kepadanya, dan apa dia mau jadi pacarku dia bilang mau dan saya langsung memberi lick hangat lagi buatnya, lalu kamipun berpakaian dan bergabung lagi bersama teman-teman.
Akhirnya dia jadi pacarku. Selama 4 hari di Villa kita bersenggama terus setiap hari, dan sesudahnya dari sana kita juga sering bersetubuh. Biasanya kita lakukan kalau saya lagi ada libur dan pulang kampung. Kalau sudah begitu kadang-kadang bisa hampir setiap hari kita senggama, soalnya rumahku kosong dan saya sering mengajaknya ke sana kalau lagi horny. Kita pacaran sampai hampir setengah tahun kemudian, saya lulus dan melanjutkan investigate ke Aussie dan kita akhirnya putus.
Saya tidak pernah lagi mendengar kabarnya sampai akhirnya saya dengar dari teman, katanya dia tidak sekolah lagi karena hamil. Wah.., bisa-bisa itu anakku. Ah tapi saya tidak ambil pusing, kalau itu memang pekerjaanku dia pasti menghubungiku. Lagian sekarang saya juga sudah ada lady crony sendiri. Sekarang Saya hanya bisa mengenang masa-masa manisku bersamanya.
KENIKMATAN YANG TERKUBUR
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)
Kisahku ini terjadi pada waktu aku masih kuliah disebuah universitas negeri dikota L. Namaku Ivan, dikampus aku dikenal bukan saja oleh mahasiswa seletingku tapi juga kakak-kakak leting dan adik-adik letingku. Mungkin ini semua patut kusyukuri karena aku mempunyai wajah yang tampan menurut teman-temanku. Ada saja tanggapan mereka tentang diriku hingga bisa-bisanya mereka menjuluki aku Abang Tampan. Memang wajahku diberi kelebihan sedikit oleh yang maha kuasa, rambut gondrong dengan alis yang bersambung, hidung mancung, bibir merah serta dilengkapi dengan jambang yang panjang. Dan bukannya aku sombong, mukaku tak pernah dihinggapi oleh yang namanya jerawat.
Kelebihan yang patut aku syukuri ini tidak membuat aku menjadi seorang yang haus akan pertualangan cinta. Mungkin karena aku berasal dari sebuah keluarga sederhana dan senantiasa menjalankan norma-norma agama membuatku agak pemalu serta tertutup akan masalah-masalah yang berbau seks.

Kisahku ini diawali dengan perkenalanku pada seorang gadis asal kota M, yang kebetulan berlibur dikota L. Namanya Meli, dia masih duduk dikelas ii SMU pada sebuah sekolah bergengsi di kotanya. Dari awal melihatnya aku sudah begitu tertarik, bagaikan terhipnotis pada pandangan pertama. Kulitnya yang kuning langsat dan tubuh yang tinggi semampai sangat menarik hatiku. Apalagi bila dia tersenyum, lesung di pipinya membuat dia semakin mempesona dimataku. Hal ini belum pernah kualami sebelumnya, yang biasanya aku cuek dengan yang namanya wanita harus membuat pengecualian untuk yang satu ini.

Singkat cerita setelah beberapa hari kami berkenalan dan beberapa kali berjumpa, dia telah menjadi pacarku yang sangat kucintai. Banyak persamaan pada diri kami hingga kami cepat merasa cocok. Dengan pengalaman-pengalaman akan seluk-beluk pacaran, kujalani hari-hariku bersama Meli sebatas peluk dan cium pipi saja. Mungkin hanya ini keberanian yang dapat kulakukan sebagai awal masa pacaran. Hingga pada suatu malam (tepatnya malam minggu) karena keadaan cuaca mendung kuajak Meli untuk mengunjungi tempat kostku, dan kebetulan akupun hanya sendiri ditempat itu. Di kamarku kami hanya duduk-duduk mendengar musik dan saling bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing. Entah dari mana keberanian itu datang, aku mencoba duduk lebih dekat dengan Meli yang pada saat itu sedang membolak-balik sebuah majalah remaja di atas ranjangku. Lalu dalam keadaan hening seperti itu, Melipun kelihatan salah tingkah dan untuk menutupinya dia sengaja mengikuti irama musik Paint my love-nya Michael Learns to Rock yang telah mengalun sejak tadi.

Sejenak kupandangi wajahnya yang ayu dengan kulit muka putih kemerahan, lalu kuraih dagunya hingga dia berpaling ke wajahku, kukecup keningnya sambil kukatakan Aku sayang kamu Meli, dia hanya diam dengan mata yang sedikit sendu. Ingin rasanya aku mencium bibirnya seperti pernah kulihat pada film-film barat dan Blue film tapi semakin kubayangkan hal itu semakin kencang rasanya detak jantung ini. Dengan sedikit berhati-hati kuberanikan diri untuk mengecup bibirnya. Meli hanya diam dan sedikit memejamkan matanya. Dengan hati yang tidak karuan ini kuciumi hidungnya lalu perlahan-lahan turun ke bibirnya dan kuhisap pelan-pelan. Tanpa kuduga diapun membalas lumatan bibirku sambil sedikit bergeser dan memeluk diriku. Sungguh nikmat rasanya, rangsangan hebat yang belum pernah kurasakan. Sekian lama kami berpaut bibir, perlahan-lahan kuturunkan kecupanku ke lehernya dan kurebahkan dia hingga tidur telentang. Hingga saat kutindih Meli mendesah-desah bagai orang kehabisan nafas. Secara reflek pula tanganku menyentuh dua buah bukit kenyal dan langsung kuremas perlahan-lahan.

Udara dingin dan situasi seperti ini membuatku tidak bisa lagi menahan rangsangan hebat di dalam diri ini, tanganku mulai bergerak menarik baju Meli yang dia masukkan ke dalam roknya, lalu kusingkap hingga terlihat kulit perut yang putih bersih dan pusar yang indah. Kukecup dan kujilati tengah perutnya hingga Meli terengah-engah, dan tanpa kusuruh dia langsung membuka bajunya sendiri. Begitu terpana aku dengan pemandangan asing seperti ini, dua buah bukit yang ditutupi BH tipis membuatku terdiam beberapa saat, tapi Meli yang sudah terangsang hebat nampaknya mulai menyerangku dengan memeluk dan menciumku serta perlahan-lahan melepas satu persatu kancing bajuku. Setelah bajuku ditanggalkan lalu dia mulai mengecup dadaku dan menjilat perutku yang ditumbuhi bulu-bulu halus dialurnya. Kenikmatan luar biasa yang tak pernah kualami hingga penisku yang sejak tadi mengeras rasanya telah lembab oleh keringat dingin kenikmatan.

Perlahan-lahan kuraih wajahnya dan langsung kulumat bibirnya, permainan lidahpun sedikit demi sedikit mulai kujalani dengan agak kaku. Kemudian kupeluk dirinya sambil tanganku melepas kait BH yang menutupi dua buah bukit kembarnya. Setelah keadaan kami telanjang bagian atasnya, bagaikan hilang kesadaran langsung kuciumi daging kenyal yang ujungnya sedikit kemerah-merahan itu, dan penisku joke kugesek-gesekkan pada alat kelaminnya yang masih terhalangi rok. Biarpun kami tidak membuka celana kami masing-masing tapi gesekan itu membuat pelukan kami semakin menguat dan akupun semakin tak bisa menahan diriku lagi, hingga beberapa saat kemudian cairan sperma keluar membasahi celana dalamku dan dalam sekejap tercium bau sperma. Melipun tampaknya tahu akan hal itu dan Iapun tersenyum, katanya sih.. seperti bau aroma bayclean (cairan pemutih kain). Melipun menolak tawaranku untuk memuaskan dirinya, agar kami sama-sama puas. Mungkin karena malu dan menganggap kejadian ini hanya reflek belaka. Setelah dia kuantarkan pulang, akupun mulai membayangkan kejadian yang baru saja kualami, dan akupun berpikir begitu cepatnya aku klimaks hanya karena gesekan saja. mungkin juga karena hal ini adalah pertama sekali aku melakukannya.

Setelah masa liburannya habis, kemudian dia pamit padaku dan pulang kembali ke kota asalnya M. Kenangan manis itu membuat kami selalu diliputi rasa rindu, Interlokal, surat-menyurat adalah obat bagi kerinduan kami. Perkenalan dengan orang tuanya joke semakin membuat hatiku yakin akan memilikinya, begitu juga dengan Meli orang tuaku joke telah kuperkenalkan padanya. Pada saat itu kurasakan tiada halangan lagi bagi kami untuk menyatu seutuhnya. Hingga suatu saat musibah itu datang, Meli meninggal dunia setelah sebulan aku diwisuda untuk module D3. Sungguh pilu hatiku saat itu, kepergiannya yang tak terduga telah meninggalkan kenangan indah semenjak dia menjalani masa-masa indah denganku. Sudah 6 bulan berlalu hingga saat sekarang kutuliskan kisahku, masih terbayang kesan-kesan manis yang kujalani bersama Meli.
Maafkan aku Meli, semoga engkau tenang dialam sana.

Romantika Kelabu
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Namaku Denny Tyas, aku seorang teknisi computer. Beberapa bulan yang lalu aku kenalan dengan seorang cewek keturunan yang bernama Cindy Kosasih. Dia, seorang gadis belia yang sangat cantik, tinggi, berkulit putih mulus dan berambut panjang. Dia tinggal di Pondok Indah, aku ketemu dengannya dalam suatu celebration di rumah temanku. Dia sebetulnya masih akan mencuti studinya di Melbourne, pada saat itu dia sedang liburan, jadi ia pulang ke Jakarta untuk beberapa bulan saja. Dia anak orang kaya, kamu bayangin saja, dia sekolah di Melbourne dan rumah di PI. Orang tuanya seorang ekspotir kelas menengah.

Aku sebetulnya agak minder juga kenalan dengannya, Kamu bayangkan saja, mana ada sih orang tua yang sudah mati-matian sekolahkan anaknya di luar negeri terus akhirnya cuma jatuh di pelukan teknisi computer. Dia sebetulnya tidak sombong, dia mau mengerti tentangku, dan sebulan yang lalu dia telah resmi jadi pacarku. Hubunganku dengannya sebetulnya tidak diketahui oleh orang tuanya. Jadi backstreet nih ceritanya. Aku sebetulnya cinta mati kepadanya, anaknya cantik, pandai gaul dan tidak sombong.

Suatu malam dia menelponku, dia minta di temani karena rumahnya kosong (kedua orang tuanya ke luar kota), kebetulan malam itu aku juga sedang suntuk banget memikirkan masa depanku. Malam itu juga tanpa ba.., bi.., bu lagi langsung aku pergi ke rumahnya di PI. Setelah aku sampai di rumahnya, ternyata benar, tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya. Sebetulnya aku curiga juga, kok rumah segitu besarnya masa sih tak ada pembantu atau penjaga seorangpun. Ah peduli amat pikirku, yang penting malam ini, aku bisa berduaan dengannya. Malam itu dia kelihatan anggun banget, dia memakai terusan tipis dari sutra sehingga setiap lekuk tubuhnya yang indah dapat terlihat dengan jelas. Oh my God, apakah aku mimpi dan ketemu dengan bidadari Ternyata malam itu sungguh terjadi, dia nyata di depanku dan aku tertegun sejenak menyaksikan karya Tuhan yang sungguh Indah. Malam itu aku diajak untuk menginap di rumahnya, tentu saja tidak kutolak. Eh Malam itu juga dia mengajak tidur bersama, wah berani betul nih cewek, apa tidak takut aku makan

Malam semakin larut dan udara dingin mencekam, dia sudah mau tidur dan akhirnya akupun menemaninya tidur. Wah, ternyata betul-betul gila nih cewek, ternyata dia tidak memakai apa-apa lagi selain terusan sutra warna perak itu, ketika dia naik ke tempat tidur, terlihat jelas puting susunya yang berwarna kemerahan. Ketika kita sudah ada di ranjang, dia bilang bahwa sebetulnya dia tidak lama lagi akan kembali ke Aussie untuk meneruskan studinya makanya malam ini dia ingin melepas rindu kepadaku. Setan juga nih anak, mana ada sih lelaki yang begitu bodoh menolak kalau ada seorang gadis cantik yang secara halus meminta untuk di cumbu, begitu juga aku, langsung saja kukecup bibirnya yang mungil lalu kuhirup atmosphere liurnya, dia tampak kesulitan bernafas. Setelah aksi cium-ciuman, kuhisap lehernya yang jenjang sampai menimbulkan cupang/tanda kemerahan dan diapun sepertinya sangat menikmati cumbuanku. Waktu terus berputar, aku sekarang telah membuka terusan yang dipakainya dan payudaranya yang sangat ranum telah tersaji dan siap untuk di hisap, ketika puting susunya kuhisap-hisap, dia merintih-rintih tanda kenikmatan. Puting susunya aku hisap secara bergantian, kiri dan kanan, dan kadang-kadang aku remas-remas sampai dia menjerit. Setelah puas memainkan payudaranya, aku lalu mulai menjilati pusar dan terus kurentangkan kakinya sehingga liang kewanitaannya merekah. Bulu kemaluannya jarang-jarang sehingga bibir kemaluannya kelihatan jelas masih indah seperti perawan. Sebetulnya aku baru kali ini melihat kemaluan wanita secara langsung, apalagi kemaluan seorang perawan. Begitu kurentangkan kakinya, liang kewanitaannya merekah berwarna merah muda dan bagian dalamnya kelihatan ada segumpal daging yang biasa di sebut clitoris. aku nafsu banget, langsung saja kujilati liang kewanitaannya dan kugigit clitorisnya, dia menjerit sambil menekan kepalaku sehingga mulutku jadi rapat sekali dengan bibir kemaluannya. Tak lama setelah itu, dia kejang-kejang sambil merintih, terus ada cairan bening kental mengalir dari liang kewanitaannya, baunya sedikit amis tapi tanpa pikir panjang langsung saja kujilat dan telan, ternyata dia telah orgasme. aku tidak jijik karena aku tahu bahwa dia masih perawan, jadi belum pernah di tusuk oleh orang lain sehingga masih bersih.

Setelah dia orgasme, tampaknya dia lemas tak berdaya, terus langsung saja kubuka celanaku biar barangku yang dari tadi sudah tegang bebas. Tanpa meminta ijin darinya, langsung kutusukkan penisku ke liang senggamanya. Wah susah juga, liang senggamanya masih sempit, sehingga penisku harus kutekan kuat-kuat sehingga bisa masuk secara perlahan-lahan. Ketika penisku mulai masuk, dia sepertinya senang sekali dan kelihatan seperti sangat menikmati permainan ini sehingga aku termotivasi lagi untuk memaju-mundurkan penisku. Akh nikmat sekali, penisku seperti di pijat-pijat, gerakan maju-mudur yang kulakukan categorical lama makin cepat sehingga dia terhentak-hentak diatas ranjang.

Permainan itu aku lakukan sekitar lima belas menit, lalu dia bilang bahwa dia mau keluar, lalu dia memeluk tubuhku erat sekali terus teriak kecil sambil mengendurkan pelukannya, oh terasa banget, liang kewanitaannya banjir lagi. Selang waktu satu menit, ketika aku mau keluar, kutekan penisku dengan sangat kuat ke liang senggamanya sehingga atmosphere maniku keluar di dalam liang kewanitaannya.

Setelah sama-sama mencapai orgasme, lalu kutarik penisku dan kusodorkan ke mulutnya, ternyata dia langsung menjilati batang penisku. Oh nikmat, dia jilati sampai bersih. Setelah itu saya joke balas menjilati bibir kemaluannya sampai bersih. Tak terasa waktu telah menunjukkan jam delapan pagi ketika aku bangun dari tidur, di garasi sepertinya ada bunyi mesin mobil, eh ternyata orang tuanya telah pulang, terus buru-buru aku pakai baju dan celanaku, aku lalu bangunkan si Cindy, dan diapun terjaga dan kaget bahwa orang tuanya sudah pulang. Aku sepertinya sudah tertangkap basah, motorku sudah kelihatan sama orang tuanya. Yah aku sudah pasrah, mau diapain juga aku terima saja.

Eh sialan ternyata si Cindy malahan membela diri dan bilang bahwa dia diperkosa olehku, kontan saja mamanya pingsan lalu papanya menelepon polisi, yah terus aku di penjara dan di hukum selama dua tahun potong masa tahanan. Sekarang aku hati-hati banget sama cewek, tidak mau melakukan kesalahan lagi, nikmatnya cuma sesaat, menderita dua tahun.

Cinta yang Abadi
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Hai, nama saya Noni. Sekarang saya masih kuliah di salah satu Universitas di Amerika. Cerita ini bermula dari 2 tahun yang lalu ketika saya dan Sinyo baru saja mulai pacaran. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 3 SMU. Semula kita ragu untuk melanjutkan kisah asmara kita ini karena saya akan melanjutkan sekolahku ke Amerika. Tapi kita sependapat untuk menjalani dulu keadaan ini. Pada waktu kelulusan, Sinyo bermaksud melanjutkan kuliahnya ke Bandung. Selama 2 minggu di Bandung Sinyo selalu mengeluh bahwa dia rindu denganku dan memintaku untuk menyusulnya ke Bandung.

Dengan alasan mau membuat visa ke Jakarta, akhirnya saya menyusul Sinyo ke Bandung. Di kost Sinyo, saya menyewa satu kamar untuk seminggu. Hari-hari pertama dilewatkan dengan canda tawa. Sebenarnya saya dan Sinyo suka melakukan petting. Tapi kita tidak pernah sampai melampaui batas.

Entah mengapa, pada hari ke-6, saat itu keadaan kost sedang sepi, terjadilah hal yang lain dari biasanya. Sementara kita menghabiskan waktu berdua di kamar. Waktu itu kita sedang bercengkerama. Seperti biasa dia tidak bisa diam kalau sedang berbicara berdua denganku. Dia mulai mencium bibirku dengan mesra. Tangannya mulai meraba buah dadaku dengan lembut. Perlahan, kancing bajuku dibukanya satu persatu. Sambil terus melumat bibirku, dia mulai melepaskan pengait BH-ku. Kemudian tampaklah buah dadaku yang walaupun tidak terlalu besar (34) namun cukup membuat Sinyo ketagihan untuk menciuminya.

Sinyo mulai menciumi dan meremas buah dadaku. Bila sudah begini, biasanya saya tidak akan tahan lama. Kemudian saya menindih Sinyo dan mulai menggesek-gesekan kemaluanku pada kemaluannya. Walaupun kita masih sama-sama mengenakan celana jeans, gesekan-gesekan yang saya lakukan itu terasa nikmat sekali. Saya membayangkan alangkah nikmatnya bila kemaluan Sinyo dimasukkan ke dalam liang kewanitaanku.

Sebenarnya saya termasuk orang yang berpendirian kuat untuk menyerahkan kesucianku pada malam pertama. Tapi saya merasa yakin bahwa Sinyolah yang akan menjadi calon suamiku. Dan mungkin karena saya terlalu mencintai Sinyo, sehingga saya rela menyerahkan kesucianku pada Sinyo.
Kemudian saya berkata kepada Sinyo Kamu mau tidak melakukan itu dengan saya.
Saya tidak mau, kamu nanti akan menyesal.
Saya siap, dan apapun resikonya saya tidak akan menyesal.
Kalau kau memang menginginkannya, bukalah celanamu untuk membuktikannya.

Kemudian saya membuka semua celanaku sehingga saya sekarang tampil tanpa busana di depan Sinyo. Dia tampak terkejut dengan perbuatan nekat yang saya lakukan. Tapi kemudian dia menyadari bahwa saya bersungguh-sungguh. Kemudian dia juga menanggalkan celananya dan tampaklah kemaluannya yang sudah berdiri tegak menantang. Dia mulai menciumi bibir dan buah dadaku. Seolah tanpa sadar, saya terus mendesah, sementara Sinyo semakin menciumiku dengan buas. Terasa ada cairan hangat yang mengalir keluar melalui liang kewanitaanku.

Kurang lebih 10 menit kemudian Sinyo bertanya, Apakah kamu sudah siap.
Ya, lakukan saja.
Sinyo mulai mengambil posisi agar kemaluannya dapat masuk ke dalam liang surgaku dengan tepat. Sambil terus menciumiku, tangannya mulai meraba-raba, mencari lubang senggamaku. Setelah ketemu, dibimbingnya kemaluannya menuju liang kewanitaanku. Dengan hati-hati ditekannya kemaluannya. Tapi kemaluannya selalu menemukan kesulitan dalam menembus kesucianku. Di samping itu, setiap kali dia berusaha memasukkannya, saya selalu meringis karena perih.

Dia kelihatan mulai resah karena selama 10 menit belum bisa menembus pertahanan saya.
Noni, coba kamu lebarkan kedua kakimu lebih lebar lagi.
Saya menuruti permintaan Sinyo. Saya mengangkat kedua kakiku dan membukanya lebih lebar sehingga Sinyo dapat dengan leluasa mengarahkan kemaluannya ke liang senggamaku. Sedikit demi sedikit, kepala kemaluan dia mulai dapat masuk ke dalam liang kewanitaanku. Walaupun saya merasakan perih, saya mencoba untuk tidak mengeluh kepada Sinyo. Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya, hingga pada suatu saat, Sinyo mulai menekan kemaluannya dengan kuat.

Saya terpekik terkejut karena kemaluan Sinyo sekarang telah berada di dalam liang kewanitaanku semuanya.
Sakitkah Sayang.
Ehm…, tidak apa-apa, teruskan saja.
Kalau sakit bicaralah dan saya akan menghentikan semua ini.

Sinyo mulai memaju-mundurkan kemaluannya. Semula saya masih merasakan sakit, tapi kemudian saya mulai dapat merasakan kenikmatan ayunan pinggul Sinyo. Saat itu Sinyo hanya setengah sadar. Matanya mulai terpejam, seolah menikmati gesekan demi gesekan. Kadang Sinyo mempercepat gerakannya, kadang memperlambat. Sayapun mulai mendesah tidak karuan
Uh…, Sayang, aduh nikmat sekali…, terus, ough….
Noni, aku cinta kamu…, nikmat nggak Sayang.
Ehm…, nikmat sekali, teruskan, lebih cepat lagi….
Sinyo mulai mempercepat permainannya, dan sayapun mendesah sambil terus menyebut namanya. Sinyo semakin mempercepat ayunannya karena dia merasa telah hampir sampai klimaks.
Sayang, apakah kamu keberatan kalau saya mengeluarkan sperma saya di dalam kemaluanmu.
Tidak, lakukan saja. dua hari yang lalu tamu bulananku sudah habis, jadi saya tidak mungkin hamil.

Kemudian Sinyo mengerang halus dan dia mengalami klimaks. Sebenarnya saat itu sayapun hampir mengalami klimaks, tapi ternyata Sinyo telah mendahuluiku, sehingga saya tidak merasakan klimaks saat itu. Sinyo kemudian lemas dan berbaring di sebelahku. Dari liang kenikmatanku mengalir cairan sperma Sinyo beserta beberapa tetes darah yang menjadi satu dengan spermanya.

Seolah kemudian saya tersadar, saya mulai menangis sesegukan. Saya menyesal telah melakukan semua ini.
Sayang, maafkan, aku telah merusak dirimu!.
Tidak, kamu tidak bersalah. Aku hanya merasa sedih, sekarang saya sudah tidak suci lagi.
Noni, percayalah, saya tidak akan meninggalkan kamu.
Saya percaya denganmu Sayang. Saya sangat mencintaimu.
Saya juga cinta kamu.

Kejadian itu sudah berlalu hampir 2 tahun yang lalu. Kemudian saya melanjutkan sekolah saya ke Amerika. Hingga sekarang hubungan kami masih terus berlanjut, dan sekarang telah direstui oleh kedua belah pihak. Saya dan Sinyo berjanji untuk saling setia, walaupun jarak yang memisahkan kita begitu jauh. Semoga hubungan kami ini dapat terus berjalan sampai menuju jenjang pernikahan nanti.

Ririn
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Saya pertama kali kenalan dengan Ririn waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. saya tidak tahu kalau tempat kost itu juga menerima kost untuk hostes-hostes night club. Penghuninya kurang lebih ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selebihnya cewek night bar semua.

Suatu hari waktu saya ke tempat kost pacar, tidak tahunya di pintu kamar pacar ada note yang isinya dia pulang ke Bandung karena ada urusan keluarga. Ketika saya jalan mau turun tangga, eh Ririn baru keluar dari kamar mandi, dia tersenyum kepadaku. Saya balas senyumnya. Terus dia jalan masuk ke kamarnya. Saya pelan-pelan jalan melewati kamarnya. Seperti biasa kamarnya tidak dikunci dan kelihatan Ririn sedang berdiri di depan cermin merapikan rambut, bugil berat. Penisku langsung berontak. Tapi dia sepertinya tidak peduli, dia cuma melirik sekilas, terus melanjutkan nyisir rambutnya. Saya tegang banget, saya cepetin langkahku sambil menahan ngilunya penis saya yang kejepit CD.

Mas Andi kecewa ya pacarnya tidak ada, tiba-tiba suara Ririn menghentikan langkahku. Saya langsung berbalik kembali ke kamarnya. Saya berdiri di depan pintu.
Ah tidak…, cuma kaget saja kok tiba-tiba pulang ke Bandung, jawabku pura-pura melihat ke lantai.
Dari pada tidak ada mainan…, gimana kalau mainin Ririn saja Mas, saya kaget banget dengar komentar coarse seperti itu.
Maksudnya, saya pura-pura lugu. Ririn melirik genit terus matanya dikedipin.
Ririn masih ada waktu satu setengah jam lagi kok….
Terus.
Kata pacar Mas, Mas suka mainin memeknya. Sialan juga pacarku, masak rahasia kencan diobral ke perempuan seperti gitu. Saya jadi kesel campur malu.
Kalo Mas mau, mainin saja memek Ririn…, dari pada tidak ada yang bisa dimainin…, Ririn berkata sambil berjalan ke arahku. Lalu tangannya meremas penisku yang sudah tegang banget.
Wow…, keras banget. tidak usah takut, Ririn bebas dari penyakit kok, saya tidak bisa jawab apa-apa lagi. Pintu lalu dibanting pakai kakinya. Terus tahu-tahu saya sudah bugil di depan Ririn. Penisku dikocokin lembut. Rasanya nikmat banget. Jauh lebih nikmat dari pada kocokan pacarku.

Ririn memajukan wajahnya yang manis, terus saya kulum mulutnya. Kita ciuman dengan buas, tanganku meraba clitorisnya, terus saya mainin clitorisnya, saya korek-korek liang kewanitaannya. Bulunya lebat banget. Tiba-tiba Ririn jongkok terus penisku disedotnya, dijilat-jilat seperti lagi menjilati permen lolypop. Saya lihatin kegiatannya. Saya setubuhi mulutnya, biji penisku juga dijilatinya.

Akhirnya saya dorong dia ke atas ranjang, terus kita ambil posisi 69. Saya melakukan consult dengan lidah. Saya hisap-hisap bulunya yang masih lembab, karena baru mandi. Dari celah kewanitaannya masih tercium bau sabun, harum sekali, saya buka bibir kemaluannya yang berwarna merah tua. Lubang bagian dalam warnanya merah muda, saya lihat ada lubang kecil, mungkin itu lubang pipis. Saya sedot clitorisnya, terus saya masukin lidahku sedalam-dalamnya. Ririn menjerit kecil, saya makin horny. Terus saya berbalik, sekarang saya sedotin puting susunya yang kecil, tangan saya meremas payudaranya dengan keras. Saya lihat dia menggigit bibir, tapi dia tidak mencoba berontak atas kekasaranku. Saya jadi makin gila, penisku yang sudah tegang langsung saya sodok ke lubang senggamanya, ketika masuk…, aduh enaknya bukan main. Saya jadi ikut-ikutan mengerang nikmat. Saya genjot penisku dengan cepat, kadang saya pelanin terus saya benamkan sedalam-dalamnya sampai Ririn menjerit lagi.

Mas, Mas…, aduh…, nikmat banget…, tusuk lagi yang keras Mas..! dia mengerang-erang, langsung saja saya ikutin permintaannya. Tak lama Ririn mendesah hebat sambil memeluk badanku erat-erat, badannya meliuk-liuk, tangannya meremas-remas pantatku. Sakit banget…, sialan. Padahal saya juga pingin keluar juga, gara-gara diremas begitu spermaku jadi balik lagi. Saya jadi agak kesal. Setelah saya berasa tubuh Ririn melemas, saya cabut penisku, waah…, penisku basah banget, sepertinya basah dengan lendirku. Terus saya angkat kedua kakinya ke atas, langsung saya arahkan penisku ke lubang pantatnya. Ririn memberontak, tapi saya tahan terus sambil menyodok sekeras-kerasnya ke dalam lubang pantatnya.

Gila…! Jangan disitu…, aduh, sakit bangeet…, jangaan…, saya lihat dia sampai keluar atmosphere matanya karena kesakitan, tapi sudah telanjur, penisku sudah masuk semua, perih juga sih, tapi jepitannya betul-betul membuat mataku nanar. Enak banget!

Pelan-pelan genjotnya Mas…, sakit banget nih…, kasar banget sich, Tangan Ririn mencubit pantatku, saya sudah tidak peduli, saya genjot lubang pantatnya yang betul-betul sempit. Lalu dia mengeluh, tapi mencoba menggoyang supaya saya nikmat. Akhirnya saya tidak tahan lagi, buru-buru saya cabut penisku, terus secepat kilat saya sodok ke dalam mulut Ririn yang lagi megap-megap oleh rintihan kesakitannya. Matanya langsung melotot seperti pingin keluar, tapi penisku sudah masuk dalam banget, saya lihat dia mau protes tapi yang saya rasakan dia mulai menyedot penisku sambil tangannya mengocok penisku. Rasanya tidak ada duanya, sungguh profesional banget cewek ini.

Aakhh…, cuma suara itu yang keluar dari mulutku, selebihnya penisku seperti dipompa sampai bocor dalam mulut Ririn. Spermaku sepertinya tidak mau berhenti, rasanya nikmat. Penisku terus dikeluarin, lalu digosok diseluruh wajahnya. Tangannya mengurut penisku, sampai terakhir menetes juga spermaku satu tetes kedalam mulutnya. Dia memandangku dengan pandangan sayu. Saya langsung roboh di atas tubuhnya, saya gigit pundaknya, saya sedotin lehernya, saya kulum telinganya. Dia memelukku sambil menjilati pundakku.

Lain kali kalo habis masuk lubang pantat jangan dimasukin ke dalam mulut saya dong…, Akhirnya dia protes juga. Saya diam saja, lain kali urusan belakangan.
Setelah kejadian itu, saya kontrakin rumah kecil buat Ririn. Terus pelan-pelan saya putusin hubungan saya sama pacarku. Selanjutnya saya tinggal bersama Ririn. Dia terus kerja, saya juga terus kerja. Tiap malam kita bersetubuh sampai hampir pagi, dan itu berlangsung sampai sekarang.

Kereta Api Bandung Jakarta
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Urusan kantor telah selesai dan hari itu juga aku harus kembali ke Jakarta karena ada janji dengan pacarku malam ini. Rasanya capek sekali terutama pikiranku. Aku segera ke Stasiun Bandung untuk memburu Kereta Api Argo Gede yang ke Jakarta. Tiket telah dipesankan relasiku di Bandung. Aku dapat tempat duduk di Kereta we bangku 8B.

Setelah kutemukan tempatnya, aku selonjorkan kakiku dan mulai pejamkan mata. Kubayangkan pacar manisku yang menunggu di stasiun. Permisi Mas…, kudengar suara lembut. Dengan cuek kakiku kutekuk dan gadis itu melewatiku untuk duduk di sebelahku. Mataku tetap terpejam. Kucium wangi parfumnya. Ah, mahal juga, batinku. Kereta mulai berjalan. Aku selonjor kembali dan tanganku kuletakkan di perutku. Rasa kantuk mulai menyerangku. Sekitar setengah jam perjalanan, kantukku makin menjadi. Tanpa sadar tanganku jatuh ke samping. Sempat menyentuh kaki gadis sebelahku tapi segera kutarik kembali. Dua kali tanganku terjatuh. Maaf…, kataku tetap merem dan badanku kutegakkan. Aku kembali terkantuk-kantuk. Kurasakan tanganku terjatuh kembali. Kali ini ke samping, ke celah antara aku dan dia duduk. Aku sudah tak mampu lagi mengangkatnya. Sudah terlalu ngantuk. Atau barangkali sudah setengah tidur tapi sedikit aku masih merasakannya. Agak lama tanganku di sampingku. Dan kurasakan tangan halus menyentuh tanganku, Aku diam saja. Aku merasa tanganku diremas. Cukup lama tanganku diremas dan tanganku lemas saja. Kesadaranku mulai pulih. Tapi aku pura-pura tetap memejamkan mata. Tanganku sengaja kulemaskan agar dikira aku benar-benar tidur. Perlahan tanganku dibawa ke pahanya. Ah sepertinya dia memakai rok mini. Halus sekali pahanya, Hangat. Tanganku digeser-geserkan ke pahanya. Aku tetap memejamkan mata. Aku tidak tahu sekitarku. Mungkin dia lihat-lihat dulu, kalau tidak ada yang lewat tanganku digeser-geser.

Aku juga merasa tangannya mengambil tiket di sakuku ketika kondektur lewat di bangku kami. Tiba-tiba dia meletakkan tanganku kembali ke samping. Mungkin dia sudah tahu kepura-puraanku. Aku berlagak seperti bangun tidur. Dan pura-pura tak tahu apa-apa. Aku mulai membuka mata. Kutengok gadis sebelahku. Dia menghadap jendela. Ah cantik sekali. Tinggi cantik mulus. Rambutnya dicat agak pirang seperti gadis sekarang. Benar, Dia memakai rok mini. Pahanya mulus sekali. Kupandangi dia sambil pura-pura melihat pemandangan ke luar jendela. Tanpa menengok, gadis itu meletakkan tangannya ke samping. Hmm…, Aku tanggap. Perlahan kugeser tanganku dan keletakkan di atas tangannya. Dia menyambutnya. Tanganku digenggam erat. Tapi aku tetap pura-pura tak tahu sambil melihat ke luar jendela.
Ke Jakarta, tanyaku memecah kekakuan.
Ya, jawabnya sambil menoleh padaku. Wow…, cantik sekali. Pasti blasteran. Bibirnya tipis menantang. Tangan kita tetap saling meremas.
Sorry, aku tadi ngambil tiketmu di sakumu, katanya.
Oh ya kondekturnya sudah lewat, tanyaku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
Yilly, ujarnya sambil mempererat genggamannya. Dia pakai tangan kanan dan aku pakai tangan kiri. Tangan kita tersembunyi di celah antara kita duduk.
Herman, kataku. Aku tersenyum, diapun tersenyum penuh pengertian. Cukup lama kita duduk sambil berpegangan tangan.
Aku mau kebelakang, merokok, bisikku. Aku lalu bangkit. Berjalan ke belakang dekat kamar kecil. Kukeluarkan rokokku dan aku mulai merokok sambil melihat pemandangan luar dari kaca pintu kereta.

Kira-kira 10 menit pintu otomatis terbuka. Yilly keluar. Dia lihat aku sebentar dan tersenyum. Aku tersenyum juga. Dan dia masuk kamar kecil. Aku melanjutkan merokokku sambil melihat keluar.
Her…, kudengar bisikan. Aku menengok. Kulihat Yilly mengintip dari pintu kamar kecil sambil memberi kode agar aku mendekatinya. Aku masih diam, Bengong. Dia lambaikan lagi tangannya. Aku berjalan ke arahnya.
Masuklah…, bisiknya ketika aku ada di depan pintu kamar kecil. Gila Yilly telah telanjang bulat di kamar kecil. Pintu segera ditutup begitu aku masuk. Aku langsung dipeluk dan diciumnya. Aku segera menguasai diri. Kubelai seluruh tubuhnya. Sambil berciuman, kuusap pantatnya yang padat dan mulus.

Aku turun menciumi lehernya. Kujilati sambil meremas-remas dadanya. Tangan Yilly membuka sabuk dan ritsluiting celanaku. Tanganku lalu bergerak ke bawah. Kuusap liang kewanitaannya yang mulai basah. Kumainkan clitorisnya hingga dia melenguh. Suara kereta menelan suara desah Yilly. Tangan Yilly meremas-remas penisku. Aku merasa mulai keras. Tangan halusnya mengocok penisku yang telah keluar dari sarangnya. Sementara itu mulutku terus mengunyah payudaranya. Yilly mulai tidak tahan. Dia lalu nungging sambil memegang wastafel. Sekarang Her…, Desahnya. Aku pelorotkan sedikit lagi celana panjang dan Cd-ku. Perlahan aku mulai tusukkan penisku. Ahh…, Kereta bergoyang. Aku juga mulai menggoyang Yilly. Dia memejamkan mata. Aku memeluknya dari belakang sambil memegang payudaranya. Tusukanku makin lama makin cepat dan keras. Aku mulai berkeringat. Kamu diam Her…, rasakan tusukan Argo Gede, bisiknya sambil menoleh. Aku mengikutinya. Benar saja. Aku diam. Tapi Kereta secara otomatis telah menggoyangku untuk memasukinya. Ah…, nikmat sekali, penisku seperti diremas-remas oleh liang kewanitaan Yilly. Aku memeluknya lebih erat. Tanganku kencang memegang payudaranya.
Aku mau nyampe…, desahnya.
Aku juga…, bisikku. Aku makin erat mendekap dia. Kereta menggoyang kita. Enak sekali. Cukup memasukkan penisku ke liang senggamanya dan goyangan terjadi otomatis. Aku merasa spermaku mau keluar.
Di dalam atau di luar, bisikku.
Dalam saja, desahnya terengah. Dan…, aku mengejang…, Yilly mengejang…, spermaku berhamburan menyemprot di dalam liang kewanitaan Yilly. Aku nikmati keadaan ini sampai habis. Aku basuh dengan atmosphere dari wastafel. Kukancingkan celanaku dan sabukku. Kucium Yilly sekali lagi sambil memegang payudaranya. Aku mengintip keluar pintu. Aman.
During My Job
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Anggie namaku, orang bilang aku cantik dengan tinggi 170 cm, berat 55 kg, dan Bra-ku distance 36. Usiaku kini 32 tahun, tapi katanya seperti umur 20-an, bagiku itu karunia Tuhan. Kini aku sudah berkeluarga dengan seorang anak yang lucu & manis usianya sudah 3 tahun.

Sebelum menikah aku pernah sekolah di Singapore selama 2 tahun, di sana aku punya teman dekat(mungkin pacaran kali, padahal aku sudah punya pacar di kota M) itupun hanya sebatas cium bibir saja. Dari dulu aku pacaran tidak pernah melakukan hal yang lebih selain cium bibir, yang lainnya selalu aku jaga hingga ke jenjang perkawinan. Selesai sekolah aku kembali ke kota M, setahun kemudian aku menikah dengan teman kuliahku yang sudah 6 tahun bersama-sama, hingga aku lupa dengan teman dekatku di Singapore, tapi aku sempat mengundangnya ternyata ia tak datang. Aku bahagia dengan keluargaku yang kini usia perkawinan kami meginjak tahun ke-5. Suamiku sangat bangga kepadaku.
Bunda, kamu tidak hanya cantik tapi sosok istri yang sempurna, wanita karier, pintar masak, dan yang pasti sangat memuaskan di tempat tidur, kata suamiku suatu hari.
Istri siapa dulu…, jawabku sambil tersenyum.
Memang aku sekarang bekerja di Perusahaan Asing sebagai Marketing Manager yang kadang tugas keluar negeri, tapi aku tidak pernah melupakan kewajibanku sebagai istri, aku selalu berusaha yang terbaik untuk keluargaku.

Pada bulan Februari tahun lalu aku ditugaskan ke Singapore selama 3 hari. Disana aku menginap disalah satu Hotel di Orchard Road. Selepas kerja aku jalan-jalan ingin membeli sesuatu di China Town, waktu aku hendak ke MRT (kereta bawah tanah) aku bertabrakan dengan seorang pria.
Maaf, katanya. Ingin rasanya aku memarahinya tapi aku malah terkejut karena pria itu adalah teman dekatku dulu.
Betulkah ini Anggie, tanya. Abang Hanif yach, aku balik tanya. Kami bersalaman, selintas dimatanya kulihat ada kerinduan.
Abang patah hati mendengar Anggie menikah, tapi apa mau kata, tak apalah, abangpun kini sudah menikah setahun yang lalu, katanya agak lirih.
Istri abang tak dibawa, tanyaku.
Dia tinggal di KL (Kuala Lumpur) tak di sini, jawabnya.

Akhirnya Abang Hanif mengantarkanku jalan-jalan dan kita saling tukar cerita. Pukul 8 malam aku kembali ke hotel. Abang hanya mengantarkanku sampai depan pintu.
Besok Abang boleh sini.
Bolehlah bang, jawabku.
Keesokan harinya selepas pulang kerja aku baru saja selesai mandi dan berpakaian, bunyi ketukan pintu terdengar, ternyata abang benar-benar datang. Kemudian kami ngobrol-ngobrol di lounge sambil nonton televisi. Abang mulai memegang tanganku, gemetar rasanya (seumurku sekarang aku baru berpacaran 2 kali, dengan suamiku dan yang kini kuhadapi).

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, seorang pelayan mengantar minuman yang telah aku pesan sebelumnya. Aku berdiri mengambil minumannya.
Bang, ini minuman kesukaan Abang.
Oh…, Sayangku (ia dulu selalu memanggilku sayang) kamu masih ingat yach, tanpa setahuku ia memelukku dari belakang, jantungku berdetak cepat.
Bang…, crash lepaskan nanti minumannya tumpah, ia mengambil gelas yang aku pegang dan meminumnya sampai habis.
Haus apa suka, candaku.
Eehh…, ia malah memelukku erat, mengangkat mukaku, dikecupnya keningku, mataku, kemudian bertemu dibibirku yang mulai bergetar, kami saling berpaut. Oh…, Tuhan apa yang terjadi bisih hatiku.

Selanjutnya ia menggendongku ke tempat tidur di baringkannya, diusap-usap rambutku sambil berkata Abang sangat merindukanmu…, sayangku, sambil ia kecup keningku yang pada akhirnya kami saling melumat lagi, sebenarnya akupun merindukannya tapi tak bisa terucapkan. Deru nafas kami mulai tak terarah, tangannya mulai menyelusuri tubuhku.
Bang…, bang…, jangan kita sudah menikah, kataku lirih, tapi ia malah melumat bibirku sehingga aku tak kuasa. Ia memasukkan tangannya kedalam bajuku dan bersinggah di dua bukitku, dibukanya braku, bajuku hanya CD yang tersisa kemudian ia buka sendiri bajunya.
Yang.., indahnya dadamu, diremas lembut dadaku, dihisapnya putingku, aku bergelinjang kegelian. Ahh…, ahh…, ahh, itu saja yang terucap olehku. Sambil menciumi dadaku tangannya mulai mengusap-usap pahaku, kini CD-ku sudah ditanggalkannya, dan tangannya sudah bersarang di hutan yang lebat, ia mainkan clitku yang mulai basah.
oohh…, ohh…’ oohh aku makin mengerang. Ciumannya perlahan turun ke perutku, turun lagi ke pahaku dijilatnya bergantian sampai akhirnya hutan yang lebat itu ia selusuri, dimainkannya clitku dengan lidahnya, dihisap, dijilat.
Ooh…, oohh…, ooh, bergetar seluruh tubuhku. Tanganku joke tak ambil diam aku usap-usap senjatanya yang begitu besar dan kokoh, kuurut-urut, oohh…, ohh…, ia mulai mengerang.

Tanpa kami sadari posisi kami kini 69, kami saling isap, saling jilat, hanya erangan kenikmatan yang kami rasakan. Setelah kami merasa puas, ia baringkan aku, dimasukannya senjatanya itu perlahan-lahan, gerakannya naik-turun membuat kami tak menentu.
Ohh…, oohh…, ohh crash terus…, bang, aku putar-putar pantatku seirama gerakkannya. oohh…, my lady we am coming.., Abang tak kuasa, katanya. Aku putar badannya sehingga posisiku di atas dan ia terduduk. Kini aku yang naik-turun sambil ia remas dan isap dadaku. OOhh.., oohh.., oohh…, ayo, augh, gerakan kami kian lama kian mengencang dan akhirnya kami mencapai kenikmatan bersama-sama. Terima kasih sayangku, sambil ia kecup keningku.
Kamu adalah wanita yang pale sempurna di mataku, katanya lagi. Tak ada kata yang bisa kuucapkan, aku hanya terdiam lemas.

Keesokan harinya aku balik ke kota M. Abang antar aku ke changi airport, sebelum aku naik pesawat aku bisikkan, Bang yang kemarin terjadi itu rahasia kita berdua, yach, ia mengangguk sambil mengecup keningku.
Itulah kejadian setahun yang lalu, aku coba untuk melupakannya yang bagiku pertama dan terakhir, semoga abangpun di sana demikian.

Alex, Tinggal Kenangan
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Hari sabtu tepatnya 5 tahun yang lalu aku ditelepon teman dekatku (direktur di perusahaan tersebut) untuk mengisi acara dalam rangka ulang tahun kantornya yang ke-2 di daerah puncak, kebetulan aku mempunyai organisation rope yang bisa diandalkan karena sewaktu kami masih kuliah dulu kami membiayai kuliah kami dari respect yang kami terima setiap categorical di cafe-cafe di Jakarta dan Bandung.
Di kantor tersebut salah seorang karyawatinya adalah mantan kekasihku sebut saja Alex yang waktu itu aku meminta sahabatku tersebut untuk menerima dia bekerja di perusahaanya setelah Alex lulus kuliah.

Tepat di hari sabtu setelah kami mengisi acara tersebut seperti biasa teman-teman bandku berkumpul untuk saling cerita mengenai kabar masing-masing sambil ditemani Chivas Regal teman setia kami setiap habis categorical band. Tanpa terasa waktu telah meunjukan jam 1:45 dan bebarapa kawanku sudah tertidur di sofa. Akhirnya aku pergi ke halaman depan villa tersebut sambil duduk di ayunan, tiba-tiba ada suara yang menegurku membuat kaget Belum tidur kamu.

Setelah aku menoleh ku lihat Alex telah berdiri di sampingku, kupersilakan ia duduk di sebelahku sambil ku jawab belum ngantuk jawabku sekenanya sambil mengalihkan pandanganku ke tempat lain karena aku tahu Alex pale tidak suka bau alkohol apalagi bau itu tercium dari mulutku, akhirnya kami ngobrol kesana-kemari dan tanpa sadar membuat suasana begitu romantis sehingga membuat kepalanya tersandar di bahuku. Kupeluk tubuhnya yang teman-temanku bilang seksi abis dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat 55 Kg dan buah dada yang berukuran 36B (aku memang sering berhubungan dengannya pada saat kami masih pacaran dulu) entah mungkin dalam keadaan setengah sadar kuberanikan diri mencium keningnya, tiba-tiba ia menatap ke arahku sambil memejamkan mata kuberanikan diriku kembali untuk mencium bibirnya dan akhrinya bibir kami saling berpagutan lama sekali, akhirnya karena cuaca semakin dingin kuajak ia ke kamarku (kebetulan aku mendapat kamar sendiri) mungkin karena temanku tahu apa yang akan terjadi nanti.

Setelah kukunci kamar kutarik ia kembali dan kami saling berciuman dengan penuh kemesraan hingga samar-samar ku dengar Ahh…, Tom kuberanikan diriku untuk perlahan-lahan membuka sweaternya lalu bajunya hingga ke celana jeans yang dikenakannya melihat keadaan tersebut aku makin tak kuasa menahan nafsuku yang memuncak, kucoba untuk mengatur diriku untuk memperlakukannya sebaik mungkin (memang sewaktu kami pacaran dulu kami lebih senang melakukannya secara perlahan dan penuh kasih sayang), Alex joke kemudian membuka kancing bajuku satu persatu sambil menciumi dadaku membuatku merinding kegelian dan setalah bajuku terlepas ia membuka ikat pinggangku dan menarik retsleting celanaku sehingga membuat keadaanku bugil sepenuhnya kutarik ia menuju tempat tidur dan mulai kuciumi wajahnya dan turun terus menuju payudaranya sambil kujilati putingnya sehingga perlahan membuat puting tersebut mengeras, kuciumi lagi perut dan akhirnya tiba pada kemaluannya dengan bulu yang tercukur rapi perlahan kujilati kedua bibir kemaluannya, kudengar erangan yang tak asing lagi bagiku apabila sedang bercinta dengannya, Ah…, Tom, Enak sekalii.., oo…, hh, sambil tangannya membelai-belai rambutku, kujilati clitorisnya selama kurang lebih 5 menit yang membuat dia mengejang kegelian dan berkata, Tom, apa yang kamu tunggu lagi…, Ayo cepat masukan Tom…, kulanjutkan dengan menjilati clitorisnya sehingga membuat dia mengerang menahan rasa geli disekujur tubuhnya, Tom, oohh…, berhenti dulu dong.., aku sudah gak tahan…, pelan-pelan sayang…, ohh

Lalu Alex menarik kepalaku ke atas dan kamipun berciuman lagi lalu ia membanting diriku membuatku telentang perlahan, kepalanya turun dan tiba di kemaluanku sambil menciumi batang kemaluanku serta buah zakarku dijilatnya membuatku seakan terbang melayang menahan geli, dikulumnya kemaluanku sambil ia memainkan lidahnya dan mengocok kemaluanku membuatku mengerang, Ohh…, hmm Lex, ahh…

Setelah itu dia jongkok tepat di atas kemaluanku sambil berusaha memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya. Ahh…, ohh, erangnya saat batang kemaluanku sudah masuk sepenuhnya ke dalam liang senggamanya, dinaik-turunkan badannya hingga membuat eranganku joke tak kalah hebatnya, Ohh Lex, ahh sudah lama sekali aku tak pernah merasakan kenikmatan ini lagi Ohh…, kemudian Alex menarik tanganku untuk duduk sambil menjilati payudaranya karena posisi seperti inilah yang membuat ia cepat untuk orgasme. Semakin lama goyangannya semakin cepat dan tangannya memelukku erat tiba-tiba ia berkata Ohh Tomm, aku mmaauu kelluaar…, ohh, digigitnya pundakku (sakit juga sih) sambil kupeluk ia erat Ohh…, ahh…, aku berusaha untuk membantu ia mempercepat proses orgasmenya. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, pelukannya semakin erat sehingga membuatku sulit untuk bernapas dan akhirnya Alex terkulai lemas. Lalu kubaringkan tubuhnya dan ia berkata Ayo Tom…, sekarang giliranmu, sambil tersenyum manis sekali. Kumulai menggoyangkan pantatku naik turun semakin lama semakin cepat sampai pada waktunya Ohh…, Lex aku mau keluar ujarku dengan sigap Alex menggoyangkan pinggulnya sehingga membuatku semakin tak tahan ingin mengeluarkan spermaku dan kutarik kemaluanku keluar dari liang surganya, lalu dengan sigap di kocoknya kemaluanku oleh si Alex dan akhirnya Aahh…, crett…, crett…, crett…, ohh, keluarlah semua atmosphere maniku membasahi badannya dan mukanya. Ohh Lex…, uhh sungguh benar-benar luar biasa, ujarku sambil kucium bibirnya dan kulihat senyuman manis itu lagi dari wajahnya sambil ia mengecup keningku, akhirnya kami tertidur sampai pagi.

Saat hendak pulang ke Jakarta Alex pernah mengatakan padaku bahwa ia masih mencintaiku sampai detik ini tapi tidak untuk dapat memilikiku karena memang prinsip kami berbeda, sebulan setelah kejadian itu kuterima undangan darinya dan akhirnya ia menikah dan tinggal di Paris bersama suaminya.

Tetanggaku
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Kemarin seperti biasa saya pulang kerja pagi hari, kira-kira pukul 8 pagi, hari itu saya tidak pulang ke tempat temanku mix (istri orang), melainkan saya pulang ke rumah orang tua. Ketika saya tiba di rumah, saya langsung ke kamarku, tidak lama terdengar ketukan pintu kamarku, ternyata papaku, dia bilang kalau mereka akan pergi ke philadelphia, saya di ajak tapi saya menolak dengan alasan capek, akhirnya saya di rumah, saya langsung ke depan komputer, saya buka site 17Tahun. Com, ternyata ada cerita baru dan birahiku naik, tapi saya tahan.

Tiba-tiba perutku lapar sekali, saya turun ke bawah mencari makanan di kulkas, sambil makan saya nonton TV. Terdengar pula irama lagu rap, saya hapal sekali, tetanggaku punya 2 anak wanita, yang satu telah menikah, yang satu lagi masih SMU, namanya Tara. Dia manis, putih, dengan rambut pirang. Saya lihat sudah pukul 10, saya tahu benar dia baru selesai mandi, karena kamarnya tepat di seberang kamarku. Saya taruh makananku’ lalu saya lari naik ke atas, ke kamarku. Ternyata pandangannya tidak terlalu jelas, kecuali jika ia berdiri di dekat jendela dan lagi pula saya takut ketahuan. Lalu saya lari lagi ke balkon atas dimana lebih jelas pemandangannya, benar saja dia berdiri di dekat jendela tanpa BH hanya memakai celana dalam hitam. Indah sekali tubuhnya, lalu dia menunduk ke arah kipas angin mengeringkan rambutnya yang basah, dengan pantat ke arah jendela. Saya benar-benar tidak tahan lalu saya onani, tapi masih belum puas juga, akhirnya saya coba menghilangkan birahiku dengan mencoba tidur, tapi irama musik swat yang keluar dari jendela kamar Tara sangat mengganggu, akhirnya saya buka jendela, dan saya coba memanggil
Tara…, Tara, lalu ia muncul dengan memakai handuk saja.
Ya, ada apa.
Tolong dong kecilin suara radiomu.
Oh, maaf Tha, saya baru tahu kalau kamu pulang kerja.
Ya.
Tunggu sebentar ya, saya maiin dulu, saya hanya mengangguk, saya tahu rumahnya tidak ada siapa-siapa.

Saya masuk dari pintu belakang yang tidak terkunci, lalu saya panggil dia, dia hanya bilang ke impiety dong!.
Saya langsung naik ke lantai atas, Kamu di mana.
Di sini Tha, terdengar suaranya dari kamar nomor dua, lalu saya buka pintu kamar itu, begitu saya masuk ke dalam kamarnya, hanya bercahayakan pantulan sinar matahari, sunyi sekali, lalu tara memanggilku sambil berjalan keluar dari kamar mandinya hanya mengenakan celana dalam hitam, saya tersentak kaget melihat tubuhnya yang hanya terbalut celana dalam saja, buah dadanya indah sekali, tidak begitu besar tapi tidak begitu kecil pula, entah berapa ukuran BH-nya, saya bukan ahlinya dalam soal menebak ukuran BH orang, dia berjalan mendekatiku, saya joke hanya terdiam tapi birahiku sudah naik, bahkan penisku terasa keras sekali, di mana pada saat itu saya tidak mengenakan celana dalam, kebiasaanku menjelang tidur, lalu dia berdiri tepat di depanku, aku menunduk, canggung rasanya biar joke saya sering berhubungan badan tapi yang satu ini membuatku aneh, tapi nafsu birahiku terus menggebu, lama sekali kita berdua terdiam, mungkin kami saling menunggu siapa yang akan mulai duluan, penisku sudah naik turun, terlihat dari celana pendek yang saya kenakan.

Lalu ia memejamkan mata, bibirnya tengadah ke arah bibirku, saya makin bingung, ia tetanggaku, dan lagi yang saya tahu dia sudah punya pacar, tapi otak nafsuku berkata, Ah peduli setan, aku harus mendapatkannya, langsung saja saya terkam bibirnya yang mungil itu, tubuhnya langsung saya dorong ke atas kasur, langsung saya tindih badannya, matanya masih terpejam, saya turunkan ciumanku ke arah dadanya, saya kulum puting susunya yang berwarna kemerahan. Ternyata begitu saya kulum puting susunya dia makin liar, tangannya langsung memelukku, ditariknya kaos yang saya kenakan hingga terbuka, lalu dia langsung menurunkan celana pendekku, kini saya sudah telanjang bulat, tangan kananku juga langsung mencoba membuka celana dalamnya, dengan bantuan dia, dalam posisi badannya yang tertindih tubuhku, tangan kanannya meraih penisku dan langsung diarahkan ke liang senggamanya. Penisku tidaklah panjang kira-kira 15 cm, tapi begitu masuk terasa sekali kalau penisku langsung menyentuh dinding rahim nya sehingga ia berteriak keras sekali. Saya langsung memompa, menaik-turunkan penisku, terasa nikmat sekali liang kewanitaannya, setiap kali saya menusuk penisku ia mengangkat pantatnya sambil berteriak.

Akhirnya dia berkata lirih Oohh. Saya hanya melenguh sampai saya juga merasakan sesuatu di ujung penisku, dan ia berkata, Tha Enak kan.
Yes.
Saya juga merasakannya, dan akhirnya kami keluar bersamaan, saya tumpahkan spermaku ke dalam liang kewanitaannya, oh nikmat sekali. Tara terus mengerang sambil mengangkat pantatnya tinggi sekali, saya juga terus menekan penisku. Akhirnya kami berdua kelelahan, saya biarkan penisku di dalam liang kenikmatannya, lama saya diamkan penisku di dalam liang senggamanya, begitu saya ingin cabut penisku, Tara berkata lirih, Makasih ya Tha, lain kali kita ulangi yang boat tadi lagi. Lalu saya tanya soal pacarnya, ternyata penis pacarnya kecil sekali, selama setengah jam kami ngobrol, akhirnya penisku kembali tegang, saya gerakkan pantatku dalam posisi miring itu, dia joke kembali terangsang, dan akhirnya kami senggama lagi, saya sengaja tidak menjilati kemaluannya, karena kami sangat menikmati permainan kami.

Kesenangan Aneh
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Nama saya Julia. Saya punya sifat yang aneh. Sejak kecil saya selalu merasa senang tubuhku diperhatikan oleh orang lain, baik pria maupun wanita. Pada waktu berumur 7 tahun, saya sering bermain dokter-dokteran dengan teman laki-laki maupun perempuan. Saat itu saya merasa sangat senang sewaktu badanku dipegang-pegang dan diperiksa oleh teman-temanku.

Ketika berumur 12 tahun, saya menemukan majalah dewasa di kamar orang tuaku. Di majalah itu saya melihat seorang wanita berpose tanpa busana di atas sebuah gedung dan banyak orang-orang memperhatikan dari gedung-gedung di sebelahnya. Saya merasa bahwa wanita itu bahagia sekali. Malamnya saya terus memikirkan hal itu. Ketika hendak tidur, saya berpikir bagaimana kalau saya tidur tanpa busana. Ketika saya coba, saya merasa bahagia sekali. Sejak saat itu saya selalu tidur tanpa mengenakan busana sedikitpun. Yang cukup menyulitkan bagiku adalah jika saya menginap di rumah teman. Untungnya saya selalu dapat mengatur kapan saya hendak bangun, sehingga yang saya lakukan adalah menunggu teman tidur, lalu melepaskan seluruh baju, dan pergi tidur. Kemudian saya bangun sebelum temanku bangun.
Pernah suatu saat temanku bangun lebih dulu dariku. Ketika ia bertanya mengapa saya tidur polos, saya cuma berkata merasa sangat kepanasan sehingga saya buka baju.

Beberapa minggu setelah itu, saya merasa tidak puas jika hanya tanpa busana pada saat tidur. Sejak itu saya selalu menanggalkan busanaku ketika berada di dalam kamar. Seluruh kegiatan yang saya lakukan di kamar, baik menonton TV atau belajar saya lakukan tanpa mengenakan busana sepotongpun. Dan sejak itu saya semakin sering berada di kamar di banding di luar kamar.

Suatu ketika ibu memergokiku sedang tidur-tiduran. Ibu segera menanyakan apa yang saya perbuat, dengan tenang saya berkata bahwa saya baru saja hendak mandi. Sehingga dengan terpaksa saya harus mandi walaupun baru saja selesai mandi. Pada umur 16 tahun, saya mulai mencoba bagaimana kalau saya berjalan di pekarangan belakang rumah tanpa sepotong benangpun di tubuh. Siang hari sepulang sekolah saya coba lakukan hal itu. Dari kamar saya menggunakan kimono yang biasa saya gunakan untuk mandi (tentunya tanpa mengenakan apapun di baliknya) dan pergi ke pekarangan belakang rumah. Di pekarangan saya lepaskan kimonoku dan berjalan-jalan mengitari pekarangan. Saya merasa sangat senang saat itu. Di sana saya melihat tetanggaku sedang mencuci mobil. Antara rumahku dan tetangga ada semak pembatas yang tingginya sebatas leher. Di balik semak itu saya mengobrol dengan tetanggaku (dia tidak tahu saya tidak mengenakan baju sama sekali. Kalau saja dia tahu…). Dan saya selalu melakukan hal ini sepulang sekolah.

Suatu hari ketika saya sedang bersantai-santai di pekarangan dengan tubuh polos, kakakku, Andi, memergokiku. Saya sangat ketakutan saat itu, tetapi ia tidak berkata apa-apa dan langsung masuk ke rumah. Saya segera lari ke kamar. Andi tidak berkata apapun setelah itu, bahkan ketika makan malam. Ia bersikap seperti biasanya. Saya bingung apakah seharusnya saya senang atau heran. Esok hari saya mencoba apakah reaksi Andi jika kembali melihatku bugil. Waktu itu saya lihat pintu kamarnya terbuka. Saya segera menanggalkan seluruh busanaku dan berjalan melalui kamarnya. Sewaktu saya melewati kamarnya, ia memanggilku. Saya merasa sangat kaget dan merasa bahwa ia akan memarahiku. Tetapi ia hanya menanyakan apakah saya masih punya kertas Loose Leaf. Saya ambilkan beberapa lembar untuknya. Ia hanya mengucapkan terima kasih dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Saya dekati ia dan menanyakan apa yang dikerjakan. Dijawab dia sedang mengerjakan tugas. Ia bahkan sama sekali tidak menghiraukan keadaanku yang tanpa busana sama sekali, dan bersikap seolah-olah saya mengenakan baju lengkap. Saya cukup gembira dengan keadaan itu sehingga saya tidak perlu waspada lagi terhadap Andi kalau saya tidak mengenakan baju. Sejak itu kalau hendak mandi, saya cuma bawa handuk dari kamar dan berjalan di atas (kamarku dan Andi berada di lantai 2) tanpa perlu mengenakan busana ataupun kimono lagi.

Suatu saat, kedua orang tuaku pergi. Kakakku juga tidak ada di rumah. Saya rasa ini saatnya. Dan waktu itu saya melenggang di seluruh rumah tanpa memakai baju sepotongpun. Saya merasa sangat bahagia dapat nonton teve telanjang, memasak di dapur, dan makan tanpa perlu mengenakan busana, dan saya merasa senang sekali. Waktu saya berumur 17 tahun, suatu pagi, saya merasa bahwa saya sangat benci jika saya harus mengenakan pakaian. Setelah mandi, saya langsung menyisir rambut, mengenakan sepatu, mengambil tas, dan berangkat menuju sekolah tanpa mengenakan baju terlebih dahulu. Saya berhasil berjalan sampai keluar kompleks dan berdiri di tempat perhentian bus. Banyak orang melihat kepadaku, dan semuanya terheran. Ada beberapa ibu-ibu yang justru merasa malu. Saya Saya sama sekali tidak merasa malu. Saya malah merasa bangga dan sangat bahagia. Saya merasa justru ini hidup yang saya inginkan. Sampai saya ditangkap polisi dan dijemput oleh kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku sangat marah dan merasa sangat malu dengan perilaku saya. Dan saya dibawa ke psikiater dan saya diharuskan kontrol secara berkala. Oleh psikiater saya disebutkan menderita sifat ekshibisionis.

Pelajaran Berharga
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Dalam kehidupan keluargaku, pelajaran seks sangat ditabukan. Sehingga saya tidak pernah mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan seks yang baik dan benar. Yang saya tahu hanyalah dari mata pelajaran biologi di sekolah yang menyebutkan adanya perbedaan alat kelamin antara pria dan wanita.

Karena kami hanya berdua, pria, anak orang tua. Saya baru mengetahui bagaimana bentuk luarnya kemaluan seorang wanita setelah ada balita sepupuku sewaktu saya di kelas 5 SD dan saya di minta untuk memomongnya. Saat akan mengganti celananya saya berusaha melihat sejelas mungkin.

Setelah saya bekerja, akhir tahun 1998 saya melihat rekan yang sedang surfing site cerita 17Tahun ini di 17Tahun.Com, sejak itulah saya berusaha mengikuti terus asuhan Mbak Yuri ini.

Saya mempunyai teman wanita, namun tidak sekota denganku. Walaupun saya sudah meminta kesediaannya menjadi pendamping hidupku dan ternyata dia bersedia demikian juga dengan kedua orang tua kami, bila ada kesempatan untuk bertemu hanya satu kali saya berkesempatan untuk mencium keningnya dan satu kali mencium pipinya. Tentu saja penis saja berdiri dengan kerasnya bila bertemu apalagi sebelumnya sempat membaca site cerita 17Tahun, wuih…, sampai ke ubun-ubun rasanya.

Saya sudah berusaha membawanya berduaan saja ke taman rekreasi dan kolam renang, tetapi untuk menjamah daerah sensitifnya saja saya sudah dag…, dig…, dug. Paling jauh kami hanya berdempetan dan saling pegang tangan padahal sekeliling kami banyak yang lebih dari itu.

Sampai pada saat pernikahan, saya lebih dag…, dig…, dug lagi. Bisakah terjadi persetubuhan pada malam pertama nanti Karena sampai pada hari H-nya, belum pernah kami membicarakan untuk masalah itu. Bolak-balik saya membaca arsip cerita 17Tahun untuk mencari jalan keluarnya, untuk cerita yang mirip tidak ada tetapi saya mendapat gambaran untuk membuat masing-masing relaks dan mengikuti dorongan hati.

Karena upacara adat kami sampai bruise dan pada malam pertama kami harus kembali ke rumah orang tuaku dimana keluarga dari pihakku baru pulang keesokan harinya, kami sangat risih untuk memasuki kamar pengantin kami. Kami berdua tetap duduk di ruang tengah bercakap-cakap dengan keluarga. Sekitar jam 21.00 WIB Ibuku dan diikuti oleh Ibu-ibu yang lain menyuruh menantunya untuk istirahat saja ke kamar. Hampir tengah malam saya joke memasuki kamar pengantin kami dengan perasaan entah bagaimana, sukar untuk diungkapkan.

Saat saya merebahkan badan, istriku seperti ketakutan bergerak ke tepi ranjang yang lain. Dengan jantung dag…, dig…, dug, saya beranikan diri untuk memeluknya dari belakang. Setelah sekian lama kami benar-benar relaks dan mengajaknya berbincang-bincang. Tetapi tetap dengan nada ketakutan istriku minta jangan diganggu dan mau tidur. Memang siapa yang mau ganggu kamu…, jawabku sambil tetap memeluknya tambah erat dan mulai mengusap tangannya.

Pa…(kami sudah komitmen bila sudah menikah akan memanggil dengan Papa-Mama)…, jangan ganggu dong, Mama mau tidur dulu…, sudah capek, sambil membalikkan badan. Saya bukannya berhenti malah mengambil kesempatan itu untuk mengulum bibirnya. Awalnya istriku kaget, tetapi karena saya tidak melepaskan bibirnya yang terdengar hanya ugh…, ugh…, ugh saja. Setelah agak lama istriku membalas dengan memain-mainkan lidahnya, dan kami saling bertukar memasukkan lidah. Saya makin berani untuk mengusap punggung dan pantatnya.

Karena kami makin relaks, saya beranikan untuk menggapai bukit kembarnya. Istriku tersentak tetapi makin memagut bibirku, maka saya meloloskan baju dan BH-nya. Gantian saya kulum bukit kembarnya dengan gemas. Tangan sayapun makin bergerilya ke pangkal pahanya, akhirnya kami sama-sama berbugil ria di cuaca yang cukup dingin. Dengan deg…, deg…, plas saya coba arahkan penisku memasuki liang senggamanya, dibantu oleh istri ku akhirnya masuklah penisku dengan lengkap. Uphh… , istriku mengulum bibirku agar suaranya tidak terdengar keluar kamar. Di cuaca yang makin dingin itu kami makin kepanasan, makin bersemangat untuk menuntaskan impian. Ughh…, terpancarlah cairan dari penisku memenuhi liang kenikmatannya. Saya tidak merasa adanya dorongan cairan orgasme dari istriku seperti isi dari cerita 17Tahun. Hal ini tetap saya rasakan sampai saat ini, tidak ada dorongan cairan orgasme dari istri walaupun mengaku sudah orgasme. Walaupun saya tidak mengeluarkan sperma, liang kewanitaan istriku hanya becek saja dan sering kami keringkan dengan path untuk menambah terasanya gesekan penisku dengan liang kewanitaannya.

Masa kehamilan istriku kami makin sering bersetubuh, bahkan saya sudah selesai berpakain untuk bekerja masih dipaksa untuk bermain lagi (istilah kami untuk bersetubuh). Sekali waktu kami sedang berbincang-bincang di peraduan, istriku bercerita pernah membaca buku stensilan dan minta dibelikan yang ada gambar bersetubuhnya. Saya beritahu ada yang lebih dari itu dan saya bukakan site cerita-17Tahun.

Ihh.. Papa, masa ada yang begini…, bisiknya.
Kan Mama yang minta…, jawabku sambil memeluknya dari belakang dan langsung merangsang gairahnya dengan usapan-usapan di dadanya.
Ushh…, baca dulu…, katanya sambil melepaskan tanganku dari dadanya.
Kan bisa sambil baca…, gantian pangkal pahanya yang menjadi sasaran tanganku.
Akhirnya selesai membaca seluruh isi cerita 17Tahun kami mempraktekkannya dan gaya-gaya yang bru di cerita 17Tahun selalu kami usahakan untuk mempraktekkannya.
Kisah Cinta
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Nama saya Haviez (lelaki, red), dan akan berumur 25 tahun pada tahun ini, saya bekerja di perusahaan komputer ternama di kota Bekasi, sebagai sekretaris. Saya asli Jawa Tengah.

Cerita ini berawal pada tahun 1999 dimana perusahaan kami menyediakan layanan kursus komputer dalam beberapa gelombang. Saat itu aku baru putus dengan kekasihku yang bernama Leni. Ternyata dalam waktu yang tidak terlalu lama aku sudah bisa melirik makhluk lain selain Leni tersayang yaitu Mia. Mia itu sederhana, yang aku suka darinya adalah senyumnya yang manis, dan bentuk tubuh yang wah. Waktu itu aku ingat sekali dia daftar diantar sama pria yang aku tebak dan pasti pria itu adalah kekasihnya.

Sehari, dua hari dan seterusnya akhirnya aku bisa dekat sama Mia soalnya instrukturnya sendiri (Pak Indra) sudah aku hubungi supaya datang agak telat dan pulang agak cepat supaya Mia tanya ini itu tentang materi belajarnya. Namanya juga wanita kurang perhatian, sering banget dia malah curhat sama aku. Cerita ini itu tentang keluarga, teman, pacar. Nggak tahunya pacarnya itu (Asep), kurang perhatian sama dia. Singkat cerita aku langsung ambil kesempatan dari situ, aku jadi sering anter dia pulang. Lama kelamaan sepertinya Mia mengerti sama gerak gerikku, tapi aku jelaskan kalau aku mengganggap dia seperti adik, padahal maunya lebih dari itu.

Beberapa bulan setelah kursusnya selesai kami masih sering telepon-teleponan untuk tanya kabar masing-masing. Aku ingat sekali waktu itu bulan puasa. Kantorku mengadakan buka puasa bersama yang sebagian besar dananya aku tanggung sendiri. Jam 8.30 malam acara buka puasa bersama selesai, diruang itu makanan, gelas, piring semua berantakan. Aku agak kesal melihat itu jadinya aku langsung tarik tangan Mia sambil bisik-bisik, Ke puncak yuk kataku sambil berharap supaya dia mau. Mia emang anak yang alim tapi aku nggak kalah, setelah kira-kira 15 menit membujuk, akhirnya dia mau dengan catatan nggak menginap itu saja Mia harus telepon bapaknya. Akhirnya aku pinjamkan Nokiaku untuk minta ijin ke bapaknya, dan trim’s God bapaknya memberikan ijin.

Perjalanan ke puncak terasa cepat banget soalnya bulan puasa, mana ada yang plesir lagian waktu itu jam 10 malam akhirnya aku menghentikan Escudoku di dekat pondok teh sambil pura-pura tanya ini itu. Eh dasar memang dia itu anak alim jadinya dia cuma jawab yang perlu-perlu saja sambil menengok keluar jendelanya. Terus sambil jengkel aku langsung starter mobilku sambil bilang Pulang ah!, terus dia tanya Emang kenapa sih, Viz.Lagian kamu nggak ngerti sih! kataku kesal. Sambil jalan menuju pulang, tahunya mobil ini langsung berhenti kira-kira 8 km dari tempat kami parkir, ternyata mobil ini kehabisan bensin, apalagi pom bensin jauh dari sini.

2 jam menunggu mobil nggak ada satu joke yang membantu, tapi dalam hatiku senang soalnya memang itu yang aku harapkan. Malam semakin larut nggak terasa udara makin dingin, sudah begitu Mia cuma pakai baju yang bisa dibilang bikin geregetan. Dia pakai kaos ketat tanpa lengan dan rok warna hitam. Sambil pura-pura mengeluh aku mikirin yang ngeres-ngeres. Aku mikirin gimana ya kalau aku bisa mencium bibirnya yang mungil itu. Ternyata hujan turun deres banget. Akhirnya aku bilang sama dia, Mia, kayaknya kita nggak bisa pulang deh mendingan kamu telepon deh bapak kamu supaya mereka nggak kawatir. Tanpa ragu-ragu langsung saja Mia telepon, dan bilang ke ortunya supaya nggak kawatir.

Hujan makin deras dan sepertinya nggak bakal berhenti sampai pagi nanti, akhirnya aku bilang ke Mia, Mia tidur saja deh biar Haviez yang nunggu. Terus dia merem sambil merebahkan tempat duduknya. Aku bisa lihat semua, matanya, bibirnya, hidungnya, lehernya, dadanya, tangannya, sampai kaki aku perhatiin terus. Sampai nggak sadar aku sudah ngelus-ngelus pahanya. Keliatannya Mia kaget tapi langsung merem lagi karena melihat aku lagi. Dalam hati aku bertanya Nih anak ngasih isyarat ya. Terus aku coba remas tangannya yang ada didekat pinggangku, tapi dia diam saja. Aku lihat Mia kayaknya kedinginan, terus aku tanya, Mia kedinginan ya. Terus dia jawab, Kak Haviez aku kedinginan nih.

Akhirnya aku nekat dengan jurus pertama yaitu meluk dia. Akhirnya Mia ada dipelukanku sambil menutup matanya sepertinya dia sangat menikmati pelukanku. Terasa hangat sekali, sampai sekarang wangi rambutnya belum aku lupa. Lama berpelukan akhirnya kukecup dahinya dan Mia tersenyum sambil membalas kecupanku di pipi kiriku. Sambil saling berpandangan aku bilang sama dia Mia, aku sayang kamu. Langsung kucoba kecup bibirnya yang tidak menggunakan lipstik tapi terlihat basah dan agak terbuka, sepertinya memang telah menunggu kecupanku. Dia membalas kecupan pertamaku dengan hebat sekali. Terasa sesekali menggigit bibirku, dan melumat lidahku. Akhirnya dingin joke hilang dan kami joke menikmati kecupan yang sangat lama itu. Perlu diketahui bahwa aku masih perjaka saat itu. Jantungku berdebar keras seperti mau meledak, aku nggak tahan penisku yang sudah berdiri dari bruise sudah minta makan. Setelah lama berciuman aku bertanya, Mia aku nggak tahan, kita Make Love yuk. Mia tertunduk diam tapi aku yakin dia mau. Jadinya aku tetap mulai dengan jurus kedua. Pelan-pelan aku ciumi kaos hitamnya sambil sesekali menciumi putingnya yang sudah agak mengeras. Nafasnya tertahan.. hh.. eh eh eh.. hh.. hh.. Viez.. Viez.. hh.. sudah dong katanya sambil menarik punggungku. Aku beranikan untuk jurus berikutnya kuciumi dengan sangat halus sekali dari dahi, bibir, dagu, leher, pinggang sampai paha sambil kuikuti gerakan pinggangnya yang indah dan harum sekali. Perlahan kuangkat kaosnya dan kulepaskan kaos ketat itu. Tampaknya dia mengijinkan akhirnya kuciumi dadanya sambil melingkarkan tanganku untuk melepaskan BH-nya. Tapi kok susah ya, dalam hatiku bertanya. Akhirnya dia mendorong tubuhku dan membuka sendiri BH-nya, sambil ngomong Gampang kok.. kak Haviez saja kurang usahanya, terus menabrak tubuhku dan meneruskan percumbuan ini.

Dan pecumbuan ini masih berlangsung, aku membalikkan badannya sehingga punggungnya menempel pada dadaku tangannya melingkar di belakang leherku. Ku remas-remas dadanya, memainkan putingnya yang tegang berwarna merah. Aku masih berpakaian lengkap, aku bosan dengan Fore Play ini, aku coba untuk melonggarkan roknya dan memasukkan jemariku di luar CD-nya dan mencari-cari liang kewanitaannya sampai akhirnya kutemukan walau masih di luar CD-nya. Ku tekan jariku perlahan, Mia merintih, Ahh.. jangan… ka.. jangan.. ahh! sembari menggoyangkan pinggulnya yang aduhai. Aku mulai panas, terus aku tekan jariku keluar masuk keluar masuk terus menerus akhirnya Mia malah memegang tanganku dan memasukkan tanganku kedalam CD-nya, dia bilang shhshshsh hshsh.. ini baru nikmat… shsh.. Aku mulai paham terus kumainkan jemariku. Sambil aku pura-pura kepedesan biar dia terangsang. Agak lama juga kami bermain jari.

Mia melepaskan tanganku dan membalikkan tubuhnya mengahadapku. Pertama kali inilah kulihat tubuh indah, kulitnya yang halus, dadanya yang cukup lumayan menggemaskan, karena selama ini aku cuma membayangkan saja. Kini giliran Mia menggoda aku, Mia melepaskan kancing kemejaku satu persatu sambil mengecup bibirku perlahan, indah sekali. Perlahan menuju kebawah Ia kecup dadaku inci demi inci kurasakan nikmatnya, ohh. Ia lepaskan ikat pinggangku dan menurunkan retsleting yang sudah tidak benar lagi letaknya. Ia menggigit-gigit kecil bagian itu, spontan aku terhentak tapi berikutnya aku merasakan kenikmatan luar biasa. Wow, sepertinya Mia sudah lihay sekali adegan ini. Tanyaku dalam hati. Tanganku belum berhenti memelintir putingnya.. uhhssuhss terusshshsh, kataku.

Kurebahkan dia ditempat duduk belakang yang agak longgar, aku memang memberhentikan mobil agak kedalam jadi orang yang lewat tidak akan melihat apa yang tejadi di dalam mobil, apalagi kaca mobilku gelap sekali. Kelihatannya Mia sudah Hot sekali, dia terus mengeluh keenakan sambil memanggil-manggil lirih namaku. Viez.. Viez.. shhshsh sini ahh! Kulepaskan Cdnya yang berwarna hitam transparan, Mia juga membantu melepaskan CD-nya tanpa melihat, ia hanya memejamkan matanya sambil menikmati yang terjadi. Terbayang film biru yang pernah aku lihat, waktu itu sang pria menciumi bagian selangkangan dan selanjutnya menjilati sekeliling alat kelaminnya. Tanpa pikir panjang aku mulai meletakkan jariku di atas liang kewanitaannya dan mulai menciumi bagian itu. Mia merintih, gila.. gila.. nikmat banget.. shhshshshs terusin-terusin… Viez.., kujilati bagian dalam kewanitaannya yang memang sebenarnya terasa tidak enak tapi untuk Mia biarlah.

Sambil terus menjilati liang kewanitaannya, ia mulai mencoba menurunkan jeansku dan menarik CD-ku yang memang agak longgar soalnya sudah beberapa bulan nggak beli CD. Ia coba meraih penisku yang sedang marah besar. Ia mulai meremas, mengelus penisku, aku nggak tahan soalnya baru kali ini penisku dipegang sama wanita, ahh… shhshsh hhh… nikmaatt.. shh.

Aku coba hentikan aksi pegang-pegangan ini aku mulai dari awal dalam keadaan Naked, aku bisikkan perlahan, Boleh nggak aku masukin anuku ke anu kamu, boleh ya sambil melihat wajah mesumku. Mia cuma diam tapi dia langsung membelai halus penisku dan membimbingnya ke liang senggamanya. Dan menjelang memasuki liang surganya kutanya lagi Are we certain kutatap matanya yang sayu tanpa bilang apa-apa, dan bless. Kumasukan seperempat penisku kedalamnya terasa nikmat sekali, begitu hangat terasa darah segar keluar dari liang kewanitaannya, Mia teriak lirih ahh.. uhhsshhs gila… gila… gila… terus.. Viez.. masukin terus.. ahh.. hh ushhs. Dan aku lanjutkan, kumasukkan setengah dari penisku. Aku juga merintih keenakkan. Mia lihay sekali menggoyangkan pinggulnya dan mengencang kendurkan selangkangannya, membuatku menggila. Aahh!! Kucoba meniru gaya film-film turun naik naik turun sampai akhirnya aahh!! Aku mencapai puncaknya… segera kucabut penisku dan mengeluarkan atmosphere maniku ketubuhnya, hhsshh indah sekali teriakku! dan kupeluk erat sangat kencang sekali tubuh Mia sambil membisikkan Mia, maukah kamu menikah sama aku, greatfully Mia mengeluarkan atmosphere mata bahagianya. Ku kecup bibir hangatnya dengan halus, kami tertidur sehabis itu.

Keesokkan paginya aku sama Mia nggak puasa. Aku jalan kaki mencari pom bensin yang ternyata cuma 10 scale dari tempat kami berhenti, aku sama dia cuma nyengir waktu itu. Sesampainya di Bekasi aku antar Mia kerumah dan bilang, Aku mau tanggung jawab buat kamu. Ku kecup dahinya dan selanjutnya meninggalkannya.

Dua minggu berikutnya aku terima surat undangan darinya ternyata dia sudah dijodohin sama pacarnya dan aku sangat terpukul waktu itu, akhirnya aku sendiri lagi. Oh.. nasib
Kisah Cintaku
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Tahun 1986 adalah tahun dimana aku mulai menikmati bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi yang cukup bergengsi di kota B, kebetulan aku berkenalan dengan dua orang gadis perantauan berasal dari kota C, yang satu bernama Yenni dan yang satunya lagi bernama Nani, keduanya kost disekitar kampus. Pada awalnya aku jatuh hati pada Yenni yang pendiam, mempunyai paras yang cantik, tinggi dan putih kulitnya dan aku sering categorical ketempat kostnya sehabis kuliah, di satu sisi Nani, yang cerewet, yang mempunyai tubuh yang seksi, tetapi parasnya tidak begitu cantik (tapi manis juga), serta kulitnya yang putih, selalu membayangi hubunganku dengan Yenni.

Akhirnya Yenni mengalah dan lebih banyak memberikan kesempatan kepada Nani untuk lebih dekat denganku. Namun aku bersikap cuek saja terhadap Nani. Setahun enam bulan sudah berlalu, hubungan kami masih biasa-biasa saja, alias tidak ada keseriusan. Sampai satu saat ketika aku dan Nani berada di dalam kamar kostnya, Nani menangis karena dia merasa sedih tidak bisa ikut pulang kampung bersama teman kost yang lainnya (kebetulan berasal dari satu daerah), aku merasa iba melihat dia, sehingga tanpa sadar aku berkata kepada dia, bahwa aku menyayangi dia. Eh, belum selesai aku berkata dia langsung memelukku. (Padahal aku mau berkata bahwa aku menyayangi dia seperti layaknya aku menyayangi adikku sendiri). Akhirnya kami berpelukan diselingi dengan berciuman.

Mulai saat itu Nani resmi menjadi pacarku, sebenarnya bukan rasa cinta yang aku rasakan, melainkan rasa kasihan (alias kebablasan ngomong). Hari demi hari kami lalui dengan penuh percekcokan, bahkan kadang-kadang dengan ancaman putus segala. Suatu hari ketika aku berkunjung ke tempat kostnya Nani, kami bertengkar karena aku terlambat datang, Nani mengancam akan pergi, dan membiarkan aku sendiri di kamar kostnya, pada saat dia berniat untuk meninggalkan aku, dengan sigap aku menarik badannya, namun apa daya tanpa sengaja aku menarik bajunya, dan braatt…, bajunya terbuka dan dua bukit mulus berukuran 32B yang masih tertutup bra yang berenda terlihat jelas. Aku tertegun sejenak (entah kagum, entah nyesel), sementara penisku sudah mulai menggeliat, dan Nani menangis sambil menutup kedua buah dadanya. Kami terdiam seribu bahasa, kemudian aku mulai mendekatinya dan memeluknya, dan aku berkata dengan penuh penyesalan: nan, maafkan aku, Tapi ternyata Nani menunggu saat seperti ini, dia mulai menghujani aku dengan ciuman, sampai akhirnya bibir Nani menyentuh bibirku. Mulailah dia mempermainkan lidahnya, serasa membersihkan seluruh rongga mulutku. Akupun tidak mau kalah langkah, aku mulai membuka baju Nani, kemudian mencari kancing bra nani yang kebetulan berada di depan belahan buah dadanya, sehingga terlihat dua bukit yang mulus menyembul keluar. Walaupun kecil ukurannya, ternyata buah dada Nani cukup padat dan berisi. Mulai tanganku bergerilya disekitar buah dadanya, sementara mulutku masih sibuk dengan lidahnya Nani. Aku mulai menundukan kepala dan mulai menciumi buah dada Nani, sambil terkadang menggigit puting buah dada yang masih berwarna merah muda. Nani mulai menggeliat, kemudian aku angkat badan dia, dan aku tempatkan dia diatas singular bed-nya. Mulai aku menyosor kearah bawah, tapi Nani berkata Jangan Jay, kita kan belum menikah, tapi tangannya malah mendorong kepalaku mendekati dadanya, yang masih menggunakan ’skirt’ warna hitam, dengan sigap aku lepaskan ’skirt button’-nya dan aku tarik ke bawah, terlihat olehku blacky colour underwear yang berenda sesuai dengan branya, dan secara samar-samar aku melihat hutan berbentuk segitiga di balik underwearnya dan sedikit basah di sekitar selangkangannya, aku mulai menjilati bagian sekitar selangkangannya, dengan bau yang khas dan sedikit pesing (maklum kami melakukan jam 16.00, belum sempat mandi), dan Nani terus menggeliat sambil berkata: Jay, oh…, Pelan-pelan sayang.. (Dalam hati aku mengumpat sialan tadi bilang jangan sekarang sudah tahu gua malah nyuruh nerusin), Nani mulai terangsang, badannya mulai menggelinjang tak karuan. Kemudian dia mulai menarikku naik keatas ranjang, dan mulailah dia membuka kancing baju kemejaku, kemudian mulai menciumi dadaku, pentilku dan turun menuju perutku. Tak lama kemudian dia mulai menyerang sarang penisku dengan terlebih dahulu membuka celana panjang dan Cd-ku, dan tanpa disuruh, penisku langsung menyembul keluar dan menegang. Nani dengan sigap (sepertinya dia sudah pengalaman) menyambar penisku. Dia mulai meremas-remas dan mengocok penisku. Ketika akan melakukan ’sucking’ tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk. Kami berdua spontan kaget mencari item kami yang sudah terlepas. Akhirnya setelah kami berpakaian (dalam 3 menit) pintu di buka oleh Nani (walaupun sedikit ngos-ngosan dengan perasaan mengganjal). Ternyata teman kuliahnya bernama Suryawati, yang datang jauh-jauh mau ngajak Nani belajar bareng.

Semenjak kejadian itu kami tidak pernah mengulang kembali perbuatan itu, sampai satu ketika, pada saat Lebaran 1988 aku mengantar Nani pulang mudik ke kampung halamannya (kota C) dengan kendaraanku sendiri, kebetulan kendaraan umum yang menuju kota itu sudah penuh oleh pemudik lebaran. Sesampai di kota C, aku mengantarkan Nani ke rumah ortu angkatnya (karena dia sudah tidak punya ortu lagi, alias Bapaknya meninggal dunia, ibunya kawin lagi dengan orang di kota S), aku disambut hangat oleh ortu angkatnya dan mereka meminta aku menginap di rumahnya. Tapi aku merasa risih, dan aku minta agar aku diperbolehkan tinggal di hotel saja. Setelah berdebat masalah dimana aku tidur, akhirnya mereka menyetujui aku tinggal di Hotel. Aku mulai mencari hotel yang kira-kira sesuai dengan kantungku dengan ditemani oleh Nani. Kebetulan aku mendapat hotel yang agak pinggiran kota, tapi tak apa, yang penting bersih dan murah. Setelah check in, pelayan hotel mengira aku dan Nani adalah suami istri. Den pengantin baru ya, kalau perlu apa-apa, Aden bisa panggil bapak, kami menjawab dengan senyum, dan pelayan itu meninggalkan kamarku setelah kuberi tips. Akhirnya aku dan Nani berdua di dalam kamar hotel tersebut. Tanpa aku sadari Nani sudah memeluk punggungku dan mencium tengkukku, terus tangannya bergerilya membuka kancing baju disekitar dadaku. Aku pikir Sialan juga ni cewek, akhirnya aku membalikkan badanku kemudian menyambar bibirnya yang seksi, kemudian lidahku mulai berpetualang di dalam mulut Nani, tanganku mulai membuka ritsluiting baju terusan Nani, akhirnya risletingnya terbuka sampai punggungnya. Dengan sigap aku lepaskan bajunya, dan dia joke tidak mau kalah di lepas bajuku, ikat pinggangku dan celana panjangku. Kami berdua dalam kondisi ‘Siap tempur’, aku gendong dia menuju ranjang yang berukuran king-size dan aku merebahkan dia di atas ranjang. Mulai kubuka branya dan kujilati puting susunya dengan sekali-sekali diselingi dengan gigitan, Nani merintih Achh…, Jay Jilati memekku, oh…, Nani memintaku menuju ke daerah selangkangannya, aku mulai menciumi perutnya yang masih kencang, kemudian aku lepaskan ‘underwear’ nya, kulihat bulu kemaluannya yang halus dan tebal bagaikan nap dari Inggris. Aku jilati ‘daerah terlarang’nya, aku jilati klitorisnya, dan aku julurkan lidahku ke lubang kemaluannya. Nani menggelinjang hebat, sementara di sekitar liang kewanitaannya sudah mulai basah mengarah kepada banjir, hampir 20 menit aku bermain di sekitar klitoris dan lubang kemaluannya, Nani mengerang agghh… dengan tubuhnya terangkat. Kemudian dia bangun menarikku dan menciumi bibirku, sambil berkata Jay, we aku mencintaimu, kamu hebat Joy.. oh…, Nani mulai turun menciumi dan menjilati sekitar telingaku dan terus turun menuju leherku, dan bergerak terus, terus…, terus, menuju perut dan akhirnya dia membuka celana dalamku dan hup, penisku sudah berada di dalam mulutnya. Kemudian dia menghisap penisku dan menaik turunkan kepalanya. Sampai satu saat aku tidak tahan lagi aku berteriak Nan, a.. aa… ku mmaau keluar, eh bukannya dilepaskan malahan goyangannya bertambah hebat sehingga aku mengeluarkan biang anakku di mulut Nani. Kemudian setelah puas Nani menghisap penisku, dia membersihkan penisku dengan jilatan lidahnya oh, serasa mau pecah dunia ini…. Setelah beristirahat beberapa saat, Nani mulai membangunkan penisku lagi, dengan posisi 69 aku tidak mau kalah, aku mainkan klitorisnya dengan tanganku, dengan lidahku. Kemudian Nani meminta aku memasukan penisku ke dalam kemaluannya Jay, fuck me please…, please… dengan penuh pengharapan.

Akhirnya aku kasihan juga dan kumasukkan penisku ke dalam liang senggamanya yang sudah basah, mulailah kami creation adore dengan berbagai macam gaya. Kemudian Nani memintaku memasukan penisku ke dalam anusnya, aku coba, tapi susahnya minta ampun, akhirnya kuambil cairan memek milik Nani dengan telapak tanganku dan aku usapkan pada penisku dan lubang anusnya. Setelah melalui perjuangan yang cukup lama akhirnya masuk juga, wah… rasanya nggak bisa aku lukiskan, pokoknya asyik. Ketika aku akan mencapai orgasme, Nani bilang Jangan dulu sayang, kita keluarin sama-sama!, akhirnya aku cabut penisku dari lubang anus, kemudian aku masukan kembali ke lubang senggama Nani, alamak, jauh rasanya, lebih enakan categorical di anus daripada di liang kewanitaan, ngeploss banget. Sampai akhirnya aku mencapai puncak dan Nani joke sama. Waktu aku bilang Naan, mm mma… uu, kkeelluuaarr, tadinya aku mau mengeluarkan di luar tapi kaki si Nani menahan pantatku sambil menggoyangkan pinggangnya yang semakin dahsyat, dan akhirnya aku tak kuat lagi creett… creett… creett, di ikuti dengan teriakan Nani Agghh…, sayangku. Tanpa sadar aku telah menyimpan deposito di rahim Nani, dan kulihat Nani tersenyum puas.
Dukun Cabul
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Sekitar setahun setelah saya bercerai, ada teman yang mengajakku pasang susuk. Katanya sudah banyak teman-temannya yang kesana. Pertama-tama saya tidak berminat, terus dia pergi sendiri. Seminggu kemudian kami ketemu lagi, langsung saja saya bertanya bagaimana susuknya. Dia cuma tersenyum sambil berkata, kamu kesana deh, cocok buat yang sudah lama tidak begitu. Saya heran lalu saya tanya lagi apaan, tapi dia tetap saja tersenyum. Karena penasaran, akhirnya saya juga kesana. Ternyata dukunnya tidak jelek-jelek amat (seperti di film-film kurus dan tua), malah cenderung ganteng walau agak berumur. Waktu saya beri tahu maksud kedatanganku, dia bertanya-tanya banyak hal, seperti standing saya, jadwal mens, dll. Sedikit heran, tapi saya jawab. Terakhir akhirnya dia bilang, kalau pemasangan susuk yang saya minta harus dilakukan lewat cara bersenggama. Mukaku langsung merah padam (maklum, waktu itu saya baru menjanda, dan hubungan badan terakhir cuman sama eks-suamiku). Tapi saya lihat, pak dukun justru tenang-tenang saja, mukanya tidak berubah, tidak tahu apa dia punya ilmu hipnotis yang bisa mempengaruhiku atau kepercayaanku bahwa dia betul-betul profesional (sekedar ingin bersetubuh denganku), akhirnya saya setuju.

Lalu dia melakukan perhitungan berdasarkan jadwal mensku, terus dia mencari tanggal yang tepat dimana saya lagi tidak subur. Pada hari yang ditentukan, saya kembali lagi ke sana. Lalu saya dibawa ke belakang, ke sebuah ruangan khusus (seperti ruang praktek dokter), terus disuruh minum segelas minuman (spertinya itu obat perangsang, sebab tidak lama saya langsung merasa relax dan panas). Sekitar setengah jam kemudian, pak dukun masuk lalu mengambil topeng dari lemari. Saya lalu berbaring diatas ranjang. Pelan-pelan pak dukun membuka kancing blusku. Setelah terbuka semua blus itu disibakkannya ke pinggir (tidak dilepas). Mulutnya komat-kamit membaca mantra lalu kepalanya mulai menunduk di atas dadaku. Tak lama lidahnya mulai bergerak-gerak diatas putingku, sambil tangannya mengelus-elus pahaku. Pengaruh obat dan rangsangan itu membuatku melayang-layang. Tidak berapa lama saya sudah basah (kelewat basah malah, karena saya sempat orgasme sama jari pak dukun). Lalu pak dukun pindah di kakiku. Rokku dibuka, celana dalam juga. Terus dia meniup-niup liang kewanitaanku sambil komat-kamit. Putingku rasanya dingin karena BH yang saya pakai basah oleh ludah pak dukun (kebetulan saya pakai BH yang renda-renda dan cupnya cuma sepotong). Setelah ditiup-tiup, kakiku mulai dilebarkan. Lalu pak dukun menurunkan celananya. Penis pak dukun panjangnya biasa-biasa saja (seperti eks-suamiku) tapi punya dia lebih gemuk (sangat gemuk) dan melebar ke samping. Di sini saya belajar bahwa panjang penis cowok tidak begitu berpengaruh terhadap kenikmatan, tapi lebarnya yang berpengaruh. Pak dukun ngocok-ngocok penisnya sambil komat-kamit membaca mantra. Terus dia mulai memasukkan penisnya ke dalam liang senggamaku. Waduh, rasanya…, tidak tahu apakah karena saya sudah lama tidak mendapat service, atau memang nikmat, tapi yang jelas waktu itu saya sampai berteriak keenakan. Pak dukun juga seingat saya cukup ahli memuaskan wanita, sebab dengan goyangan-goyangan pantatnya itu saya sampai dua kali orgasme. Dia sendiri sepertinya suffer juga (jelas, liang kewanitaanku termasuk rapat dan diantara pasien-pasiennya saya termasuk pale muda). Saya tidak peduli lagi, pokoknya kami berdua suffer banget.

Ketika saya memasuki orgasme yang ketiga, pak dukun juga sudah mau orgasma. Penis gemuknya dihunjamkan sedalam-dalamnya ke dalam liang senggamaku. Wah, saya langsung meledak sambil menjepit erat-erat pantatnya. Bersamaan denganku, pak dukun juga meledak. Yang pale saya ingat waktu itu, sambil merem-melek dan meringis keenakan, pak dukun masih sempat mengucapkan mantera seperti, Aahh…, ss…, blablabla…, ss…, hh…, blabla…, hh… ooh…, mm.., Terus dia membantuku melepaskan rasa nyaman dengan menciumiku sambil mengelus-elus dadaku.

Setelah saya kembali sadar, dia juga mulai bangkit. Penisnya masih menggelantung mengkilat, dia nmengambil hankie buatku. Lalu dia menunjukkan pintu kamar mandinya. Wah, pakaianku berantakan dan kusut (habis tidak dibuka sih).

Akhirnya saya cuma pipis dan mencuci kemaluanku sedikit saja. Waktu keluar pak dukun sudah pakai baju. Terus dia bilang susuknya sudah masuk, dibawa oleh spermanya katanya. Terus dia pesan saya jangan takut hamil, karena sudah dihitung baik-baik harinya. Setelah menerima amplop dariku (sesuai pesan teman 50.000 cukup), lalu saya disuruh pulang. Sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya punya susuk, ataukah itu cuma alasan dukun cabul untuk meniduri perempuan. Yang jelas waktu itu saya merasa puas juga, dan syukur sampai hari ini saya tidak kena penyakit kelamin atau sejenisnya. Saya pikir biarlah, hitung-hitung sama saja dengan menyewa bebek.

Kabar terakhir tentang pak dukun, kata temanku dia pindah ke Ambon. Saya tidak tahu di sana dia praktek juga atau tidak lagi. Tapi baru-baru ini saya baca surat kabar KOMPAS (belum seminggu korannya), ada cerita tentang dukun yang suka gituin istri orang. Mungkin itu dia, kalau kamu tertarik bisa buka-buka koran kompas, tapi saya tidak pasti tanggalnya.

Bercumbu di Locomotive
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Nama saya Adul Roman, kerja di Perusahaan Umum Kereta Api sebagai Pembantu masinis (Stoker). Kerjaku ringan hanya membantu masinis melihat dan mengawasi sinyal selama kereta dalam perjalanan. Awal kisah saya dan teman saya Yanto (masinis) membawa kereta api Argo Bromo dengan nomer chasis Locomotif CC 20322. Lokomotif Dari Stasiun Jatinegara menuju stasiun Manggarai karena gerbongnya ada di manggarai. Setelah di gandeng di Manggarai kereta berjalan menuju stasiun Gambir untuk melayani penumpang di Gambir.

Setibanya di gambir lokomotifnya di langsir sehingga sekarang lokomotif berada di selatan, yang sebelumnya berada di utara. Setelah itu saya melapor ke kepala stasiun untuk memberi tahu bahwa kereta siap untuk berangkat. Setelah itu saya menuju lokomotif kembali. Dalam perjalannan menuju lokomotif saya melihat cewek, wah physique dan mukanya oke juga. Saya sapa dia Mbak mau ke mana, kok seperti orang bingung…, Lalu dia membalas sapaanku, Mau ke Surabaya nggak punya karcis. Melihat kesempatan ini saya langsung kontan mengajak dia naik di kabin lokomotif. Saya dan cewek itu berjalan menuju lokomotif. Karena tangga naik ke lokomotif tinggi, saya bantu cewek itu untuk naik ke loko, saya dorong pantatnya. Setelah itu cewek tsb dan saya sudah berada dalam lokomotif.
Temanku Yanto (masinis) menegurku, Siapa tuh cewek,….
Saya jawab biasa Penumpang nggak punya karcis.
Lalu saya nanya ke cewek itu Nama kamu siapa, kok nggak beli karcis….
Dia menjawab namanya Lulu tujuannya Surabaya dan dia tidak punya uang untuk beli karcis kereta api.

di dalam lokomotif hanya ada dua tempat duduk satu untuk Masinis di sebelah kanan dan satu lagi untuk asisten masinis di sebelah kiri. Antara bangku masinis dan bangku asitennya dibatasi oleh row kemudi yang tingginya kurang lebih satu meter, sehingga antara keduanya hanya kelihatan kepalanya saja. Lulu itu duduk di pangkuanku karena tempat duduk dalam lokomotif agak besar kurang lebih diameternya 50 cm. Sinyal berwarna hijau sebagai tanda Kereta siap berangkat, ketika kepala stasiun membunyikan sempritan (semboyan 40 dalam dunia perkereta apian) sebagai tanda kereta aman untuk jalan lalu saya bunyikan klakson lokomotif sebagai confirmation atau pengakuan bahwa perintah di terima. Kwooeengg…, masinis Yanto mulai memutar hoop tenaga sehingga terdengar suara mesin Diesel Lokomotif berderu-deru. Kereta mulai berjalan.

Di dalam lokomotif jantungku berdebar hinder dan kemaluanku tegang karena pantat cewek itu menempel ke celanaku.
Saya ngomong ke cewek itu, kamu ke Surabaya tempat siapa…
Teman, jawabnya.
Lalu saya ngomong lagi,temannya cewek atau cowok.
Cowok, jawabnya.
Goncangan kereta membuat pantat Lulu menggesek-gesek penisku. Membuat batang penisku semakin mengeras. Karena dalam lokomotif gelap saya cium saja lehernya, waah… Nih cewek diam saja padahal dia tahu kalau penisku sudah tegang berat.. Dan nempel di Celananya. Kemudian Lulu berkata jangan Mas Adul nanti ketahuan Masinis teman Mas Adul kan Lulu malu, saya jawab tenang saja nggak bakal dia tahu. Saya cium leher dan pipinya sambil tangan kiriku meraba-raba payudaranya dan tangan kananku memegang klakson locomotif. Klakson ada dua sebelah kanan untuk masinis dan klakson sebelah kiri untuk Asisten masinis. Setiap kali Lulu mendesah kenikmatan, saya bunyikan klakson atau lonceng lokomotif agar tidak terdengar oleh masinis.

Jam yang terpampang pada row kemudi menunjukkan pukul 22:00. Saya tetap mencium pipi dan lehernya tangan kiriku masih bermain di payudaranya. Saya merasakan payudaranya semakin keras. Lalu tangan kananku meraba-raba payudara sebelah kanan dan tangan kiriku meraba pahanya yang masih terbungkus celana jean. Saya pijat-pijat dengkulnya sambil badanku merapat ke tubuhnya sehingga menekan buah dadanya. Tangan kiriku mulai meraba-raba selangkangannya yang masih menggunakan jeans dan kadang jari-jari tanganku menusuk-nusuk sedikit.

Tanpa sadar, saya sejak tadi tangan Lulu meraba-raba batang kemaluanku. Saya waktu itu memakai celana biru, di bukanya retsleting celanaku dan tangannya meraba-raba penisku yang masih terbungkus CD. Aduh nikmatnya saya berkata dalam hati. Saya tidak mau kalah, saya buka retsleting jeansnya dan tanganku masuk ke dalam jeansnya, tidak tahunya nih cewek tidak memakai Celana Dalam. Tanganku bisa meraba liang kewanitaannya. Sambil meraba-raba saya dan Lulu berciuman. Bibirnya yang indah saya lumat-lumat. Lulu makin lama makin keras dan cepat mengocok-ngocok batang kemaluanku dan tangan kiriku memainkan liang kewanitaannya. Saya gosok clitorisnya dan ini membuatnya semakin basah. Lulu menggelinjang-gelinjang kenikmatan. Itu semua saya lakukan terus sampai daerah Pekalongan. Setelah tiba di stasiun pekalongan saya dan Yanto turun dari lokomotif karena di gantikan oleh masinis dan asisten masinis dari Surabaya. Lulu tidak mau duduk di pangkuan Asistem masinis dari Surabaya, dia memilih duduk di bawah dengan menggelar koran. Sebelum kereta berjalan meninggalkan pekalongan Lulu memberi kartu nama yang berisi alamat dan no telp.
Setelah itu Lulu sering naik kereta api di lokomotif dia selalu menelponku kapan saya dinas membawa KA Argo Bromo

Break… Break… Tantepun Didapat
Posted Feb 15, 2007 Comments(0)

Sejak berada dibangku SLTA, saya mempunyai hoby merakit alat-alat elektronika, yang salah satunya adalah alat komunikasi Handheld Transceiver (HT). Setelah rampung merakit dan berhasil untuk digunakan berkomunikasi kini hari-hariku terisi dengan membuang kejenuhan melalui alat komunikasi tersebut. Sampai suatu saat ditengah malam, saya ngebrik dengan seorang wanita di channel khusus yang hanya dapat kami pergunakan berdua alias mojok dengan fasilitas symplex duplex. Asyik memang sehingga tak terasa sudah larut malam.
Mah…, udah larut malam nich, masak hanya ngobrol terus tanpa tindakan, tanyaku agak manja.
Emang Papa mau ngapain, kita khan cuma bisa berbicara aja, balasnya di seberang sana.
Engg maksud Papa…, ehm ssth, suaraku sengaja mendesah merayu.
Ach Papa, dadamu menggairahkan emm apalagi pen.., auh besarnya.
Emmh mah, buah dadamu montok, bersih dan itu…, putingnya merah jambu…, Papa ingin mengulumnya mah.
Ini pah silakan…, ahh…, aih…, terus pah auh….
Demikian hangatnya komunikasi ini sampai tak terasa celana dalamku basah oleh lendir kental seperti susu milk.
Mah saya udah keluar nich, Mama udah belum, tanyaku.
Mamah belum apa-apa tuh pah, jawabnya.
Gimana pah kalau besok kita KOPDA (Kopi Darat).
Oke dech mah, tapi dimana
Emm di Matahari Plasa lantai IV, tepatnya di Rumah Makan Dandaman, aku disana pakai T-shirt hitam dan celana Jeans Biru. Cari aku disana yah….
Oke deh,… Lalu jam berapa.
Ya…, jam 10 pagi, bisa nggak
Pasti bisa deh…, oke sampai ketemu besok ya…, daah crater ah cheerio mam.
Cup ah juga pah sampai besok…, cerio.

Akhirnya di pagi hari yang cerah, pagi-pagi sekali saya sudah mandi dan berpakaian rapi. Dengan menggunakan Jeep Willys bak terbuka Saya meluncur ke Matahari Plasa langsung menuju ke lantai IV. Disana saya berjalan-jalan sambil melihat-lihat ke rumah makan Dandaman dan mencari wanita berpakaian seperti apa yang dia katakan. Beberapa lama di sana, di sudut ruangan mataku terbelalak melihat sosok wanita dengan ciri-ciri yang kucari. Ternyata tubuhnya seksi dan dandanannya menunjukkan bahwa dia bukan orang sembarangan. Karena apa yang saya cari sudah ketemu dan ternyata tidak mengecewakan, maka saya langsung menghampirinya.
Selamat pagi tante, sapaku dengan senyum ramah.
Selamat pagi juga. jawabnya tak kalah ramahnya.
Kenalkan nama saya Andy, tante.
Emh nama tante Santy, Silakan duduk Ndik.
Terima kasih tante, sambil saya mengambil tempat duduk di depannya.
Jangan lagi panggil tante ah, panggil saja Santy. Oke.
Ya deh, jawabku sambil mengangguk.
Singkat cerita kami berdua ngobrol tentang kami berdua, eh ternyata memang dia bukan orang sembarangan. Dia istri pengusaha terkenal di Semarang.
Kamu masih kuliah Ndik
Masih San, tapi mungkin division ini saya ambil cuti.
Lho kenapa, tanya Santy.
Yah biasa masalah biaya. Saya harus menanggung buaya hidup dan kuliahku dengan usaha sendiri. Sementara ini bisnis yang saya jalankan lagi sepi San, Jadi yah cuti dulu nggak apa-apa lah, komentarku menerangkan.
Andhik, kata Santy sambil bergerak mendekatiku. Ngapain harus cuti segala, emang kamu nggak punya siapa-siapa untuk dimintai bantuan.
Emm nggak punya San, habis semua saudaraku berada jauh dari Semarang.
Lalu kau anggap aku ini siapa Tanya Santy mengejutkan. Kamu butuh uang berapa lanjutnya.
Saya jadi gelagapan diberondong pertanyaan oleh Santy.Em…, anu…, ehg.
Kamu nggak usah gugup Ndik, ngomong aja kamu butuh uang berapa.
Akhirnya saya ngaku juga Anu San dua juta.
Setelah saya ngomong begitu, Santy langsung membuka tas kecilnya dan brak…, uang dua juta sudah di atas meja di depanku.
San…, engh
Ala…, nggak usah basa-basi, ambil saja Ndik’ Kata Santy tahu apa yang sedang saya pikirkan. Lalu gimana saya harus mengembalikannya San. Nanti gampanglah sekarang ayo habiskan makannya.

Setelah makanan di depan meja habis kusantap, Santy langsung membayarnya dan kami beranjak pergi.
Kita mau kemana San, tanyaku.
Kamu naik apa Ndik tanya Santy.
Itu naik gerobak antik, kataku sambil menunjuk mobilku.
Eng kalau begitu, kita naik mobilku saja, kata Santy. Sementara biar mobilmu disini dulu, Oke.
Oke,kataku sambil naik ke mobil Santy.
Dalam pikiranku pasti Santy akan mengajakku ke hotel dan…, ternyata mampir dulu ke rumahnya. Dirumah mewah itu hanya ada perkakas Lux dan Interior yang sangat indah. Halaman luas dengan taman yang indah juga.
San…, kenapa rumah kamu sepi.
Iya memang hanya ada aku dan suamiku yang sering dinas keluar kota. Maklum sibuk dengan bisnisnya.

Akhirnya di ruang tamu kami ngobrol sambil nonton VCD yang telah di on kan oleh Santy. Sebuah CD karaoke dengan credentials seorang artis yang erotic dengan memamerkan tubuhnya yang menggiurkan. Tangan Santy tidak terasa meraba-raba tangan dan tubuhku. Kulirik buah dadanya yang menyembul ingin keluar dari kaos we can see nya. Tanpa ragu saya juga membalas gerakan-gerakan Santy. Semakin dalam semakin asyik saja dan tidak terasa saya dan Santy telah telanjang bulat di lounge ruang tamu.Engh…, ah…, Ndik, jerit Santy saat kujilati liang kewanitaannya sambil kuremas putingnya.
Terus Ndik…, augh…, nikmatnya augh…, Ndik aku nggak kuat.
Langsung saja penisku, saya masukkan ke liang senggamanya dan kali ini jeritan Santy semakin keras Augh…, Andhik…, gila kamu…, terus Ndik…. Dan akhirnya cret…, creett… saya puas dan Santy joke demikian.

Akhirnya pengalaman ini terbawa hingga saya tamat kuliah dengan biaya seluruhnya ditanggung oleh Santy. Kini saya sudah punya rumah, mobil, palm phone dan pekerjaan yang semua berasal dari Santy. Kini Santy telah tiada karena sakit jantung.
Mohon maaf Santy, semoga Tuhan mengampuni dosa kita berdua.
Sepupuku yang Cantik
Posted Jan 23, 2007 Comments(0)

Saya punya sepupu yang cantik sekali, umurnya 28 tahun, seorang wanita karier, namanya Intan. Dia sengaja datang ke tempat saya karena dia ingin ngobrol dan curhat dengan saya. Pada saat itu hari sudah menjelang malam kami terus ngobrol, sebenarnya sih dia curhat kepada saya tentang masalah-masalahnya terutama tentang perkawinan. Dia dijodohkan oleh orang tuanya dengan cowok yang memang bukan idamannya. Saya menyarankan kepadanya agar bertindak sesuai dengan apa yang dia senangi, jangan dipaksa-paksa. Terus dia bertanya kepadaku apakah saya setuju dengan suatu perkawinan saya jawab, pada dasarnya saya sih setuju-setuju saja, tapi untuk saat ini saya lebih senang melakukan giveaway seks dulu, alasannya tidak ada beban apa-apa, sama-sama senang, sama-sama nikmat. Dia bilang itu jalan yang kurang benar, dia bantah pendapatku habis-habisan. Saya jawab lagi, karena dia belum tahu kenikmatan dan kedahsyatan seks, kemudian saya bertanya kepadanya apakah dia pernah merasakan seks dia jawab belum. Kemudian saya tanya lagi apakah dia pada saat ini ingin tahu bagaimana rasanya seks dia hanya terdiam saja. Saya tidak perlu jawaban dari mulutnya, saya terus dekatin dia yang duduk di sofa. Saya duduk di sampingnya dan tanganku meraih bahunya, saya peluk dia dan saya berbisik di telinganya kalau saya diizinkan saya bakal beri tahu bagaimana rasanya bersetubuh itu. Dia melirikku tetap dia bisu. Tanganku mulai melepaskan kancing-kancing kemejanya sampai terlepas semuanya, saya lihat payudaranya yang indah tertutup BH-nya. Saya lucuti pakaiannya hingga terbebas dari tubuhnya kemudian saya remas payudaranya yang masih memakai BH. Tanganku terus menyelusup ke dalam BH-nya. Payudaranya semakin lama semakin keras dan kini mulutnya mulai menciumi leherku.

Dengan demikian saya makin berani bertindak semakin jauh, saya buka BH-nya dan akhirnya terlepas dari tubuhnya. Saya ciumi payudara yang indah dengan puting susu yang berwarna merah kecoklat-coklatan dan puting susunya tegak dan keras sekali. Saya kemudian berusaha melepaskan roknya, tidak sulit untuk menanggalkannya. Tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus banget dan akhirnya tanganku tepat pada liang senggamanya. Jari-jari tanganku menyelusup ke dalam CD yang masih melekat pada tubuhnya. Ternyata dia sudah basah, terasa telunjukku basah kuyup. Saya sentuh clitorisnya dan jari yang lain berusaha masuk ke dalam lubang kemaluannya. Dia menjerit kecil ketika jari tanganku mulai masuk ke dalam lubang kemaluannya. Saya terus berhenti melanjutkan tindakan itu, lalu saya rebahkan badannya telentang. Saya lucuti CD-nya dan saya mulai membelai belahan memeknya dengan mesra. Dia terpejam menerima perlakuanku terhadapnya sambil kadang-kadang mendesah-desah. Liang kewanitaannya kini mulai saya ciumi dan saya jilati clitorisnya, pinggulnya mulai bergerak-gerak. Entah berapa lama saya makan liang senggamanya, lalu ku buka celanaku. Penisku yang tegang kemudian saya arahkan tepat ke lubang kenikmatannya. Saya tekan hingga kepala penisku masuk,aakkhh…!!, dia menjerit lirih, saya tidak peduli dengan jeritannya, seret memang agak susah, ku memasukkan penisku tetapi akhirnya masuk juga semuanya. Saya lihat kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan sambil mendesah-desah ketika penisku mulai bergerak keluar-masuk liang kewanitaannya perlahan-lahan. Sengaja saya tidak mempercepat gerakanku karena liang kewanitaannya masih seret lubangnya masih kecil. Tapi lama juga penisku keluar-masuk hingga pada akhirnya gerakanku agak lancar. Saya percepat sedikit pergerakan naik-turun, terdengar samar desahannya, Aakkhh..!!!, aakkhh..!!! aakkhh..!!!!, ketika itu kakinya naik ke atas pinggulku dan pantatnya bergerak ke atas kemudian dia berkelonjotan beberapa kali. tidak lama kemudian baru saya keluar… Badan kami lemas sekali, kucabut penisku dari liang senggamanya. Saya lihat liang kewanitaannya, ya ternyata dia masih perawan. Gila bener.. dalam umur segitu dia bisa mempertahankan keperawanannya. Saya bilang, sekarang dia kalau bisa berprinsip seks bebas saja, sebab banyak keuntungannya daripada harus kawin.

Akhirnya dia setuju dengan pendapatku dan malam itu saya setubuhi dia beberapa kali lagi dan dia sampai saat ini sangat suka bersetubuh. Saya pernah ketemu lagi dengannya beberapa waktu yang lalu, dia sekarang punya koleksi cowok yang banyak juga.

Sepupu & Adiknya yg masih perawan
3
Posted by admin on Sep 6, 2008 – 3:45 pm
Filed underneath Cerita Dewasa
Cerita 17 tahun,3gp porno dan foto bugil terbaru hanya ada di www.17tahun.us
Waktu itu tahun 1996, bulan September, aku baru saja pulang dari KKN di desa, di daerah Kabupaten Blora (sekarang masuk Kabupaten Cepu), dua hari setelah sampai di rumah, ada telepon dari salah satu sepupuku, katanya dia sedang Study Tour ke kotaku. Sepupuku ini masih sekolah di SMUK di daerah Madiun, sebenarnya aku belum pernah bertemu langsung dengan dia, jangan heran ya, sebab dia sepupu jauh sekali. Sepupuku ini baru sempat bertemu dengan orang tuaku dan kakakku saja sewaktu mereka pergi ke daerah asal sepupuku di Jawa Timur. Nah, ketika dia Study Tour ke kotaku, dia ingin mampir dan menginap di rumahku, terus dia minta dijemput di depan salah satu bank di dekat Jalan yang jadi trade marknya kotaku. Maka, aku bersama kakakku menjemput dia.
Jam 4:25 sore, aku sampai di depan bank tersebut. Mobil kuparkir, lalu aku bersama kakakku sambil membawa dua payung menghampiri bis-bis yang diparkir di depan bank, agak lama juga aku mencari sepupuku ini, maklum aku belum pernah bertemu dia dan kakakku sendiri agak lupa dengan wajahnya. Setelah kurang lebih 5 menit, akhirnya bertemu juga. Kemudian kami pulang ke rumahku, dia senang sekali bisa bertemu denganku. Awalnya dia berencana mau menginap 1 hari tetapi kemudian dirubah jadi 2 hari. Sepupuku ini tidak punya saudara laki-laki, jadi ketika kami bertemu, dia senang sekali dan menganggap aku seperti kakak kandungnya. Selama dia menginap di rumah, dia selalu ingin dekat denganku terus. Aku menganggap biasa-biasa saja dan tidak ada pikiran lain.
Ketika dia mau pulang, dia mau pulang sendirian, orang tuaku sepertinya tidak tega melepas dia pulang sendirian, akhirnya aku disuruh mengantar dia pulang ke Jawa Timur, padahal waktu itu aku sedang berobat jalan karena aku mengidap alergi serpihan kulit manusia (aneh ya.. aku saja dulu tidak percaya). Aku harus datang ke dokter pribadiku setiap hari Selasa dan Jum’at buat disuntik. Tetapi, menurutku tidak apa-apa karena kupikir nanti jika sudah sampai di sana, aku langsung pulang saja pikirku. Jadilah aku mengantar dia pulang ke Jawa Timur. O.. iya, sebelum terlalu jauh aku bercerita, kuperkenalkan dahulu diriku, namaku Padi dan nama sepupuku Ana. Di jalan kami bercerita tentang daerah asalnya yang ternyata ada di kawasan pantai utara Jawa Timur.
Kami mampir ke Madiun dulu, karena katanya dia mau mengambil baju-bajunya yang mau dibawa sekalian dicuci di rumah. Sampai di Madiun, kira-kira pukul 5:00 sore, kami menuju tempat kosnya yang sederhana di komplek Akabri. Setelah selesai dengan urusan di Madiun, kami langsung pergi lagi meneruskan perjalanan. Di perjalanan, aku bertanya dengan dia.
Eh, An.. dari sini sampai ke kotamu berapa lama sih.. tanyaku.
Ya… mungkin kira-kira 8 jam Mas.. katanya.
Dalam hati aku berpikir, Wah, bakalan capek di jalan nih.. sialan…
Waktu berlalu, kira-kira pukul 9 malam, kami masih ada di atas bis jurusan ke kotanya. Malam itu kurasakan sangat dingin, apalagi ditambah tiupan angin yang sangat kencang. Di dalam bis yang lumayan penuh itu, aku duduk di kursi kedua dari belakang sejajar dengan Ana. Pintu bis yang ada di sebelah kananku ternyata tidak bisa ditutup, karena kuncinya rusak kata kernetnya. Ana yang merasa kedinginan terkena tiupan angin, bingung mau bagaimana sebab dia tidak membawa jaket atau sweater buat penghangat, sedangkan aku sendiri tidak masalah. Kemudian kutawarkan dia untuk pindah tempat duduk di sebelah kananku, yah.. lumayan dia terlindung dari angin oleh badanku.
Sekitar 10 menit setelah itu, dia bilang katanya dia merasa mengantuk, aku tawarkan dia untuk tidur saja di pangkuanku. Dia mau dan langsung dia rebahkan kepalanya di pahaku, waktu itu aku sebenarnya agak kawatir dengan penumpang lainnya. Jangan-jangan ada yang berpikiran macam-macam tentang kami, meskipun begitu aku akhirnya memutuskan untuk santai saja. Si Ana dengan cepat tertidur dengan pulasnya, tanganku kutaruh di atas punggungnya biar dia merasa lebih hangat. Tawaranku untuk tidur di pahaku ternyata berbekas sekali di hati sepupuku ini, sepertinya dia merasa ada sesuatu yang lain yang dirasakannya setelah dia merebahkan kepalanya di pahaku. Mungkin karena dia masih anak SMU yang belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang cowok, tetapi kok ya kebetulan justru dengan kakak sepupunya sendiri.
Tidak terasa, bis telah memasuki depot di kotanya. Waktu itu jam 1 pagi. Kami langsung mencari becak untuk pulang ke rumahnya. Sampai di rumahnya yang sederhana (bapaknya bekerja sebagai sipir penjara dan ibunya guru SD), aku langsung disambut oleh Omku. Kami berbincang-bincang sejenak sambil nonton MTV. Tidak lama kemudian, Omku minta diri untuk tidur. Aku mempersilakan Omku untuk tidur. Aku sendirian yang belum merasa mengantuk dan meneruskan melihat TV. Si Ana sendiri ada di kamarnya sedang bicara dengan adiknya. Kira-kira 5 menit kemudian, kudengar ada orang datang masuk ke ruang TV dimana aku berada, yang Ternyata Ana.
Aku bertanya pada dia, Lho.. An, kamu ngga tidur Kan udah malem, bahkan pagi nih!
Lah.. mas sendiri gimana Kok ngga tidur juga dia balik bertanya.
Mas kan udah biasa melek sampai pagi, lagian acaranya bagus nih, MTV song Awards.
Iya deh… tapi Ana boleh nemenin Mas ngga
Boleh aja, asal bikinin Mas kopi panas dong…
Ih.. Mas curang.. Oke deh Ana buatin.
Kemudian dia beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untukku. Sewaktu dia jalan ke dapur, dia melewati ruangan makan yang gelap, sedangkan ruang dapurnya sendiri dibiarkan terang, sebab Omku orangnya suka makan, jadi kalau malam dia sering ke dapur untuk cari makanan.
Sewaktu dia melewati kamar makan yang kebetulan bisa terlihat dari tempat dudukku, aku agak kaget karena kulihat dasternya kelihatan menerawang terkena cahaya dari dapur. Si Ana ini sebenarnya tidak hanya manis tetapi juga cantik, tubuhnya agak gemuk, tinggi sekitar 158 cm, ukuran dadanya berapa ya Tidak tahu.. Kulitnya sawo matang dan yang pale menarik adalah matanya yang khas cewek Jawa, tidak besar juga tidak kecil. Sekilas kulihat bentuk tubuhnya sewaktu dia melewati ruang makan. Jantungku merasa agak berdebar karena aku kan laki-laki, jadi lihat yang seperti itu kan, ya gimana gitu. Selesai dia membuat kopi, segera dia menuju ke arahku, terus dia bergabung nonton MTV. Sejenak aku lupa akan kejadian yang mendebarkan tadi (menurutku lumayan mendebar kan lho).
Kami berbincang-bincang sambil mengomentari pemenang-pemenang yang sedang diumumkan di TV.
Tiba-tiba dia nyeletuk, Mas.. tadi enak lho tiduran di pangkuannya Mas..
Kenapa emangnya Mau lagi ya, sini deket-deket Mas.. kataku.
Oke deh!
Kemudian dia mendekat ke arahku dan merebahkan kepalanya di pahaku lagi. Nah, sekarang aku mulai berpikiran macam-macam nih, karena kan dia hanya memakai daster dan di dalam dasternya hanya ada CD dan BH saja. Mau tidak mau batangku mulai bereaksi pelan-pelan, tetapi dia tidak tahu. Masih sekitar 10 menit kami berbincang-bincang, tanganku kutaruh di atas pinggulnya, dan kurasa dia tidak keberatan. Lama-lama sepertinya dia mengantuk dan mulai sembarangan kalau menjawab pertanyaan atau komentarku.
An.. geser dikit dong, soalnya pahaku kesemutan nih! Sebentar, ganti pake bantal aja yah…
Kemudian kuangkat kepalanya, kupindahkan dia ke bantal yang ada di sofa, sedangkan kakinya kuangkat ke atas pahaku. Singkat cerita, dia sudah tertidur dengan pulas. Pikiranku mulai keluar pikiran iseng, tanganku aku rabakan di kakinya. Sambil pura-pura memijat, dari bawah pelan-pelan naik ke atas, terus turun lagi, naik lagi… lama-lama aku memijatnya terlalu naik sampai hampir menyentuh pangkal pahanya. Rupanya dia terbangun.
Ngapain Mas..
Eh.. ngga kok cuman mijitin, kan kamu capek barusan abis naik bis jarak jauh
Mmm.., boleh juga.. tapi mijitnya jangan keras-keras ya Mas…
Oke An..
Nah, aku teruskan kembali memijatnya, tetapi kali ini mijatnya lain, aku kan sedikit-sedikit pernah baca tentang pijatan erotis, maka aku mencoba untuk mempraktekkannya sekarang. Pertama kuletakkan tanganku di telapak kakinya, terus kucari simpul yang bisa membangkitkan gairah seksnya.
Nah, ketemu nih… batinku.
Pelan-pelan kupijat bagian itu sambil tanganku yang satunya juga memijat-mijat paha kanannya.
Setengah sadar dia bertanya, Mas, kok enak banget sih pijitannya
Tenang aja deh, yang ini belum apa-apa, entar ada yang lebih hebat. jawabku.
Lama kelamaan dia jadi tidak merasa ngantuk, tetapi menikmati pijatan-pijatan tanganku sambil mengeluarkan suara lenguhan yang sangat merangsang, Nngggh… ngghh… enak loh Mas… agak naik dikit Mas.. yang ini lho di atas dengkul…, ya.. di situ… terus.. terus..
Aku tahu dia tidak sadar kalau sedang aku kerjain. Lama-lama kulihat dia sepertinya mau bangkit dari tidurnya. Kemudian waktu kubiarkan, ternyata dia tiba-tiba memelukku dan berusaha mencium bibirku. Aku sendiri menyambut ciumannya dengan bersemangat.
Wah, lha ini nih yang kunanti, batinku.
Ciumannya lumayan dahsyat, sampai lidahnya masuk ke mulutku seperti ular. Lidahku sendiri jadi tidak mau kalah menyambut lidahnya yang masuk ke mulutku (heran juga anak ini kok bisa senekat ini pikirku). Dan ternyata, kok luar biasa ciummannya untuk ukuran anak SMU yang belum pernah pacaran, tangannya melingkar di punggungku dan berusaha masuk ke dalam t-shirtku.
Gerakan tubuhnya terlihat sekali terbakar oleh rangsangan yang kuberikan melalui pijatan tadi, tubuhnya naik turun sambil sesekali bergoyang ke kiri dan ke kanan. Lama-lama daster yang dia kenakan tertarik ke atas oleh karena gerakannya tersebut, dan tanganku joke bisa leluasa untuk memegang pantatnya. Dia memakai celana dalam yang tipis berenda. Pelan-pelan kumasukkan tanganku ke dalam CD-nya dari atas. Aku berhasil memegang pantatnya, wah.. seketika aku merasakan suatu gelora dalam diriku, sepertinya aku sendiri mulai terserang rangsangan yang sangat kuat. Aku pijat-pijat pantatnya, sementara kami masih saling berpagut, dia sendiri terlihat sangat menikmati pijatan tanganku pada pantatnya. Lalu aku mulai menaikkan tanganku, berusaha untuk membuka dasternya. Tanpa hambatan, aku berhasil menaikkan dasternya sampai ke bagian leher, kudorong dia pelan-pelan ke belakang, dia berusaha untuk tetap memelukku.
Aku berbisik padanya, An.. tolong kamu mundur sebentar, aku tolong kamu nglepasin dastermu.
Dia mengangguk pelan, lalu kubuka dasternya. Kulihat tubuhnya yang mulus hanya ditutupi BH dan CD saja.
An.. gimana kalo semuanya aku buka… tanyaku.
Ternyata ia mengangguk mengiyakan, Silakan Mas…
Kubuka pelan-pelan BH-nya sambil kubelai dua bukit di dadanya dengan lembut.
Ehm… Mas.., Ana sayang sama Mas… katanya.
Aku tidak menjawab perkataannya. Kemudian kudekatkan wajahku ke buah dadanya dan mulai mengulum-ngulum pucuk bukitnya. Dia terlihat sangat menikmati perlakuanku tersebut, matanya terlihat sayu dan sepertinya mengharap yang lebih dari sekedar dikulum pucuk bukitnya.
Aku menengok ke arah jam dinding yang terletak di atas pintu, jarum menunjukkan pukul 12:08 malam. Aku sempat berpikir, sebenarnya bahaya kalau tiba-tiba Om atau Tanteku memergoki kami yang sedang asik di sini. Sekejap aku memutar otak, aku lalu berbisik ketelinga Ana.
An.. kita pindah ke kamarku aja yah
Dia tersentak mendengar bisikanku. Aku sendiri kaget, Apaan nih Kok jadi medadak berubah
Aku rasakan ternyata Ana sepertinya tersadar atas apa yang sedang diperbuatnya. Dengan terburu-buru, dia menyambar pakaiannya dan berusaha lari menuju kamarnya. Cepat sekali kejadian itu berlalu, aku sendiri tidak sempat melakukan apa-apa, aku hanya melongo seperti Mandra diputus Munaroh. Gila, pembaca tahu sendiri kan Lagi enak-enak bercumbu, tidak tahunya putus di tengah jalan. Tetapi aku sendiri maklum, sebenarnya Ana adalah anak yang taat beribadah. Dan kuyakin yang barus saja kualami, sebenarnya dia melakukannya di bawah sadar.
Paginya, aku bangun sekitar pukul 9:00, ternyata aku semalam ketiduran di depan TV. Aku ngucek-ucek mataku sambil mencari dimana kacamataku, agak lama kucari, tetapi tidak ada.
Mana ya aku bergumam pelan.
Kebetulan Tante yang berjalan melewati ruang TV menuju dapur mendengar gumamanku.
Cari apa Di tanya Tanteku.
Tante liat kacamata Padi ngga
Ngga tuh.. mungkin jatuh di bawah meja, coba cari lagi, sambil dia berjalan menuju ke arahku ingin membantu mencari.
Dicari-cari sudah lama, tetap tidak ketemu, Yep.. nanti dicari lagi deh Tante.. biar Padi mandi dulu. kataku.
Oke lah, nanti Tante bantu lagi carinya.
Oke Tante.. sahutku.
Aku bergegas menuju ke kamarku, mengambil peralatan mandiku.
Kamarku terletak di sebelah kamar Ana, sempat kulihat dari celah kamar yang tidak tertutup semua. Ana masih kelihatan pulas tidurnya. Mungkin dia tidak bisa tidur setelah kejadian tadi malam. Habis mandi aku menuju ke ruang TV lagi untuk mencari kacamataku yang masih sembunyi. Ternyata tante sudah ada di sana sedang nonton TV.
Aku tanya ke tante, Ketemu ngga kacamatanya Tante
Ngga tuh Di.. udah tante cari dimana-mana ngga ada, sampai-sampai sekalian Tante ngebersihin ruang ini deh.
Waduh… gimana nih… susah deh. Aku kan ngga bisa baca kalo ngga pake kacamata, pikirku, Ya apa mau dikata, kalo lagi apes, gini deh jadinya.
Pukul 9:30, kulihat kamar Ana sudah terbuka, beberapa menit kemudian Reni (ini nama adiknya) bergabung dengan kami di ruang TV sambil membawa nampan berisi 4 gelas teh.
Aku tanya dia, Kok cuman empat gelasnya Ren
Ooo, Papa kan udah berangkat kerja Mas.., jadi Reni bikinnya cuman 4. jawabnya.
Gitu ya sahutku.
Kami lalu berkumpul membicarakan keadaan Kota Tuban, tiba-tiba si Reni bertanya ke Tante.
Ma.. kacamata yang di kamar Reni itu punya siapa sih tanyanya.
Eit! lha ini dia nih si kacamata.. ternyata ngumpet di sana, spontan aku menyahut, Heh! Itu pasti kacamataku.
Betul.. itu pasti kacamatanya Mas Padi, Ren! sahut Tante, Sana cepet ambilin!
Reni lalu berdiri dan mesuk kamar untuk mengambil kacamataku. Aku berpikir, mungkin kacamataku semalam kesangkut di bajunya Ana. Sesaat kemudian Reni kembali membawa kacamataku, aku sempat was-was, moga-moga Tante tidak curiga kenapa kok kacamataku sampai bisa mampir kesana. Memang ternyata dia tidak curiga sama sekali.
Pukul 10:00, Tante pamit mau berangkat ke pasar yang tidak terlalu jauh jaraknya dari rumahnya, si Reni ikut. Aku ditinggal sendirian. 5 menit waktu berlalu, aku mulai bosan, terus aku menuju teras depan ingin merokok. Di teras ternyata ada koran edisi hari itu, aku tertarik untuk membacanya. Kubolak-balik halamannya, tidak ada yang menarik. Bosan lagi deh, ngelamun jadinya. Aku teringat kejadian tadi malam.
Dalam hati aku berpikir, Sekarang di rumah cuman ada aku berdua sama Ana. Wuih! kalo… hehehe kalo… misalnya aku iseng gimana ya
Akhirnya, ternyata aku nekat juga.
Aku bangkit dari tempat dudukku, masuk ke dalam. Sampai di depan pintu kamarku, aku punya ide. Mmmm harusnya pintu depan kututup ya, terus aku pasangkan kaleng krupuk di bagian dalam, biar kalo kebuka dari luar kalengnya kegeser dan bikin suara brisik. pikirku.
Cepat-cepat kukembali ke ruang tamu dan melakukan rencanaku. Setelah itu, aku kembali lagi ke kamar, hati-hati kuintip ke dalam kamarnya Ana, ternyata dia masih pulas tertidur. Aku berjingkat masuk ke kamarnya, perlahan aku duduk di samping tidurnya. Dia tidurnya mengorok hingga aku mau tertawa waktu itu, tetapi kutahan karena takut dia terbangun. Dengan hanya diterangi lampu baca (kamarnya tidak ada jendelanya), kupandangi wajahnya lama. 5 menit lebih kupandangi dia, semakin lama semakin manis.
Gila ya, dengan adik sepupu kok seperti itu tapi pikirku, Biarin aja lah, iseng-iseng berhadiah.
Kemudian aku mulai mencoba membelai rambutnya, pelan tetapi pasti. Dia tidak bereaksi, dia tidurnya brukut (memakai selimutnya sampai menutupi leher). Aku berusaha membuka selimutnya perlahan, kutarik ke bawah dan dia tetap tidak bereaksi. Kumasukkan tanganku ke dalam selimutnya sambil berusaha mencari payudaranya. Dengan tanpa kesulitan, tanganku sudah memegang payudaranya, tetapi masih terhalang dasternya.
Eit… nanti dulu… ternyata dia ngga pake BH! Berarti semalam dia ngga pake BH-nya lagi dong, wah asik nih… pikirku.
Lalu kumasukkan tanganku melalui lubang di antara kancing dasternya. Tidak susah juga, tanganku sudah memegang daging empuk dengan tonjolan di puncaknya.
Ana menggeliat, agak keras menggeliatnya, dia terbangun.
Mampus gua, pikirku.
Dia melotot sambil teriak, Lepasin dong Mas… apa-apaan nih Mas
Aku gelagapan berusaha mencari alasan, An… kamu ngga inget semalem ya
Lupain aja Mas! Ana ngga mau lagi, ngga boleh, entar dosa Mas!
Tapi Ana semalem udah ngelakuin dosa lho… kenapa ngga sekalian aja rayuku.
Kali ini dia benar-benar marah. Ana teriak-teriak menyuruhku keluar dari kamarnya. Aku turut saja, untung letak rumahnya berjauhan dengan tetangga, jadi aku tidak takut teriakannya terdengar tetangganya.
Wah… gagal nih ceritanya.., aku akhirnya hanya meraba-taba batang kemaluanku yang menganggur karena tidak jadi dipakai. Aku duduk di ruang TV lagi. Melihat acara tarian Bangkok, lumayan lah buat obat, melihat penyanyi Thailand yang cantik-cantik. Sebentar kemudian Ana keluar dari kamarnya, dia menuju ke arahku. Aku berusaha tidak peduli, dia lalu duduk di dekatku.
Katanya, Mas maapin Ana ya Ana udah bentak-bentak Mas…
Ngga pappy An.., Mas yang salah. balasku.
Sebenarnya Ana sayang sama Mas, tapi kita kan masih bersaudara, apalagi nanti kalo ketahuan ama Papa-Mama kan bisa berabe Mas! jelasnya.
Ya sudah.. lupain aja An, toh kamu masih muda. Nanti juga pasti ada cowok lain yang lebih pantas buat kamu. lanjutku.
Iya Mas, Mas… Ana mau ngasih sesuatu buat Mas.
Apa An tanyaku.
Liat sini deh Mas.. (dia mulai tidak kaku lagi)
Aku menoleh ke arahnya, tiba-tiba dia mendekatkan bibirnya ke arah bibirku.
Mmpphh…
Plas! jantungku spontan berdegup keras, Kok tau-tau nyium sih pikirku, tetapi kunikmati saja, enak sih.
Pertamanya dia hanya mau mengecup saja, tetapi kulingkarkan tanganku di lehernya, dan kudekap dia. Dengan lembut kukecup bibirnya, dia tidak berontak ternyata, aku pererat dekapanku, dada kami sudah saling menempel. Aku merasakan kalau dia masih belum memakai BH-nya. Dengan perlahan kubelai punggungnya, dasternya yang terbuat dari sutera terasa halus sekali, sensasinya justru membuatku jadi semakin ON saja. Coba saja pasangan anda disuruh pakai slip yang bahannya sutera, ditanggung kalau diraba pasti enak sekali. Lama kami berciuman dengan posisi itu, akhirnya capai juga aku. Kulepas pelukanku dan mengakhiri ciuman.
Aku berkata pada Ana, Sini An… Mas pangku..
Ngga ah Mas… nanti boat tadi malem deh jadinya…!
Percaya deh sama Mas… ngga sampe ngelakuin yang ngga-ngga kok, okey
Dia akhirnya mengalah, mungkin dia masih ada rasa ingin juga, dia juga tahu kalau sekarang kami hanya berdua saja di rumah, So Why not. Dia duduk di pangkuanku menghadap TV, tanganku bergerak dengan bebas di dadanya.
Kuraba dadanya sambil berkata, An.. Ana ngga marah-marah lagi nih
Biarin lah Mas.. udah terlanjur nih, tapi janji ya jangan kebablasen… pintanya.
Okey An!
Dari belakang, sambil tanganku membelai payudaranya, kulihat dia memejamkan matanya menikmati belaian tanganku. Tanganku meraba payudaranya dengan hati-hati, penuh perasaan aku membelainya, aku sendiri memejamkan mataku jadinya. Pelan tapi pasti, tanganku bergerak turun menuju perutnya. Agak dekat dengan V-nya kugunakan kuku jariku yang agak panjang untuk membangkitkan rangsangan di perutnya. Kulirik dia, terlihat dia menahan perutnya dengan membuat kaku daerah itu.
Dia menikmati perbuatanku, perlahan dasternya kutarik ke atas, dia diam saja, ujung dasternya sudah sampai ke pahanya. Sedikit lagi pasti aku bisa meraih celana dalamnya. Akhirnya sampai juga, CD-nya sudah tidak tertutup lagi, sekilas kulihat bercak basah di ujung V-nya. Tanpa berpikir lama, kupindahkan tanganku ke sana, tanganku merasakan memang di daerah itu sudah basah. Kusimpulkan pasti dia sudah terangsang berat. Lalu kuselipkan tanganku ke dalam CD-nya, tetapi dia kali ini menahan tanganku supaya tidak masuk ke sana. Aku urungkan niatku untuk itu, tanganku hanya menggosok-gosok dari luar saja. Kemudian terlihat dia mengeluarkan lenguhan dan badannya menegang, seperti menahan sesuatu. Orgasme rupanya. Lalu badannya melemas lunglai di pelukanku.
Tanganku yang masih berada di selangkangannya merasakan kalau CD-nya bertambah basah. Kemudian Ana memandangiku. Lama kami berpandangan.
Ana kemudian bicara, Mas, kita lakukan yuk. Ana udah ngga tahan…
Wah, benar-benar kejutan..! Ana tiba-tiba berubah pikiran. Hal ini tidak akan kusia-siakan. Tanpa bicara lagi, langsung kucium dan kuremas dadanya yang masih tertutup daster. Ana melenguh keenakan karena remasan itu. Kemudian aku melepas remasannya. Kupandangi dadanya di balik dasternya, kupandangi seluruh tubuhnya, kulitnya yang sawo matang. Kemudian aku melepas dasternya karena akan merepotkan saja.
Kini ia polos tanpa satu benang joke menutupi tubuhnya. Kemudian aku membopongnya ke kamar tidurku dan kubaringkan ia di tempat tidur, lalu kuciumi seluruh tubuhnya. Tubuh Ana bergetar hebat, menandakan bahwa dia baru pertama kali ini melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya. Kemudian aku mencium dan menjilat bagian perutnya dan mulai ke bawah dan mulai meraba serta membuka kedua pahanya degan kedua tanganku. Tangan kananku membuka belahan vaginanya sedangkan seluruh bagian mulutku mulai mengolah bibir-bibir vaginanya. Tangan kiriku masih meremas buah dadanya yang sebelah kanan. Aku merasakan adanya cairan yang mulai membasahi permukaan bibir vaginanya. Aku terus menyedot dan menggigit-gigit perlahan labia mayoranya dengan asyik, sedangkan tangan kiriku sekarang meraba-raba klitorisnya dengan cairan pelumas dari lubangnya.
Asyik sekali, karena terlalu keasyikannya, secara tidak sadar, ada dua tangan menjambak rambutku, aku tidak menghentikan aktivitasku. Mulanya kupikir hanya gerakan kenikmatan yang diterimanya secara erotis. Eh, kok tambah lama terasa ada goyangan perlahan di bagian selangkangannya. Begitu pula tanpa kusadari, ada suara-suara nafas tertahan dan jambakan di rambutku bukan lagi jambakan pasif, tetapi mulai membelai dan memegang kupingku. Aku tiba-tiba sadar. Dia benar-benar menikmatinya. Aku termanggu duduk di antara selangkangannya dan melihat ke arah wajahnya.
Kok.., berhenti Mas.. suaranya berat perlahan dengan tatapan wajah yang sayu.
Ehh.. terusin Mas… hhh… kurang dikit lagi..! suaranya tertahan.
Aku masih terduduk bingung dan memandangnya dengan pandangan bodoh. Dan yang menjengkelkan, batang kejantananku tidak berkompromi. Dia tegak mengacung, sehingga mencuat di antara kaosku. Kepalanya tampak licin karena cairan bening yang keluar. Sebenarnya batang kejantananku lumayan besar dan panjang, sehingga tampak mencuat tinggi. Tiba-tiba Ana bangun, dan duduk di hadapanku, memandangku dengan sayu. Tiba-tiba tangannya mulai bergerak ke arah batangku, dan memegang lama sambil tersengal-sengal sehabis melumatnya. Kemudian memandangku perlahan dan meletakkan dirinya telentang di ranjang. Ana berdiri di atas tempat tidur dan berjongkok di depanku. Kemudian dia membuka kedua pahanya dan mengangkat lututnya ke atas sehingga lubangnya terlihat.
Ia meraba permukaan vaginanya sambil perlahan memandangku dan berkata, Ayo Mas… masukin..!
Aku seperti tersihir, antara bingung dan nafsu, menggerakkan diri untuk berlutut di antara kedua pahanya dan memegang kepala batangku yang licin terkena ludahnya dan mengarahkannya ke lubang merah mengkilat itu. Sejenak aku lupa bahwa dia masih belasan tahun, yang kurasakan secara reflek setelah dikenyot habis-habisan olehnya, ialah bahwa ia sudah tidak perawan lagi.
Dan, Ssleeeppp.. ketat tetapi tidak begitu menjepit dan tanpa hambatan sama sekali (benar dugaanku). Aku menusukkan seluruh panjang batangku ke dalam lubang itu, dan hebatnya seluruh panjangnya batang kejantananku itu masuk sum ke dalamnya serta membiarkannya sejenak merasakan denyutan hangatnya. Ana melenguh agak keras. Aku khawatir juga karena dia akan merasakan sakit di bagian dalam vaginanya. Tetapi karena malaikat nafsu lebih berkuasa, ya sudah aku santai saja dan mulai menarik batangku itu dari dalam lubangnya dan memasukkannya lagi seluruhnya.
Entah karena apa, aku tidak begitu merasakan rasa nikmat yang cepat naik. Memang terasa basah, licin dan enak tetapi, ya lebih karena ini memang sedang bersetubuh. Aku mulai berpraktek dengan berbagai macam cara menusuk dan arah tusukan ke dalam lubang vaginanya. Yang mulai mencemaskanku, Ana sama sekali tidak berusaha menahan suaranya. Ia mulai melenguh dan mengerang keras-keras ketika aku mulai mempercepat gerakanku. Aku antara cemas dan mulai nikmat, tidak peduli lagi. Lagi pula suaranya mulai merangsangku dan ini membuatku menusuk-nusuk dengan gerakan yang cepat dan keras.
Aaahhh… aayooo Mass… aaduhh… cepat Masss..! pintanya dengan nafsu.
Dia mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya. Bunyi beradunya kemaluan kami mulai terdengar keras, berkecepak-kecepak dan aku mulai merasakan lereng gunung telah kucapai. Tinggal mendaki cepat dan sampai di puncak.
Tiba-tiba Ana menghentikan gerakanku, dan menutup kedua pahanya sehingga terasa ada jepitan yang luar biasa di sekujur batangku. Kemudian dia memandangku sayu. Aku tahu apa yang dimaksudkannya dan mulai menggenjot lagi. Aku menjepitkan kedua betisnya di antara leherku dan bertumpu pada kedua tangan, sedang aku membentuk busur dengan tubuhku, merapatkan kedua pahaku sehingga terasa batangku membesar dan mulai menusuk-nusuknya cepat.
Aaahhh… sss… terdengar bunyi-bunyian antara suaranya yang merangsang dan bunyi kecepakan kemaluan kami yang beradu, sedangkan aku sendiri mengeluarkan suara helaan nafas yang cepat.
Beberapa menit kemudian, aku merasakan aliran yang semakin cepat memenuhi pinggul dan seluruh tubuhku. Keringatku telah mengucur deras.
Dan, Annn… Annaaa… aaadduuhhh… ssss… Ann..! spermaku menyemprot deras ke arah perutnya. Aku mengerang keras dan terus mengocok batang kemaluanku. Kemudian tanganku yang mulai begerak ke arah vaginanya segera menusuk-nusukannya. Lama aku terus menusuk-nusuk lubangnya karena rasa nikmatnya terus mengalir hingga tidak berapa lama kemudian Anna berkata, Masss… aaa… Maass… ssshhh… aaddduuhh..!
Ana menaikkan pelvisnya dan menerima tusukan-tusukan terakhirku dengan denyutan dinding vagina yang terasa cepat dan kenyal. Aku menindih tubuhnya yang kecil dan merasakan detak jantung yang cepat di dadanya dan dengusan nafas hangat di ubun-ubunku. Jariku masih menancap dalam di dalam vaginanya dan merasakan denyutan yang tidak kunjung reda.
Kemudian aku tergeletak di sampingnya, aku berkata kepada Ana, An… kamu sekarang mandi saja ya.. Kayaknya kamu bau deh…
Sialan… iya deh, Ana mandi, makasih ya Mas… Ana udah dikasih pelajaran sama Mas.
Sama-sama An..
Aku tidak merasa menyesal karena tidak dapat seperti yang kubayangkan (gadis yang benar-benar perawan). Yah, lumayanlah bisa meraba-raba kan Ana lalu berdiri hendak menuju ke kamar mandi, sebelum dia pergi dia menoleh ke arahku lalu menunduk dan menciumku sebentar. Aku belaikan tanganku ke dadanya dan V-nya. Dia tersenyum memandangku, lalu bergegas menuju kamar mandi. Saat dia menutup kamar mandi, aku sempat dengar langkah kaki berlari menjauh dari arah pintu ruang tamu. Aku cepat-cepat menuju ruang tamu ingin mengetahui siapa yang baru saja dari sana. Sempat kulihat warna bajunya, biru seperti yang dipakai Reni. Mungkinkah.. batinku.
Aku kembali ke ruang TV, sambil menebak-nebak, Apa iya.. tadi itu si Reni, terus kalau benar, berarti dia tahu dong kita lagi ngapain.. Waduh, terlalu serius sih tadi… jadinya begini deh.
Kurang lebih 20 menit, Tante dan Reni datang dari pasar, Tante katanya mau masak Sop buntut dan membuat Rujak cingur. Siang jam 12:30, Ana mengajakku untuk makan. Saat makan, Reni kelihatan agak canggung melihatku, pikiranku lalu menghubungkan dengan peristiwa yang tadi kualami.
Berarti tadi memang benar Reni.. pikirku.
Kami tidak bicara banyak saat di meja makan. Akhirnya bruise joke tiba, Omku sudah datang sejak jam 3:00 tadi. Aku lewatkan seharian dengan bermain playstation dengan Ana, sedangkan Reni dari tadi berada di dalam kamarnya. Tidak tahu sedang berbuat apa dia, betah-betahnya di dalam kamar terus. Tante sendiri ke rumah tetangga untuk membantu masak, kebetulan tetangga ada yang sedang punya hajat.
Jam 8:00 malam, aku membaca-baca majalah di ruang tamu. Ana dan Reni di ruang TV sedang nonton HBO, tidak tahu apa film-nya. Tante sudah tidur di kamar belakang, lelah sehabis membantu tetangga. Si Om malam ini mendapat tugas jaga malam. Jam 9:00, Ana ke ruang tamu, dia bicara padaku kalau mau tidur duluan, Reni masih mau nonton TV menunggu show sabun kegemarannya di HBO kata Ana. Ana suruh aku menemani Reni di ruang TV, soalnya si Reni anaknya sedikit penakut katanya. Jadi aku pindah ke ruang TV, kubawa majalah yang sedang kubaca. Aku rebahkan badanku di lounge panjang di depan TV. Reni sendiri duduk di kursi favoritnya, tanpa sekali joke menengok ke arahku. Aku teruskan baca artikel yang sempat terputus tadi, sambil sekali-sekali aku melihat ke arah televisi. Aku lihat ke arah jam tanganku, ternyata sudah jam 11:13.
Aku berkata kepada Reni, Ren.. kamu ngga ngantuk
Dia tidak menjawab, kuulangi lagi dua kali baru dia menjawab, Belum ngantuk kok Mas, lagian film-nya barusan mulai nih.
Oke.. kalau gitu Mas pergi tidur dulu ya..
Ntar dulu dong Mas, tunggu film-nya abis… kan Reni takut nonton sendirian, film-nya agak horor nih! pintanya.
Sofanya dibuka aja… jadiin tempat tidur, Mas tidur di situ aja. katanya lagi.
Emang bisa Ren.. Oke deh Mas coba.
Aku coba deh usul Reni, dan aku akhirnya tidur di lounge yang sudah diubah menjadi tempat tidur itu. Tidak tahu berapa lama aku tertidur di situ, tiba-tiba aku terbangun merasakan tanganku ada yang memegang. Aku buka mataku sedikit-sedikit, terlihat olehku Reni memegang tanganku, digosok-gosokkannya tanganku ke selangkangannya. Terasa olehku bulu-bulu halus di ujung jariku. Kulirik mukanya, dia mendesah amat pelan. Wajahnya menghadap ke arah televisi, aku jadi curiga, jangan-jangan
Aku lalu mencoba melihat ke layar televisi, ternyata di sana terlihat film-nya sudah bukan HBO lagi. Kesimpulanku, si Reni ternyata suka nonton sampai malam berarti hanya untuk menyetel VCD porno. Wow! berarti kakaknya kalah dong sama adiknya. Perlu diketahui, jarak umur antara Ana dengan Reni hanya 1 tahun lebih sedikit, apalagi Reni anaknya agak bongsor, tingginya sepundakku, tidak begitu gemuk tetapi cukup berisi. Singkat kata, aku beruntung kali ini, karena mendapat daun muda nih. Perlahan, tanganku yang masih bebas berusaha melorotkan celana dalamku ke bawah. Sementara Reni masih asyik dengan kegiatannya yang semakin lama semakin menjadi, dia seperti terobsesi dengan film dari VCD tersebut. Lenguhannya kadang-kadang terdengar keras.
Lalu perlahan-lahan tanganku yang dia pegang kutarik ke arah kemaluanku. Setelah dekat, tanganku yang satunya dengan cepat kurangkulkan ke pinggangnya dan menariknya ke atas tubuhku. Dia kaget sekali, hampir dia berontak, tetapi selanjutnya dia justru memegang batang kejantananku dan mulai mengocok-ngocok dengan lembut. Aku joke lalu mengimbanginya, kuubah posisiku agar lebih enak dengan bersandar ke belakang, ke sandaran sofa. Dia menoleh ke arahku, terlihat wajahnya yang khas ABG, mengingatkanku kepada cewek-cewek yang suka nongkrong di mall-mall. Posisi tubuh kami akhirnya saling berhadapan, dia menggesekkan tubuhnya naik turun. Payudaranya ditempelkan ke dadaku. Nafasnya terdengar keras, khas orang yang sedang terangsang berat, Sshhhsshhsshhss… seperti itu deh kalau tidak salah.
T-shirtnya yang gombrong mulai basah terkena keringatnya, memang malam itu udara terasa sangat panas, aku sendiri juga merasa kepanasan. Aku peluk dia, tanganku kutelusupkan ke dalam t-shirtnya dari belakang, sedangkan bibirku tidak tinggal diam begitu saja, kucium belakang kupingnya dengan pelan, kuhembuskan nafas secara perlahan ke daun telinganya. Terasa olehku Reni semakin menggila, terasa dari gerakan tubuhnya yang turun naik dengan cepat, digesekkannya dadanya ke dadaku, juga selangkangannya dia gesek-gesekkan ke kemaluanku dengan bernafsu. Tanganku yang berada di punggungnya, akhirnya kugeser ke pantatnya, dari atas punggung kugerakkan ke bawah, masuk ke celananya sebelum sampai ke pantat. Kuputar ke samping dengan agak cepat, lalu kuteruskan ke pinggang mencari celana dalamnya, kuraba dari luar celana dalamnya, pantatnya yang empuk kuremas dengan gemas. Aku menyesuaikan dengan irama gerakannya yang maju mundur. Kontan dia makin menggila, tangannya naik ke atas, rambutnya menyuguhkan gerakan yang erotis sekali. Dia berusaha menanggalkan t-shirtnya.
Setelah t-shirtnya lepas, dia pegang kepalaku, menariknya ke arahnya dan melumat bibirku dengan sangat bernafsu. Reni tidak memakai BH, payudaranya yang berukuran lumayan besar terlihat mengkilat karena basah oleh keringat. Aku menjilat-jilat payudaranya, kukulum putingnya yang kecil dan tidak begitu menonjol.
Dia berteriak pelan, Mas..!
Aku lalu berpindah ke bibirnya yang mungil, kulumat dengan bernafsu bibirnya itu. Dia mendesah keenakan, akhirnya dia tidak tahan lagi.
Ayo Mas, boat yang di VCD itu lho Mas… pintanya.
Kujawab, Yang gimana Ren..
Cepetan dong Mas… Reni udah ngga tahan nih..
Emang Reni udah pernah..
Belum Mas… makanya Reni pengen coba, cepetan dong Mas…
Kami lalu berdiri berhadapan, aku melepas pakaian yang melekat di tubuhku, dia begitu juga melepas semua pakaian di tubuhnya. Dengan bernafsu dia pegang batang kemaluanku untuk dikocok-kocok, sensasinya, wuah! Tidak tergambarkan. Dipegang oleh anak baru umur 18 tahun! Lalu sebentar kemudian, dia melepas batang kemaluanku dan membalikkan tubuhnya, berpegangan pada lemari buku. Posisinya sekarang agak menungging membelakangiku, pantatnya yang belum begitu besar terlihat kenyal. Dari belakang, aku melihat kemaluannya sudah merekah, ada daging yang keluar dari kemaluannya, entah apa itu namanya. Mungkin itu kli yang dinamakan clitoris. Tetapi pemandangan itu menjadikan batang kejantananku menjadi berdenyut-denyut ingin merasakannya.
Kudekati dia, kugesek-gesekkan kepala senjataku ke daging yang menyembul keluar itu. Tangan Reni dengan tergesa-gesa menarik batang kejantananku untuk segera dimasukkan ke dalam liang kemaluannya. Terasa agak sulit untuk memasukinya, kutusukkan dengan keras karena aku sudah sangat bernafsu. Aku melihat ke arah wajahnya. Pandangannya ternyata ke arah layar televisi, sambil sesekali bibirnya mengeluarkan desahan-desahan merangsang.
Gila! pikirku, Dia ternyata maniak sama VCD porno.
Aku tingkatkan kecepatanku dalam menggoyang. Lama-lama aku merasa pinggangku capek, dan aku coba mengarahkan dia untuk mengganti posisi classic, aku tiduran dan dia yang di atasku. Dia menurut. Sambil memegang pantatnya, aku tiduran dan menikmati goyangannya. Badannya terlihat mungil bila dibandingkan dengan tubuhku, suara desahannya terdengar melengking lirih di telingaku.
Pada puncak kenikmatannya, dia melengkungkan tubuhnya ke belakang, tangannya menahan berat badan tubuhnya dengan gemetar. Rasa hangat yang terasa oleh batang kejantananku menjadi bertambah seiring dengan tercapainya puncak kenikmatannya. Sedangkan aku sendiri belum merasakan puncak. Reni merangkulku dengan lemas. Setelah itu, dia berbisik ke kupingku.
Makasih ya Mas, Mas telah memberi Reni melebihi dari mbak Ana…
Jreng! Terkuaklah kebenaran peristiwa siang tadi, ternyata memang benar. Reni telah melihatku bermesraan dengan kakaknya. daliam hatiku.
Loh, jadi tadi Reni ngelihat Mas padi gituan sama mbak Ana to
Heeh Mas… Reni kepingin, lagian Reni sering ngeliat di VCD. Kayaknya enak banget deh Mas… dan ternyata memang bener.
Oke deh, tapi Mas Padi belom sampai puncak nih.. gimana dong Kan kasihan Reni udah capek.
Begini aja Mas… dari tadi siang emang Reni udah merencanakan ini, gini rencana Reni, tadi waktu Reni ngeliat Mas sama Mbak Ana gituan, sebenarnya Reni mo ngambil Dompet Mama yang ketinggalan. Trus Reni punya rencana, Reni beli CTM (obat tidur) buat dikasih ke minuman Mama ama Mbak Ana, nah.. tadi Mbak Ana sama Mama udah minum obatnya (dicampur sama teh) masing-masing 3 butir.. hehehe.
Terus gimana dong sahutku.
Sekarang Mbak Ana kan pasti pules banget tidurnya, diapa-apain pasti ngga bangun deh. Kan tempat tidur sebelahnya lagi kosong…
Heh! aku spontan tahu apa yang dimaksudkannya, Sip deh! Oke Ren! Sekarang kita pindah aja ke kamarmu…
Ayo..!
Kemudian kami berdua berdiri dan menuju ke arah kamar Ana. Memang benar Ana tertidur lelap. Hanya iseng saja, aku membuka dasternya dan menyentuh kewanitaannya Ana dan memasukkan jari telunjuk dan tengah. Ternyata memang tidak bangun! Hanya saja dia mengeluarkan sedikit lenguhan-lenguhan nikmat yang dia rasakan. Kemudian aku mulai memainkan vaginanya sampai basah. Tetap saja Ana tidak bangun sama sekali.
Mas, udah dong. Kok malah Mbak Ana yang dimaenin. Giliran Reni dooong… keluh Reni karena sudah terbalut nafsu yang tinggi.
Padahal tadi sudah puas. Lagipula aku juga sudah bernafsu karena tadi dalam permainan pertama belum selesai.
Kemudian aku melepaskan jilatan pada vagina Ana dan berpaling ke Reni ysng sudah mulai memuncak nafsunya. Kemudian aku mulai naik ke atas ranjang dan menidurkan Reni. Secara intense, kami joke mulai pagutan. Tetapi ketika kami berciuman, beda sekali dengan yang pertama. Seperti disirap, kucium pipinya, mulutnya, berhenti lama di situ. Mulut kami berpagut seperti memecah ribuan rindu. Lidah kami bermain di sana. Tidak lama kemudian, kuturunkan lidahku ke arah lehernya, dia menggelinjang, matanya terpejam, tangannya bergidik seperti menahan gelombang perasaannya sendiri. Ketika putingnya kuraba, dia mulai melenguh. Dengan gerakan halus, aku mulai meremas-remas sehingga Reni merasa keenakan. Sementara bibirku sudah beralih, tidak lagi di bibirnya tetapi sudah menjilati telinga, dan lehernya.
Karena buah dadanya sudah terbuka, mulutku joke bergeser ke puting susunya yang sudah menegang. Ketika kumainkan dengan lidahku, lenguhannya semakin panjang. Tangan kananku pindah ke arah vaginanya dan mulai meremasnya. Sambil memainkan klitorisnya, aku terus menjilati kedua payudaranya. Ketika aku merasakan kemaluannya sudah sangat basah, aku mulai bernafsu untuk melakukan foreplay yang lebih lama. Tidak lama kemudian, mulutku menjilat ke arah perut, pinggang dan sasaran terakhir adalah klitorisnya yang merah. Karena tidak tahan, Reni berontak dan ingin merubah posisi.
Ren, duduk di depan mukaku… pintaku sambil menolongnya berpindah posisi.
Dia joke kemudian duduk dan menempatkan liang kenikmatannya tepat di wajahku. Lidah dan mulutku kembali memberikan kenikmatan baginya. Responnya mengejutnya.
Aughhh… setengah berteriak dan kedua tangannya meremas buah dadanya. Kuhisap dan kujilati terus, semakin basah liang kenikmatannya.
Tiba-tiba Reni berteriak, keras sekali, Aahhh… ahhh, matanya terpejam dan pinggulnya bergerak-gerak di wajahku.
Aku.. keluar, sambil terus menggoyangkan pinggulnya dan tubuhnya seperti tersentak-sentak.
Mungkin inilah orgasme wanita yang pale jelas kulihat. Dan tiba-tiba, keluar cairan membanjir dari liang kenikmatannya. Ini bisa kurasakan dengan jelas, karena mulutku masih menciumi dan menjilatinya.
Aduh… Mass.. enak banget. Lemes deh. katanya. Dia terkulai menindihku.
Enak, tanyaku.
Enak banget, kamu pinter yah. Ngga pernah lho aku klimaks boat tadi.
Akh, yang bener.. Kamu kan tadi udah ngerasain. kataku mengingatkan pada permainan pertama kami.
Tapi, uuhh… lebih enak yang ini..
Ternyata Reni masih menikmati sisa-sisa klimaksnya. Tetapi karena belum puas, langsung saja kujilat kembali liang kemaluannya. Semakin lama semakin asyik dan sangat enak, dan dia joke merintih-rintih kecil.
Mass… nakal ahhh… kok… akkhh… dimaenin lagi… ouuchh… siiich… uwuuhh ooo… sstt akhs… akhs… akhs… ooohhh aahh… sstth, sambil tubuhnya agak bergerak tidak karuan, mungkin jilatanku tidak seberapa tetapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku.
Lalu dia berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Walaupun tadi sih berani. Tetapi takut si Ana bangun. Kemudian aku memberanikan untuk bicara.
Ren, aku masukin lagi yaaa… Tadi kan belum puass…
Reni tidak menjawab. Dia hanya merintih keenakan. Karena malas bermain sambil berdiri, aku mendorong Reni hingga tertindih oleh badanku. Reni mengerang keras karena vagina tertindih oleh adikku yang sudah menegang tinggi. Kemudian mulai lagi kugerakkan tanganku mencakar halus pinggangnya sampai ke payudaranya. Reni meremas kedua tanganku, menahan geli yang ditimbulkannya.
Ssshh… ssshhh! Reni mendesis berkali-kali menahan kenikmatan itu.
Kembali aku memainkan klitorisnya dengan tanganku, sementara kujilati kedua pahanya.
Aaahhh… ssshhh, Reni mengerang lirih.
Aku menikmati aroma kewanitaannya yang semerbak bersamaan keluarnya cairan dari liang kemaluannya. Kubenamkan wajahku ke liang kemaluannya sambil menjilati bibir kemaluannya. Klitorisnya yang berwarna merah jambu kukulum sambil kumainkan dengan lidahku. Tubuh Reni menggelinjang bergetar.
Uuuhffsss… aaahhh! Reni menjerit menahan kenikmatan sambil tangannya menggenggam tepi ranjang.
Kurasakan cairan kemaluannya deras mengalir dan kuhisap dengan penuh kepuasan.
Masss… masukin sekarang.. aku ngga tahan nih.. Reni lirih memohonku untuk segera memasuki tubuhnya.
Aku segera menempatkan tubuhku di atas tubuhnya yang ramping, seksi serta kencang itu. Berdesir darahku melihat Reni terbaring polos telanjang. Ini bukan kesekian kalinya aku mengaguminya. Badan Reni kurus tetapi kencang dan atletis seperti pelari competitor tetapi untungnya tidak sampai berotot.
Maass… cepat doong… aakkhh.. ngga tahan nih…
Ok, tenang aja..
Sejenak sempat kudengar Reni mendesis saat meraih kemaluanku.
Uuu… besar dan kuat.. ujarnya setengah berbisik seperti berbicara pada dirinya sendiri.
Begitu ujung kepala batang kejantananku menempel di bibir kewanitaannya, kurasakan getaran listrik yang mulai menjalar di seluruh tubuhku. Lalu perlahan kudorongkan ke dalam liang kemaluannya.
Uuhhss… yess, Masss… uuuffssh, Reni mengerang sambil mendongakkan kepalanya.
Dengan satu dorongan berikutnya, batang kemaluanku sudah masuk secara penuh ke dalam liang kenikmatan Reni yang hangat dan tebal. Reni mengalungkan kedua tangannya di leherku dan kedua kakinya melingkar di pinggangku.
Aku mulai gerakan memompa liang kemaluannya.
Yess… ufff Maas… Reni menjerit halus sambil memejamkan matanya.
Gerakanku semakin lama semakin cepat dengan tekanan yang semakin kuat menerobos kedalaman liang kemaluan Reni yang merespon dengan berdenyut-denyut seperti memijit batang kemaluanku.
Tiba-tiba Reni membuka matanya dan berbisik lirih, Mas ganti posisi… aku mau nih keluar nih..
Kami segera ganti posisi, badan Reni membalik dalam posisi menungging (doggy style). Katanya dia biasa orgasme dalam posisi ini.
Aku menuruti permintaan Reni yang jelas dalam posisi ini aku jadi bisa melihat postur Reni lebih lengkap. Biarpun Reni ramping, tetapi dia memiliki pantat yang padat dan berisi sehingga dengan pinggangnya yang ramping makin membuat pantatnya montok. Aku segera mengarahkan batang kemaluanku kembali, kali ini penetrasi dari belakang.
Srrrt… makin lancar penetrasiku kali ini soalnya bagian luar liang kemaluan Reni makin basah.
Reni menggenggam pegangan ranjang degan kedua tangannya. Aku menciumi lehernya dari belakang sambil kadang-kadang menggigit pundaknya. Ternyata Reni sangat aktif dalam posisi ini. Dia semakin aktif bergerak, selain mengikuti gerakan maju mundurku, pinggulnya joke bergoyang mengocok batang kemaluanku.
Reni… pinggul kamu hebat banget, aku berbisik terengah-engah.
Reni menjawabnya dengan erangan-erangan, dia menoleh kepadaku sambil menggigit bibir bawahnya. Terlihat peluh membasahi wajahnya yang makin memerah.
Sesaat kemudian dia berbisik kepadaku, Ouuchhh.. sayang… lebih cepat! suaranya diikuti deru nafas yang memburu. Rupanya dia sudah semakin mendekati klimaks.
Aku joke meresponnya dengan gerakan yang lebih cepat dan keras. Kutusukkan batang kemaluanku makin dalam ke liang kemaluannya seiring perasaan klimaks yang sudah di ambang.
Aaahhh Uuuh Sssh… teruuus Mas… ahhh… Reni menjerit sambil bergerak makin liar sampai ranjangnya berderik-derik.
Kuteruskan gerakanku dengan mengerahkan sekuat tenaga mengimbangi gerakan liar Reni.
Ana masih tidur ketika Reni tiba-tiba menjerit, Aaah… uuhhhfffssshhh… Masss… kepalanya mendongak, tubuhnya bergetar hebat dan kurasakan semburan hangat dari liang kewanitaannya merembes sampai ke buah kemaluanku.
Aku joke melepaskan jutaan spermaku menyemprot kencang memenuhi karet kondom yang kupakai.
Uuu… yess… Reni mengakhiri gelombang kenikmatan dan mengerang sambil menikmati sisa-sisa orgasmenya.
Ouuhhh.. Masss, kamu hebat sekali… aahh…
Mungkin bisa dibilang ini adalah permainan terbaikku dibandingkan dengan Ana. Kemudian kami joke sempat tertidur berpelukan di kamar Ana.
Jam 5 pagi Reni balik ke kamarnya dan aku joke tidur di kamarku sendiri. Pukul 10:00, aku bangun dan mempersiapkan diri untuk kembali pulang ke kotaku. Aku diantar Om ke depot bus, aku tidak sempat pamit dengan Ana dan Reni karena mereka belum bangun. Reni kelelahan karena habis bertempur denganku sepanjang malam, sedang Ana masih terpengaruh CTM. Tante sendiri belum bangun juga. Si Reni memang gila seks. Hari itu hari Kamis, jadwalku adalah harus berobat ke dokter spesialisku. Tetapi sial, di jalan perutku terasa sakit, sepertinya diare. Aku terpaksa turun di jalan dan mencari restoran terdekat untuk buang hajat. Sampai di rumahku pukul 8 malam dan itu berarti aku tidak jadi ke dokter. Tetapi aku tetap tersenyum simpul, kalau mengingat baru saja aku mendapatkan dua perawan ting-ting.
Sepupuku Rani dan Nia
1
Posted by admin on Sep 6, 2008 – 3:42 pm
Filed underneath Cerita Dewasa
Cerita 17 tahun,3gp porno dan foto bugil terbaru hanya ada di www.17tahun.us
Namaku Eki, Aku ingin membagi pengalaman seksku, yang aku alami kira †kira 11 tahun yang lalu, ini adalah pengalaman yang sangat mendebarkan sekaligus menggairahkan buatku. Waktu itu Aku masih kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta usiaku 23 tahun, tinggi 175 cm berkulit sawo matang badanku atletis karena kegemaranku berolahraga bola basket, selain menjadi group inti di kampusku aku juga tergabung dalam sebuah bar basket yang cukup diperhitungkan pada waktu itu.
Bagiku masa †masa itu tidaklah sulit untuk mencari pacar, karena selain luasnya pergaulanku, aku juga termasuk orang yang berada, aku memiliki kendaraan pribadi sebuah mobil Jeep buatan Amerika dengan modifikasi yang sedang trend masa itu.
Seringnya Aku bergonta †ganti pacar, ataupun teman kencan wanita yang bisa aku ajak tidur, dari berbagai macam profesi dan kalangan dari mulai teman sesama mahasiswa, cheerleaders, indication dan cover lady majalah, pramugari sampai dengan artis figuran, mereka selain cantik †cantik juga memiliki permainan †permainan seks yang luar biasa bahkan sama sekali diluar semua pengetahuan dan fantasi seksku…..,Tapi siapapun dan apapun yang aku lakukan dalam petualangan seks Ku tetap saja hasrat birahiku tidak pernah terpuaskan, karena adanya dua orang gadis yang selalu ada dalam otakku dan darahku yaitu Rani dan Nia yang selalu aku bayangkan wajah dan tubuhnya dan aku sebut †sebut namanya saat aku sedang berhubungan seks dengan semua wanita, mereka sangat menggiurkan, entah kenapa…. begitu terobsesinya aku sampai †sampai suatu ketika aku pernah memaksa mengganti nama †nama wanita yang sedang Kutiduri dengan nama Rani atau Nia,….. terserah apa yang ada dalam pikiran teman kencaKu itu, aku tidak perduli yang penting rasanya nikmat menyebut nama Rani dan Nia saat berada di puncak ejakulasiKu, andai saja Aku bisa benar †benar menelanjangi, menjamah, menjilati setiap jengkal tubuhnya dan memasukan penisku kedalam vagina Rani dan Nia di alam sadarKu. Tapi apa daya mereka berada diluar jangkauanku, mereka adalah anak dari tante Mirna dan om Iwan, adik dari orangtuaku….yah…Rani dan Nia adalah sepupuku.
Tante Mirna orangnya angkuh selau merasa setiap orang dapat diaturnya,tapi diluar itu untuk seusianya tubuh tante Mirna masih bagus, kencang dan gempal pantat dan buah dadanya masih terlihat kencang sekali,mungkin ini yang menurun kepada anak †anaknya, rambutnya hitam dan ikal,hidungnya kecil dan mancung bibirnya yang tebal membuat wajahnya terlihat sedikit nakal, sedangkan Om Iwan walaupun tidak tinggi untuk ukuran laki †laki tapi wajahnya tampan, mereka memiliki 6 orang anak yang semuanya cantik dan seksi, yang pale besar namanya Ka Icha 29 tahun sudah berkeluarga mempunyai 2 orang anak, kedua Ka Sita 27 Tahun juga sudah bersuami, kemudian Ka Nuri 25 tahun,yang keempat Ka Intan 24 tahun, kelima Rani 23 tahun dan sibontot Nia 21 tahun, yang membedakan Rani dan Nia dari kakak †kakaknya adalah daya tarik seks mereka yang sangat tinggi, walaupun sebenarnya kalau dilihat dari sudut pandang orang lain mereka berdua tidak lebih cantik dan seksi dari semua wanita yang pernah kukencani, kalau aku gambarkan Rani yang usianya hanya lebih muda beberapa bulan dariKu, tinggi badanya hanya sekitar 160 cm wajahnya bersih dan cantik sekali,rambutnya yang hitam panjang sebahu matanya bulat dan sangat indah bibirnya tipis seksi,dia memiliki hidung mancung Tante Mirna, kulitnya putih tangan dan kakinya ditumbuhi bulu †bulu halus yang jelas terlihat karena kulitnya yang sangat putih,Aku sering menghayalkan andai aku bisa membelai bulu †bulu halus itu dari betis lalu naik ke paha…dan naik terus ketempat terpenting dari organ tubuh Rani….., buah dadanya tidak terlalu besar, pinggangnya kecil dan pantatnya montok. Nia lebih pendek dari Rani tingginya 158 cm rambutnya hitam kecoklatan yang panjangnya hanya menutupi lehernya yang putih dan menggemaskan matanya bulat bibir bagian bawahnya agak tebal.. seksi..,entah apa rasanya memasukan penisku kedalam mulutnya, kulitnya putih pucat seperti kulit mamahnya, buah dadanya besar,montok, bundar, terlihat sangat padat dan menantang, kalau dia sedang menggunakan T-shirt, sangat terlihat bentuk indah buah dadanya tak kuat aku …,ingin rasanya meremas dan menaruh penisku diantara dua belah gunung yang mengemaskan itu, kakinya begitu putih dan padat dari pengalamanku tipe kaki seperti ini sangat kuat bermain di tempat tidur ….dengan pinggang yang kecil tapi pantatnya padat, besar dan montok ( kata orang pantat bebek )…..aaah nikmatnya kalau bisa melakukan doggie character dengan Nia……. bagiku mereka adalah Fantasi seksku tertinggi.
Hasratku pada mereka dimulai pada saat aku masih di SMP, waktu itu tubuh mereka belum sempurna seperti sekarang, tapi tidak tahu kenapa , ada setan mana yang masuk ke tubuhku , atau karena sedang dalam masa puberKu, sering sekali Aku mengintip posisi tidur salah satu dari mereka saat menginap dirumah dari jendela kamar adik perempuanKu, yang sebaya dengan mereka sambil memegang penisku.Saat †saat seperti itu sangat menyiksaKu, ini berlangsung beberapa bulan sampai suatu malam aku memberanikan diri untuk memasuki kamar adiku karena saat itu Nia sedang menginap di rumah, masih ingat waktu itu pukul 1.30 malam,Aku dengan mengendap †ngendap membuka pintu kamar adiku yang tidak pernah dikunci, tipe tempat tidur adiku memiliki kasur tambahan dibawahnya yang bisa keluar masuk seperti laci, Nia tidur dibawah sendiri, memakai daster panjang dan berlengan pendek, posisi tidurnya miring kaki kanan memeluk bantal sehingga seluruh bagian betisnya terlihat jelas sementara kaki kirinya lurus, wajahnya seksi sekali…, lama aku tertegun di ujung tempat tidur sambil beberapa kali menelan atmosphere liurku, dan akhirnya kuberanikan diri untuk menarik daster Nia lebih keatas sedikit sehingga terlihatlah pahanya yang putih, dengan tanganKu yang gemetar dan berkeringat kusentuh ujung paha bagian luar …..ooooh halus sekali, karena Nia tidak bereaksi maka kuturunkan tanganku untuk menyentuh paha bagian bawah…., “wah..sudah tidur pules nih”.., maka kusingkapkan lagi dasternya sedikit demi sedikit hingga celana dalamnya yang berwarna kream terlihat jelas…, nah sekarang aku bisa bebas mengelus dan menjamah paha yang lembut dan wangi sekali itu…., berikutnya keberanianKu bertambah..kutarik bantal yang dipeluknya hingga kedua belah kaki yang mulus bisa kujamah perlahan,ingin rasanya berbuat lebih tapi..”ah..takut bangun” sampai akhirnya aku sampai di antara kedua pangkal paha, kutarik tubuh Nia perlahan supaya posisi kakinya agak mengangkang ….tapi tiba †tiba dia bergerak sambil bergumam…iiihhh..gumanya..wah spontan aku kaget kemudian lari dan bersembunyi dibalik lemari pakaian ….kira †kira sepuluh menit aku disitu aku berfikir “ah Cuma ngigau….kalau dia bangun pasti dia sudah bisa melihatku saat aku lari tadi.” Maka aku kembali mendekati tempat tidur….ah…posisi tidur Nia sekarang celentang …dengan kaki kiri ditekuk keatas …”wah makin gampang dong”…, tapi dasternya sudah kembali turun menutupi setengah paha,….maka perlahan aku tarik lagi keatas sampai cd nya, dan mulai kuciumi perlahan vaginanya yang masih terbungkus celana dalam..”ah….coba bisa kubuka celana dalam ini ” ……puas dibawah aku keatas kesentuh buah dadanya dari bagian luar daster karena waktu itu Nia masih kelas 1 SMP maka semua bagian penting tubuhnya masih serba kecil, kusentuh dengan lembut dua payudara yang menggoda, dan dengan nekat aku susupkan tanganku melalui bagian leher daster untuk menyentuh sedikit saja buah dadanya …Oh Nia lembut sekali, karena lampu di kamar tidak dimatikan maka bisa kulihat pentilnya yang merah muda.
Tidak sadar ternyata jam sudah menunjukan jam 3.00 pagi maka tanpa merapihkan pakaian Nia aku langsung keluar kamar dan masuk kekamarku, kemudian melakukan onani…sambil membayangkan apa yang baru saja aku lakukan, setelah puas aku terbaring di kamar.. sambil melamun “wah kalau kakanya Rani seperti apa yah….”
Suatu hari Aku pulang dari categorical basket di sekolahku karena rumah Tante Mirna dekat dengan rumah teman †temanku yang lain maka aku pulang menumpang salah satu temanku yang dijemput sopir, tidak lama aku mampir dirumah Tante Mirna sambil ingin melihat Rani atau Nia “eh.. Eki sahut Tante Mirna mau nginep disini..”….”engga ah tante Eki mau pulang ….”jangan ah ki…inikan sudah jam setengah delapan udah nginep disini aja besokkan hari minggu” waktu itu Rani, Nuri dan Intan sedang ada di rumah kecuali Nia yang sedang berlibur ke rumah kontrakan Ka Icha dan Ka Sita yang bersekolah di Bandung “Iyah nginep aja” sahut Ka Nuri, kamu tidur di kamarku aja, biar Ka Nuri tidur sama Ka Intan…..akhirnya aku setuju..” di rumah Tante Mirna ada 4 kamar, yaitu kamar tante Mirna dan Om Iwan, dan kalau anak †anaknya semua sedang berada di rumah,Ka Intan tidur berdua Ka Icha, Ka Nuri sekamar dengan Ka Sita, yang terakhir kamar Rani dan Nia, “Wah aku akan coba masuk kamar Rani yang tidur sendirian malam ini”pikirKu…..
Malam itu aku tidak bisa tidur lagi, sebentar †bentar aku melihat jam..”wah lama sekali sih…..” aku tadi memperhatikan Rani masuk kamar jam 9.00 malam pasti dia sudah tertidur lelap dia…, dan sekarang sudah jam 11.00, tapi ruang tengah masih terang om Iwan masih nonton TV. Akhirnya aku tertidur..tiba- tiba Aku terbangung dan melihat jam sudah jam 2.30 pagi..wah bisa gagal, Aku keluar kamar ka Nuri yang berada diatas, turun tangga kemudian melewati ruang tengah ….,sesampainya di depan kamar Rani kulihat cahaya lampu dari dalam kamarnya yang berasal dari lampu tidur…., perlahan †lahan kugerakan kaca yang ada disamping pintu yang masih menggunakan kaca “Nako” ……setelah kaca terbuka cukup untuk aku masukan tanganku,kugeser tirai yang menutupi jendela…”Wow” pemandangan indah kulihat Rani yang tadi memakai daster pendek, sudah tertidur pulas dengan memperlihatkan seluruh bagian kakinya yang putih mulus karena dasternya yang sudah tersingkap ke atas sampai ke celana dalamnya yang berwarna coklat…., setelah tertegun sebentar, tanganku beralih ke sebelah kiri meraih kunci pintu lalu membukanya..”klik”..”klik”…..kemudian perlahan †lahan aku masuk kamar Rani yang harum sekali…..sambil berjongkok disamping tempat Rani tidur, kuperhatikan wajah sepupuKu yang cantik itu…lalu pandanganku beralih ke bawah…sampai ke kakinya ….disitulah aku mulai tergila †gila dengan kaki Rani, kusentuh dengan berhati †hati kaki yang ditumbuhi bulu †bulu halus yang tersusun rapih….kakinya lembut, harum dan halus, terus kujamah †dari ujung kaki hingga pangkal pahanya ….lalu kubenamkan perlahan hidung dan mulutku diatas vaginanya yang terbungkus celana dalam …”Wah ko..memek kamu ga setebal Nia yah Ran…” bisiku…lalu aku beralih ke buah dadanya, pada waktu itu buah dada Rani lebih besar dari Nia,karena usia Rani yang lebih tua, wajar saja kalau payudaranya sudah tumbuh,…lain halnya dengan Nia..pentil Rani berwarna coklat muda.Setelah puas aku keluar kamar Rani menutup kembali Pintu dan seperti biasa melakukan onani di kamar mandi.
Kejadian ini berlangsung bertahun †tahun aku selalu melakukan hal yang itu †itu saja terhadap Rani dan Nia berulang kali…ingin sekali mendapatkan lebih tapi Aku sangat takut mereka bangun ditengah †tengah “aksiku“, karena desakan †desakan “nafsu” inilah maka suatu malam hal yang sangat Aku takutkan menjadi kenyataan, waktu itu aku sudah duduk di bangku SMA kelas 2, malam itu aku menginap di rumah Tante Mirna…., Waktu itu seperti biasa Rani tidur dengan Nia,dan malam itu saat berada di kamar mereka,Aku punya “program baru” yaitu mengeluarkan penisKu dan menempelkan ke pantat, buah dada, bibir, serta “memaksa” mereka mengocok †ngocok “barangKu” dengan tangan mereka, sasaran pertamaKu adalah Nia rencana menggesekan penisku ke pantat Nia gagal karena dia berbaring celentang,…jadi sasaranKu langsung kearah dada Nia, dan kutepuk †tepukan “penisku diatas gundukan buah dadanya yang tertutup T-shirt, lalu kugesek †gesek perlahan si “helmKu” di permukaan bibirnya, pindah naik merasakan rambut Nia menyentuh penisKu, kemudian menyerahkan si “batang dan bijiKu” ke dalam geggaman telapak tangan Nia…, selesai Nia …,pindah ke Rani “nah Ran.. sepertinya kamu sudah siap nih” …Rani tidur miring menghadap Nia….”wah menuku di tubuh Rani bisa lengkap dong”.Berturut †turut dari bibir, buah dada, rambut tangan, sama seperti yang dialami Nia berjalan lancar, Rani memang gemar tidur dengan menggunakan daster pendek, sehingga malam itu dengan posisi miring dibelakang tubuh Rani,Aku bisa bebas menempatkan penis Ku diatas celana dalamnya dan sedikit terkena kulit pantatnya, karena nikmatnya dengan pengalaman ini, timbulah ide baru kujepitkan “batangKu” diantara paha Rani tepat dibawah vaginanya sehingga terasa nikmat seperti benar †benar sedang berhubungan seks dengan Rani.., kupeluk dia dari belakang sambil menempelkan tangan kananku di dadanya yang indah, bisa kurasakan dan kumainkan pentilnya., harum tubuhnya semakin membuatKu bernafsu.. …, maka tanpa disadari goyangan pantatKu semakin cepat, kedua tanganKu tidak lagi menempel tapi meremas payudaranya dan pantatnya yang padat, “oooh..Rani..enak..enak Ran..”gumamKu tanpa sadar,..tiba †tiba dia bergerak dan terbangun, sikut lengan kanannya “menghajar tulang rusukKu”..setelah itu dia berbalik mencoba melihat siapa yang sedang menggerayangi tubuhnya…Aku terloncat dan berdiri sambil menaikan celanaku, sambil terduduk di tempat tidur dia membentakku ”Eki apa yang loe lakuin….ngapain loe masuk †masuk kamar gue ….” Spontan saja aku lari keluar kamar tanpa menjawab.
Pagi †pagi sekali hari itu Om Iwan membangunkan Aku dan langsung memberikan ceramah dengan lembut mengenai kejadian semalam,lain halnya dengan tante Mirna. dia sangat emosi,mungkin tidak rela Aku menikmati tubuh anaknya walaupun hanya “menggesek †gesekkan pen…” …dia juga mengancam akan melaporkan ini kepada orangtuaku…” setelah menerima semua cacian dan makian Tante Mirna, Aku berangkat bertanding …tak kulihat lagi wajah Rani….pada saat Aku keluar rumah tante Mirna…yang ada hanya Ka Icha yang memandangku dengan sinis sementara Ka Nuri masih berbaik hati mengantarku sampai ke pagar.
Hari †hari setelah kejadian itu membuat hubunganku dengan keluarga tante Mirna agak sedikit renggang, tapi bukannya Aku menyadari kesalahan, tapi malah sebaliknya Aku semakin tergila †gila dengan tubuh Rani dan Nia, apalagi saat Rani dan Nia sudah memasuki perguruan tinggi, wajah Rani bertambah cantik lekuk †lekuk tubuhnya semakin menjadi, sementara Nia,buah dadanya semakin membesar, aku tidak tahu berapa ukurannya tapi dengan memakai blouse ataupun kemeja yang longgar saja buah dadanya amat sangat menonjol,semakin gempal, besar dan bulat,pantatnya semakin montok. Kesimpulannya kalo soal wajah Rani jauh lebih cantik dari Nia, tapi soal ukuran buah dada, pantat dan bentuk bibirnya yang seksi Nia sulit dikalahkan oleh Rani. Karena itu rumah Tante Mirna selalu ramai didatangi laki †laki, yang mencoba mendekati anak-anaknya,yang pale banyak “diminati” oleh mereka adalah Nia kemudian baru Rani, walaupun mereka berdua telah memiliki pacar tapi tidak mengurangi semangat laki †laki lain untuk berusaha merebut perhatiannya tapi keliatannya Rani dan Nia termasuk perempuan †perempuan yang setia, Ah… andai saja mereka itu bukan sepupuku maka Aku akan berada dalam antrian itu.
Pernah Aku mencoba menyatakan rasa sukaku pada salah satu dari mereka setelah hubungan kami sudah membaik,dengan harapan bisa mengencani mereka seperti layaknya wanita †wanita lain dalam hidupku tapi…bentakan Rani,apalagi cacian dan makian Tante Mirna, beberapa tahun yang lalu membuat hatiKu ciut dan tidak berani lagi macam-macam.
Hidupku benar †benar tersiksa terutama saat Aku bertemu dengan mereka, penisku selalu menegang dan angan †anganKu joke melayang †layang membayangkan apa yang ada dibalik pakaian mereka.
Rasa frustasi itu membuat Aku diam †diam sering mencuri celana dalam dan bh dari dalam lemari pakaian mereka untuk Aku bawa pulang dan melakukan onani dengan celana dalam ataupun bh mereka sambil menatap wajah mereka dari foto †foto yang Aku miliki, terkadang ditambah memutar film BF…”oooooh nikmatnya”….kamu..Rani…, Nia..hebat sekali kamu…. entah berapa pasang koleksi pakaian dalam Rani dan Nia yang ada di dalam kamarku yang semuanya pernah terkena cairan spermaku….itu joke tidak berlangsung lama…..karena ini tidak akan pernah memuaskan birahiku…..
Kemudian Aku melampiaskannya kepada perempuan †perempuan lain yang bisa Aku kencani,…., tapi itu juga tidak banyak membantu saat aku sadari dalam alam nyata, mereka tak tersentuh olehKu…..mereka hanya bisa Aku sentuh dalam khayalan …, di alam sadar Aku hanya dapat menikmati setiap lekuk tubuh mereka yang terbungkus rapat pakaiannya, apalagi setelah kejadian tersebut tante Mirna dan anak †anaknya selalu memandang Aku dengan tatapan sinis, dan dari mulai pakaian, sikap dan gerak- gerik tubuh mereka sangat berhati †hati terutama kalau Aku ada di dekat mereka, mereka tidak memberikan sedikitpun kesempatan padaKu untuk mencuri kesempatan menikmati keindahan tubuh mereka dari sela †sela pakaian mereka yang tersingkap, seakan †akan tubuh mereka menertawakanKu…dan berkata “berkhayallah terus Ki ….”, Tingkah laku dan perlakuan mereka padaku yang seperti ini semakin membuat Aku bergairah kepada mereka dan memutar otak agar “merasakan tubuh Rani dan Nia bukan impian lagi”…………………
Sampai suatu hari setelah aku pulang kuliah, di tempat biasa aku nongkorng…di kawasan Jakarta Pusat,aku “ngerumpi” dengan Kenny atau yang biasa dipanggil “Akun” karena Ibunya pemilik Apotik terkenal di Jakarta dan Ayahnya dokter Anasstesi (mudah-mudahan bener nulisnya), Akun sangat terkenal diantara teman †temanku, dia kuliah di fakultas kedokteran ….Akun sering merawat siapa saja dengan obat †obatan yang dimilikinya untuk berbagai macam penyakit, dari mulai penyakit turunan, kambuhan, kelamin, obat kuat sampai dengan cari penyakit….maksudnya selain memberikan pengobatan Akun juga sering mengkonsumsi obat †obatan dengan beberapa temannya untuk “teller” nama “Akun” diambil dari salah satu nama tukang obat di daerah Jakarta Barat, karena Akun lebih terkenal sebagai tukang obat dibandingkan menjadi calon dokter.
“Ki….. wah kemaren tuh cewe yang gue kenalin ke elu…khan sok jual mahal, udah gue beliin segala macem masih juga sok ga mau gue gituin” cerita si Akun tiba â€tiba sambil agak teler……
“Trus kemaren loe sama dia kemana”.. tanyaku….
“Iyah kita makan siang di lantai atas H*****E, pas dia ke WC, hehe….gue campurin aja obat tidur di dalam minumannya karena jam segitu H******E khan sepi banget jadi ga ada yang liat….biarin aja biar dia tidur terus jadi bisa gue kerjain”…kata Akun sambil menggebu †gebu…
“Teruss..terus”….tanyaku penasaran….
“Iyaah……..tapi sehabis dari wc kita ngobrol †ngobrol lagi …ternyata obrolan kita jadi serius disitu gue tau kalo di suka sama gue dan dia ga mau gue categorical †mainin jadinya dia ga mau gue apa-apain sebelum kita “jadian”….akhirnya kita kemaren jadian deh…”lanjut Akun…sambil tersenyum khas……………..
“Yah…tapi dia udah minum belum minumannya yang elo kasih obat tidur” tanyaku…
“Ya udah………gue juga bingung … obat tidurnya cepet bereaksi..setelah dia bilang mau jadi cewe gue …dia pingsan di meja makan Ki…., apes..!!! jadi ga tega gue karena diakan sekarang cewe gue …, jadinya gue kebagian gendong dia doang… pulang kerumah…”apes…apes.
“Ha…ha…hahaha” Aku tertawa terpingkal †pingkal….”.otak loe kebanyakan isinya pil koplo sih”…, tapi sejenak tertawaku terhenti karena Aku mendapat ide hebat.
“Eh….Kun…ngomong †ngomong soal obat tidur …gue juga punya masalah sama seperti loe khun…bagi dong obat tidurnya.
“Iya boleh deh….gue masih nyimpen tuh di laci mobil obat tidurnya ambil aja Ki…”
“Bukan obat tidur begituan yang gue pengen kun…..” sanggahKu
“Apaan dong” Tanya Akun sambil mengerutkan dahinya.
“Itu loeh obat bius yang cair….yang kaya di film-film taro di saputangan sekali bekep langsung orang itu pingsan”kata ku..
“Gile……mau ngapain loeh…sakit juga loeh…” Akun terkaget †kaget….
“Mau bantuin Gue gaaa….jangan banyak cingcong deh”
“Ga ah…susah dapetin gituan sih…ga mungkin bisa Gue” jelas Akun…
Singkat cerita, Aku berhasil membujuk Akun mencarikan “barang” yang Aku maksud,walaupun Aku harus mengorbankan mobilKu untuk dipinjamkan kepada Akun yang akan pergunakannya untuk “sprint rally” serta mengangganti semua biaya kerusakan mobilKu setelah dikembalikan, ditambah biaya pembelian “Obat” tersebut sebesar 5 juta rupiah,dan ini berarti Aku harus menguras seluruh tabungan dan berurusan dengan seorang lintah darat bernama “Gito”.semua ini Aku sanggupi,karena otak sehatku sudah tidak bisa berfikir karena dorongan nafsu birahi yang bicara.,
”Ok deh Kun”… kita sepakat dan 4 hari kemudian Aku dan Akun bertemu di tempat yang sama sesuai perjanjian Akun membawa sebotol kecil berwarna coklat tua…yang tidak ada tulisannya …”Apa ini Kun…” Tanya ku …”itu namanya cholorofoam isinya 50 ml”..jawab Akun…”Ko ga meyakinkan gini ga ada tulisannya.. lo ga bohongin gue..!!”…..”udah deh percaya…kapan pernah gue bohong”.. “Ok Kun kalo sampe loe bohongin gue, dan hidup gue brantakan gara †gara loe…..gue janji akan cari loe kemana aja…gue akan buat hidup loe sama †sama berantakan..” ancamKu….”Hehehe….berapa taun sih kita kenal man….masa gue segitu jahatnya sama loe” Akun mencoba meyakinkan Aku.
Setelah Aku mendapatkan senjata untuk membuat semua mimpi dan khayalanku menjadi kenyataan,Aku tidak langsung beraksi, tapi kali ini Aku berusaha bersabar untuk menyusun rencana yang lebih matang.Ada beberapa kendala yang harus Aku fikirkan. Langkah pertama Aku mulai membuat peta situasi di rumah tante Mirna,karena selain sekarang aku jarang kesana, terakhir rumah Tante Mirna mengalami renovasi.
Saat suatu pagi Aku berkunjung ke rumah Tante Mirna dan hanya ada Mba Tiul pembantu mereka yang baru 2 tahun bekerja disana, dari Mba Tiul Aku dapatkan banyak informasi, Ka Icha dan Ka Sita sudah tidak tinggal disitu mereka menetap di Bandung. Kamar Rani dan Nia di bawah sudah mengalami renovasi diperbesar dan kaca nakonya sudah tidak ada lagi ini menyulitkanKu Aku harus dapat membuka kunci dari luar, tapi untungnya kunci pintunya tidak mengalami perubahan masih dengan tipe lama dengan lubang kunci yang besar dan tidak ada tambahan kunci grendel atau jenis lain di dalam setiap kamar., sementara Ka Intan dan ka Nuri tidur di lantai atas di kamar mereka masing †masing, kondisi saat ini tidak memungkinkan aku untuk menginap di rumah tante Mirna dan menggunakan salah satu kamar dari ka Intan atau ka Nuri sebab tipe tempat tidur singular bed yang mereka pergunakan, sehingga tidak mungkin lagi salah satu dari mereka, berpindah untuk tidur berdua di salah satu kamar.Ditambah lagi saat weekend Ka Icha atau Ka Sita sering datang dan menginap bersama keluarganya….”wah makin sulit nih”…. …..Aku mulai memasuki semua kamar tidur yang ada di rumah Tante Mirna untuk mengantisipasi, Aku meminjam semua kunci pintunya tanpa sepengetahuan Mba Tiul, “.Mba Tiul Aku ke rumah temen dulu yah titip mobil yah….” KataKu …. kemudian Aku berlari ke tukang kunci terdekat untuk menggandakannya dan kembali ke rumah Tante Mirna untuk mengembalikan kunci †kunci tersebut ditempat semula.
Tiga bulan berlalu akhirnya kesempatan itu datang juga Aku mendapat kabar Om Iwan …sedang pergi bertugas keluar negeri dan membawa Ka Intan yang baru beberapa hari saja menjadi seorang sarjana. “ Ini kesempatan bagus…batinKu..”, hari Rabu siang Aku mendatangi rumah tante Mirna dengan rencana yang sudah tersusun matang Aku menemui Tante Mirna “Tante Mir….Saya punya masalah nih sama temen yang tinggalnya di deket rumah Tante di Jl. T******T,V no. 6, dia janji mau bayar utang ke saya beberapa hari yang lalu tapi sampai hari ini dia menghilang, kalo di telpon ga pernah ada, tadi Saya datangin rumahnya pembantunya bilang dia belum pulang” ceritaku panjang lebar……”Terus..gimana”kata Tante Mirna judes…, memang sekarang Tante Mirna selalu judes dan sinis kalau berbicara denganKu…..”Yah maksud Eki …karena uangnya sangat Eki perluin buat bayar kuliah, minggu ini terakhir..tante,…kalau ga nanti Eki ga dikasih ikut ujian…jadi hari ini Eki mau tungguin dia terus, Eki akan bolak †balik kerumahnya sampai nanti malem …., tapi masalahnya Eki ga bisa pake mobil ke rumahnya kalau dia liat mobil Eki pasti dia udah kompakin pembantunya, jadi malam ini Eki akan bolak †balik jalan kaki….mobil Eki titip di rumah Tante Mirna…, kalau sampai dia ga bisa Eki temuin malem ini, besok pagi †pagi sekali Eki akan tongkrongin di deket rumahnya …jadi begitu dia keluar rumah pagi †pagi Eki bisa cegat dia…”
“Ooh…..gitu” kata Tante Mirna Acuh….”Tapi masalahnya biar Saya ga kesiangan dan kejauhan ke rumah dia, Eki mau numpang nginep disini Tante…” kataKu lagi
Tante Mirna mulai menatapku tajam “mmmh…”, entah apa maksudnya Aku mulai memelas “boleh yah … Tante …”, sialan Aku harus memelas seperti orang bego begini…”Ya udah kamu bisa tidur di kamar ka Intan”…Kata Tante Mirna sambil masuk ke kamarnya…Wahhh..sialan loe Mirna…benar †benar kehadiranKu sangat tidak dia inginkan…, tapi ga apa †apa, acuh aja yang penting sudah diijinin …”jadi ada kesempatan…hehehe..”
Malam itu di rumah Tante Mirna, Aku memulai sandiwaraKu, Aku bolak †balik keluar masuk rumah berpura †pura pergi ke rumah temanKu dengan berjalan kaki, sementara di luar rumah aku hanya berkeliling †keliling tidak jauh dari rumah Tante Mirna, sampai akhirnya jam menunjukan jam 10 malam Aku kembali ke rumah Tante Mirna…, sampai di ruang tengah Aku jumpai Tante Mirna di ruang tengah sedang nonton TV sambil tiduran di karpet dengan posisi kaki kanannya dilipat ke atas,sehingga dasternya tersingkap ke bawah dan mempertontonkan pahanya yang gempal dan putih mulus, … dia tidak melihatKu datang, karena posisinya membelakangiKu..sejenak aneh…darahku mendesir melihat pemandangan itu,kemudian “ Tante..”..sapaKu..”eh …gimana ketemu..”balasnya sambil dia cepat †cepat memperbaiki posisi duduk dan menutupi pahanya yang mulus itu dengan dasternya. “Payah tante ga ketemu juga …yah pale besok pagi deh”…jelasKu…”Oooh….“ di ruang itu ada Nia yang sedang menemani tante.., Nia memakai T-Shirt putih dengan celana pendek putih yang panjangnya selutut dengan bahan kaos, tatapannya tidak beralih dari layar TV seakan mengacuhkan kehadiranKu.., “Wah betisnya makin gempal saja”…posisi duduknya membuat celananya yang tipis tertarik sehingga memperlihatkan bentuk paha dan vaginanya..,kemudian Aku alihkan pandanganKu ke arah dadanya, buah dadanya sangat bundar seakan †akan minta dilepaskan dari kaos itu sehingga dua gunduk daging yang indah itu bisa bergoyang †goyang bebas…”mmmh Aku akan menikmati tubuhmu malam ini Nia,..tunggu yah dikamar” kataKu dalam hati……, setelah puas mataKu menikmati tubuh Nia Aku mengambil posisi duduk tidak jauh dari Tante Mirna …entah apa acara TVnya otakKu melayang †layang tak sabar menunggu nanti malam…., tiba †tiba,..Rani datang …”Hai….semua” dia menyapa, dia datang bersama seorang laki †laki dibelakangnya, pacarnya…!!, “eh Ki” sapa Rani, “Wah cantik bener sih kamu “bisiku dalam hati.., “Apa kabar Ran….hey Bin…” sapaku pada Rani dan pacarnya, “Mah…Aku bawa film judulnya “You Got Mail” bagus deh nanti kita nonton sama †sama yah…Saya besok khan ga ada kuliah …lanjut Rani…”Wah gawat” kata Ku dalam hati mau tidur jam berapa mereka..bisa bubar rencana gue…
Kira †Kira ½ jam kemudian Ebin, pacar Rani pamit pulang…..Rani dan Nia masuk kekamar, tak lama setelah itu Rani kembali ke ruang tengah dengan memakai daster warna hijau bertangan pendek, “wah bulu †bulu itu..,nanti malam Kamu akan kujilati dari jempol kaki sampai ke ujung rambutmu..”batinKu….Rani langsung memutar cassette video yang dibawanya, di ruang tengah sudah ada Ka Nuri yang ikut bergabung, hanya Nia yang sudah tertidur di kamarnya.1 jam lamanya Aku berada di ruang tengah, Jam 12 malam Aku pamit tidur.Sambil jalan Aku berfikir “Wah gawat nih kalau sudah begini mereka akan tidur malam … kalau Aku membius Rani dan Nia, mendekati pagi maka ulahKu akan ketahuan,… karena menurut Akun,sikorban baru akan sadar 4 sampai dengan 5 jam setelah dibius,….kalo Aku lakukan baru jam 3 pagi maka mereka baru bangun jam 7 atau jam 8, …tidak mungkin Tante Mirna dari dulu bangunnya jam 5 pagi untuk kegiatan rutinnya yaitu senam, itulah yang menyebabkan tubuhnya tidak kendur dan tetap indah di usianya……, jam ½ 6 Tante Mirna akan membangunkan anak †anaknya untuk kemudian mereka melakukan senam bersama †sama.” ……” hancur..deh”.
Di kamar Ka Intan Aku terus memasang kupingku untuk mengetahui perkembangan di ruang bawah sambil berpura †pura tidur,pintu kamar sengaja tidak Aku tutup rapat kira †kira jam 1 Pagi, Aku dengar suara pintu yang ditutup dan dikunci, “bruk…klik..klik…bruk klik…klik “, ada 2 pintu yang baru saja ditutup, tapi aku heran tidak mendengar Ka Nuri masuk ke kamarnya …”wah tidur sama siapa dia…..”tambah runyam aja…, Aku akan tunggu 1 ½
jam untuk beraksi agar semua sudah tertidur pulas, ini merupakan 1 1/2 jam yang sangat lama dan menggelisahkan dalam hidupKu,…tepat jam 2.15, aku mengeluarkan tas pinggang dari dalam tas ranselku, Aku memasukan semua perlengkapanKu kedalam tas pinggang tersebut, 2 buah handuk kecil, 1 botol cholorofoam, 1 botol kecil atmosphere putih, 3 buah anak kunci pintu dan 1 set obeng kacamata. setelah semua lengkap kuikatkan tas tersebut ke pinggangKu malam itu Aku memakai T †shirt dan celana pendek basket warna biru …, perlahan †lahan Aku keluar kamar lalu menutup pintunya kembali dan menguncinya….saat melewati kamar Ka Nuri..benar saja dia tidak tidur dikamarnya “wah dimana dia”………, kuturuni anak tangga yang sedikit menimbulkan suara karena terbuat dari besi, dengan mengendap †ngendap menuju kamar belakang melewati kamar Tante Mirna …., sesampainya di depan kamar Rani dan Nia, Aku berhenti..”Wah gelap bener…mereka tidak menyalakan lampu tidur” untungnya masih ada cahaya dari lampu kecil yang ada di dinding ruang makan yang bersebelahan dengan kamar mereka,……, kutempelkan telingaku di pintu kamar mereka..”rasanya aman”…kemudian Aku berjongkok mengintip dari lubang kunci….”Wah anak kuncinya mereka cabut dari dalam..hehehe..”maksud mereka mungkin melakukan tindakan pencegahan..khawatir dengan berbagai cara Aku bisa mendapatkan kunci tersebut, padahal tindakan mereka makin memudahkan pekerjaanKu, kubuka tas pinggangku untuk mengambil anak kunci yang masing †masing sudah diberi tanda dengan stiker scothlight berwarna ”Aku ambil kunci dengan stiker warna biru…” Ku masukan perlahan †lahan kedalam lubang kunci …,malam itu dirumah Tante Mirna benar †benar sunyi tak ada sedikitpun suara hanya ada suara gemetrak yang berasal dari lubang kunci itu “klik…klik..kreek..krek..krek”suara kunci yang kubuka dan tangkainya yang kutekan kebawah,….terbuka sudah pintunya, perlahan †lahan Aku dorong pintu tersebut kedalam,“tek..tek..tek..tek..tek”.., suara yang berasal dari engsel pintu, setelah cukup terbuka, Aku masuk dengan merangkak perlahan †lahan, pintu sengaja kubiarkan terbuka sedikit agar ada cahaya masuk….”gelap sekali di kamar ini …”setelah merangkak beberapa scale sampailah Aku di sisi kiri tempat tidur.
Setelah beberapa detik barulah Aku dapat mengenali dari pakaiannya bahwa tubuh molek yang ada di depanku adalah Nia, posisi tidurnya celentang dengan wajah menghadap ke arahku, lengan kirinya diatas perut dan yang kanan berada lurus disamping tubuhnya, sementara Rani tidur disebelah kanan Nia posisinya celentang dengan kedua tangannya berada diatas kepalanya…aku lega sekali ”untung Ka Nuri tidak tidur disini yah”,tanpa berlama †lama kukeluarkan botol cholorofoam bersama sebuah handuk kecil, kubuka tutup botolnya dan kutuangkan beberapa ml, sehingga handuk itu terasa basah.., sudah tidak sempat lagi mempraktekan yang diajarkan si Akun kepadaKu, karena gelap sekali disini…, setelah menutup botolnya kembali dan menaruhnya di dalam tas Aku pindah ke sisi kanan menuju Rani karena selama ini dia mudah sekali terbangun dari tidur, tangan kananKu langsung membekap Rani disekitar hidung dan mulut dengan handuk tersebut, sementara tangan kiri menahan dagu bagian bawahnya, sesaat setelah Aku membekapnya tangan Rani bergerak †gerak keatas tanpa arah seperti hendak meraih sesuatu, tak lama kemudian dia lunglai tak bergerak sedikitpun…., sebelum aku melepaskan handuk itu dari mukanya yang cantik, Aku mencoba menusuk †nusuk dan mengelitik disekitar perut dan ketiaknya untuk memastikan apa dia sudah benar †benar tak sadarkan diri. Setelah yakin Aku angkat handuk kecil tadi dan beralih ke Nia..”Cholorofoam akan habis menguap dalam 5 menit” Aku mengingat pesan Akun, walaupun ini belum 5 menit Aku menaruh cholorofoam lagi di handuk itu supaya lebih meyakinkan, Aku tambahkan lagi sedikit kemudian secepatnya kutekan pada hidung Nia, tidak seperti Rani, Nia tidak bergerak sedikitpun, setelah beberapa saat Aku mencoba menggerakkan jari †jariku di telapak kakinya, dan tidak ada reaksi maka Aku angkat handuk itu dan kumasukan lagi ke dalam tas bersama botolnya…
Aku berlari kecil ke pintu, pintu kamar kututup perlahan †lahan dan Kukunci dari dalam, kemudian Aku merapihkan tirai jendela untuk meyakinkan tidak ada orang yang dapat melihat dari luar setelah itu baru lampu kamar kunyalakan.Maka terlihat pemandangan yang sangat indah..yang selama ini hanya ada dalam khayalanKu.. dua putri seksku berada tepat didepanKu tergeletak tak berdaya ….dari perutnya masih terlihat gerakan †gerakan turun naik nafas mereka berarti mereka hanya pingsan tidak mati….., “Rani, Nia malam ini kalian milik gue,gue bisa melakukan apapun terhadap tubuh kalian…., “, Aku akan mulai denganmu Ran,…gue selesaikan yah…perbuatan gue dulu yang tertunda beberapa taun lamanya…karena loe keburu bangun” daster Rani yang berwarna hijau sudah tersingkap memperlihatkan setengah dari bagian pahanya…., Aku mulai meraba- raba dengan kedua tanganku dan menciumi telapak kaki kanannya, naik kebetisnya kuangkat sedikit kakinya agar Aku bisa menciumi betis bagian belakangnya yang indah,lalu naik ke lututnya sampai ke pahanya sambil menyisir bulu †bulu halus yang selama ini hanya bisa kupandangi …”halus sekali Kamu Ran….”..ada beberapa buah tahi lalat di pahanya membuat semakin indah saja…, sampailah Aku di ujung dasternya maka kunaikan sedikit †demi sedikit sampai diatas celana dalamnya..”angkat sedikit yah sayang dasternya……”seperti binatang buas setiap sudut paha Rani kucium dan kuraba- raba sambil sedikitKu gigit †gigit karena gemasnya, lalu Aku taruh daguku diujung pangkal pahanya sambil memandangi dan mengelus- ngelus vaginanya..”bentar yah…nanti bentar lagi akan kunikmati kelezatan ini….” kemudian aku pindah ke kaki kirinya,setelah sampai pangkal pahanya Aku singkapkan daster Rani hingga dibawah dagunya, sehingga terlihatlah buah dadanya yang masih tertutup bh warna, “Ran…buka aja yah bajunya” maka aku naik ke tempat tidur, duduk diantara tubuh Rani dan Nia ….kubuka deretan kancing dasternya yang berada di leher sampai ke dada..posisi tidurnya memudahkan Aku untuk menarik dasternya hingga lepas …, Rani tinggal memakai celana dalam dan bh coklat, maka kubenamkan mukaku di bagian luar bhnya dengan kedua tanganKu yang bergerak bebas meremas buah dadanya, ….dengan cekatan kedua tanganKu meraih kancing bhnya dan melepaskannya, lalu kutarik bhnya keatas sehingga lepas…”Ran.. ternyata tetek kamu bagus banget,lebih indah dari bayanganku selama ini” gumamku…,bentuknya padat dan kerucut pentilnya coklat muda, Aku sibuk menciumi, menyedot dan meraba †raba buah dadanya, pentilnya kusedot dan kugigit ….”cup..cup srot..srot”.. saat †saat seperti ini yang sering ada dalam khayalkanKu saat Aku onani ….maka penisku jadi sangat tegang sekali sampai ngilu rasanya”gue …buka baju dulu yah Ran..tunggu bentar” tanpa beranjak dari tempat tidur kulepas tas pinggang dan seluruh bajuku dan kutaruh di meja kecil di sebelah tubuh Nia….,rasanya atmosphere maniku tidak sabar untuk keluar …, setelah itu Aku kembali ke buah dada Rani.., “jepit kontol gue yah Ran tapi basahin dulu yah”…sebelum menikmati lagi buah dadanya,…Aku arahkan penisKu ke bibirnya yang indah, lalu kubuka kedua bibirnya sehingga terlihat gigi †gigi Rani yang putih dan rapih…,masih dari arah samping kugosok †gosokan penisKu di mulut Rani, seperti sedang menyikat gigi …, lumayan disitu ada sedikit atmosphere liur Rani yang bisa membasahi penisKu…”Ayoh..cicipin kontol gue Ran”….kuraih telapak tangannya dan kubimbing agar tangan kanan Rani menggenggam penisKu, “enakan..sayang..”setelah cukup basah…..kuletakan kembali penisKu ditengah †tengah buah dada yang sudah menunggu….dari arah luar kutekan payudaranya ketengah sehingga menjepit batangKu..…walaupun terasa nikmat dan kenyal…payudara Rani tidak dapat maksimal menjepit penisKu yang besar dan gemuk ini….puas dengan buah dadanya, kucium bibirnya yang seksi,sekarang Aku bisa merasakan yang Ebin pacar Rani rasakan,….sambil mengulum bibirnya kubelai wajah dan rambut yang hitam itu, lalu kulanjutkan ke arah ketiak yang bersih dan wangi tanpa bulu terus hingga telapak tangan. “Ran telungkup dong…Aku berpindah kesisi kanan Rani, kuangkat tubuhnya bagian kanan, setelah setengah telungkup kutarik tubuhnya hingga tidak menindih tubuh Nia,… terlihat jelas bentuk pantatnya yang tidak terlalu besar tapi padat dan berisi, “celana dalamnya dibuka yah sayang….” Aku pengen nikmatin pantat kamu … kutarik kebawah celana dalamnya hingga ke telapak kaki,.”Wow Rani”.. …sambil menepuk †nepuk pantatnya “Plak..plak” serangan kulancarkan, ciuman, remasan dan gigitan kulakukan …..terakhir kusejajarkan tubuhku dengan Rani…lalu perlahan †lahan kutelungkupkan tubuhku diatas tubuh Rani yang sama †sama dalam keadaan bugil, sehingga penisKu..masuk kedalam belahan pantatnya …untuk menambah nikmatnya posisi ini,di sisi luar pantatnya kutekan dengan pahaKu…lalu Aku mulai menggerakan pantatKu maju – mundur, atas †bawah..”Ran..waktu itu gue ketahuan sama loe lagi nikmatin ini”….oooh nikmat sekali pantatnya padat walaupun tidak besar, …beberapa menit penisKu berselancar di dasar pantat Rani kemudian… ”Nah balik badan lagi sayang sekarang giliran memek kamu” setelah membalikan badannya kutarik kedua kakinya melebar ke kiri dan kanan, kaki kiri kutaruh diatas perut Nia, kaki kanan Rani kuangkat dengan tangan kiriku,…jelas sudah daging yang kemerah †merahan dan ditumbuhi bulu †bulu halus, sepertinya belum lama dia mencukur bulu †bulu ini..,”Ran…Aku sedot yah sayang memek kamu …..tahan yah sayang..makanya jangan suka pelit..jadi orang,Aku pegang †pegang aja dulu ga boleh..pake marah †marah segala” kataku mengingat peristiwa saat Aku tertangkap basah oleh Rani,…”sruup…sruup” nikmat sekali “wangi bener sih memek kamu Ran…”dibasahin dikit yah biar kontolku entar enak masuknya” maka kujulurkan lidahku memasuki lobang kenikmatan itu.beberapa saat Aku menikmati vagina Rani sambil tangan kananKu meremas †remas buah dadanya, tiba †tiba mataku tertuju ke Nia,…eehh “Kamu kok dicuekin sih si seksi lupa gue…..”habis nikmat sekali sih kakak kamu”…, kuangkat kaki Rani dari tubuh Nia.
Kumulai berpindah menjelajahi tubuh Nia kusibakan rambutnya yang menutupi leher indah itu, kuciumi dan kujilati….”Wangi dan halus”Ni…kubelai rambutnya dari atas ubun †ubun sampai ke ujung rambut, lalu tak sengaja.. lenganku menyentuh benda empuk yang membukit tinggi yang ada didada Nia, Aku jadi tertarik meremas buah dada kanannya “Ko..besar amat sih Ni…”sambil kugoyang-goyangkan..”biar besar tapi padat dan berisi yah….tetek kamu”….tak sabar Aku raih kedua lengan Nia kemudian kuletakan di atas kepalanya, dengan cepat kutarik ke atas ujung T-Shirtnya..dalam sekejap terlihatlah bh putih yang beranda indah…”oooohh……..Nia ko bh Kamu kaya ga kuat nampung tetek kamu” … bh nya benar †benar tertarik kedepan seperti tidak ada ruang kosong di dalam bhnya…semuanya di padati daging montok yang indah..bahkan bagian di sisi dalam dan luar bh Nia..menyembul keluar bagian †bagian buah dadanya yang tak mampu tertampung bh” …, bentuknya sama sekali berbeda dengan payudara Rani, kupeluk dia sambil meraih kancing bh yang berada di punggungnya sambil menciumi bagian tengah payudaranya….,dan ketika kutarik ke atas bhnya..”Ya ampuuun Nia…montok bener.. tetek loe ternyata bener pentil loe..warnanya pink” seperti dugaanKu, yang diluar dugaanKu adalah belum pernah Aku melihat tetek gemuk, montok, dan padat berbentuk silinder (bentuk botol gallon Aqua) yang hanya mengkerucut di bagian pentilnya saja, kucoba menggenggam buah dadanya yang sebelah kanan dengan satu tanganku dari sisi atas….sebagai seorang pemain basket lingkar cengkraman telapak tanganku termasuk besar ….tapi saat ingin meremas salah satu buah dada Nia telapak tangan yang besar ini hanya mampu menggenggam ¾ dari bagian payudara tersebut…”berapa sih ukurannya..Ni..”..kemudian kucoba menggenggam dari bagian bawah payudaranya kulingkarkan jari †jari ku disekeliling buah dada itu..ternyata jari †jariku tidak mampu bertemu satu sama lain karena besarnya hole payudara Nia…tanpa melepas cengkramanKu, Ku goncang – goncangkan buah dadanya …karena padat buah dada itu hanya bergoyang †goyang sedikit…”gile..” teriakKu kegirangan..maka semakin kuremas lagi, sehingga pentilnya menyembul keatas dan kusambar dengan mulutKu, Kukulum..Kujilati,Kuhisap †hisap sepuas-puasnya sementara tangan kiriKu bekerja pada payudara sebelah kiri., tidak ada puas †puasnya mulutKu bekerja disitu, entah berapa kali mulutku berpindah pindah dari payudara kiri ke kanan kembali lagi ke kiri….”aaah andai Aku punya waktu seharian dengan teteknya Nia….”batinKu, menyadari waktu yang semakin sempit….”Aku bangun dari posisi telungkup diatas tubuh Nia…kutarik celana kaos yang berwarna putih itu hingga ke terlepas…kunikmati kakinya dari pangkal paha..terus ke kebawah kuraba..kujilat..kugigit †gigit kecil…“Wah kaki kamu wangi Ni….halus dan gempal, berisi …ng***** kamu pasti kuat deh”, kulanjutkan sampai ke telapak kaki, ternyata kaki Nia ditimbuhi juga bulu †bulu yang sangat halus di betis dan pahanya, kuangkat kaki Nia agar bisa puas menikmati seluruh bagian kakinya, “paha kamu lebih gempal dan halus dari kakak kamu yah Ni…., ternyata kedua kaki Nia lebih menggiurkan,..setelah setiap lekuk kaki Nia basah dengan atmosphere liurku….”Ni..celana dalam Kamu sekarang dibuka..yah”perlahan †lahan kuturuntan celana dalamnya, Nia memakai celana dalam putih dan berenda †renda,setelah cd nya kulepas …penisku langsung berdenyut kencang. ….vaginanya sekarang terlihat bebas..”memek kamu tebal dan montok juga.. Ni ” bulu †bulunya terlihat hitam agak kecoklatan…”Ga kuat gue Ni liat elu….,loe udah bikin gue konak selama bertaun – taun”sebelum menuju ke vaginanya tubuhku berpindah mendekati mulut Nia lalu, Aku lakukan hal yang sama seperti yang Aku lakukan terhadap Kakaknya “ basahin dong Ni kontol gue..”tidak berlangsung lama, Aku turun lagi kemudian sambil berlutut diantara dua kaki Nia, kubuka bibir vagina yang sudah menunggu dengan tangan kiriku, kumasukan lidahku agar rongga vagina itu sedikit basah.., tidak berlama †lama kuarahkan penisKu kedalam lobang kewanitaan milik Nia…sambil kedua lututKu menahan pahanya yang gempal agar posisi Nia lebih mengangkang” wah rapet sekali dia, setelah ujung penisKu mencapai mulut vagina.. kugoyangkan penisku kiri kanan sambil kutekan ”..aahhh susah sekali sih…”hanya kepala penisKu yang masuk ke vagina Nia,…dinding †dinding bagian dalam vagina Nia kuat sekali sehingga sulit untuk meluncurkan batangKu ke dalam…setelah beberapa menit mencoba …..”Aaaah Nia susah banget…ga bisa masuk juga..gue udah ga tahan nih..”…sambil meremas kedua buah dadanya dengan gemas.
Kulayangkan mataku ke meja rias yang ada di dekat pintu..setelah mencabut penisku, Aku berlari menuju meja rias itu …”hmmmmh..ah..ini dia”,kutemukan yang aku cari “Hand and Body Lotion”, setelah itu Aku kembali diantara kedua paha Nia kutarik kakinya lebar †lebar kesamping…kemasukan telunjukKu yang dibaluri unguent ke dalam vaginanya kemudian Aku mandikan penisKu dengan lotion…, setelah itu kembali Aku mengambil posisi telungkup dan mencoba lagi memasukan penisKu, kucoba goyangkan †kiri kanan..”ahh masih susah juga..Ni..”kutekan teruss…kutekan teruss…dan teruusssss lalu “bleess…prepetpretpepet”….”aaaaaah Niaaaaaa eeeeeenaaakk,,ooouch ” teriakKu tak sadar “gila”..kuat sekali otot vaginanya..saat didorong kedalam terasa sekali penisku membelah dinding †dinding vaginanya yang sangat tebal …saat kutarik penisku agak terasa sakit †sakit nikmat, karena otot †otot vaginanya menggengam kuat sekali penisKu, seperti tak rela melepaskan penisKu…”Ni..,,ah..ah,,berasa ba..ah..nget..eenkh tebel..enak.. me…eck..mek loe…”…tidak salah kalo banyak cowo †cowo mengantri mengincar Nia..hehehe…kalo saja cowo †cowo itu tau malam ini apa yang aku lakukan terhadap tubuh Nia….dan kuceritain apa rasanya didalam vagina Nia….pasti mereka pada mati..berdiri…hehehe. sambil terus mengayunkan pantatku, tangan dan bibirku menjelejahi kedua buah buah dada dan bibirnya….., di dalam vagina Nia …benar †benar Aku mengalami “petualangan nikmat” yang tak tertandingi.. Aku bisa menekan dalam †dalam penisKu sehingga terbenam semua batangKu,…lalu Ku putar †putar penisKu di kedalaman vaginanya ….seluruh otot batang penisKu terasa seakan sedang diplintir- plintir.. ini jarang Aku rasakan dengan wanita †wanita lain…. Apa mungkin karena ukuran penisKu yang terbilang besar buat orang Asia…atau memang begitu “layanan” yang diberikan vagina Nia, setiap penisKu melakukan gerakan sekecil apapun di dalam vaginanya, pasti menimbulkan suatu getaran nikmat pada batangKu…..seperti ada vibratornya di dalam, ketika Aku rapatkan kedua kaki Nia sehingga melingkar dipinggulKu dan kedua telapak kakinya bertemu dibelakang pantatKu, kenikmatan vagina Nia semakin menjadi †jadi, rongga itu terasa semakin sempit dan semakin hangat,getaranyapun semakin kuat terasa, Aku tekan dalam †dalam penisku, pangkal pahaKu dan buah zakarKu dapat merasakan pangkal paha dan pantat Nia yang halus dan gempal dan montok “aaahNia..loeee.nikmaaat..banget” semakin kuat danKupercepat goyanganKu…
Kuperhatikan payudara Nia tetap saja bergoyang perlahan tidak mengikuti rithme goyangan tubuh kita yang makin kesetanan kemudian.. ”Nia..ahh.”Nia…ah.ahaaaa,Nia..sayang…aahahhaha.uuu hhh”seperti biasanya saat hampi mencapai ejakulasi Aku selalu menyebut †nyebut nama Nia hanya bedanya kali ini tidak perlu membayangkan karena ini bukan Khayalan wajah Nia berada hanya beberapa millimeter saja dari wajahKu payudaranya ada dalam genggaman tanganKu dan mulutKu ini kenyataan…”ahhh..ah..ahhh.h crot…crot…..crooooot..crrrooooootttt…crooot…croooo ttttt..crrooottt” maniku keluar di atas payudaranya banyak sekali …..”kudekatkan mukaku ke muka Nia …loe tuh yah..udah bikin gue klimaks..kakak loe aja belum gue cobain”….Aku menggeletak sebentar diantara tubuh bugil Rani dan Nia.
Hanya selang beberapa menit terbaring sambil mengelus †ngelus buah dada Nia, Aku mulai terangsang lagi melihat buah dadanya yang begitu montok, maka Aku berlutut diatas tubuh Nia,kedua daging montok itu kupukul †pukul dengan penisKu,Kugeser tubuhku sedikit kedepan, hingga kedua buah dadanya tepat dibawah selangkanganku, kuturunkan tubuhKu dan Kutempatkan kedua belah penisKu yang masih lemas dan licin diantara dua buah dada Nia, dengan kedua tanganKu kudorong sisi luar payudaranya hingga menjepit penisKu..,lalu Aku mulai bergoyang…”Aaaaah”..jepitan buah dada Nia tidak jauh beda dengan jepitan vaginanya kuat dan kenyal,penisKu yang sudah mulai tegang menghilang diantara sepasang buah dada “aaah Nia gede banget sih tetek loe…” dalam sekejap penisKu sudah mencapai ketegangan yang maksimal tapi masih tak mampu juga membongkar kepadatan dua bukit tersebut,walaupun Nia dalam posisi tidur celentang buah dadanya tetap tegak menyembul keatas sepertinya buah dada itu di rawat Nia dengan baik posisinya tidak turun sama sekali,tanpa perlu tanganku menekan dari sisi luarpun celah diantara dua buah dadanya terlihat sudah sempit sekali, dari arah atas Aku hanya dapat melihat ujung kepala penisKu saja yang sedang bergerak maju mundur.…Aku tidak beralih ke Rani karena rasanya masih ingin mencicipi tubuh Nia…, “ sabar yah Ran…” habis enak banget sih adik loe” kataku sambil menoleh ke arah Rani.”Sekarang cobain…pantat kamu yah Nia..”walaupun masih senang bermain dengan payudara Nia tapi Aku beralih ke bagian tubuh Nia yang terlewatkan olehKu..,kulepaskan penisKu yang sudah memberikan tanda †tanda akan memuntahkan spermanya lagi apabila dibiarkan lebih lama diantara buah dada Nia..”gile…sama tete aja udah mau keluar lagi..gue..kaya pemula aja…”, kuangkat tubuh Nia kubawa dia turun dari tempat tidur, “uuufff” berat juga kamu montok.., setelah kakiKu menginjak lantai..kuturunkan kaki Nia yang tidak bertenaga, kubalikan badanya hingga membelakangi tubuhKu dengan mengangkat tubuh Nia pada kedua ketiaknya, Aku membawa tubuhnya berbalik menghadap ke sisi tempat tidur kemudian kubaringkan tubuh Nia dalam keadaan telungkup dipinggir ranjang dengan posisi lututnya menyentuh lantai, lalu kubalikan wajah seksinya kesisi kiri agar tetap terlihat olehKu, kedua tangannya kurentangkan jauh †jauh ke kiri dan kanan,…tiba †tiba mataku terpaku pada belahan pantat Nia yang sangat dalam, kedua belah bibir pantatnya putih,montok, besar, dan padat, kupukul pantatnya dengan kedua belah tanganKu “plok..plok..plok” kupukul kencang sekali hingga suaranya bergema di kamar, Aku sudah tak perduli….biarpun ada yang mendengar, bekas pukulanku berbekas merah pada pantatnya….”Nia semua bagian tubuh loe gempal, montok dan padat…bener- bener hebat loe di ranjang Ni…” kemudian kuselipkan penisKu dibelahan pantatnya kugesek â€gesekan persis seperti yang Aku lakukan pada Kakaknya… tapi sensasinya adalah mulai dari ujung sampai pangkal penisKu yang besar dan gemuk itu merasakan kehangatan dan dekapan yang sangat erat dari pantat Nia…walaupun tidak sehebat kenikmatan payudaranya”, tanpa berlama †lama kumandikan lagi penisKu dan lobang pantat Nia dengan lebih banyak lotion. ….”supaya cepet masuknya” pikirKu…….., tak sabar langsung kutusukan penisKu ke lobang anusnya,…”aaaah….masih susah juga.., kuangkat kedua lutut Nia hingga naik ke atas tempat tidur dan kutempatkan di samping tubuhnya, kuselipkan kedua telapak tangannya dibawah betis untuk menjaga agar posisinya tidak berubah, dalam keadaan badan telungkup dan posisi kaki seperti berjongkok ini, lobang anus itu terbuka lebar…kemudian setelah berkali †kali,kutekan, kucabut, kutekan lagi….lalu kucabut…penisKu ”ayoooh dong Ni…”kataku yang mulai kesal sambil menambahkan lebih banyak unguent kedalam lobang anusnya setelah itu Aku coba sampai beberapa kali lalu….. ”preeeeeeeeeeeeeeet” suara yang timbul akibat penisKu yang menembus lobang anus..”ooooouuuuohhhhhsssss Niaaaaaaaaaaa”..ternyata dinding pantatnya lebih kuat lagi menekan penisKu dibanding vaginanya, sehingga Aku merasa 2X lebih sulit saat masuk, 2X lebih sakit saat ditarik, tapi 4X lebih nikmat,…..dalam anusnya Aku tidak bisa bertahan lama, dalam sekejap…”Wooooooooh..Niaaaaaaaa..ampuuuuunnnnn..nn niiiiiiiiiiiaaaaa…….aaahhahaahahhhhh” teriakKu…,tak bisa kulukiskan nikmat yang kurasakan saat itu,baru sekali ini….Aku kalah berperang dengan seorang perempuan…ini adalah ejakulasiKu tercepat sepanjang hidupKu…….kubiarkan spermaKu keluar di dalam anus Nia., “he..heeeheeebat kamu di tempat tidur sayang….”.nyerah gue…” kataku sambil menjatuhkan diri diatas tubuhnya.
Kubiarkan penisKu lemas didalam lobang pantat Nia…,belum pernah penisKu mengalami pegal dan ngilu seperti ini sebelumnya ….. sebentar Aku terbaring telungkup diatas tubuh Nia, kemudian mataku mengarah ke wajah cantik Rani.., segera Aku berdiri dan duduk disamping ranjang disebelah tubuh Rani.., sambil beristirahat, ku gerayangi tubuh Rani,…”Ah..kita cari variasi yuk Ran…” kataku setelah menemukan ide baru, saat Aku menatap kursi kecil didepan meja rias,…,tak Kurasakan lagi rasa ngilu pada penisKu, kuangkat tubuh Rani kubawa ke depan meja rias “enaknya kalo ng***** sama Kamu tuh…terus †terusan ngeliat wajah Kamu yang cantik Ran..”kutelungkupkan Rani..dengan posisi perut diatas kursi rias, kedua tangannya yang lunglai kubiarkan menjulur kedepan menyentuh lantai begitu juga kepala dan rambutnya yang panjang,…kubuat posisi kakinya mengangkang, kemudian Aku menuju rambutnya yang sudah terurai kedepan tak beraturan, kurapihkan sehingga seluruh helai rambutnya ada di dalam genggaman tangan kiriku,…setelah itu kutarik ke belakang,….sehingga wajahnya yang cantik dan buah dadanya yang indah terlihat pada cermin didepanKu “Nah…ginikan muka loe keliatan Ran…” kuremas †remas kedua buah dadanya dengan tangan kanan, tanpa terasa si kecilKu menegang,dan Kulesakan penisKu ke dalam lobang anus Rani, karena lebih mudah dalam posisi ini di banding mencari lobang vaginanya. Dibanding Anus Nia..Lobang Rani lebih mudah dimasukan, gencatan dinding †dinding anusnya juga tidak terlalu kuat, tapi nikmatnya tidak kalah… apalagi sambil menatap wajahnya yang cantik dan meremas †remas buah dadanya..”aah Ran…enak Kamu Ran…cantik Kamu..ahahnahh”..
Bosan categorical di anus…kucabut penisKu dan kugendong Rani.., yang masih dalam posisi membelakangiKu,….kutumpuk dia diatas tubuh Nia yang masih dalam posisi terakhir kutinggal di sisi tempat tidur, kuatur posisi telungkup Rani persis seperti Nia,….setelah posisinya sesuai dengan keinginanKu maka kumasukan penisKu ke dalam vaginanya dengan mudah,vagina Rani tidak mampu menerima seluruh batang kemaluanKu entah apa ko rasanya mentok cengkramannyapun tidak kuat sebenarnya kalau dibanding wanita lain vagina dan anus Rani mungkin termasuk nikmat tapi karena Aku baru saja mengalami kehebatan adiknya,sehingga Rani terkesan biasa saja.
Wangi tubuh Rani membawa kenanganKu kebeberapa tahun silam saat satu malam Aku berdebar †hinder masuk ke dalam kamarnya hanya untuk meraba †raba tubuhnya,…..sekarang dia sedang dalam posisi “doggie style” menyerahkan seluruh tubuhnya untuk Aku nikmati,…..kuciumi pundak rambut dan leher Rani sambil terus bergoyang,….”slruup..slruup” ahh Ran ahh … ahh..coba … dari dulu Ka..ka.mu pasrah aja kaya gi..ni…”,Aku berbisik di telinganya, setelah beberapa saat.., Aku masih juga belum dapat mencapai puncak kenikmatan,”salah..mustinya loe dulu yang gue..***** Ran..baru adik..loe..jadi gue ga bisa bandingin memek loe sama memek adik loe..” sesalKu, mataKu kembali mencari tubuh Nia yang berada dibawah tubuh Rani,…..”wah enaknya sambil mainin tetek Kamu Nia” …maka kucabut penisKu kuangkat tubuh Rani hingga berada disamping tubuh Nia,,,lalu Aku tarik tubuh Nia dan Aku balikan hingga posisinya celentang,……, berikutnya tubuh Rani kubalikan dan kuangkat, dan kutidurkan diatas tubuh Nia dari arah yang berlainan sehingga, Tubuh Nia berada dibawah dan Rani diatasnya tidur menyebrangi tubuh Nia, kaki Rani berada disebelah kanan tubuh Nia, punggungnya ada diatas perut Nia lalu kepalanya ada di sebelah kiri, sehingga membentuk simbol ( + ), kuselesaikan petualanganKu dengan Rani “ terusin yah..Ran ng*****nya…, sambil gue nikmatin tetek adik loe “….Aku terus menggerak †gerakan penisKu maju mundur di dalam vagina Rani….goyangannya mengakibatkan “payudara Nia bergoyang perlahan kekiri dan kanan”….tak tahan kurebahkan tubuhku diatas tubuh mereka tangan kananKu menggenggam payudara Rani, tangan kiriku meremas †remas payudara Nia sedang bibirKu berjalan †jalan dari payudara dan bibir Nia, lalu ke bibir dan payudara Rani,….”Rani, Nia ….ehh…ehhh..kamu berdua, adik kakak memang benar †benar nikmat luar biasa,….apa semua anak Tante Mirna nikmat seperti ini ….apa mungkin turunan dari mamah yahh…” beberapa menit kemudian “aaaaahhhhhh…..Raniiiii….….waahah… wah…” sekali lagi ……teriakan kali ini bukan khayalan …ini alam nyata,lupakan khayalan tentang tubuh mereka …lupakan koleksi pakaian dalam mereka,…lupakan..foto mereka …, Inilah mereka yang sedang pasrah dibawah tubuhKu Rani dan Nia….lalu “croot..croot…spermaku keluar diatas bibir Rani…nikmat..…..
Tergeletak lemas ketika Aku sadar melihat jam Pk.4.20 pagi, Aku tersentak dari tidurKu “Waduuuh bentar lagi Tante Mirna bangun nihhhh gawat…gawat.. kupakai pakaianKu kukeluarkan handuk kecil dan atmosphere untuk membersihkan tubuh mereka, kukenakan lagi pakaian mereka, kurapihkan tempat tidurnya,kuatur tidur mereka ke posisi semula kubersihkan ceceran lotion, kukembalikan botolnya ketempat semula…, kumasukan lagi semua perlengkapanKu, “ jam 4. 40 yaaahhhh” matikan lampu, keluar kamar, dan kukunci pintunya lagi,..ketika Aku hendak melangkah melewati ruang makan,..”kreekkk”..suara pintu dibuka dari arah dapur bersih..gawat “Mba Tiul bangun” tak ada waktu untuk lari …maka Aku balikan badan masuk ke kamar mandi,….”nanti Aku pura †pura habis mandi aja”.….pikirKu
Setelah di dalam kamar mandi pintu kukunci, dan kunyalakan lampunya…….
“ Heh…” Aku baru sadar bahwa kamar mandi ini juga sudah berubah…”sudah di renovasi..!!!” kataku mengamati sekeliling,…”Loh ko..sekarang ada dua pintu… pintu ini kemana yah…” batinKu penasaran….Semenjak tadi siang di rumah Tante Mirna memang Aku tidak pernah masuk kamar mandi.Pintu itu sangat besar dengan gagangnya yang melintang vertikal menandakan itu pintu geser…, iseng †iseng Aku buka perlahan †lahan..sreeettt, dibalik pintu ruangannya gelap ada sebuah lemari di dekat pintu ini, ruangannya seperti lorong pendek tapi diujung sana ada ruangan apa…, tambah penasaran Aku buka lebih lebar lagi, diujung ruangan sana ada jendela menghadap ke jalan sehingga cahaya lampu dari luar masuk ke dalam,membuat ruangan itu bercahaya remang- remang lalu dibawah jendela itu ada…”Hah…..shiiiiiiitttt” cepat †cepat kututup lagi pintu itu dan dengan gerakan refleks kumatikan lampu kamar mandi..”Ohhh please…”di depan jendela tadi ada ranjang diatas ranjang kulihat 2 pasang betis wanita yang satunya tergeletak lurus dan yang diujung sebelah sana terlipat keatas “ dan Aku ingat sekali dari bentuknya itu betis siapa, karena baru saja Aku liat tadi sore”…Iyah..Tante Mirna …sebelah ini kamar Tante Mirna …, Aku terduduk diatas kloset… bayangan betis itu tak mau hilang dari otakKu,…jangan sampai besok †besok Aku sudah tidak membayangkan Rani dan Nia, tapi yang terbayang adalah tubuh TanteKu.., “wah runyam”….”Ayo sekarang bentar lagi dia bangun…kapan lagi…”tapi kalau ketahuan gimana .”…ahhhh dari pada tersiksa bertahun †tahun lagi..ini bonus..ini durian jatuh..”…….batinKu berperang ”Ah ga ah..”kataKu sambil melangkah ke arah pintu keluar.. ….tapi bayangan itu ga mau hilang…” “aaaah what a hell…I’ll take a risk “,kukeluarkan 2 buah handuk kecil “shiiit” yang satu sudah bercampur air..gimana yah …..tidak kehabisan akal..kubuka kaosKu…kulilitkan di telapak dan lengan kananKu, kukeluarkan botol cholorofoam, tanpa dapat terlihat karena gelap..kutuangkan ke handuk kecil yang berada di tangan kiri dan kaosKu..banyak sekali.. …mungkin karena nervous…., aroma cholorfoam sangat menyengat…tak tahan botol itu kututup dan kubiarkan dilantai kamar mandi bersama tas pinggangku, sekarang………”buka pintu”…kubuka dengan cepat “sreeeeeeett” suaranya lumayan keras,….Aku berlari kecil ke arah ranjang, sampai disisi ranjang cepat kucari posisi wajah mereka, dalam waktu singkat kunaiki ranjang dengan bertumpu pada lututKu diantara TanteKu dan ka Nuri “kreek” ….Tante Mirna bangun..”Siaappppp..mmmffpphh..mpphh”Tante Mirna meronta †ronta, tangan kanan memukul wajahKu “plak..” dan mendorongKu di dada kemudian ke mukaKu, tangan kirinya berusaha melepaskan tangan kananKu dari wajahnya, “untung Aku pake kaos jadi tidak mudah lepas dan tanganku bisa bebas membekap mulut dan hidungnya.., kualihkan perhatianKu ke Ka Nuri tangan kiriKu yang berlomba dengan tangan Tante Mirna yang memukul perut ka Nuri, Tante Mirna berusaha membangunkannya “Pluk” perut Ka Nuri dipukulnya..”Ouchh” Ka Nuri tersentak,..sebelum Ka Nuri sadar tangan kiriKu sudah membekapnya..”mmmppff” tangan Ka Nuri seperti Rani menggapai †gapai tak jelas arah..”mppffhhh…mpppfhhh,….mmmm..mmmm” Tante Mirna masih saja meronta..tapi dengan tenaga yang mulai berkurang..akhirnya kedua tangannya yang nakal itu..jatuh lemas….
Kubiarkan bekapan itu beberapa menit di wajah mereka untuk memastikan mereka pingsan…,setelah itu kulepas bekapan itu dan mulai mengelitik †ngelitik telapak kaki mereka. Setelah Aku memastikan Tante Mirna dan Ka Nuri sudah tak sadarkan diri,Aku mengangkat dan memindahkan tubuh Ka Nuri yang sudah lelap dari ranjang ke lantai kamar, Ka Nuri orangnya cantik wajahnya hampir serupa dengan Rani, tapi dia orangnya sangat ramah dan baik kepadaKu, jadi Aku tak sampai hati macam †macam dengan dia, Setelah Ka Nuri berada di lantai kunyalakan lampu kamar, dan Aku naik lagi ke tempat tidur,kupandangi sejenak tubuh TanteKu, wanita yang usianya jauh lebih tua dari Aku, yang telah mengenal seks jauh lebih dulu sebelum Aku, tapi dengan ketekunannya menjaga tubuh menjadikan seluruh lekuk tubuhnya tetap indah dan menjanjikan kenikmatan bagi setiap laki- laki,..”menurutKu inilah satu â€satunya sisi keberuntungan hidup om Iwan”.karena Tante Mirna di rumah ini lebih berkuasa dibanding suaminya,orangnya selalu ingin menguasai, dia pintar dan juga angkuh mungkin karena dia memiliki keindahan tubuh yang menjadi senjata mematikan, sering kali kulihat banyak lelaki baik tua atau yang masih muda di luar sana memandang Tante Mirna dengan penuh nafsu birahi, kalau sudah begitu raut wajah tante Mirna menunjukan raut kemenangan, karena berarti mereka telah masuk ke dalam jebakan dan menyerahkan imajinasi mereka untuk dikuasai dan dikendalikan oleh Tante Mirna tinggal selanjutnya Tante Mirna memperbudak para lelaki yang mendambakan tubuh Tante Mirna untuk memberikan dan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa harus mengabulkan apa yang menjadi dambaan para lelaki tersebut, yaitu keinginan menyentuh tubuh Tante Mirna yang indah di alam nyata dan bukan hanya di alam mimpi,disitulah letak kehebatan Tante Mirna semua persoalannya dalam bisnis maupun kehidupan pribadinya mampu dia selesaikan sesuai dengan keinginannya,paling tidak itulah yang dia ajarkan kepada semua anak perempuanya, dan Om Iwan adalah salah satu korban perbudakan Tante Mirna,…terhadap Aku tante Mirna selalu memandang sebelah mata apalagi setelah kejadian tersebut,Tidak pernah Aku berharap bahwa suatu hari Aku dapat menikmati tubuhnya,…jangankan berharap, membayangkannya saja Aku tidak berani….Dan saat ini Tante Mirna sedang berada satu ranjang denganKu….Aku bisa menikmati tubuh yang bagi kebanyakan lelaki hanya ada dalam khayalan mereka …
“Nah sekarang Tante Mirna tinggal Eki dan Tante yang ada diatas tempat tidur Tante yang besar ini…..Eki bisa bebas ngerjain apa saja yang Eki pengen terhadap tubuh Tante sebagai balasan atas keangkuhan Tante.., malam ini tante akan kena batunya”,Heh… coba Eki liat kaki tante yang putih mulus yang sempet Eki liat tadi bruise …pake ditutup segala“ sambil menarik kasar daster Tante Mirna ke atas sampai sebatas perut…. ”Astaga Tante..” Aku sangat terkejut kaki Tante Mirna kencang sekali di pahanya tak nampak kerut ataupun tumpukan lemak, bahkan perutnya rata sekali padahal 6 anak telah dia keluarkan dari perut ini, ….”busyet Tante Mirna ini pasti karena Tante rajin olahraga dan minum jamu †jamuan setiap pagi” ….kataKu terkagum †kagum,”Vaginanya tertutup celana dalam warna hitam “Eki ciumin kaki Tante Mir..yah..”Aku bergeser ke bawah mulai dari telapak kaki, aku terkejut harum kulitnya sama dengan Nia gempal dan montoknya juga sama …kugerayangi sepasang betisnya kuraba, kujilati…naik terus ke lutut…”cupp..sruupp..sruppp” lalu ke paha ….merinding.. Aku menyentuh kulit pahanya yang putih bersih dan “haaaluuuuuss sekaliiiii” belum pernah ada wanita sehalus ini..bahkan anak †anaknyapun tidak dapat menandingi..”kulit Tante Mir…pake apa sih..Tante Mir..”lama Aku dipahanya,..saat mataku naik ke arah vaginanya terbelalak mataKu..” busyeeet diganjel nih Tante..tebel amaaaaat..ga mungkin tante lagi ga men’s kan..Eki tau ko jadwal men’s Tante dan semua anak †anak Tante..” Aku gerakan tubuhKu sejajar dengan tubuh Tante Mirna dengan posisi memeluk Tante Mirna Aku raih resleting daster Tante Mirna yang berada di punggung “Sreeet” dengan cepat kuturunkan dan kutarik dasternya ke bawah…..hingga lepas..”haaaaaaaaaah” buah dadanya besar sekali, seperti tidak ada ruang kosong didalam bhnya,bh yang elastis itu sangat terlihat kencang membalut tubuh tante Mir.., bagian dari payudaranya yang tidak tertutup bh menyembul tinggi keluar seakan payudaranya terhimpit bh,..”Tante..copot yah bhnya sesek kayanya kasian tuh tetek tante…..ga usah malu †malu Tante khan…tetek Tante..punya Eki malam ini ….,” kuraih dua tali bh yang juga berwarna hitam dan berenda indah …kuturunkan hingga perut,…maka menyembulah buah dadanya yang ukurannya luar biasa, bentuknya sama persis dengan buah dada Nia,bh yang tadi kulepas meninggalkan tanda yang berbekas pada bagian badan sekitar buah dadanya mungkin karena terlalu besar payudarnya..atau bhnya yang kekecilan ”ternyata bentuk tetek tante menurun kepada Nia..”,bentuknya bulat dan montok yang beda dengan Nia hanya ukuran dan pentilnya karena payudara Tante Mirna lingkar pentilnya besar berwarna coklat muda kemerah †merahan,……ukuran payudara Tante Mirna
2 kali mungkin 3 kali lebih besar dari buah dada Nia, walaupun Tante Mirna sudah pernah menyusui 6 putrinya tapi bentuknya payudaranya tidak kendor, berntuknya masih seperti layaknya seorang anak perawan ….”ck..ck…ckTante Mirna…”kupegang buah dada kirinya ternyata kini geggaman tanganKu hanya mampu menggenggam kurang dari ½ bagian buah dada Tante Mirna yang sebelah kiri.
“Eki pengen tetek tante Mir yah.nikmat kayanya…Tante..pokoknya Tante nyerah aja..ga usah ngelawan yah.. ” Tak tahan kubenamkan kedua mukaku diantara buah dadanya kuremas kedua buah dadanya dengan kedua tanganKu,..kugoyang..goyangkan payudara Tante Mirna…Padet..sekali..kuremas, kujilati secara bergantian dan kusedot †sedot..”slruupp..slruuup..slruup” nikmat sekali, “tetek tante… yang jadi kebanggaan tante Eki obok †obok malam ini “,….Penisku amat sangat tegang..darahKu berdesir kencang….sampai ke ubun †ubun, tak kusangka TanteKu bisa senikmat ini..”luuuar biassssa”,sekarang mulutku mulai menikmati bagian perut Tante Mir…”Eki jilatin yah perut tante…. ”
Kuraih bibir celana dalamnya kuturunkan bersama bhnya hingga terlepas…”Glek”….”memek Tante emang tebel yah…bulu- bulunya halus berwarna kecoklatan..” tanpa menyentuh vagina Tante Mir…Aku segera melepaskan celanaKu berikutnya Aku peluk tante Mir..hingga penisKu menyentuh pinggulnya dan lenganKu diatas gundukan payudaranya, Sekarang Aku dan Tante Mirna sudah telanjang bulat…kukulum bibir tebal Tante Mirna…kugigit..sambil tanganKu terus memerah sekuat tenaga buah dadanya, saking gemasnya payudara tante Mirna yang putih itu berubah menjadi merah akibat remasan tanganKu ”Hmmm karena malem ini Eki akan mencoba hasil kerja keras tante merawat tubuh Tante selama ini …yah …Tante akan Eki *****..sekarang, Eki akan menikmati tubuh Tante Mirna…jadi Eki ga usah panggil pake Tante Mirna lagi….yah..ngapain..Eki yang berkuasa atas tubuh Tante, nasib Tante Mir ada di tangan Eki…milik Eki malam ini……eh.. Mirna…..ladeni Gue yah !!…puasin Gue Mir…!! dengan tubuh molek lo !!…mau mulai dari mana ” dari tetek toe yah..Mir…”maka kunaiki tubuh bugil Tante Mirna kuletakkan penisku yang sudah tegang diantara kedua belah buah dadanya….lalu dari sisi luar keduanya kutekan ketengah sehingga menjepit penisku….oooouuuuhh penisKu hilang ditelan buah dada Tante Mirna hanya sedikit saja yang terlihat keluar dibawah dagu Tante Mir….sulit sekali penisku digerakan maju mundur karena cengkraman buah dadanya yang kencang. “Ga enak Mir…” sambil Aku lepaskan penisku..”basahin dulu deh sama ludah loe” Kubuka kedua bibirnya lalu kugosok †gosokkan penisku kekiri dan kanan…”cobain dong kontol gue Mir… enakan …mulut ini jangan dipakai cuman buat nyuruh †nyuruh orang aja !!.pake buat ngisep kontol gue sekali †kali….sambil dipegang dong Mir !!. sambil kuraih tangan kanannya… ”, setelah cukup basah..Aku kembali diantara dua bukit yang kenyal “nih..bandel..yang ini juga bandel suka bikin orang sampai ngiler.. ” kataku sambil memukul †mukul buah dadanya dengan kontolKu….., sebelum itu Aku tempatkan lagi penisKu diantara dua gunung besar itu, Kutarik kedua belah telapak tangannya kutaruh secara bersilang di bawah pantatnya sehingga buah dada Tante Mirna yang sudah besar terlihat bertambah besar karena dadanya yang membusung ke depan …lalu…Aaaaah kenyal banget waaaaahhhh enak..ba aanget tetek loe …..oouhh Mirna sayang..ouuuh …ga kuat..gua ga kuat Eeenak bangeet..”preeet..preeet”bunyi gesekan kulit kami…, buah dada Tante Mirna benar †benar besar kenyal dan kencang, “ehh..Mir kayanya..biji gue..” karena ukuran buah dada Tante Mir yang besar Aku coba memasukan buah zakarKu diantara payudaranya, kedua tanganKu juga bisa terbebas karena Aku dapat menggunakan kedua pahaKu untuk menjepit buah dadanya….yang sangat luar biasa, pengalaman yang sama sekali baru buatKu adalah..saat kutekan jauh kedepan penisKu bukan saja buah zakarKu yang merasakan kenikmatan tetapi kulit selangkanganKu dibelakang zakarKu sampai ke pantat dan juga belahan pantaKu sampai hampir kedekat Anus bisa merasakan padat dan montok payudara tante Mir..ditambah lagi kurasakan pentil tante Mir..bermain †categorical di wilayah itu menusuk †nusuk mengelitik daerah yang pale sensitif dari selangkanganKu bahkan Aku bisa bergerak naik turun yang tidak bisa kulakukan pada payudara ukuran biasa…..,”ahh..uhhn..ahh..achh..och Mir,..Mir.ah..Mir..ah”desahKu berkali †kali.. Aku seperti Anak kecil yang sedang asyik memainkan kuda â€kudaan yang baru dibeli,”krek..krek..krek” suara ranjang akibat Aku sedikit meloncat †loncat..karena nikmatnya duduk diatas payudara montok ini,Tante Mirna benar †benar menyerahkan buah dadanya yang selama ini dia jaga keindahan bentuknya untuk dipergunakan sebagai pemuas birahi keponakannyasendiri.lalu “aaaahcchhhchhhhchh…” jepitan pahaKu tiba †tiba menegang,Ku jepit payudara Tante Mir..sekuat tenaga.., kedua tanganKu meremas bagian atas payudaranya sekencang †kencangnya seiring itu muncrat pula spermaKu ”crooooooot,croooooot…………croooooott” “aahhhchkkc..hheeek.. Mirrrrrnna acahhchhhchheeee”Aku mengerang karena nikmatnya, maniku muncrat di dagu dan leher jenjang tante Mir.., lalu Aku terdiam mematung mengatur nafasKu “gila..gue..ga bisa nahan mani..gue..Mir..belum pernah ada seumur hidup …tetek yang mampu bikin gue..klimaks…..apalagi sebanyak ini..”
Kubersihkan dagu dan leher tante Mir dari maniku dengan celana dalam tante Mirna yang tergeletak dekat kakinya..”.Setelah puas dengan buah dadanya kuturunkan tubuhku yang lemas sekali…”ah udah..kali yah” rasanya tubuhKu sudah tidak kuat meneruskan permainan ini …..tapi mataKu terus memeloti sekujur tubuh tante Mir yang mulus dan kencang…. Aku turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi mungkin kalau kena atmosphere penisKu bisa segar kembali..karena sudah empat kali Aku klimaks, hal yang sama sekali tidak mungkin akan terjadi pada situasi hubungan seks yang normal, baru Aku perhatikan sekarang bahwa lemari yang ada di lorong itu adalah lemari kaca yang panjang dengan pintu geser,tempat baju †baju mewah tante Mirna yang semuanya tergantung rapih.diantara baju †baju mewah kutemukan banyak sekali selendang †selendang complicated tante Mirna untuk melengkapi baju pestanya,belum lagi Aku sampai di kamar Mandi, seseorang mengetuk pintu kamar Tante Mirna dari arah luar…bu.Mirna..bu.Mirna…Saya mau ke pasar bu..takut kesiangan nanti kehabisan ikan masnya…Aku terperanjat dan baru saja menyadari setelah melihat ke arah jendela kalau hari sudah mulai terang…bu..Mirna Saya pergi yah…itu jamunya nanti keburu dingin …..”wah si mba..bikin Aku jantungan” dia tidak tahu bahwa saat ini majikannya sedang telanjang bulat diatas tempat tidur dan baru saja selesai melayani keponakannya dengan payudaranya,….tak lama kemudian Aku mendengar suara pintu garasi yang di buka oleh seseorang, Aku meloncat ke jendela untuk melihat ….siapa yang baru datang..”ooooh si mba pergi ke pasar” kuperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu …pagar “wah..berati ga ada siapa- siapa di rumah ini..kuperkirakan Rani dan Nia baru akan sadar pale cepat 1 jam lagi…Aku bisa menikmati tubuh tanteKu sambil berteriak †teriak bebas” penisKu mulai beraksi menanggapi rencana yang ada di kepala…setelah kulihat Mba Tiul..menaiki angkot..Aku loncat turun ranjang lari menuju lemari baju Tante Mirna tadi kemudian mengambil beberapa selendang untuk melaksanakan rencanaku….setelah itu Aku menghampiri tanteKu yang masih pingsan dalam keadaan telanjang bulat..”Mir asyiik….sayang kita categorical diluar..yuk ” …sambil menyatukan 2 lembar selendang, sehingga cukup panjang,untuk kemudian Aku kalungkan di tengkuk tante Mir…, dan kedua ujung selendang tersebut Aku selipkan di kedua ketiaknya setelah itu Aku telungkupkan tubuh tanteKu untuk menyatukan kedua ujung selendang tadi di punggungnya, selesai mempersiapkan tante Mir kubuka pintu kamar, masuk ke ruang tengah lalu mendorong sebuah lounge panjang untuk Aku letakan dibawah tangga putar dengan posisi sandaran lounge berada sejajar dengan pagar pembatas tangga.Aku kembali ke kamar menuju meja rias, disitu kutemukan sebuah baby lotion, kembali ke ranjang kuangkat tubuh Tante Mir….,kutempelkan punggungnya di dadaku, Kubawa dia menaiki lounge yang ada di ruang tengah, kemudian sambil duduk memangku tanteKu,, diatas sandaran lounge kukaitkan kedua ujung selendang pengikat tubuh bugil tanteku di salah satu anak tangganya yang terbuat dari besi setelah terkait kutarik hingga kencang kemudian kuikat kedua ujung selendang tersebut, sehingga sekarang posisi tanteKu tergantung dengan posisi setengah berdiri diatas kursi sofa, setelah puas memandang tubuhnya dari kejauhan, Aku kembali naik ke atas sofa, sebagai pemanasan Aku ambil kedua telapak tangannya untuk Aku ciumi, kujilati dan kuisap â€isap jari †jari jentik tante Mirna lalu kubimbing kedua tangannya menuju penisKu tangan kirinya kubuat agar mengelus †ngelus dan mengocok †ngocok batangKu sementara tangan kanannya meremas †remas buah zakarKu, kemudian Aku tarik jari telunjuk kanannya agar dapat memainkannya keluar masuk anusKu…, rasanya nikmat sampai ke ubun â€ubun setelah puas kembali Aku tatap wajah tante Mirna… ”sekarang giliran gue cobain seperti apa rasanya memek loe Mir..”, kubaluri penisKu dengan baby unguent kemudian kurentangkan kaki tante Mir lebar †lebar, Kucengkram kedua belah pantatnya….”Mir..oucchh pantat loe..“ininih yang selama ini loe..jaga..loe rawat biar bagus…ternyata..akhirnya loe kasih gue untuk bentar lagi gue cicipin..hehehe “kataku sambil menepuk †nepuk dan mengelus †ngelus pantatnya “gplok..gplok”pinggang tanteku kecil tapi pinggulnya agak lebar,bentuk pantatnya bundar, montok dan sama sekali tidak turun seperti layaknya seorang wanita yang telah mempunyai anak, dan permukaan kulitnya sangat lembut, Aku berdiri berhadapan sejajar dengan tubuh yang indah itu,wajah Tante Mirna dekat sekali dengan wajahku Kulumat lagi bibirnya yang tebal dengan buas..”slruuup..slruuup”..denyut †denyut yang timbul dibawah pusarku mengisyaratkan penisKu sudah siap untuk bertempur “Yuk ng***** Mir..…badan loe jangan buat ngejebak laki †laki doang..tapi ga pernah loe kasih mereka untuk nyobain…”licik loe emang” tapi sekarang semua bagian dari badan loe ga ada yang bisa lolos dari gw ….gw ga pernah mimpi bisa ng***** sama loe yang galak tapi bodynya luar biasa ini …kontol gue panjang dan gemuk..rasain deh Mir….tadi juga kontol gue abis masuk ngerasain memeknya,pantatnya Rani,sama Nia sekarang giliran loe…. ”..
”Sekarang loe harus merasakan kontol gue yang besar Mir”…sambil membelai †belai rambutnya …. ” kemudian tanganku kembali mencengkram pantatnya Kutekan pantatnya ke arahKu,sehingga penisku dan vagina tanteKu saling bertemu,Kurasakan ujung penisKu yang dengan mudah masuk lobang vaginanya, tetapi ketika Aku berniat untuk masuk lebih dalam ternyata dinding vaginanya tidak menyerah begitu saja…kuat menekan penisKu yang sudah licin dibaluri unguent ”uuuuuffffff sempit juga memek loe.”
Gerakan maju †mundur penisKu di dalam vagina Tante Mirna,sangat lambat dan sangat menguras tenaga ”…ouuh..iiiihh ahh..ahha…sss..ehhohh”desahKu sambil menyetubuhi tanteKu dengan posisi berdiri, sehingga tidak ada satupun bagian dari tubuhnya yang tidak dapat kujamah, dengan kaki mengangkang tubuh tante Mirna bergerak mundur maju mengimbangi gerakan tubuhKu, rambutnya yang indah bergoyang †goyang seiring gerakan tubuh kita. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa pada vagina tanteKu ini..yang benar-benar belum pernah kurasakan sebelumnya dengan wanita †wanita lain yang umurnya jauh lebih muda dan yang belum pernah melahirkan, bahkan nikmatnya vagina Nia terlupakan sudah….sungguh ajaib kenikmatan yang disuguhkan vagina tante Mir yang usianya sudah setengah baya,“seakan menjawab pertanyaanKu tentang asal †usul kenikmatan yang telah diberikan Rani dan Nia tadi malam “huuah..huah..huah..”teriaku dalam setiap hentakan keras penisKu kedalam vagina tante Mir.… “Oohh.Mir..,Mir..ah..ah..Mir..duulu..loe ma..ki..ma.ki gw..kar..na ngeraba..raba ann..nak..nak loe..ma,,lem ni..gue..uuudahco..coba.iin.3..me.emek..mem..ek..R a..ni..Ni.aaa aama,me,..emek ma..mahnya..”kicauan..ku..ditengah nikmatnya… kubenamkan dalam †dalam penisku..ke dalam vaginanya, vagina ‘Waaaaaaaahhhhhhh..Gillllaaaaa loooooe Mirrr”… luar biasa sesak vaginanya,kalau Aku tekan dalam †dalam sampai kubenamkan habis penisKu, di dalam vagina tante Mir…didasar lobang itu seperti ada yang menarik †narik ujung penisku dan ujung penisku terasa basah …., “giiiileeee Mir..emmmpot aaaayam loeee.”kurasakan desakan darah diseluruh uratKu….PenisKu..sudah penuh dengan mani yang siap..ditembakan,tapi cepat †cepat kucabut untuk merasakan bagian tubuh tante Mir..yang..lain…
Masih berdiri diatas lounge berhadapan dengan tubuh tante Mirna,kepalanya menunduk lemah rambutnya yang ikal dan panjang terurai menutupi beberapa bagian dari payudaranya,Aku tak rela sehelai rambutpun menutupi bagian †bagian indah tubuh tanteKu malam ini, maka kuraih selembar selendang lagi, kukepang buntut kuda rambutnya dengan menggunakan salah satu ujung selendang yang kupegang dan selanjutnya kuikatkan pada anak tangga dengan demikian kepala tante Mir sedikit terangkat sehingga Aku dapat menatap wajahnya yang cantik pada saat penisKu sedang membongkar lobang †lobang kenikamatan tante Mir..….
Setelah kuciumi bibrnya dan meremas †remas payudaranya, Aku berjongkok menikmati perutnya yang rata tanpa lemak sedikitpun itu dengan mulutKu kemudian beralih kesamping tubuhnya untuk menarik bokong tante Mirna ke dekat mukaKu “Plok…plok..sruup..sruup” pantatnya yang luar biasa padat, kencang dan bundar…kupukul †pukul sambil kuisap †isap ….”Mirna..Om Iwan pasti belum pernah nyobain lubang pantat loe.., pasti loe ga ngasih dan Om Iwan mana berani minta…heehehe kalo loe berdua ng***** pasti Omi Iwan yang jadi pelayan pemuas nafsu loe..seperti sehari †hari !!!, harus ikutin semua kemauan loe.mana pernah loe mikirin maunya Om Iwan….kalo gitu berarti gw yang pertama yang akan cicipin pantat..moleh loe…heheehe.”
Kududukan tubuhku diatas senderan sofa, kupindahkan pantat tante Mir kepangkuanKu setelah kulumuri lagi unguent di penisKu,dan ketika pantat tante Mirna di pangkuanKu ” …Aduh lubang loe sempit…masih perawan…!!! kataKu …”kurentangkan kedua kakinya lebar †lebar dan kucoba masukan dengan paksa penisKu, setelah ujung penisku masuk kudorong dengan penuh tenaga…dengan bantuan tanganKu yang memegang pinggulnya sambil menekannya ke bawah,.sehingga“preeeeeepttsrjjjjjeeet” “wooouuuuuhhhh Mirnaaaaaaaaa Mirnaaaaaaaa “teriakanKu bergema seisi rumah “peereeet ammmmaaaaat sayaaaaang. Lubang anus tante Mirna…lebih kencang..lebih..hangat..lebih dalam dari lobang vaginanya., kualihkan tanganku sehingga melingkar memeluk pinggangnya yang ramping…kuayun-ayunkan tubuhnya hingga naik †turun..sesekali kubuat agar pantatnya membuat gerakan melingkar..”ouuuooouuohhhh” nikmat sekali …dibawah batangKu melakukan sedikit gerakan sebagai bantuan…,makin lama gerakan †gerakan ini kupercepat..temponya…hingga lounge itu berbunyi kencang “…ngek.ngek.ngek”, baru sekarang Aku melihat buah dada tante yang besar itu bergoyang- goyang lincahnya keatas kebawah.indah sekali., tak kulewatkan kesempatan itu untuk meremas †remas payudaranya lagi. Andai saja dia saat ini dalam keadaan sadar …entah bagaimana perasaannya…,tak kubayangkan betapa malunya tante Mirna yang memiliki gengsi yang sangat tinggi ini apabila dia menyadari bahwa tubuhnya sedang meloncat †loncat diatas pangkuan keponakannya untuk melayani, memberi kepuasan pada penis sang keponakan yang sedang mengaduk â€ngaduk lobang anusnya ditambah tangan yang sedang “berbelanja” di buah dadanya, belum lagi tubuhnya terikat dalam keadaan telanjang…”Mir.eh.. nik..matin aaaaja yah..Mir.”dengan mataku yang selalu menatap wajahnya.…. sulit sekali mendapat kedalaman yang maksimal di lubang anus Tante Mir… karena tertahan belahan pantatnya yang besar dan montok itu,…sehingga setiap goyanganku menimbulkan suara †suara mesra di pantatnya “gplok..gplok..gplok””oouchhhh gw ba…rru tau smuaa lobang..loeh nikkkmaaatnya Mir..….,anak….aaanak loe..nikmattt, terrr..nyata summber..nya eloh.., Mir… niiiiikmat bbbbbengeettt…….
Jam telah menunjukan jam ½ 7 pagi,kemungkinan Rani dan Nia sudah tersadar saat ini besar sekali….tapi Aku belum puas juga bermain †categorical dengan tubuh tanteKu ini,malahan Aku semakin asyik dengan ide †ide lain,..Kuterhenti sejenak kemudian dengan penis yang masih terbenam di dalam anus tante Mirna…Aku dekap tubuh tante MirnaKu dengan erat sambil membimbingnya berdiri dan berbalik sehingga tubuh kita berhadapan dengan sandaran sofa,..kuangkat kedua kaki tante Mir kemudian kuletakan pangkal betisnya diatas sandaran.., sehingga membentuk pantatnya semakin membulat dan menimbulkan suara yang keras saat penisKu melesak masuk kedalam anusnya”gbloak…gbloak..gbloak..”..oh..Mirna..ampun ..Mir…enak..Mir..keadaan ini membuat penisKu semakin betah didalam…,kuatur serangan penisKu dalam dash sedang …kemudian..sesekali..Aku kagetkan tubuhnya dengan serangan †serangan super cepat “ahahaajhhahahahah”…..keringat sudah membasahi kedua tubuh telanjang ini, …, tak lama kemudian…kuhentikan sejenak goyanganKu, kucengkram kedua pangkal pahanya lalu kuputar keduanya hingga tubuhnya berbalik menghadapKu, ini kulakukan tanpa mencabut penisKu, dan rasanya sangat luar biasa,..tumpukan daging yang mengelilingi dan membekap penisKu erat……terasa memelintir penisKu dengan nikmaaaat..sekali “ouuuhhh Mirnaaa.sssstttt Mirnaaaa..ohh”.Setelah tubuh kami berhadapan kuambil 2 lembar terkahir dari selendang tante Mir yang tergeletak di lounge dengan ujung jari kakiku,…selendang itu Kupergunakan untuk menyatukan pergelangan kaki kiri dengan pergelangan tangan kiri dan kemudian pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan kanannya tante Mir.., setelah kusatukan..kuikat kedua selendang tersebut di salah satu anak tangga…,sehingga posisi tanteku sekarang, tergantung celentang dengan kedua kaki yang tertarik kedua lengannya, yang menyebabkan kedua pahanya terbuka lebar-lebar membuat vagina dan lobang anusnya joke terlihat jelas dan terbuka lebar, gambaran posisinya, seperti kita melihat seorang bayi mungil yang sedang “diceboki” dalam kondisi masih tidur setelah buang air.Kualihkan penisKu ke dalam vagina tante Mir…,pada gerakan †gerakan awal kubiarkan kedua belah pahanya mengangkang lebar,…tapi ditengah †tengah “genjotanKu” yang semakin cepat kurapatkan kedua belah pahanya sehingga dapat kudekap erat dengan tangan kananKu sementara tangan kiriKu yang terus menggerayangi setiap jengkal tubuhnya ”OOOuuuhhh Mir…nikkkmmmat..rapeeeettt..Mir….mmmemmekloeee………” teriakanKu menggambarkan nikmat vaginanya dalam posisi itu, penisKu semakin menegang dan hampir mencapai puncak, cepat †cepat kucabut dan kembali ke anusnya, dalam waktu singkat,”woooouuuhh.. Mirrrr..guuee kluarr..mirrr,…ouhhh mirr..eeeeenakk ssssyaaaaaang” kubenamkan penisKu dan kubiarkan cairan spermaKu keluar dalam anusnya.
Hari sudah semakin siang Mba Tiul sebentar lagi pasti pulang…, maka capat †cepat Aku berdiri di dekat kepalanya untuk melepaskan ikatan rambutnya,…mungkin karena terburu †buru Aku lupa untuk menahan kepala tante Mir agar tidak tiba †tiba terjatuh saat ikatannya kulepas tiba †tiba “bhukk” kepalanya jatuh menghantam tubuhKu tepat di selangkanganKu..”aduh”…, kurasakan nikmat belaian rambutnya pada penisKu yang sudah sangat “lemas” dan tidak mungkin terbangun lagi,…., “wahhh mulut loe yang seksi nantang bener”…Aku berjongkok dan menciumi bibirnya “ cuciin.. dong kontol gue Mir” sambil mencoba membuka kedua mulutnya dengan menarik rangkaian gigi putih dan bersih tante Mirna, “Ayooh buka mulut loe…!!!!“Aku tidakpernah mengira hanya dengan satu tarikan kuat tangan kananKu pada rahangnya maka terbuka lebarlah mulut tanteKu.Aku berdiri berbalik membelakangi tubuh tante Mirna…, kutempatkan kepalanya tepat ditengah †tengah selangkanganKu, dengan tetap menahan rahangnya, kuturunkan perlahan penisKu kedalam mulut yang dulu pernah memaki †makiKu, “hayoo telen Mirr …!!!telen!!”,dengan telunjukKu kuatur posisi lidah tante Mir..agar memberi jalan pada batangKu untuk masuk lebih dalam dengan tangan kiriKu kutekan bagian belakang kepalanya sehingga tanteKu bisa menelan seluruh batangKu, hingga ujung penisKu dapat menyentuh dinding kerongkongannya dan bibir â€bibir tebalnya bisa mencicipi buah zakarKu, “ooohh Mir…aaaanget Mirr..lembut terasa lembut banget mulutloe”desahKu “srukk..sruuk srukk” bunyi †bunyi itu keluar dari mulutnya,penisku basah kuyup bermandikan atmosphere liur tanteKu,kutatap matanya yang masih terpejam, hidungnya yang mancung membelai †belai rambut di selangkangnKu, Aku sangat terkejut karena penisKu semakin lama semakin mengencang, “waah Mir…luar biasaa permaianan loeee.. …, kupercepat ayunan kepala tante Mir” croook..kecrook..crrrook..kecroook”suara mulut tante Mirna akibat penis keponakannya yang sudah mengeras dan memenuhi mulutnya ”,”aayoohhh Mirr udahhh.siang.….,…ayoohMirrr..bikin gw kluarr ahh” kehangatan,, kelembutan mulut tanteKu membuat Aku semakin menggila, penisKu teggang dan basah dibuatnya dan…”crrroot..crrroot”..kumuntahkan sisa †sisa spermaKu kedalam rongga kerkongannya “minum..yah Mir..diminum jangan dibuang”.
Kucabut penisKu dari mulutnya kurapihkan semua perbuatanku dan kukembalikan semuanya kepada posisi semula, kemudian Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukaKu dan naik ke kamar berganti pakaian dan keluar rumah tanpa membawa mobil.Satu jam kemudian Aku kembali ke rumah tante Mirna dengan membawa sekantong berisi buah †buahan sebagai tanda terima kasihKu kepada tante Mirna yang mengijinkan Aku menginap di rumahnya…atau sebagai tanda terima kasih karena dia dan anak â€anaknya telah melayani Aku semalaman..heehehhe.
Saat Aku masuk rumah kutemui Mba Tiul yang sedang di dapur,.., “yang lain pada belum bangun ” tanyaKu…”udah mas tau pada di kamar mamahnya”,jawab Mba Tiul …” “tolong pamitin yah bilangin urusan Saya udah beres nih “ kataKu yang takut untuk berpamitan langsung pada mereka “oh…iyah tau tuh Mba Rani dan Mba Nia jam segini baru bangun, Mamahnya malah belum bangun aneh..ga biasanya” jelas Mba Tiul sambil membukakan pintu pagar “masa sih”…tanyaKu berpura †pura heran…”oh iyah tadi..beliin buah kesukaan tante Mir..tuh ada di meja makan yah Mba..” kataKu lagi,… “Iyah trima kasih “ Kata Mba Tiul lagi.
Setiba dirumah Aku tertidur pulas seharian, badanKu lemas sekali…penisKu berdenyut †denyut..ngilu dan pegel sekali, pinggangku seperti mau patah.,Luar biasa permainan tante Mirna dan 2 putrinya telah mengakibatkan aku 6 kali mencapai orgasme,…yang tidak mungkin lagi terjadi dalam berhubungan seks biasa.
Setelah kejadian itu 2 bulan lamanya Aku tidak bertemu mereka, Aku mendengar kabar Tante Mirna dan Nia sering bolak †balik ke dokter, tidak tahu sakit apa mereka, atau mungkin mereka berdua merasa ada masalah pada vagina dan anus mereka.Dalam suatu acara “lamaran” sepupuKu yang lain Aku bertemu mereka sekeluarga, pada Rani dan Nia tak terlihat banyak perbedaan hanya saja mata mereka selalu menunduk tidak pernah mau menatap mataKu, saat berbicara atau pada kesempatan lain, perubahan yang sangat jelas ada pada tante Mirna, dia terlihat lebih pendiam sekarang, rasanya dia juga sudah tidak terlalu percaya diri seperti dulu,tidak lagi banyak mengatur dan mengemukakan pendapat, persis seperti suaminya dulu, tapi sekarang justru Om Iwan lebih banyak bicara dan seperti mengambil alih kendali keluarga dari tangan tante Mir…, atau mungkin juga Tante Mirna, Rani dan Nia mengetahui perbuatanKu terhadap tubuh mereka tapi tidak cukup bukti untuk melancarkan tuduhannya.
BagiKu Rani dan Nia tetap cantik dan seksi tapi bahasa tubuh mereka sudah tidak pernah menantang Aku lagi untuk membayangkan apa yang ada di balik pakaian mereka.Sekarang Aku lebih banyak tersenyum saat bertemu mereka membayangkan apa yang Aku lakukan malam itu.Dan tante Mirna…adalah reward bagiKu karena Aku satu †satunya keponakan yang spermanya pernah di telan tante Mirna.
Cerita 17tahun-Pengalaman Dengan Kakak Sepupu
70
Posted by admin on Apr 20, 2008 – 11:36 am
Filed underneath Cerita Dewasa
Cerita 17 tahun,3gp porno dan foto bugil terbaru hanya ada di www.17tahun.us
Perkenalkan namaku Steven, aku baru saja menginjak umur 30 tahun. Nama panggilan akrabku adalah Steve. Sekarang aku bekerja di suatu perusahaan multimedia pattern & selling di Jakarta. Focus dari pekerjaanku lebih menuju ke arah website design. Statusku masih belum menikah, dan juga masih belum punya pacar yang serius.
Aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak dan adikku laki-laki semua. Sekarang kakak kandungku telah berkeluarga, dan tinggal di Denpasar. Adik kandungku baru saja menyelesaikan kuliah-nya di Jakarta, dan kami tinggal bersama. Sejak aku pindah ke Jakarta, orang tua kami membeli rumah di Jakarta agar aku dan adikku tidak gampang terpengaruh oleh sifat dan kebiasaan anak-anak kost yang tidak benar. Memang aku akui itu kekhawatiran yang berlebihan, tapi bagi kami itu adalah berkat karena telah diberi tempat tinggal oleh mereka.
Kakak sulungku sejak tamat SMA (sekarang SMU) langsung pindah ke Denpasar, Bali. Dia mengambil bidang kedokteran, dan kini sekarang dia berhasil membuka praktek sendiri di Denpasar dan menetap di sana. Setelah lama dia berpindah dari 1 tempat ke tempat lain di daerah terpencil untuk ujian praktek dan juga karena suruhan pemerintah.
Aku ingin menceritakan pengalaman mengesankan sewaktu aku masih kuliah di kota pahlawan (Surabaya) hampir 10 tahun yang lalu. Pengalaman ini melibatkan hubungan aku dengan kakak sepupuku yang berumur 5 tahun lebih tua dari aku. Kalau aku pikir-pikir lagi sekarang, keperjakaanku diambil oleh kakak sepupuku sendiri, dan tidak ada rasa penyesalan di dalam diriku. Atau mungkin karena aku adalah lelaki, jadi masalah keperjakaan tidak terlalu penting bagi kami kaum Adam.
Kakak sepupuku bernama Jesi, tapi sejak kecil aku selalu memanggilnya Ci Jes atau hanya Cici yang artinya kakak perempuan. Kami berasal dari kota yang sama yakni kota Surabaya. Jesi adalah anak dari kakak perempuan ibuku. Dia adalah anak bibi yang sulung dari 3 bersaudara.
Jesi pada saat 10 tahun yang lalu berwajah cantik, putih, dengan tinggi badan 165 cm. Dadanya montok, meskipun tidak begitu besar. Tapi pinggulnya bukan categorical indahnya.
Aneh-nya anak dari ibuku semua-nya lelaki, sedangkan anak dari bibi semua-nya perempuan. Rumah kami tidaklah jauh, dan sewaktu masih SMP dan SMA, Jesi selalu mampir ke rumahku hampir tiap 3 kali seminggu. Karena tempat les private matematika, dan fisika-nya hanya beberapa scale dari rumahku. Jadi daripada pulang ke rumah-nya dulu seusai sekolah, dia memilih untuk mampir di rumahku untuk makan siang lalu berangkat lagi ke les private-nya.
Bisa dikatakan meskipun umur kami beda 5 tahun, tapi kami sangat akrab. Jesi ramah, lembut, dan sangat perhatian kepada kami. Kami menganggap Jesi seperti kakak kandung sendiri. Tapi aku selalu merasa Jesi memberi sedikit perhatian lebih kepadaku. Waktu itu aku berpikir mungkin karena kakak sulungku hampir seumur dengan-nya, dan adik bungsuku umur-nya beda amat jauh darinya. Tapi setelah kejadian malam itu, aku baru mengetahui kenapa Jesi memberikan perhatian lebih kepadaku.
Jesi sering bercurah hati denganku, meskipun waktu itu aku masih duduk di bangku SD. Kadang-kadang aku tidak mengerti apa yang dia omongkan. Kalau dia tertawa, aku joke ikut tertawa. Meskipun aku waktu itu tidak tau kenapa harus tertawa. Mengingat-ingat itu lagi, aku bisa tertawa sendiri sekarang. Jiwa anak-anak masih lugu dan murni.
Semenjak tamat SMA, Jesi pindah ke Bandung dan kuliah di sana. Sejak kepindahan Jesi, terus terang aku merasa kehilangan dan kadang-kadang rindu dengan-nya. Hanya setahun 2 kali Jesi pulang ke Surabaya, dan itu hanya untuk beberapa minggu saja. Dan yang mengesalkan, tiap kali Jesi pulang, selalu saja saat aku harus menghadapi ujian umum. Jadi waktuku untuk bermain-main dengan dia sangatlah terbatas.
Aku juga pernah sempat cemburu oleh lelaki yang sekarang menjadi suami Jesi, sewaktu Jesi membawa-nya pulang bertemu keluarga-nya dan keluargaku. Rasa cemburu ini sangatlah beda. Tidak sesakit rasa cemburu terhadap pacar sendiri. Mungkin rasa cemburu karena takut akan kehilangan kakak kesayangan saja. Lelaki itu bernama Bram. Bram berasal dari kota Samarinda, yang kebetulan kuliah di universitas yang sama dengan Jesi.
Hubungan Bram dan Jesi terus berlangsung sampai akhir-nya seusai kuliah, mereka memutuskan untuk segera menikah. Keputusan menikah ini atas permintaan Bram, karena dia harus kembali ke Samarinda dan melanjutkan usaha orang tua-nya. Jesi menikah di usia-nya yang ke 24 tahun. Tentu saja setelah menikah Jesi harus ikut Bram ke Samarinda.
Semenjak kepindahan Jesi ke Samarinda, hubungan kami sempat terputus selama 2 tahun. Dan kabar tentang Jesi hanya bisaku dapatkan dari bibi (ibu Jesi) saja. Pada saat itu Jesi masih belum dikaruniai seorang anak. Tiap kali aku bertanya kepada bibi mengapa sampai saat itu Jesi belum memiliki momongan, jawaban bibi selalu saja sama, yah antara kesibukan Jesi membantu usaha Bram atau Jesi sendiri masih belum siap memiliki momongan.
Ternyata memang benar, sejak Jesi menikah dan pindah bersama Bram di Samarinda, usaha Bram benar-benar lancar dan berkembang pesat. Bram memiliki toko yang luas dan terbagi menjadi 2 bagian. Bram menangani usaha business dibidang handphones dan aksesorinya. Sedangkan Jesi menangani usaha business di bagian konveksi dan aksesorinya seperti jepit rambut, anting-anting, dan sebagainya. Bram dan Jesi sering terbang ke Jakarta untuk sequence handphones, dan barang-barang indication terbaru di Indonesia untuk dijual di toko mereka.
Suatu hari setelah 2 tahun lama-nya tiada kontak dengan Jesi. Tiba-tiba Jesi terbang ke Surabaya karena rindu dengan orang tuanya. Bram tidak datang bersamanya dan Jessi hanya tinggal untuk 10 hari saja. Tapi kunjungan kali ini tidak tepat pada waktunya. Rencana Jesi pulang ini untuk memberi kejutan buat orang tuanya, malah dia lebih dikejutkan lagi oleh orang tuanya. Waktu itu bibi dan paman harus terbang ke Thailand karena liburan dan tidak mungkin dibatalkan karena tiket dan semua akomodasinya sudah dibayar. Jadi Jesi bertemu dengan bibi/paman hanya untuk 2/3 hari saja. Selanjutnya Jesi harus menjaga rumah dan kedua adiknya. Saat itu aku masih duduk di bangku kuliah, dan kebetulan baru memasuki division baru. Tiada kesibukan yang berarti di saat kami baru memasuki division baru.
Pada hari Jumat siang (kira-kira jam 2 siang), sepulang dari kuliah, aku langsung memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Tidak seperti biasanya. Biasanya setiap hari Jumat, aku dan teman-teman kuliah pasti langsung ngafe atau istilahnya ngeceng (kalo bahasa kami bilangnya ‘mejeng’) di mall. Waktu tiba di rumah, Jesi sudah ada di sana dan lagi menonton VCD bersama pembantu.
Halo Ci Jes, kapan datang, sapaku.
Halo Steve. Baru aja datang. Cici bosan di rumah. Tara dan Dina lagi keluar tuh ama cowok-cowoknya. Jadi cici bosan di rumah sendiri. Jadi yah pindah aja di sini., jawabnya ringan.
Ci Jes dah makan belum, tanya saja.
Sudah tadi. Tuh ada ikan goreng ama sambel lalapan mbak punya. Mantep tuh!, canda Jesi sambil melirik ke pembantuku.
Aku kemudian masuk kamar dan mengganti pakaian rumah. Jesi waktu itu sedang nonton film Armageddon (Bruce Willis). Salah satu film favoritku. Kemudian aku join dengannya nonton bersama-sama sambil makan siang di depan TV. Tapi memang benar, ikan goreng sambel lalapan pembantuku memang tiada tandingannya. Sempat saja aku tambah 2/3 piring.
Di tengah-tengah menonton VCD, pembantuku menawarkan kami jus buah. Tentu saja tawaran yang tidak boleh dilewatkan. Di siang bolong begini, jus buah segar adalah penawar yang pale tepat.
Aku duduk di atas lounge sambil kakiku naik di meja, dan Jesi duduk pas di sebelahku. Semakin lama Jesi semakin mendekat ke aku. Aku tidak begitu perduli karena aku sudah terbiasa dengan itu. Bau harum rambutnya sempat tercium saat itu. Jesi tampak bosan, mungkin karena dia telah nonton film itu dulunya.
Steve, cici bosan nih!, katanya.
Trus Ci Jes mau ngapain, tanyaku.
Ngga tau nih. Mau ke Thailand cici., jawabnya sambil tertawa.
Ya sono, beli ticket! Steve anterin deh sekarang, responku seadanya. Tiba-tiba Jesi mencubit perutku.
Ci Jes mau ke mall ngga, tawaranku.
Malas ah. Mall mall melulu. Ngga ada yang lain, tanya Jesi.
Ada. Mau ke Tretes Nginep di sono., tawaranku lagi.
Boleh sih, tapi ngga hari ini. Masih panas dan macet lagi jam-jam gini., jawabnya.
Trus sekarang Ci Jes mau ngapain, tanyaku sekali lagi.
Ke kamar Steve yuk. Ada mechanism diversion baru ngga, tanya dia.
Liat aja sendiri., jawabku santai.
Kemudian kami cabut dari depan TV dan membiarkan pembantuku nonton film itu sendiri. Di kamar aku menyalakan AC dan computer. Aku membiarkan Jesi main-main computerku, dan aku hanya berbaring di tempat tidur sambil membaca komik manga. Ternyata Jesi tidak jadi categorical diversion computer, tapi malah browsing-browsing foto-foto yang aku scanned sendiri. Jaman itu digital camera masih mahal dan kualitasnya jelek, tidak seperti saat ini. Jesi terlihat senyum-senyum sendiri melihat foto-foto kami waktu masih kecil.
Tiba-tiba bak kesambar petir, Jesi membuat aku mati kutu. Aku lupa sum kalau di mechanism itu banyak koleksi film-film porno yang aku dapat dari teman-teman kuliah.
Hayo apa ini, Steve!, tanya dia sedikit menyindir.
Weleh Ci Jes jangan buka itu dong! Barang privacy! Khusus laki-laki., jawabku seadanya.
Emang cewek ngga boleh liat yah, tanya dia menyindir lagi.
Kalo cewek mau liat, boleh aja, tapi liat nanti saja atau kapan-kapan, jangan sekarang., jawabku sambil malu tidak karuan.
Cici mau liat sekarang boleh kan! Lagian cuman begini saja. Steve lupa yah, cici kan sudah punya suami., jawab dia lagi.
Ya udah. Terserah Ci Jes. Tapi suaranya dikecilin yah. Ntar mbak kedengaran lagi., pintaku.
Tanpa basa-basi, Jesi langsung putar aja film-film porno itu. Anehnya seakan-akan Jesi terlihat menikmati film-film porno tersebut. Koleksiku termasuk banyak dan dari banyak negara, ada Amrik, Australia, Canada, Jepang, Hongkong, Taiwan, Thailand, dan sedikit saja yang Indo. Maklum bokep Indo saat itu masih susah didapat. Berbeda dengan jaman sekarang.
Cukup lama Jesi menonton film-film bokep itu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh panggilannya. Panggilan inilah awal dari segalanya.
Steve, pinjitin cici dong Minta mom tuh beliin kursi belajar yang enak. Bikin pegal aja., kata Jesi.
Terus terang sejak dulu, aku tidak pernah sungkan-sungkan untuk memijat Jesi apabila dia minta. Tapi kali ini aku keberatan, karena Jesi sedang nonton film porno. Sejak tadi aku pengen keluar dari kamar, dan membiarkan Jesi nonton sendirian. Tapi juga ada sedikit rasa ngga enak kalo meninggalkan dia sendiri. Aku berdiri di posisi yang serba salah. Akhirnya aku memutuskan untuk memenuhi permintaan Jesi.
Ehmm…ehmmm…, suara Jesi keenakan.
Kurang keras, ci Jes, tanyaku.
Cukup steve. Tapi rada turun ke lengan sedikit yah., pinta Jesi.
Sekarang mau tidak mau aku ikut nonton film bokep itu bersama Jesi. Aku tidak berani berkata apa-apa. Malu dan risih itu alasan yang pale tepat. Aku akui sejak dari tadi rudal aku sudah cukup berdiri, tapi masih belum maksimum.
Cukup lama aku memijat pundak dan lengan Jesi. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suaranya yang membuat jantungku seakan-akan mau copot.
Steve, pengen pijet susu cici ngga, tanya Jesi.
Jeblerrr, boat kesambar petir, ingin segera pingsan saja aku dengan pertanyaan Jesi itu.
Err … maksud ci Jes apa yah, tanyaku pura-pura bego.
Iya, cici tanya Steve. Pengen ngga pijet susu cici, jawab Jesi sambil tangannya meraba payu daranya sendiri.
Err … , hanya itu yang bisa saja jawab.
Dengan malu-malu aku turunkan kedua telapak tangan aku menuju kedua payu daranya, dan meremasnya lembut. Tubuh Jesi tiba-tiba terkejut sejenak, kemudian santai lagi. Hanya beberapa detik saja, tiba-tiba Jesi berkata:
Steve, stop dulu. Bentar, cici mau lepas BH dulu.
Gila benar nih, aku dibikin ngga karuan saja. Jesi melepaskan BH nya dari dalam kaos putihnya tanpa menanggalkan kaosnya.
Nah, kalo begini Steve lebih leluasa., katanya santai.
Terang aja, aku bisa merasakan daging lembut yang menonjol jelas dia dadanya, meskipun masih terbungkus kaos putihnya. Aku menelan ludah, malu, risih, grogi tapi kedua telapak tangan masih meremas-remas payu daranya. Rudal penisku sekarang menjadi berdiri tegak, dan amat keras.
Ehmm…ehmmm…ahhh, suara Jesi perlahan-lahan berubah seperti suara pemain wanita di film bokep yang sedang kami tonton. Tangan kanan Jesi sekarang sudah tidak memegang rodent mechanism lagi, tapi meremas telapak tanganku yang sedang sibuk meremas-remas payu daranya.
Aku benar-benar masih hijau dibidang beginian. Edukasi seks yang aku dapatkan hanya dari film-film bokep saja. Reality seks knowledge masih belum pernah sama sekali. Ini saja pertama kali aku meraba, meremas payu dara seorang wanita.
Ahh… Steve … ahhh … , suara Jesi makin voluptuous dan inilah pertama kali aku melihat wajah Jesi dalam keadaan terangsang alias horny. Kakak sepupu yang biasanya manis dan lembut, kini berubah menjadi wanita yang sedang haus akan seks. Aku tidak pernah menyangka kalau Jesi ternyata sangat mahir di bidang ini.
Tanpa sungkan-sungkan lagi, Jesi bertanya dengan vulgarnya, Steve, pengen gituan ama cici ngga!.
Anu, gituan apa ci, tanyaku pura-pura bego lagi.
Steve jangan pura-pura bloon ah, jawab Jesi sambil mencubit tanganku.
Tapi Steve emang ngga tau, pengen gituan apa sih, jawabku masih pura-pura lagi.
Idihh Steve, reseh nih. Maksud cici itu, Steve pengen ngga ngentot ama cici, kali ini pertanyaannya semakin bertambah vulgar.
Istilah ‘ngentot’ jarang dipakai di Surabaya waktu jaman itu. Istilah ini umum dipakai di Jakarta dan sekitarnya. Mungkin karena dulunya Jesi pernah kuliah di Bandung, jadi istilah ini sudah biasa diucapkan olehnya.
Hah! Yakin nih ci Jes Di sini sekarang Ntar kedengaran mbak loh., jawab panik.
Kunci aja pintunya. Kayaknya mbak lagi tidur siang. Lagian kita putar musik aja biar ngga kedengeran., jawab Jesi.
Tanpa diberi aba2, dengan cepat aku mengunci pintu kamar, kemudian menutup film bokep tadi dan menggantikannya dengan mp3 program. Jesi sudah berbaring di atas ranjangku sambil memandangku yang sedang berdiri di samping ranjang. Tidak tahu harus mulai dari mana.
Seakan-akan mengerti dengan tingkah lakuku yang mau hijau. Jesi kemudian menarik tubuhku agar bergabung dengannya di atas ranjang. Tanpa malu-malu, tangan Jesi menjulur ke dalam celana boxerku, dan dengan singkat saja batang penisku telah digenggamnya dengan mudah.
Wah, kok dah tegang nih, tanya Jesi menggoda.
Ah, ci Jes bisa aja nih, jawabku malu-malu.
Steve pernah ngga gituan ama cewek lain, tanya Jesi penasaran.
Menurut ci Jes gimana, jawabku malu-malu.
Kalau menurut cici sih, kayaknya belum pernah yah. Steve masih malu-malu gitu … tapi MAU!, godanya lagi.
Cici ajarin Steve yah. Tapi ini untuk kali ini saja. Tidak bakalan ada lain kali. Cici mau ambil Steve punya perjaka., kata Jesi sambil tertawa.
Aku seperti tidak mengenal Jesi sebagai kakak sepupuku yang seperti biasanya. Perasaan sayang aku sebagai adik sepupu terhadap kakak sepupu berubah menjadi perasaan nafsu birahi. Pengen sekali aku menidurinya dan menikmati tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dengan segera saja kulepas semua pakaian yang aku kenakan termasuk celana boxerku. Kini aku yang terlanjang bulat. Mungkin karena terlalu nafsu dan grogi, aku sampai lupa kalau Jesi masih berpakaian lengkap. Brrr… semburan angin AC benar-benar dingin. Dengan segera aku matikan AC di kamar. Reflek tubuh aku untuk menghindari dari masuk angin.
Ci Jes, ngga lepas baju, tanya aku lugu.
Ntar dulu, pelan-pelan dong sayang., jawab Jesi santai.
Terus terang panggilan kata ’sayang’ di sini berbeda sekali rasanya dengan kata ’sayang’ yang sering Jesi ucapkan dulu-dulunya. Kali ini seakan-akan kata ’sayang’ yang berarti seperti ‘aku milikmu’ atau ‘nikmatilah aku’, atau apalah gitu. Yang pasti berbau seks.
Aku berbaring di atas ranjang dengan posisi badan terlentang, kedua telapak tangan di atas perut, dan dengan batang penis yang menegang. Jesi seperti mengerti apa yang harus dia perbuat. Jesi mengarahkan tubuhnya diatas tubuhku dan memulai actionnya.
Pertama-tama dia mencium leherku, kemudian menjilati kuping aku. Tentu saja bulu romaku berdiri dibuatnya.
Aku mencoba mencium bibirnya, tapi tiap kali aku mencoba, Jesi selalu menghindar saja.
Ci Jes, Steve mau cium bibir cici., kataku.
Jangan Steve. Ciuman bibir kan hanya buat pacar. Cici kan bukan pacar kamu., jawab Jesi.
Aku hanya mengangguk saja pertanda setuju, dan kemudian membiarkan dirinya menjelajahi seluruh tubuhku. Jesi benar-benar mahir dalam bidang beginian. Dia dengan cepat bisa mengetahui dimana titik kelemahanku tanpa harus bertanya kepadaku. Dengan tanpa ragu-ragu dia mengulum lembut batang penisku, dengan sesekali menjilat-jilatnya. Tubuhku bak melayang di surga, setiap hisapan yang dia berikan terhadap batang penisku membuatku melayang-layang.
Cukup lama dia bermain dengan batang penisku, akhirnya dia berhenti dan membuka kaosnya. Oh my gosh, pertama kali ini aku melihat sepasang payu dara indah milik Jesi. Selama aku hanya menikmati bagian atasnya saja yang putih mulus ditutupi oleh baju renang. Kali ini semuanya terbuka lebar. Begitu putih, mulus, dan warna putingnya yang coklat muda menantang di depan mataku.
Jesi menyuruhku mengulum puting susu-nya. Untuk yang ini aku bisa, seperti mengulum permen cup-pa-cup saja.
ahh … ahh …, terdengar suara erangan halus Jesi. Dia berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar oleh pembantuku.
Steve, tolong lepas celana cici dong!, pintanya lembut. Tentu saja tawaran yang mahal. Dengan segera aku lepaskan celana jeansnya and celana dalamnya.
Sekali lagi … OH MY … aku menjadi sesak napas sekarang. Aku sekarang bisa melihat memek Jesi dengan jelas. Sungguh indah, lebih indah dari memek-memek yang pernah aku lihat dari film-film porno. Jembutnya juga halus dan tidak begitu lebat. Paha-nya mulus, dan perutnya langsing. Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya bahwa Jesi se-sexy ini. Walaupun telah menikah lebih dari 2 tahun, Jesi masih rajin merawat bentuk tubuhnya.
Terpintas di dalam pikiranku untuk menjilat-jilati memek milik Jesi seperti yang sering aku lihat di film bokep. Tapi niat ini ditolak oleh Jesi, mungkin karena takut aku tidak tahan mencium aroma memek. Jadi aku hanya diperbolehkan untuk memainkan tanganku di bagian itilnya. Memek Jesi lembut sekali dan kini menjadi basah. Suara erangan nikmat Jesi semakin menjadi-jadi, dan kadang-kadang sedikit terlepas kontrol.
Steveee, ahhh … ahhh … geli Steve…, suara Jesi yang sedang bernapsu.
Enak ci Jes, tanyaku. Tapi Jesi seakan-akan tidak mendengar pertanyaan ini. Dia masih tetap berkonsentrasi dan menikmati setiap sentuhan-sentuhan yang aku berikan.
Memek Jesi semakin basah dan licin. Kali ini tubuhnya sedikit menegang. Saat itu aku tidak mengerti apa yang akan terjadi dengannya, yang terdengar dari mulutnya hanya Steve … ahh ahh … cici mau datangggg … cici mau datanggg. Hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba tubuh Jesi mengejang dan menjerit keras. Aku panik dan segera saja aku tutup mulutnya dengan tanganku. Napasnya terengah-engah, dan memelukku sekencang mungkin. Tubuh Jesi berkeringat, maklum saat itu AC telah aku matikan, mengingat Surabaya kota yang panas, tidak heran Jesi jadi berkeringat.
Steve … appreciate we …, katanya sambil terengah-engah.
Steve mau rasain masuk ke sini ngga, katanya sambil menunjuk memeknya yang sudah basah. Aku hanya mengangguk malu-malu sambil berkata, Kalo ci Jes ijinin, Steve mau aja masuk ke sana..
Idih, genit kamu. Jelas cici ijinin dong. Masa cici cuma ijinin pegang. Kan tanggung., jawabnya genit.
Kemudian dia menambahkan, Steve, tapi ini hanya untuk hari ini saja yah. Dan ini hanya rahasia kita berdua saja. Jangan sampai ini terbongkar ke orang lain, apalagi kalo sampai suami cici tau. Cici bisa bunuh diri., katanya serius.
Husss … mana boleh begitu ci Jes, jawabku tegas.
Makanya, Steve harus jaga rahasia ini, ok!, pintanya. Aku hanya memberikan vigilance peace, yang berarti ‘I swear’.
Sekarang Steve ambil posisi di atas cici. Cici tuntun dedek Steve dulu. Jangan sembarangan categorical tusuk yah!, katanya lagi. Aku hanya bisa mengangguk saja.
Dengan mengambil posisi di atasnya, Jesi mencoba menuntun batang penisku masuk ke dalam memeknya. Aku menjadi ngga sabar lagi, pengen cepat-cepat masuk ke dalam. Aku begitu bernafsu saat itu. Selesai berhasil menembus masuk ke dalam memek Jesi, mata Jesi terpejam dan mulutnya bersuara basah ugghh…. Saat penisku terbenam di dalamnya, aku belum ingin mencoba memainkan pinggulku. Aku ingin merasakan hangatnya memek Jesi untuk beberapa saat. Pertama kali penisku masuk ke liang vagina wanita.
Kenapa Steve. Kok diam saja, tanya Jesi.
Steve pengen diam dulu ci. Punya cici anget banget., jawabku.
Enak, tanya Jesi sekali lagi, dan aku menganggukan kepalaku.
Kalau gitu kocok sekarang yah, ntar kalau Steve pengen keluar pejunya, keluarin aja yah. Jangan mencoba untuk ditahan. Ini kan pertama kali buat Steve, jadi cici bisa maklum kalo Steve belum bisa mengontrol keluarnya peju., jelas Jesi.
Perlahan-lahan aku memainkan pinggulku. Aku belum terbiasa. Aku sedikit grogi. Jesi membantuku memainkan pinggulku agar dorongan dan irama kocokan batang penisku lebih berirama. Selangkangan Jesi dibuka lebih lebar olehnya, agar memberikan ruangan untukku bergerak lebih leluasa.
Ahhh…Steve…cepet pinter kamu…yah di sono terus … terus lebih dalam lagi…, puji Jesi. Aku hanya tersenyum saja.
Uhhh … ohhh… uhhh…, desahan Jesi menjadi-jadi. Jesi berusaha sekuat mungkin menahan desahannya agar tidak sampai terdengar terlalu keras. Jesi tampak bernafsu sekali, dan mulai mengeluarkan kata-katanya yang jorok. Aku joke mendengar kata-kata jorok Jesi, menjadi makin bernafsu juga. Aku merasa seperti lelaki satu-satunya yang mampu memuaskan nafsu birahi Jesi.
Steveee … entotin cici terus … entot cici terus … kontolnya enakkk bangettt sihhh … uuuhhh….
Melihat kelakuan Jesi, aku menjadi seakan-akan terbawa olehnya, dan seperti penyakit menular, akupun mulai ngomong yang jorok-jorok pula.
Iya ci … Steve entotin terus memek cici … kalo bisa entot terus foreverrr …, kacau deh kata-kataku.
Steveee … cici mau kencinggg … geliii bangettt … uuhhh ….
Arti ‘kencing’ di sini bukan bukan atmosphere seni beneran, tapi karena terlalu gelinya Jesi merasa seakan-akan pengen kencing. Yang pasti memek Jesi makin basah saja.
Uhh…ohhh … suka ngga ngentot ama cici … suka ngga memek cici enak ngga … , tanya Jesi kacau.
Enakkk bangettt cici … enakkk banget … Steve nanti kapan-kapan minta lagi yah … ngga mau sekali doang, pleaseee …, mohonku.
Iyaaa … iyaaa … asal Steve sukaaa … Steve boleh entot cici terusss … uuhh … oohhh, jawabnya. Aku menjadi amat gembira mendengarnya.
Ci Jes suka ngentot ternyataa yahhh … baru tau Steve, kataku.
Siapaaa di dunia ini yang ngga suka ngentot, heh Cici juga manusia kann…, jawab Jesi.
Tubuhku terus memompa-mompa Jesi, dan kali ini aku yang menjadi berkeringat. Hampir seluruh badanku basah, dan itu membuat Jesi semakin bernafsu. Kadang-kadang dia mengusap dadaku yang berkeringat dengan telapak tangannya, dan kadang-kadang menjambak lembut rambutku.
Ci Jes …ahhh… Steve kayaknya mau meledakkk ntar lagii … gimana nihhh, kataku panik.
Keluarin ajaaa kalo dah ngga tahann …, jawabnya.
Iyaaa … Steve mau keluarrr ntar lagii … cici siap-siap yah, kataku lagi. Jesi hanya mengangguk saja.
Kupercepat lagi goyangan pingguku. Jesi menjadi seperti cacing kepanasan.
Steveee … cici juga mau datanggg … enakk bener kontolnya sihhh …, puji Jesi lagi.
Ci Jes … dah dipuncakkk nihhh … ntar lagiii … ntar lagiii …, kataku ngga karuan.
Barengan yah sayanggg … ahhh ahhh … cici juga mau datang sayanggg …, Jesi mengingau.
Mendengar kata ’sayang’ lagi, aku menjadi tambah bernafsu lagi. Bendungan pejuku sebentar lagi jebol, dan aku tau pasti kalau itu bakalan tidak lama lagi.
Ci Jes … Steve ntar lagiii datanggg …, kataku memberi aba-aba.
Iya sayanggg, keluarin yah sayanggg … uuhhh … oohhh …..
Selang beberapa detik kemudian …
Ci Jes … Steve datanggg … ahhhh … ahhhh …, kataku sambil batang penisku mengeluarkan semua pejunya di dalam liang memek Jesi.
Ahhh … Steve sayanggg … cici juga keluarrrr … ahhh … ahhh …, sahut Jesi sambil memeluk tubuhku yang basah kuyung.
Kubiarkan batang penisku menumpahkan lava hangat di dalam liang memek Jesi. Jesi masih memeluk tubuhku dengan napas terengah-engah. Setelah selang beberapa saat, wajah kami saling berhadapan, dan Jesi segera mencium keningku.
Steve, appreciate we sekali lagi yah., kata Jesi.
Steve juga appreciate we buat ci Jes. Ini pengalaman berharga Steve., jawabku.
Ngga nyesel kamu Steve, tanya Jesi penasaran.
Tidak sama sekali., jawabku tegas yang kemudian terlihat Jesi tersenyum manis.
Idih … peju perjaka banyak banget. Ngga cukup memek cici yang menampung. Tapi sekarang dah ngga perjaka lagi nih!, canda Jesi. Aku hanya tersenyum saja.
Tapi untuk ukuran perjaka, Steve termasuk hebat loh. Masih saja mampu bikin cici datang sekali lagi., pujinya.
Ci Jes, bener ngga sih kalo cewek menelan peju perjaka bisa awet muda, tanyaku bercanda.
Idih … mana ada yang begituan. Itu kan cuman mitos aja, jawab Jesi.
Posisi batang penisku masih menancap di dalam memek Jesi. Masih agak keras sih, tapi nafsu birahiku sudah mereda. Aku biarkan batang penisku di dalam sana sambil memeluk tubuh Jesi. Tubuhku basah kuyup, dan untungnya Jesi tidak sungkan-sungkan memeluk tubuhku yang sedang penuh bermandikan keringat. Aku merasa Jesi memang sayang kepadaku.
Tak terasa sum waktu kita berperang di atas ranjang lebih dari 3 jam. Jam 6 sorean Jesi pamit pulang, karena dia ada janji dengan teman-teman masa SMA-nya dulu. Pada malam harinya aku menerima sms darinya yang berkata: Steve, ingat janjinya yah. Jangan bilang-bilang sama siapa-siapa. Ntar cici ngga kasih lagi loh!.
Kemudian aku balas smsnya, Kalau ci Jes mau Steve tutup mulut tentang rahasia ini, tolong sumbat mulut Steve ama susu ci Jes lagi deh..
Idih … masih kurang yah! Dah ketagihan nih yah! Ntar sebelon cici pulang ke Smrd, cici kasih lagi deh., balesnya.
Malam itu aku tidak bisa tidur, teringat-ingat kejadian erotis siang hari itu. Aku tidak menyangka kakak sepupu yang pale aku sayang dan yang pale aku hormati, kini telah aku tiduri. Aku tidak menyangka kalau Jesi adalah wanita pertama yang pernah aku tiduri. Yang lebih mengejutkan lagi, dia adalah kakak sepupu sendiri yang mana kami berdua masih ada sedikit hubungan darah (antara ibuku dan ibunya).
Ada sedikit rasa bersalah dan menyesal, tapi karena aku masih tergolong pemuda yang gampang bernafsu, aku masih memiliki pemikiran dan harapan untuk meniduri Jesi sekali lagi sebelum dia pulang ke Samarinda. Dan untungnya pemikiran atau harapanku ini tidaklah sia-sia, selama sisa 6 hari liburannya di Surabaya, kami selalu mencari kesempatan untuk ‘bercinta’. Di kamarku, di kamarnya, dan sekali di bak mandi di rumahnya.
Jesi telah berubah bukan saja sekedar kakak sepupu saja, tapi lebih menjadi guru seks-ku. Dia terlihat sangat mahir dalam memuaskan nafsu birahi laki-laki. Jurus goyang pinggulnya dengan posisi dia diatas mampu membuatku babak belur. Seakan-akan dengan posisinya di atas, memeknya terasa seperti meremas-remas dan menyedot batang penisku. Pertama kali Jesi mengenalkan jurus goyang pinggulnya, aku tidak mampu bertahan, dan hanya beberapa kali goyangan pinggulnya, aku langsung ejakulasi. Jesi sempat menyindir canda waktu itu, dan maklum melihat kejadian ini.
Sehabis setelah bersetubuh dengan Jesi, aku banyak bertanya tentang pengalaman seks-nya dengan Bram dan kadang kala aku membandingkan diriku dengan Bram. Tentu saja menurutnya, aku masih sedikit kalah dibandingkan suami-nya sendiri. Tapi Jesi mengakui kalau aku sering ‘bermain’ dengannya, aku akan lebih ‘jago’ daripada suami-nya sendiri. Masalah ukuran penis, Jesi bilang punyaku lebih panjang daripada punya Bram, tapi milik suami-nya lebih melebar kesamping alias lebih gendut. Sewaktu aku menanyakan enak mana yg panjang atau yang gendut, dia menjawab kedua-duanya memiliki keasyikan yang sangat berbeda. Dan dia menambahkan sambil bercanda alangkah lebih baik bila ada yang panjang dan gendut. Langsung aja aku merespon candanya dengan mengajak trio dengan Bram. Jesi menjawab lebih baik dia mati daripada harus trio dengan suami-nya sendiri.
Jesi pernah mengaku bahwa dia tidak pernah sebelumnya menaruh perasaan nafsu kepadaku. Hanya karena dia telah hilang kontak denganku lebih dari 2 tahun lamanya, dan sekembalinya dia ke Surabaya, aku telah banyak berubah terutama dari segi fisik. Dia memujiku bertambah tampan, dan bertubuh padat. Mungkin keaktifanku berenang seminggu 2 kali, menjadikan badanku terlihat padat, meskipun tidak gempal. Karena inilah Jesi mengaku bahwa dia sangat mengagumi perubahan fisikku ini, dan akhirnya memberanikan dirinya untuk mencoba seducing atau menggodaku secara seksual atau singkatnya bermain api denganku. Sebenarnya dia sendiri takut bukan categorical sebelum persetubuhan kami yang pertama. Takut akan penolakanku, dan takut apabila ketahuan pembantu rumahku. Tapi semenjak persetubuhan pertama kami berhasil, Jesi mengaku menjadi semakin bernafsu denganku. Tidak heran setiap kali aku meminta jatah untuk menyetubuhinya, dia tidak pernah menolak sekali pun. Kalau saja situasinya tidak mengijinkan, dia hanya berbisik atau memberi tanda untuk menahan nafsuku dulu sampai nanti situasinya mengijinkan.
Kepulangan Jesi ke Samarinda menjadi pil pahit buatku. Karena guru seks-ku meninggalkanku di Surabaya sendiri. Hampir tiap hari aku ber-masturbasi sendiri sambil membayangkan memori-memori indah menyetubuhi Jesi. Aku merasa seperti pecundang saat itu, karena hanya masturbasi yang bisa aku lakukan. Sering aku menelpon Jesi lewat hp-nya, menceritakan betapa berat aku ditinggal olehnya, dan betapa rindunya aku dengannya. Jujur saja, aku hanya rindu akan kehebatannya ‘bercinta’, bau tubuhnya, dan nikmatnya ejakulasi di dalam liang memeknya. Perlu diketahui bahwa selama bersetubuh dengan Jesi waktu itu, aku tidak pernah memakai kondom sekalipun, bahkan belum pernah memegang apa itu kondom sampai hubungan seks berikutnya dengan pacar pertamaku. Aku tidak pernah menanyakan apa Jesi oke saja dengan aku berejakulasi di dalam liang memeknya. Sempat aku kuatir apabila dia hamil karena spermaku. Namun aku lega karena setelah 1.5 tahun kemudian Jesi baru dinyatakan positif hamil. Jadi jarak waktunya berbeda jauh dengan kekhawatiranku.
Semenjak itu, aku belum pernah lagi ‘bercinta’ lagi dengan Jesi. Meskipun kadang-kadang setiap kali pulang ke Surabaya, aku sempat mengajaknya ‘1 kali saja’. Tapi ajakanku selalu ditolaknya, karena Bram ada di sana pula bersama anaknya yang baru lahir. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke Jakarta, mencari karirku di sana.
Aku belajar banyak dari Jesi, dia selalu memberiku tips-tips cara menaklukkan wanita di atas ranjang. Meskipun kami sudah tidak pernah lagi ‘bercinta’, tapi kamu masih tetap berhubungan baik. Seakan-akan tiada rasa bersalah atau rasa aneh semenjak kejadian itu di antara kami. Jesi banyak memberikan nasehat kepadaku tentang perbedaan cinta dan nafsu. Jesi jujur mengatakan kepadaku bahwa saat itu dia hanya nafsu terhadapku, dan hanya ada cinta terhadap Bram.
Tips-tips pemberian Jesi amatlah mujarab dan bervariasi. Bekas pacar-pacarku dan teman-teman ‘one night stand’ di Jakarta (maklum bila di kota capital ini, seks bebas telah menjadi rahasia umum) menyukai gaya permainan ranjangku.
Cerita dewasa – Cinta Seorang Babysitter
2
Posted by admin on Apr 10, 2008 – 5:10 am
Filed underneath Cerita Dewasa
Cerita 17tahun,Foto bugil dan 3gp terbaru hanya di www.17tahun.us
Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders.Untuk menghilangkan suntuk, aku bond ke internet dan berbagai macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyrobot. Biasanya aku langsung tighten karena aku enggak enak dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang baby siters keponakanku, namanya Imah baru berumur 18 Tahun dan berasal dari Wonosobo. Memang agak kolotan dan dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki physique yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek.
Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Im-im (panggilan Imah sehari-hari) aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet, tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di guard komputer.
Apa enggak malu ya.. tanya Im-im yang membuatku kaget dan segera aku ganti situsnya dengan yang normal. Dengan berusaha tenang, aku minta Imah mengulangi pertanyaannya.
Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang
Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku.
Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), merekakan indication yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit.
Kemudian Im-im melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal panyudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Im-im. Aku tersentak kaget saat Imah bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina cewek.
Apa nggak geli ceweknya dijilati boat gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis.
Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto yang lebih prohibited lagi.
Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil. (memang Im-im sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Im-im nggak mau).
Kalau Cuma boat gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana
Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysiters yang membuatnya nggak PD.
Benar ya.., janji lho pintanya dengan sedikit ragu.
Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku putuskan sambungan internet dan mulai melatih Im-im dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya, sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang aku berikan.
Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam kamar Im-im, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku tidak karuan. Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar jeritan kecil Im-im. Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat.
Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak. Bibirku kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi selakangannya terlihat jelas. Samar-samar terlihat lipatan berwarna merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik Im-im.
Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar biasa yang sedang dirasakan babysiters keponakanku. Semakin lama semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat kasurnya. Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak, tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat. Setelah kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang sedari tadi sudah tegang.
Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya katanya dengan perlahan.
Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau terjadi apa-apa, sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku jawab kekhawatiranya.
Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau tanggungjawab kalau kamu hamil, sambil kubalas pelukannya.
Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan tanpa menunggu komandoku Im-im membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku remas dengan keras sehingga Im-im mengerang kecil. Kini bajuku dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Imah malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69 dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penisku.
Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Im-im mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya, Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku menjelajahi bibirnya yang memerah.
Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil telus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau. Vaginanya semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh,
Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya.
Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan penisku hingga memasuki liang pale dalam. Berbagai rancauan yang aku dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf kenikmatanku tegang. Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku lumat habis bibirnya yang memerah hingga Im-im dan kedua tanganku meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im yang lama ada dianganku.
Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih aku berusaha memakaikan baju padanya karena Im-im tidak mampu berdiri lagi. Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Im-im tidak tahu kalau perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari.
Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah tidak menjadi babysiters keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Sekarang Im-im menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta.
Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan bernama Dina yang merupakan sepupunya. Memang lebih cantik dan lebih seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun lalu. Pada malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya.
Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini, Imah terdiam sejenak.
Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil. Apa Mas mau menikahiku
Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya.
Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku.
Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah joke membalas pelukanku.
Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku. Aku terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengagetkanku.
Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh atmosphere mataku dan aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah ke depot untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku dan melalui hari-hariku tanpa Imah.
(CD) Wasti Anak Pembantuku
2
Posted by admin on Nov 30, 2007 – 6:13 am
Filed underneath Cerita Dewasa
Dony, begitu nama panggilanku. Tumbuh sebagai laki-laki aku boleh dibilang sempurna baik dalam hal ketampanan maupun kejantanan dengan tubuhku yang tinggi tegap dan atletis. Dalam kehidupan aku juga serba berkecukupan karena aku adalah juga anak angkat kesayangan seorang pejabat sebuah departemen pemerintahan yang kaya raya.
Saat ini aku kuliah di kota Bandung, disitu aku menyewa sebuah rumah kecil dengan perabot lengkap dan untuk pengawasannya aku dititipkan kepada Oom Rony, sepupu ayahku yang juga pemilik rumah untuk memperhatikan segala kebutuhanku. Oom Rony adalah seorang pejabat perbankan di kota kembang ini dan dia kuanggap sebagai wali orang tuaku. Sekalipun aku sadar ketampanan dan segala kelebihanku digila-gilai banyak perempuan, namun aku masih belum mencari pacar tetap. Untuk menyalurkan hobby isengku saat sekarang ini aku lebih senang dengan cewek-cewek yang berstatus freelance atau cewek bayaran yang kunilai tidak akan membawa tuntutan apa-apa di belakang hari. Begitulah, pada tahun keempat masa kuliahku secara kebetulan aku mendapat seorang teman yang cocok dengan seleraku. Seorang gadis berstatus pembantu rumah tangga keluargaku tapi penampilannya cantik berkesan gadis kota. Jadinya konyol, di luaran aku terkenal sebagai pemuda mahalan kelas atas tapi tanpa ada yang tahu justru partner tetap untuk ber-iseng-ku sendiri adalah seorang gadis kampung yang standing sosialnya jauh di bawahku.
Sriwasti nama asli si cantik anak bekas pembantu rumah tangga orangtuaku, tapi lebih akrab dipanggil dengan Wasti. Sewaktu mula-mula hadir di tempatku ini dia memang meringankan aku tapi juga membuat aku jadi panas dingin berada di dekatnya. Pasalnya dulu aku pernah punya skandal hampir menggagahi dia sehingga dengan kembalinya dia kali ini dalam standing istri orang tapi tinggal kesepian ini tentunya menggali lagi gairah rangsanganku kepadanya. Usianya 3 tahun lebih muda dariku, dia dulu dibiayai sekolahnya oleh orangtuaku dan ketika tamat SMA dia pernah beberapa bulan bekerja membantu-bantu di rumahku sambil berusaha masuk Akademi Perawat. Sayang dia gagal dan kemudian pulang kampung lagi untuk menerima lamaran seorang pemuda di tempat asalnya itu.
Waktu masih di rumah orangtuaku itulah aku yang tertarik kecantikannya, kalau pulang dari Bandung sering iseng menggoda dia, suatu kali sempat kelewatan nyaris merenggut kegadisannya. Sebab di suatu kesempatan Wasti yang memang kutahu menaruh hati padaku sudah pasrah kugeluti dalam keadaan bugil hanya saja karena aku masih tidak tega dan juga masih takut sehingga urung aku menodai dia. Kuingat waktu itu secara iseng-iseng aku sengaja ingin menguji kesediaannya yaitu ketika ada kesempatan dia kuajak ke dalam kamarku. Beralasan meminta dia memijati aku tapi sambil begitu kugerayangi dia di bagian-bagian sensitifnya. Ternyata dia diam saja tidak berusaha untuk menolakku, sehingga aku meningkat lebih terang-terangan lagi. Susunya memang menggiurkan dengan bentuknya yang membulat kenyal tapi aku masih mengincar lebih ke bawah lagi.
Was gimana kalau kamu buka dulu celana dalammu, Mas Dony pengen gosok-gosokin yang enak di punyamu bujukku dengan tangan sudah meraba-raba di selangkangannya.
Wasti tersipu-sipu dengan gugup ragu-ragu, meskipun begitu menurut saja dia untuk membuka celana dalamnya yang kumaksudkan itu.
Ta… tapi.. nggak apa-apa ya Mass… kali ini terdengar nada tanya kuatirnya.
Aku yang memang cuma sekedar menguji segera menenangkan dia. Oo tenang aja, nggak Mas masukin inimu cuma sekedar ditempel-tempelin aja kok… jawabku sambil juga menurunkan celana dalamku memamerkan batangku yang sudah setengah tegang terangsang.
Kuambil tangannya dan meletakkan di batang kemaluanku meminta dia memainkan batang itu dengan genggaman mengocok, ini diikuti Wasti mulanya dengan wajah kikuk malu tapi toh dia mulai terbiasa juga. Nampak tidak ada tanda-tanda risih karena baru kali ini dia melihat batang telanjang seorang laki-laki. Layap-layap keenakan oleh kocokannya sambil begitu sebelah tanganku juga ikut meremasi susu bergantian dengan bermain di liang kemaluannya. Lama-lama terasa menuntut, kuminta Wasti merubah posisi bertukar tempat, dia yang berbaring setengah duduk tersandar di kepala tempat tidur, dari situ aku joke masuk duduk berlutut di tengah selangkangannya.
Dalam kedudukan ini tangan Wasti bisa mencapai batanganku dan mengocoknya tepat di atas liang kemaluannya sementara kedua tanganku yang bebas bisa bermain dari kedua susu sampai ke liang kemaluannya. Lagi-lagi Wasti memperlihatkan atmosphere muka khawatir karena dikira aku sudah akan menyetubuhinya tapi kembali kutenangkan dan menyuruh dia terus mengocok dengan hanya menggesek-gesek ujung kepala batang kemaluan di celah menguak liang kemaluan berikut klitorisnya. Cukup terasa enak buatku meskipun memang penasaran untuk berlanjut lebih jauh, tapi begitupun aku bisa menahan emosiku sampai kemudian kocokannya berhasil membuatku berejakulasi. Menyembur-nyembur maniku tumpah di celah liang kemaluannya yang terkuak mengangkang, tapi sengaja kutahan tidak kutusukkan di lubang itu.
Huffhh pinterr kamu Was… besok-besok bikinin lagi boat gini ya kataku memberi pujian ketika permainan usai.
Wasti mengangguk malu-malu bangga dan sejak itu setiap ada kesempatan aku ingin beriseng, dia yang kuajak dan kugeluti sekedar menyalurkan tuntutanku. Memang, sampai dengan saat itu aku masih bertahan untuk tidak mengambil keperawanannya karena masih terpikir standing kami yang berbeda. Aku majikan dan dia pembantu, padahal dalam segalanya Wasti betul-betul seorang gadis yang mulus kecantikannya. Dibandingkan dengan wanita-wanita cantik yang kukenal belakangan, Wasti joke tidak kalah indahnya. Tapi itulah yang namanya pertimbangan standing padahal akhirnya aku toh bertemu lagi dan membuat hubungan yang lebih jauh dengannya.
Di kampungnya Wasti dinikahi Ardi seorang pemuda tetangganya, dia sempat beberapa bulan hidup bersama tapi ketika Ardi yang lulusan Akademi Teknik, minta ijin selama setahun karena mendapat pekerjaan sebagai TKI di suatu negara Arab, Wasti praktis hidup sebagai janda sendirian. Begitu, untuk mengisi waktunya dia juga meminta ijin agar bisa mencari pekerjaan tambahan dan dia joke teringat kepadaku karena aku memang pernah menjanjikan hal itu kalau dia ingin mendapat tambahan pencaharian. Ardi setuju karena aku sudah bukan asing bagi mereka, maka sesaat sebelum Ardi berangkat ke Arab dia ikut mengantar Wasti meminta pekerjaan padaku.
Kedatangan Wasti untuk menawarkan tenaganya tentu saja tidak bisa kutolak tapi untuk tinggal bersama di rumah sewaanku jelas akan mengundang kecurigaan orang, dia joke kutawarkan tinggal sambil bekerja di sebuah tempat usahaku. Kebetulan aku memang mengusahakan sebuah Panti Pijat yang sebetulnya dimodali Oom Rony, sehingga kehadiran Wasti bisa membantu mewakili aku sebagai orang kepercayaanku dalam mengawasi tempat pijat itu. Wasti langsung setuju tapi waktu suaminya sudah berangkat meninggalkan dia barulah dia berkomentar bingung soal pekerjaan itu.
Tapi.., aku bener nggak disuruh kerja mijet Mas katanya agak keberatan dengan tugas yang belum dimengertinya itu.
Ya enggak dong, kamu disana Mas kasih tugas utama sebagai pengawas tempat itu. Kalau soal mau belajar mijet sih boleh-boleh aja, malah bagus supaya Mas bisa kebagian rasanya juga, kataku sambil tersenyum menggoda.
Ngg.. gitu nanti ada yang ngajakin tidur aku, gimana Mas..
Boleh, tapi minta ijin Mas dulu. Yang jelas Mas dulu yang pakai baru boleh dikasih yang lain, kataku tambah menggoda lebih jauh.
Di sini Wasti langsung mesem malu-malu, tapi begitupun senang dengan tawaranku untuk mewakili aku mengawasi usaha tempat pijatku. Dia kuberi kamar di rumah yang kukontrak untuk usaha pijat itu tapi secara rutin seminggu dua kali dia datang membantu membersihkan rumahku dan mengambil baju-baju kotorku untuk dicucikannya.
Begitulah dengan adanya Wasti yang seolah-olah membawa keberuntungan bagiku, usahaku joke semakin bertambah ramai. Apalagi dia yang semula hanya bertindak sebagai tuan rumah setelah mulai belajar teknik memijat dan mulai mempraktekkan kepada tamunya, semakin banyak saja mereka yang datang mem-booking Wasti. Antri para tamu itu hadir dengan niat ingin mencicipi asyiknya pijatan sambil tentunya berusaha merayu agar bisa menikmati lebih dari sekedar pijatan si manis Wasti ini. Tetapi mereka belum sampai ke situ karena di bulan kedua kehadiran Wasti baru kepadakulah yang pale dekat dengannya saat ini, dia memberikan keistimewaannya.
Karena sudah pernah ada hubungan sebelumnya maka mudah saja bagiku untuk membuat kelanjutan intim dengannya, cuma saja setelah beberapa lama baru terpikir olehku untuk mencicipi dia. Waktu itu aku terserang muntaber dan sempat seminggu aku terbaring di rumah sakit dengan ditunggui bergantian oleh Wasti dan Indri kakak perempuanku yang sengaja datang dari Jakarta untuk mengurusi sampai dengan kesembuhanku. Keluar dari rumah sakit dan setelah melihat aku sudah mendekati pulih kesembuhanku, Indri joke kembali lagi ke Jakarta dengan meninggalkan pesan pada Wasti untuk tetap mengurusi sampai aku betul-betul sembuh. Lewat lagi dua hari tenagaku kembali pulih seperti semula tapi seiring dengan itu mulai timbul lagi tuntutan kejantananku dan kali ini aku berencana akan menyalurkannya pada Wasti sebagai sasaranku yang pale dekat denganku saat itu. Ini karena aku selama dirawat olehnya merasa lebih akrab perasaanku dan berhutang budi sekali padanya.
Tau nggak Was Apa yang pertama-tama mau Mas bikin kalau udah sembuh bener dari sakit ini tanyaku mengajak dia ngobrol menjelang kesembuhanku.
Apa tuh kira-kira Mas
Mas kepengen begini… kataku sambil memberi tanda ibu jari dijepit telunjuk dan jari tengahku.
Wasti langsung ketawa geli mendengarnya. Hik, hik, hik… Mas Dony yang dipikir kok itu dulu. Emang puasa berapa hari ini udah kepengen banget sih
Justru itu, kepingin sih jangan bilang lagi tapi coba tebak siapa nanti yang bakal Mas ajak tidur
Hmmm siapa ya Mas sih banyak ceweknya mana Wasti tau siapa orangnya
Orangnya ya kamu Was.
Nggg kok malah aku, kan masih banyak yang cakep lainnya Mas… Wasti kontan tersipu-sipu malu seolah tidak percaya denganku.
Yang Mas pilih emang kamu kok, sementara jangan dulu dikasih ke yang lainnya ya! kataku sambil menarik dia mendekat kepadaku.
Kasih siapa Mas, kan katanya harus ijin Mas dulu
Makanya itu nanti Mas yang pakai dulu. Kasih Mas ya Kali ini kususupkan tanganku ke selangkangannya mengusap-usap bukit kemaluannya dan diterima Wasti dengan mengangguk sambil menggigit bibir malu-malu.
Dia sudah bersedia dan ketika tiba saatnya, aku sengaja mengajaknya keluar menginap di hotel karena aku ingin betul-betul bebas berdua dengan dia. Maklum di rumah sewaanku masih kukhawatirkan Indri ataupun keluargaku dari Jakarta akan muncul sewaktu-waktu sehingga tidak terlalu aman rasanya. Segera aku joke bersiap-siap dan membuka lemari untuk mengambil uang tapi ide nyentrikku mendadak timbul ketika terpandang sweaterku yang tergantung di situ. Kuminta dia memakai sweater itu tapi tanpa mengenakan apa-apa lagi di balik itu, ini memang diturutinya tapi sambil meringis geli ketika sudah naik ke mobil duduk di sebelahku.
Mas ini ada-ada aja, masak aku cuma disuruh pakai boat gini sih
Kamu biar cuma pakai gini tetep keliatan manis kok Was, kataku membesarkan hatinya.
Tapi kan lucu Mas, di atasnya anget tapi di bawahnya bisa masuk angin…
Maksud Mas Donny begini supaya pemanasannya bikin cepet tambah kepengennya. Sambil nyupir gampang megang-megangin kamu… jelasku dengan menjulurkan tangan ke selangkangannya sudah langsung merabai liang kemaluan telanjangnya.
Wasti tersipu-sipu tapi toh menurut juga ketika aku meminta dia menaikkan kedua kakinya ke atas jok sehingga liang kemaluannya lebih terkangkang lebar, lebih leluasa tanganku bermain disitu. Dia dari sejak dulu memang tidak pernah membantah apapun permintaanku. Mengusap-usap bukit yang cuma sedikit ditumbuhi bulu-bulu kemaluannya serta meremas-remas pipi menggembung dari bagian kewanitaannya yang menggiurkan ini, terasa kenyal daging mudanya itu. Dipermainkan begitu tangannya otomatis terjulur ke kemaluanku membalas memegang seperti dulu ketika dia masih sering bermain-main dengan milikku, tapi cuma sebentar karena segera dicabut lagi.
Lho kenapa nggak diterusin
Nggak ah, nanti keburu muncrat duluan. Mas kan udah puasa beberapa hari pasti sekarang udah kentel susunya, kan sayang kalau keburu tumpah di luar nanti Wasti nggak kebagian.
Lho kan dipanasin dulu botolnya nggak apa-apa. Siapa tau kelewat kentel malah nggak mau netes airnya nanti
Masak nggak mau keluar Mas
Oh iya lupa, kalau diperes-peres pakai lubang sempit ini memang pasti keluar sih. Tapi sambil dikocokin yang enak nanti ya
Rangsangan selama perjalanan sudah mulai memanaskan gairah birahi kami, ketika tiba di hotel kelanjutannya semakin membara lagi. Di hotel yang kupilih, Wasti sudah kusuruh masuk ke kamar duluan sementara aku masih menutup pintu mobil sebelum kususul dia disitu. Kubuka sekalian bajuku hingga telanjang bulat sementara dia masih berlutut di lounge yang menempel dekat jendela, pura-pura memandang ke luar mengintip lewat gordyn jendela. Segera aku merapat dari belakangnya langsung membuka sweater satu-satunya penutup tubuhnya, begitu sama telanjang bulat kupeluk dia merapatkan punggungnya ke dadaku dan mulai mengecupi lembut lehernya dengan diikuti kedua tanganku bermain masing-masing meremasi susu dan bukit kemaluannya.
Maass… botolnya kerasa udah keras bener… katanya mengomentari kemaluanku yang sudah mengencang menempel di atas pantatnya.
Iya, udah ngerti dia sebentar lagi bakal ditumpahin isinya ke lobang ini, jawabku singkat.
Kupondong dia dan membaringkan di atas tempat tidur langsung kudekap dan mencumbui dengan kecupan-kecupan seputar wajahnya dan usapan-usapan tangan di sekujur tubuhnya. Kenangan lama terungkit, gemas-gemas sayang rasanya dengan tubuhnya yang mulus lagi cantik ini. Ingin kulampiaskan emosi nafsuku tapi seperti takut dia kesakitan oleh tenagaku, jadinya setengah keras setengah tertahan serbuanku. Remasan tangan kuganti saja dengan permainan mulutku, tanpa menghentikan kecupanku yang mulai kujalari menurun ke leher menuju ke buah dadanya. Wasti selain mulus bersih juga tidak berbau keringatnya sehingga enak untuk kucium-ciumi dan kujilat-jilati. Tiba di bagian susunya, kedua bukit daging yang putih membulat bagus lagi kenyal ini segera kukecap dengan mengisap berganti-ganti masing-masing pentilnya. Mengenyoti bagian puncaknya, kungangakan lebar-lebar mulutku serasa ingin memasukkan banyak-banyak daging menonjol itu agar dapat kusedot sepuas-puasnya. Di dalam mulutku lidahku berputaran menjilati pentilnya, menggigit-gigit kecil membuat dia mengerang dalam geli-geli senang.
Ssh ahngg… geli Masss… suaranya merengek manja membuat aku semakin gemas bergairah.
Air mukanya mulai merah terangsang karena sambil begitu aku juga menambahi dengan mempermainkan liang kemaluannya. Menggosok-gosok klitorisnya dan mulai mencucukkan satu jariku mengoreki bagian mulut lubangnya. Ada satu yang istimewa dan menyenangkan itu dia mempunyai klitoris jenis besar yang jarang kujumpai pada kebanyakan kemaluan-kemaluan perempuan. Aku sudah lama mengenal bagian ini tapi masih juga seperti penasaran membawa aku merosot ke bawah untuk memperhatikannya lebih jelas.
Ihhh… Mas ini mau ngeliat apa sih… Wasti rupanya kikuk malu dengan perobahan mendadakku. Tangannya bergerak ingin menutup bagian itu tapi cepat kusingkirkan.
Kok mau ditutup sih, kan Mas kangen pengen ngeliat itil gedemu boat dulu Was
Hngg.. punyaku jelek kok mau-maunya diliat sih Mas…
Kamu keliru, justru yang begini disenengin orang laki soalnya jarang ada…
Aaah Mas Dony menghibur aja. Apanya disenengin, jadi ketawaan malah…
Lho Mas sendiri udah keliling banyak cewek belum pernah dapet yang gini. Udah denger cerita dari orang-orang baru Mas penasaran lagi sama kamu Was…
Nggg abiiss Mas nggak dulu-dulu ngambilnya… Sekarang udah keburu diambil Kang Ardi duluan baru Mas minta, kan Wasti nggak tega ngasihnya kalau udah bekas-bekas Mas… timpal Wasti dengan atmosphere muka membayangkan kecewa.
Melihat ini buru-buru aku menghibur. Tapi nggak apa, biarpun gitu Mas Dony juga tetep seneng sama kamu kok. Sini Mas bikinin buat kamu. Tanpa menunggu jawabannya aku langsung menunduk dan menyosorkan mulutku di celah itu.
Adduh Mass, Wasti nggak mau gitu..! Kaget dia, ingin mencegah tapi kedua tangannya sudah lebih dulu kupegangi masing-masing tanganku.
Sesaat dia membelalak seolah tidak percaya aku mau bermain begini dengannya tapi sebentar kemudian terhempas kepalanya mendongak dengan dada membusung kejang ketika tersengat geli kelentitnya kujilat dan kugigit-gigit kecil. Sebentar kubiarkan dia tenggelam dalam nafsu birahinya sampai terasa cukup baru kulepas permainan mulutku. Karena sudah lebih dulu kuhisap kemaluannya maka ketika aku meminta dia sekarang menghisap batang kemaluanku langsung diikutinya dengan senang hati.
Nggak usah lama-lama Was, kasih ludah aja biar Mas masukin sekarang… kataku untuk tidak berlarut-larut dulu dalam permainan pembukaan ini.
Wasti cepat mengikuti permintaanku dan sebentar kemudian dengan bantuan tangannya aku sudah menyusupkan batang kemaluanku masuk di liang kemaluannya. Begitu terendam kutahan dulu untuk menurunkan tubuhku menghimpit mendekapnya, mengawali dengan kecupan mesra di bibirnya untuk mengembalikan rangsang nafsunya yang sempat menurun oleh suasana tegang sewaktu menyambut batangku. Memang baru pertama kali buat dia tapi terasa ada kerinduan yang dalam baginya sehingga terasa hangat sambutannya.
Nikmatnya jepitan liang kemaluan mulai terasa meresap, maklum, biasanya belum sampai 4 hari saja aku pasti sudah ngeluyur untuk mencari partner isengku. Dengan sendirinya senggama penyalur kerinduanku saat ini ingin kurasakan dengan senikmat-nikmatnya tanpa perlu terburu-buru. Kebetulan lagi partnerku ini termasuk barang baru yang muda lagi menggiurkan, jadi harus kuresapi asyiknya detik demi detik agar betul-betul mendapatkan kepuasan penyaluran yang maksimum. Setelah merasa cukup meresap asyiknya rendaman batang kemaluan dalam hangat liang kemaluannya, aku joke mulai memainkan batangku memompa pelan-pelan mencari nikmatnya gesekan batang.
Ssshh Waaas.. enak sekali memekmu… sempitt rasanyaa… Baru dua tiga gesekan saja aku sudah gemetar memuji rasa yang kuterima. Mukaku jadi tegang serius saking asyik diresap nikmat, bertatapan sayu dengan matanya yang sama mesra namun tergambar sinar senang dan bangga di situ.
Makin kupompa makin meluap nikmatnya apalagi Wasti mulai menambahi dengan memainkan liang kemaluannya mengocok lewat putaran pinggulnya.
Adduu Waass… pinterr kammu ngocokknyaa… tapi Mas kepengenn cepet keluarr diginiinn… ssh mmm… Sudah terbata-bata suara gemetarku bukan asal memuji tapi memang cepat saja aku dibuat tidak tahan oleh bantuan putaran kemaluannya.
Cairan mani terkumpul disitu tinggal menunggu waktu untuk disemburkan saja. Segera Wasti kudekap lagi dengan sebelah lengan di lehernya sedang sebelah lagi menahan pantatnya, aku joke mengganti gerakan tidak lagi menggesek tapi memutar batanganku dan menekan dalam-dalam sambil mengajak dia bercium melumat hangat. Wasti menyambut ajakanku dengan balas mendekap, kedua kakinya naik membelit pinggangku erat-erat. Seperti mengerti kalau batang kemaluanku sudah dikorek dalam-dalam berarti aku ingin mengajak dia berorgasme bersama-sama. Dia joke tidak menahan-nahan lagi.
Ayyo Wass… Mass keluarinn yaaa…
Iyya, iyaa Mas.. sama-sama…
Hhaaghh..! dduhhss… adduhh Wass… Mass kelluarr… sshhgh.. ahhgh… hghhh.. aaah … aaahshg duuuh… hoh… hnggg hmmm… Baru saja ajakan berorgasmeku disahut Wasti aku joke sudah meledak mengaduh tiba di puncak kepuasanku.
Bukan main! Semprotan cairan maniku serasa dahsyat menyembur-nyembur, menumpahkan seluruh kerinduanku sepertinya panjang dan lama sekali diperas-peras oleh pijatan kemaluannya sampai dengan tetesan yang terakhir. Aku sendiri tidak memperhatikan lagi bagaimana partnerku ini ikut berorgasme karena bola mataku sudah terbalik saking nikmatnya aku berejakulasi. Luar biasa, jujur kukatakan bahwa inilah saat orgasme yang pale enak sejak aku mulai bisa bersetubuh dengan perempuan. Kerinduan birahi nafsuku yang tertunda cukup lama menurut ukuranku ini betul-betul mendapatkan penyalurannya yang memuaskan sekali. Begitu puasnya sehingga ketika tubuhku melemas Wasti masih tetap kupeluki dan kukecupi bertubi-tubi seputar wajahnya diikuti pujian tanda senangku.
Was… kamu kok enak sekali sih… Mas Dony rasanya puas bener numpahin kepengennya sama kamu…
Enak nggak categorical sama Wasti, Mas masih dia bertanya manja namun dengan nada bangga di situ.
“Hmmsshh eenaak bener deh… Ini ibarat lagi laper-lapernya dikasih kue enak langsung pas bener kenyangnya.
Wasti tertawa senang. Wasti sendiri juga puas Mas diminumin susu kentelnya Mas Dony… katanya sambil membalas mengecupi bibirku.
Berlanjut lebih jauh tentang Wasti, ada suatu pengalaman Wasti yang ingin kuceritakan di sini sejak dia bekerja di panti pijatku, yaitu tentang keintimannya dengan Oom Rony. Oom Rony memang doyan dipijat tapi merasakan dipijat seorang perempuan muda dia tidak pernah karena maklum dia takut dicurigai orang kalau pergi ke panti-panti pijat, selain itu Tante Yosi istrinya galak dan ketat mengawasinya. Maka ketika suatu kali dia kubawa ke sebuah panti pijat secara sembunyi-sembunyi Oom Rony langsung ketagihan. Itu sebabnya waktu kuusulkan untuk bekerja sama mengusahakan sebuah panti pijat milik temanku yang hampir bangkrut, Oom Rony segera setuju menyertakan modalnya atas namaku. Dengan begitu dia bisa menyalurkan kesenangannya dipijati gadis-gadis muda karena cuma beralasan pergi denganku saja baru Oom Rony bisa aman tidak dicurigai Tante Yosi. Kami berdua diketahui Tante Yosi sering pergi memancing sebagai salah satu hobby kami. Dari mulai sekedar dipijat ternyata mulai meningkat kepingin beriseng dan gadis pemijat yang diincarnya justru Wasti. Alasannya karena Wasti sudah dikenalnya sebagai orang dalam di rumahku sehingga dia yakin Wasti tidak akan menuntut apa-apa padanya. Aku sendiri semula tidak mengira kalau perkembangan pijat-memijat itu jadi semakin jauh. Hal ini baru kuketahui ketika suatu bruise Mas Didik sopir sekaligus orang kepercayaan Oom Rony datang menjemput Wasti yang kebetulan sedang membersihkan rumahku, kudapati Wasti gelisah dan kurang enak atmosphere mukanya.
Mas, bilang aja aku sekarang udah nggak bisa, udah pulang kampung, lalu Mas nawarin temen-temen lain aja… katanya membujuki aku di kamar sementara Mas Didik menunggu di ruang tamu.
Lho tadi Mas ditelepon Bapak memang bilang kamu ada disini kok, emang kamu kenapa… Lagi capek ya mijetin Bapak sekarang Kalau capek nanti Mas yang ngomongin, kataku menawarkan. Bapak adalah menurut sebutan Wasti kepada Oom Rony.
Nggak gitu Mas, tapi…. disini dia berat untuk meneruskan dan memandangiku dengan malu-malu takut.
Aku paham ada sesuatu yang disembunyikan dan kubujuk dia dengan lembut sampai akhirnya Wasti joke mengaku bahwa meskipun sudah sering memijat tapi baru belakangan ini Oom Rony terangsang untuk mengajak Wasti ber-iseng. Permintaan ini berat karena Wasti merasa kikuk dan sungkan sekali kepada Oom Rony dan untuk itu dia berusaha menolak dengan yang terakhir kali dia memberi alasan sedang haid. Jelas alasan yang begini cuma mengulur waktu saja sehingga untuk yang berikut ini Wasti merasa tidak bisa menolak lagi. Itu sebabnya dia jadi gelisah serba salah terhadapku. Mendengar sampai di sini aku cuma tersenyum membuat Wasti jadi lega. Memang, baik aku maupun dia sebenarnya sama mengerti bahwa Oom Rony sebagai laki-laki wajar kalau sesekali kepengen ber-iseng di luaran. Cuma saja bagi Wasti dia berat karena dia takut aku tersinggung dan marah kepadanya. Begitu, agak beberapa saat kami terdiam mencari jalan keluar tapi akhirnya kuanjurkan Wasti untuk memberi saja.
Iddihh Mas Dony kok malah nyuruh ngasih, gimana sih! nadanya terdengar agak kurang enak dengan usulku.
Gini Was, kamu kan ngerti kalau Bapak susah mau ‘ngiseng’ begini di luaran. Kebetulan bisa ketemu kamu yang udah dianggap deket bisa nyimpan rahasia, kan nggak apa-apa kalau diikutin sekali-sekali. Dijamin deh Mas Dony nggak marah soal ini.
Mendengar dari aku sendiri yang berbicara seperti itu hanya membuat dia terdiam berpikir sebentar tapi kemudian menyetujui anjuranku. Setelah mendapat ijin khusus dariku Wasti joke bersedia untuk pergi memijat Oom Rony di hotel tempatnya menginap. Hotel itu adalah tempat rahasia Oom Rony dan tidak ada yang tahu kecuali Mas Didik yang membawa ke situ.
Kami bertemu lagi keesokkan harinya di panti pijat, rasa penasaran kubawa dia ke sebuah kamar untuk mendengarkan pengalamannya dengan Oom Rony sambil meminta dia memijati aku. Wasti yang ditanya soal semalam langsung menyembunyikan muka malunya di dadaku belum langsung menjawab.
Lho kok masih berat nyeritainnya, kan Mas udah ngasih ijin Gimana, kesannya asik atau nggak kan Mas kepengen tau tanyaku mendesak terus.
Kesannya… aaaaa… maluu aku Maaass….! Wasti menjerit malu makin membenamkan wajahnya ke dadaku. Kutunggu beberapa saat sampai malunya mereda barulah dia mau bercerita pengalamannya malam tadi.
Seperti yang sudah dibayangkan Wasti, baru saja memijat sebentar bagian punggung Oom Rony sudah berbalik minta dipijat bagian depan. Disitu sambil mengambil tangan Wasti untuk memijati seputar selangkangannya dia mulai memancing-mancing jawaban Wasti tentang kesediaannya untuk memenuhi ajakan ber-iseng-nya waktu itu. Wasti meskipun merasa sudah tidak ada yang diberati tapi masih kikuk untuk mengiyakan langsung. Dia hanya menggigit bibir malu-malu meskipun begitu tangannya bekerja juga menyusup di balik handuk yang dikenakan Oom Rony dan segera memijat daerah selangkangan yang dimaksud untuk merangsang kejantanannya. Jelas cepat saja batang itu naik menegang.
Ihhhng… cepet bener bangunnya Bapak punya… katanya mengomentari batang kemaluan kencang Oom Rony di genggamannya.
Makanya itu, biar nggak tambah penasaran sebaiknya diselesaikan sama kamu Was jawab Oom Rony sambil merayapkan tangannya dari belakang pantat Wasti menyusup mengusapi tengah selangkangannya.
Mmm… tapi mesti dilicinin dulu Pak… lagi-lagi Wasti tidak menjawab langsung, hanya mengambil cream pemijit dan melumuri seputar batang itu agar menjadi licin.
Sekarang Oom Rony mengerti bahwa Wasti sudah bersedia menyambut ajakan ber-iseng-nya, dia beraksi lebih dulu membuka belitan handuk yang dipakainya.
Kalau gitu ke sini aja supaya nggak habis waktunya. Ayo buka dulu bajumu terus naik sini Nduk! kata Oom Rony terburu-buru saking senangnya.
Wasti berhenti dan mengikuti permintaan Oom Rony untuk segera membuka bajunya. Tapi meskipun sudah terbiasa bertelanjang bulat di depan lelaki, tidak urung dengan majikan besarnya ini Wasti merasa kikuk sekali. Lebih-lebih waktu ditarik berbaring bersebelahan disambut masuk dalam pelukan Oom Rony yang langsung menyerbu dengan remasan gemas dan ciuman bernafsu di seputar lehernya, Wasti jadi risih karena merasa tidak pantas dengan besarnya perbedaan standing di antara kedua mereka.
Sekalipun sudah dicoba memejamkan mata dan menghayalkan dia sedang digeluti salah seorang langganan Oom Senang-nya tapi tetap saja terbawa sebagai majikan besar ini sulit hilang, sehingga Wasti seperti kaku tidak berani bergaya manja-manja genit. Padahal Oom Rony sudah tidak perduli soal standing dan jabatannya, juga tidak perduli dengan standing lawan mainnya. Yang dia tahu saat itu ialah si gadis pembantu yang cantik ini begitu menggiurkan dalam penampilan polosnya sehingga Oom Rony yang sedang mendapat kesempatan menggelutinya joke tambah lebih bersemangat lagi.
Dari mulai kedua susunya, sudah habis-habisan masing-masing daging kenyal yang bulat montok itu diremasi dan disosor rakus mulut Oom Rony. Disedot-sedot bagian puncaknya sambil dikulum pentilnya digigit-gigiti kecil membuat Wasti menggelinjang kegelian, begitu juga seputar tubuh si cantik sudah rata dijelajahi rabaan tangan Oom Rony yang sibuk penasaran. Mendarat di selangkangannya bukit daging setangkup tangan itu joke diremasi gemas, jarinya mengukiri celah hangat mengiliki kelentit dengan gemetar bernafsu. Semakin Wasti meliuk erotis semakin merangsang nafsu Oom Rony sampai akhirnya dia tidak tahan berlama-lama lagi. Dia joke berhenti dan segera mengambil ancang-ancang untuk mulai menyetubuhi Wasti. Menangkap bahwa Wasti mungkin masih kikuk dengannya, Oom Rony meminta Wasti berbalik agar dia bisa memasuki dari arah belakang. Ini diikuti Wasti tapi belom Oom Rony sudah merapat menepatkan sendiri ujung batang kemaluannya dan langsung menekan masuk.
Tapi… lho, lhoo, lhooo..! Wasti sampai menjengkit dengan meringis bengong karena dia merasakan suatu kesalahan tusuk pada lubangnya.
Bukan di lubang kemaluan tapi justru lubang anusnya yang disodok batang itu. Dan konyolnya baru saja dia akan memperbaiki sudah keburu keluar komentar Oom Rony. Ssshhmmm.. enakk Waass.. sempit sekali punyakmuu hhhshh… baru terjepit sudah langsung dipuji rasanya.
Wasti jadi urung membetulkan karena dia kuatir Oom Rony tersadar dan malu hati, malah hilang selera nafsunya dan batal meneruskan permainan. Biar saja, mumpung suasana kamar remang-remang gelap mudah-mudahan sampai dengan selesai Oom Rony tidak menyadari kekeliruannya. Syukur, Oom Rony memang kelihatan bernafsu sekali terasa dari sodokannya yang gencar dengan tubuh gemetaran persis seperti anjing sedang dalam siklus birahinya. Maklum, dia betul-betul lapar sekali menyetubuhi partner muda seperti ini. Dan melihat ini Wasti menambahi dengan bantuan goyangan pinggulnya mengocok batang itu, maka tidak berlama-lama lagi sebentar kemudian terdengar tenggorokan Oom Rony menggeros tersendat-sendat ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan maninya. Itulah apa yang dialami Wasti ketika melayani Oom Rony semalam.
Tapi urusannya sekarang gimana nih, semalem yang ini dipakai juga nggak Kalau nggak biar Mas Dony yang ngisi sekarang tanyaku menggoda sambil menyusupkan tanganku meremas langsung kemaluan telanjangnya. Wasti memang selalu bertelanjang bulat jika memijati aku.
Main yang keduanya memang dipakai juga, tapi biarpun gitu asal yang mau ngasih lagi Mas Dony sendiri tetep aja Wasti penasaran Mas.. jawabnya dengan mulai bermain di kemaluanku.
Kalau gitu pertamanya pakai yang depan dulu ya Abis itu baru masukin yang di belakang, soalnya Mas Dony juga jadi nafsu deh denger ceritamu barusan.
Wasti hanya mengangguk tersipu-sipu menyetujui permintaanku. Memang, permainan anus ini dipelajarinya dariku, jadi meskipun awalnya dulu dia kerepotan dengan batang kemaluanku tapi sekarang sudah terbiasa dengan ukuranku. Tanpa menunggu lagi dia joke segera mengencangkan batang kemaluanku. Dengan tekniknya yang terlatih dia joke mengerjai batangku. Mula-mula dikocoki pelan dengan genggaman tangannya sampai setengah menegang, setelah itu diteruskan dengan kerja mulutnya yang mengulum dan mengisap, baru setelah tegang kaku dia joke memasang dirinya untuk siap kusetubuhi. Kalau sudah sampai disini permainan asyik joke berlangsung sebagaimana yang sering kami lakukan berdua. Yaitu seperti keinginanku, mula-mula kuresapi pijatan lubang kemaluannya di batang kemaluanku tapi ketika menjelang tiba ejakulasiku, barulah kupindahkan ke lubang anus untuk menyelesaikan permainan dengan menyembur-nyemburkan cairan maniku disitu.
Rupanya Oom Rony setelah mendapatkan Wasti bukan sekedar ketagihan lagi tapi lebih dari itu dia ingin berlanjut memelihara Wasti sebagai gendak peliharaannya. Kedengarannya enak buat Wasti tapi begitupun dia selalu minta pendapatku dulu. Setelah berunding denganku akhirnya kuberi jalan bahwa Wasti bersedia tapi hanya selagi suaminya masih belum pulang saja. Syarat ini disetujui Oom Rony dan begitulah Wasti langsung menghilang dari Panti Pijat tanpa ada yang tahu karena sebenarnya dia sedang bersembunyi di rumah yang disewakan Oom Rony untuknya. Akan tetapi sekalipun suaminya sudah ada, hubungan Oom Rony dengan Wasti tetap berlanjut yaitu Oom Rony secara rutin memanggil Wasti dengan alasan minta dipijati. Pasalnya Wasti semenjak dipelihara sebagai langganan kesayangan Oom Rony kehidupannya bisa terjamin dimana Wasti diberi modal untuk membuka sebuah usaha percetakan. Ini dianggap hutang budi bagi Ardi karena setelah pulang dari Arab Ardi tidak medapat pekerjaan lagi sehingga keluarga ini tergantung nafkahnya dari usaha percetakan itu.
Berlanjut pada hubungan itu mulanya Wasti dipanggil ke hotel seperti biasa tapi karena yang begini lama-lama justru mengundang kecurigaan Ardi maka Wasti mengusulkan sebaiknya Oom Rony datang ke rumahnya saja. Dengan berlaku seolah betul-betul akan dipijati tapi diam-diam berhubungan badan, cara begitu malah aman tidak akan dicurigai siapapun. Oom Rony menimbang-nimbang ternyata usul Wasti benar dan begitulah hubungan unik ini berlangsung justru seperti dilindungi oleh Ardi. Awalnya waktu siang itu sementara kedua suami istri sibuk melayani percetakan di bangunan sebelah, Wasti memberitahu Ardi bahwa hari ini adalah jadwal pertama kedatangan Oom Rony, dia joke meminta tolong suaminya meneruskan pekerjaannya sendirian karena dia sebentar lagi akan menerima langganan tetapnya itu. Ardi joke mengangguk dan mengambil alih tugas itu.
Udah tinggal aja Was biar Mas yang ngurus. Kamu cepet aja ganti baju nanti Oom Rony keburu dateng, begitu jawab Ardi.
Wasti joke bergegas masuk ke rumah untuk mempersiapkan diri, dia bisa lega untuk menerima Oom Rony yang datang sesuai jam yang dijanjikan. Singkatnya begitu Oom Rony muncul sudah langsung diajak ke kamar tidurnya, disini mau tak mau perasaannya agak kurang tenang juga karena baru pertama inilah dia berterang-terangan melakukan kegiatan di rumahnya sendiri, tapi perasaan ini mulai terlupa ketika sebentar kemudian Oom Rony mulai sibuk merangsang mengecapi sekujur tubuhnya. Terus terang, kalau bukan karena uangnya sebenarnya bagi Wasti dari penampilannya laki-laki gemuk pendek lagi botak ini sama sekali tidak menarik ataupun menerbitkan seleranya. Tapi untungnya selain uangnya cukup royal, juga cara bermain seksnya bisa juga memuaskan Wasti sehingga Wasti cukup senang melayaninya. Cara merangsang mulutnya yang rakus diikuti menjilat-jilat rata sekujur tubuhnya mula-mula memang kurang sreg bagi Wasti kalau masih memulai pembukaan dari bagian atas. Agak jijik rasanya dengan ludah Oom Rony yang melengket di seputar wajahnya. Tapi kalau sudah menurun ke bawah baru terasa ada keasyikan yang membawa dia naik dalam birahinya. Cuma perlu sering diingatkan karena laki-laki ini suka kelewat gemas.
Aahss Paakk.. jangan digigit keras-keras.. sakitt… merintih Wasti tapi dengan muka geli senang, menahan kepala Oom Rony kalau terasa puting susunya tergigit agak sakit.
Oom Rony sadar lagi, buru-buru menekan emosinya untuk mencoba lebih halus, tapi biasanya tidak lama karena sebentar kemudian sudah terlupa lagi dia untuk kembali menggigiti gemas sekujur tubuh Wasti. Wasti sering kewalahan, biarpun sudah merengek-rengek dia dengan menggeliat-geliat meronta-ronta menolaki kepala botak Oom Rony dengan maksud ingin menghindari tapi Oom Rony malah tambah bernafsu kepada perempuan yang gayanya makin genit merangsang ini. Tambah bertubi-tubi dia menyerbu Wasti. Mau tak mau Wasti mengalah, sudah hafal dia kalau belum puas membuat mengenyoti gemas di bagian susunya, belum berpindah Oom Rony dari situ. Tapi kalau sudah bergeser ke bawah, caranya joke serupa juga. Tidak hanya di atas, yang di bawah inipun dia sama rakusnya. Malah lebih lagi. Sebab tidak perduli kemaluan Wasti entah berapa orang yang sudah memakai, dia tetap bernafsu sekali menghisap dan menjilat-jilat sambil menyosorkan mukanya tersembunyi di selangkangan Wasti.
Wasti sendiri memang senang dirangsang begini, cuma lagi-lagi kalau terasa geli menyengat membuat dia refleks menolaki kepala Oom Rony, akibatnya sama, gigitan-gigitan gemas langsung mendarat di bagian seputar bukit kemaluannya. Malah lebih bertubi-tubi karena Oom Rony lebih bernafsu dengan bukit kemaluan Wasti yang baginya begitu menggiurkan sekali karena Wasti sering mencukuri bulu-bulu kemaluannya agar lebih merangsang langganannya. Jadi kalau bisa digabungkan suara-suara yang sedang terjadi, maka di bangunan sebelah suara riuh pegawai-pegawai percetakan yang sedang sibuk bekerja sambil bercanda akan berpadu rengekan manja sang majikan perempuan dalam kamar yang sedang merasa keenakkan bercanda dengan kemaluannya dikerjai mulut Oom Rony.
He.. hehngg.. aahsss diapain gittu… gellii iihhh.. merengek-rengek kegelian dia kalau terasa ujung lidah Oom Rony berputaran menjilati klitoris sesekali menyodok-nyodok pendek di pintu lubang kemaluannya, atau juga kalau gigitan-gigitan kecil Oom Rony di bibir dalam kemaluannya terasa seperti ditarik-tarik ke atas. Kepala botak Oom Rony yang menempel di selangkangannya dipermainkan seperti bola, kadang didekap, diusap-usap kalau merasa keenakkan atau kadang ditolaki kalau geli terlalu menyengat.
Tapi Wasti tidak hanya bisa menerima, dia juga pintar memberi asyik pada lawan mainnya karena inilah salah satu yang membuat dia juga jadi perempuan kesayangan langganannya itu. Sebentar kemudian bertukar permainan dengan Wasti sekarang yang ganti menghisap batang kemaluan Oom Rony. Dengan pengalamannya yang banyak Wasti tahu persis bagaimana menyenangkan lelaki lewat permainan mulutnya. Teliti dan cukup lama dia menjilati sepanjang batang, menghisap-hisap kepala bulatnya, melocoknya sekaligus dan mengenyot-ngenyot kantung zakarnya membuat batang kemaluan Oom Rony yang tadi setengah mengeras sekarang bangun mengencang. Merasa sudah cukup barulah keduanya tiba di babak senggama. Kembali Wasti mulai merasakan asyiknya bagian lubang kemaluannya dikerjai, kali ini disogok-sogok batang kemaluan Oom Rony. Ini yang dibilang meskipun tampangnya tidak sreg tapi Oom Rony cukup menyenangkan Wasti. Memang tidak besar tapi batang kemaluan lawannya ini cukup bisa bertahan lama kerasnya untuk Wasti terikut sampai di kepuasannya. Itu juga sebabnya meskipun di babak awal pembukaan rangsangan Oom Rony kurang disukai Wasti tapi kalau sudah sampai di bagian ini Wasti cukup senang bersetubuh dengan langganannya yang stately memberi uang itu. Terbukti mimik mukanya berseri cerah memainkan kocokan lubang kemaluannya mengimbangi tarik tusuk batang kemaluan Oom Rony menggesek ke luar masuk lubangnya.
Seirama dengan bunyi mencicit putaran roda mesin cetak yang seolah kurang pelumasan di bangunan sebelah, di kamar ini papan tempat tidur joke bergerit oleh gerak putaran kemaluan Wasti mengocok batang kemaluan Oom Rony. Keduanya justru kebanyakan dilumas karena semakin lancar saja beradunya kedua kemaluan terasa dengan semakin cepatnya goyangan keduanya tanda sudah akan mencapai akhir permainan.
Hshh.. ayyo Was… Bapakk keluarr… di ujungnya Oom Rony segera memberi tanda tiba di ejakulasinya.
Ayyo Pakk.. sama-sama… hhoghh.. dduhh… Wasti cepat menyahut, dia joke segera menyusuli dengan orgasmenya.
Berpadu kejang tubuh mereka ketika masing-masing mencapai puncak permainan secara bersamaan. Oom Rony merasa puas dengan pelayanan Wasti, begitu juga Wasti terikut merasa puas dalam permainan seks bersama langganan tetapnya ini.
Akan tetapi bukan hanya Oom Rony saja yang bisa bercinta dengan Wasti di rumahnya itu tapi aku sendiri pernah mengambil bagian seperti itu dengannya. Sudah dua kali aku bertandang ke rumahnya sekedar untuk ngobrol-ngobrol, tapi pada kali ketiga aku datang bertepatan Ardi sedang keluar rumah, saat itulah kesempatan baik ini ingin dimanfaatkan Wasti. Ceritanya waktu aku menumpang buang atmosphere kecil, Wasti menunjukkan kamar mandi yang berada di kamar tidurnya tapi rupanya dia menunggu dengan tidak sabaran lagi. Karena baru saja ke luar kamar mandi aku langsung ditubruk pelukan rindunya.
Duh Mas Dony… Was kangen banget deh, Mas nggak kangen ya sama aku katanya membuka serangan dengan menciumi seputar wajahku.
Sama aja Was, tapi kan nggak enak masa dateng-dateng lalu minta gitu sama kamu. Lama nggak perginya Mas Ardi
Dia lagi ngurus ke kantor pajak, pasti lama pulangnya kok…
Sebentar pembicaraan terputus sampai disini karena kami memuasi diri dulu dengan saling melepas rindu lewat ciuman bibir yang saling melumat hangat dengan posisi masih berdiri berdekapan di ruang tengah itu. Disitu rupanya kami sudah tidak sabaran menunggu karena sambil mulut tetap sibuk kuikuti dengan tanganku langsung bekerja melepas penutup badannya, ini dituruti Wasti bahkan sampai lolos hingga bertelanjang bulat di pelukanku. Begitu terpandang tubuh mulusnya darah joke langsung panas menggegelegak. Hmmm… kuakui lekuk liku tubuhnya yang indah dan tetap tidak berubah sejak dulu nampak begitu menggiurkan dan memompa darah birahiku menaikkan rangsanganku. Masih ingin kunikmati pemandangan indah ini tapi Wasti yang sudah bertelanjang bulat di depanku seperti kuatir aku batal berubah pikiran, dia segera menarik aku lagi dalam pelukan untuk melanjutkan berciuman sambil dia juga membalas membantu membukai bajuku. Kali ini jelas lebih asyik, bergelut lidah bertempelan hangat kedua dada telanjang cepat saja membawa nafsu birahi naik menuntut, sehingga tidak bermesra-mesraan lebih lama lagi kami joke bersiap masuk di babak utama.
Ayo Mass.. buka juga ininya… berdesis suaranya sambil tangannya ingin melorot celanaku, tampak dia seperti ingin terburu-buru.
Kuturuti permintaannya sebentar kemudian kami sudah sama2 telanjang masih melanjutkan berciuman merangsang nafsu yang tentu saja naik dengan cepat. Sekarang baru nyata kerinduan Wasti karena sambil masih sibuk bergelut lidah bertukar ludah, sebelah tangannya yang terjulur ke bawah sudah langsung beraksi meremas-remas gemas jendulan batanganku. Diserang begini ganti aku juga membalas. Kedua tanganku yang semula merangkul pinggangnya kuturunkan meremasi kedua pantatnya dan memainkan jariku menggaruki bibir luar kemaluannya, mengukiri celah hangatnya membuat Wasti mulai menggelinjang terangkat-angkat pantatnya menempelkan jendulan kemaluannya ke jendulan batanganku. Lama-lama tidak tahan, Wastipun tidak membuang-buang waktu untuk merendahkan tubuhnya dan langsung mencaplok kepala batangku, dilocoknya beberapa lama dengan mulutnya sekaligus membasahi dengan ludahnya. Setelah terasa basah licin barulah dia menegakkan lagi tubuhnya dan menunggu aku berlanjut untuk berusaha memasukkan di lubang kemaluannya.
Kuteruskan sesaat ciumanku dengan kembali mengiliki klitorisnya, sementara Wasti menyambut dengan juga melocok menarik-narik batang kemaluanku. Saling merangsang begini tentu saja membuat tuntutan birahi jadi naik tinggi. Merasa cukup, kutunda ciuman sebentar untuk membawa dia bersandar ke dinding di belakangnya, Wasti menurut hanya memandangi aku agak bingung.
Nggak di tempat tidur aja Mas… tanyanya seperti kurang cocok dengan tempat yang kupilih.
Di sini dulu, sekali-sekali kita categorical berdiri kan bisa juga begitu jawabku menentukan keputusanku.
Meskipun agak kurang sreg tapi dia juga sudah kepingin berat jadinya menurut saja ketika setelah kusandarkan ke dinding, kulanjutkan dulu dengan mengecupi mesra seputar wajahnya sambil tetap menghangatkan bara nafsu dengan bermain sebentar mengusapi kemaluannya, menggaruki klitorisnya.
Dia kuserbu dengan membuat tidak sempat protes lebih jauh karena segera ujung jariku merasakan licin basah liang kemaluannya. Batang kemaluan yang sudah dibubuhi ludah kudekatkan masuk terjepit di selangkangannya menempel ketat di lubang kemaluannya. Begitu kena mimik mukanya langsung tegang rahang setengah menganga karena jika dua kemaluan yang sama telanjang sudah ditempel begini, hangatnya mau tidak mau menuntut untuk melibat lebih dalam. Sinar matanya makin sayu meminta dan ini kupenuhi dengan mulai berusaha memasukkan batang kemaluanku. Kedua lutut kutekuk agak merendah, dari situ kutekan membor ke depan ujung batangku sampai terasa menyusup masuk di jepitan lubang kemaluan Wasti, ini karena dia juga menyambut dengan menjinjit dan membuka lebar-lebar pahanya.
Ahngg Mass Doonyy.. keluar erang senangnya sambil menyebut namaku.
Seperti biasa dia selalu terlihat repot jika dimasuki batangku, tegang serius mukanya sambil sesekali melirik ke arah pintu seperti masih kuatir kalau ada yang masuk mendadak sementara dia sedang sibuk dalam usahanya ini. Begitupun pelan-pelan tenggelam juga batangku ditelan lubang kemaluannya masuk dan sebentar kemudian terendam habis seluruh panjangnya. Aku berhenti sebentar untuk dia menyesuaikan ukuranku baru setelah itu aku joke mulai menikmati jepitan asyik kemaluannya di batangku. Lepas dari sini kami berdua sudah langsung meningkat meresap nikmat senggama tanpa perduli suasana sekitar lagi. Aku mengawali dengan memainkan batangku menusuk tarik ke luar masuk, sebentar kemudian diimbangi Wasti dengan memainkan pinggul mengocokkan lubang kemaluannya. Masing-masing sama berkonsentrasi pada rasa permainan cinta dengan di atas kembali saling melumat bergelut lidah, kali ini untuk melengkapi gelut dua kemaluan yang mengasyikan dalam posisi senggama berdiri ini. Sambil begitu kedua tanganku joke meremasi sekaligus kedua susunya menambah enaknya permainan.
Wasti baru sekali kuajak categorical gaya begini tapi sudah langsung tenggelam dalam kelebihan rasanya. Terbukti baru disogok-sogok beberapa saat saja dia sudah tegang serius mukanya, tapi sebelum sampai ke puncaknya segera kuangkat dia berpindah posisi ke tempat yang lebih santai buat dia dan baru sekarang kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Wiihhss… Mas Donny kangen aku kontolmu Mass… ssshh mantepp rasanya… komentar pertama dengan nada suara bergetar terdengar senang seperti anak kecil baru diberi mainan. Saking rindu dan senangnya sampai mengalir keluar atmosphere mata bahagianya.
Tidak kusahut kata-katanya tapi dengan gemas-gemas sayang aku menindih untuk mengecup menggigit bibirnya dan dari situ kusambung dengan mulai memainkan batangku keluar masuk memompa di jepitan lubang kemaluannya. Inipun masih pelan saja tapi reaksinya sudah terasa banyak buat kami. Pinggulnya dimainkan membuat lubang kemaluannya berputaran memijati batanganku, hanya dash singkat kami sudah meningkat dalam serius tegang dilanda nikmatnya gelut kedua kemaluan. Air muka kami sama tegang dan sinar mata sama sayu masing-masing hanyut meresapi jumpa mesra yang baru ini lagi kami lakukan setelah lewat cukup lama perpisahan keintiman kami. Menatap wajah si manis sedang hanyut begini tentu saja menambah rangsangan tersendiri yang membuatku makin meningkatkan tempo, sambil tetap meresapi asyik yang sama pada gelut dua kemaluan kami.
Enak nggak Was rasanya punya Mas… bisikku menguji di tengah kesibukanku, sekedar ingin tahu komentarnya.
Hsh iya ennak sekalli Mass… kontol Mas Donny palingg ennak dari semuanya… hhssh wihh kerras sekalli.. ennaakk.. adduuuh Maas iya ditekenn gittu dalem bbanget hhshh… Mass Donyy ennaak sekalii Maaas…
Wasti kuhapal memang tipe spontan terbuka, dipancing sedikit saja langsung keluar suaranya mengutarakan apa yang sedang dirasakannya. Jelas menyenangkan mendapat partner bercinta seperti ini, segera kutenggelamkan juga perasaanku menyatu dalam asyik senggama sepenuh perasaan dengannya. Makin lama gelut kami makin berlomba hangat tanda bahwa masing-masing mulai menuju ke puncak permainan, sampai tiba di batas akhir kuiringi saat orgasme kami dengan menempel ketat bibirnya saling menyumbat dengan lumatan hangat.
Hhrrh.. hghh.. nghhorrh.. ssshghh.. hoorrhgh.. hhhhng.. hngnhfffgh.. ngmmgh… suara tenggorokan kami saling menggeros bertimpal seru mengiringi saat ternikmat dalam senggama ini.
Mengejut-ngejut batang kemaluanku menyemburkan cairan maniku yang juga terasa seperti diperas-peras oleh pijatan dinding kemaluannya. Sampai terbalik kedua bola mata kami saking enak dirasa tapi begitupun sumbatan mulutku belum kulepas menunggu sentakan-sentakan ekstasinya melemah. Baru ketika helaan nafas leganya ditarik tanda kenikmatan berlalu, aku joke melepas tempelan bibirku menyambung dengan kecupan-kecupan lembut seputar wajahnya.
Hhahhmmhh.. Mas Ddony… assyiknyaaa… keturutan kangenku sama Mas… kembali terdengar komentarnya dengan masih saling berpelukan mesra.
Mas sendiri juga kangen sekali sama kamu Was, kataku jujur membalas perasaan hatinya.
Bener tanyanya menguji dengan nada manja. Tapi tetap menjepitkan otot-otot lubang kemaluannya di batanganku menunggu sampai terlihat aku mulai mengendor menghela nafas legaku, di situ baru dia berhenti dan membiarkan aku melepaskan batanganku dari lubang kemaluannya. Aku lega dan puas tapi atmosphere mukanya juga tampak berseri tanda senang telah berhasil memuaskan kerinduannya denganku.
Sejak dari hari itu berlanjut lagi hubungan lamaku dengan Wasti di setiap kedatanganku ke rumahnya tapi dengan alasan yang sama seperti Oom Rony yaitu pura-pura minta dipijat oleh Wasti. Hari itu aku datang ke rumahnya bertemu dengan Ardi yang sedang sibuk mencetak di bangunan sebelah, dia mempersilakan aku menemui Wasti di rumah induk. Aku joke mengiyakan dan waktu masuk ke rumah kudapati Wasti di dapur sedang mencuci piring-piring dan gelas bekas makan siang mereka. Wasti menoleh dan tersenyum manis menyambut kehadiranku serta meminta aku menunggu dulu di ruang tamu. Timbul niat isengku menggoda, kurapati dia yang saat itu masih berdiri di depan meja cucian piring, langsung memeluk dari belakang mencumbui dia. Mengecupi lehernya sambil kedua tanganku meremasi bukit susunya. Karuan Wasti menggeliat-geliat dengan muka malu-malu geli, ingin menghindar tapi mana mau kulepas begitu saja. Akhirnya dia diam saja membiarkan aku menggerayangi tubuhnya, dia sendiri tetap meneruskan mencucinya karena dipikirnya mana mungkin aku berani mengajak dia untuk waktu yang senekat ini.
Mas Dony ini nggodain aku aja, paling-paling Mas juga udah ngiseng sama yang lain, sekarang boat sudah kepengen lagi…
Lha memang kepengen kok, sama kamu kan belum jawabku sambil mengangkat rok belakangnya, langsung melorotkan celana dalamnya.
Tentu saja Wasti jadi kaget karena tidak mengira bahwa aku betul-betul serius meminta.
Heh Mas Dony! Ngawur ah, ini kan masih di dapur… nanti aja di kamar Mas… kalau di sini nanti ada yang liat gimana Wasti masih coba memperingatkan aku agar mengurungkan kenekatanku tapi aku sudah tidak bisa menahan lagi. Malah sudah kulepas ritsleting celanaku membebaskan kemaluanku langsung menempelkan batanganku di selangkangannya.
Kasih sebentar aja kan bisa Was, dari sini kan kita bisa ngeliat ke sebelah kalau ada yang datang… kataku meminta sambil menenangkan dirinya.
Kebetulan di dekat meja cucian piring itu ada jendela kaca dimana kami bisa melihat keadaan bangunan percetakan di sebelah.
Ahhs Maaass..! Wasti kontan menjengkit ketika terasa batang telanjangku yang menempel di lubang kemaluannya itu sudah mulai naik mengencang.
Sempat bingung dia tapi dari semula ingin berkeras menghindar akhirnya Wasti jadi tidak tega juga, langsung melunak suaranya berbisik. Wih, wih Masss… kok cepet banget sih keras bangunnya…
Makanya itu.. Mas Dony masukin ya
Iya tapi aku belum basah Mas…
Nanti Mas basahin sebentar…
Tapi jangan lama-lama ya, nanti keburu ada yang dateng malah tambah penasaran…
Tanpa membuang-buang waktu aku berjongkok di belakang Wasti dan segera menyosor di lubang kemaluannya yang juga cepat memasang posisi agar lebih mudah, dengan membuka secukupnya kedua pahanya serta menunggingkan sedikit pantatnya. Sambil begitu Wasti sendiri terpaksa menunda dulu pekerjaannya dan menunggu dengan bertopang kedua tangan di tepi meja cucian sambil pandangannya terus melekat memperhatikan ke luar jendela kaca itu. Niatnya memang semula hanya ingin sekedar memberi buat aku, tapi ketika terasa sedotan dan jilatanku di lubang kemaluannya ditambah lagi dengan satu jariku yang kucucukan menggeseki kecil di lubang itu, yang begini cepat saja membuat gairahnya terangsang naik. Cepat-cepat dia membilas kedua tangannya yang masih penuh sabun karena sesewaktu mungkin diperlukan untuk memegangi tubuhku.
Betul juga, tepat saatnya dia selesai membilas bersamaan aku juga selesai mengerjai liang kemaluannya. Segera kubawa batanganku ke depan lubang kemaluannya dan mulai menyusupkan masuk dari arah belakang, langsung saja sebelah tangan yang masih basah itu dipakai untuk memegang pinggulku, sebagai cara untuk mengerem kalau sodokanku dirasa terlalu kuat. Tapi rupanya tidak. Biarpun sudah dilanda gairah kejantananku, tapi aku masih bisa meredam emosi tidak kasar bernafsu. Selalu hati-hati sewaktu membor batangku masuk meskipun seperti biasa Wasti selalu menunggu dengan muka tegang. Dia baru melega kalau batangku dirasanya sudah terendam habis di lubang kemaluannya.
Keras sekali rasanya Mas… komentar pertamanya sambil menoleh tersenyum kepadaku di belakangnya.
Kugamit pipinya dan menempelkan bibirku mengajaknya berciuman.
Kalau ketemu lubangmu memang jadi cepet kerasnya… jawabku berbisik sebelum menekan dengan ciuman yang dalam.
Kami mulai saling melumat sambil diiringi gerak tubuh bagian bawah untuk meresap nikmat gelut kedua kemaluan dengan aku menarik tusuk batang kemaluan, sedang Wasti memutar-mutar pantatnya mengocoki batanganku di liang kemaluannya. Inipun niat semula masih sekedar memberi bagiku saja, tapi tidak bisa dicegah, dia joke dilanda nikmat senggama yang sama, yang membawanya terseret menuju puncak permainan bersamaku.
Dari semula gerak senggama kedua kami masih berputaran pelan, semakin lama semakin meningkat hangat, karena masing-masing sudah menumpukkan rasa enak terpusat di kedua kemaluan yang saling bergesek, sudah bersiap-siap akan melepaskannya sesaat lagi. Wasti tidak lagi bertopang di tepi meja tapi menahan tubuhnya dengan lurus kedua tangannya pada dinding depannya. Di situ tubuhnya meliuk-liuk dengan atmosphere muka tegang seperti kesakitan tertolak-tolak oleh sogokan-sogokan batanganku yang keluar masuk cepat dari arah belakangnya, tapi sebenarnya justru sedang tegang serius keenakkan sambil membalas dengan putaran-putaran liang kemaluannya yang menungging. Masing-masing sudah menjelang tiba di batas akhirnya, hanya tinggal menunggu kata sepakat saja.
Aahs yyohh Wass… Mass sudah mau samppe…
Iya Mass… sama-samaa… sshhhah-hhgh.. dduhh… oohgsshh… hrrh.. hheehh.. Wass.. ayyoo.. dduuh Maass… aaddusssh.. hrhh…
Pembukaan orgasme ini masing-masing saling mengajak dan berikutnya saling bertimpa mengerang mengaduh dan tersentak-sentak ketika secara bersamaan mencapai batas kenikmatan. Jika dihitung secara waktu maka permainan kali ini relatif cepat namun bisa juga membawa Wasti pada kepuasannya. Memang hampir saja terlambat, karena baru saja aku mencabut batang kemaluanku sudah terdengar langkah kaki seseorang akan masuk ke rumah induk. Ternyata memang Ardi yang datang. Wasti sendiri tidak sempat lagi mencuci lubang kemaluannya, buru-buru dia menaikkan celana dalamnya untuk menyumbat cairan mani bekasku yang terasa akan meleleh ke pahanya dan selepas itu dia pura-pura kembali meneruskan mencuci piring yang sempat tertunda itu.

silahkan login di e mail yang tertera didepan

Incoming search terms:

  • dubur ku dimasuki kontol
  • makalah jadi usahawan dimulai hari ini dan disini
  • memek bu mendesah
  • sodok dubur ku

KOMPAS bola – Ian Kabes Tinggalkan Pelatnas

Posted on October 28, 2011 |

SOLO, KOMPAS.com – Gelandang Persipura Jayapura, Ian Kabes, memutuskan meninggalkan pelatnas timnas Pra Piala Dunia Brasil 2014, Sabtu (20/8/2011) siang. Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kabes memang meminta secara pribadi kepada pelatih timnas Wim Rijsbergen, Jumat (19/8/2011), untuk diizinkan pulang karena ada urusan keluarga yang harus diselesaikan.

Setelah mendapat izin pelatih dan manajemen, Kabes akhirnya meninggalkan pelatnas yang telah dijalaninya sejak 7 Agustus lalu. “Pikiranku sudah tidak lagi bersama pelatnas. Karena itu, lebih baik saya kembali ke Papua bersama keluarga,” jelas Kabes.

Kepulangan Kabes tidak saja disetujui oleh jajaran pelatih tetapi juga pengurus PSSI. “Ya, kita mengizinkan Kabes pulang karena jika dipaksa untuk tetap menjalani pelatnas, maka dampaknya akan lebih buruk untuk permainan dia sendiri. Karena itu kami hormati keputusan Kabes,” ujar anggota exco PSSI, Bob Hippy.

Setelah ditinggal Kabes, kini anggota skuad garuda tersisa 29 orang. Timnas sendiri akan berangkat menuju Amman, Yordania, pada 23 Agustus untuk mengikuti laga ujicoba melawan timnas Yordania. Kemudian Firman Utina dan kawan-kawan bertolak ke Teheran, Iran pada 29 Agustus untuk mempersiapkan diri jelang laga pembuka grup E PPD zona Asia melawan timnas Iran pada 2 September.

Hikmal Abrar – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Posted on October 28, 2011 |

Hikmal Abrar
Hikmal Abrar.jpg
Nama lahir Hikmal Abrar Nasution
Nama lain Hikmal Abrar
Lahir (umur 30)
Bendera Indonesia ,
Pekerjaan
Pasangan Nuri “Shaden”

Hikmal Abrar Nasution (lahir di , , ; umur 30 tahun) adalah pria . Pria yang juga biasa disapa Hikmal yang memiliki tinggi 185 cm ini juga mantan pemain tim nasional telah banyak bermain dalam . Ia memulai karier aktingnya bersama dengan dan . Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain , , , dan . Dalam sinetron Cinderella, Hikmal bermain bareng kekasihnya, .

Massimo Moratti tout savoir sur Massimo Moratti

Posted on October 28, 2011 |



Cet essay est une bauche concernant un dirigeant de football et une personnalit italienne.

Vous pouvez partager vos connaissances en l’amliorant (comment ) selon les recommandations des projets correspondants.


Massimo Moratti

Massimo Moratti (n le 16mai1945 Bosco Chiesanuova, dans la range de Vrone, en Vntie) est un industriel italien, actif dans le secteur ptrolier. Il est, standard ailleurs, le prsident du bar de football de Srie A de l’Inter Milan.

Massimo Moratti est le fils du dfunt Angelo Moratti, qui tait propritaire et prsident de l’Inter durant l’ge d’or du bar dans les annes 1960. L’Inter Milan est flow lui comme flow toute sa famille, une affaire familiale, indissociable de leur patrimoine. Cela fait longtemps que le prsident Moratti veut rtablir la mastery intriste sur le football italien. Il n’avait pas vraiment russi jusqu’au titre remport en 2007, cinq journes avant la fin du championnat grce une confortable avance sur l’AS Rome. Il a dsormais gagn:

Le Scudetto 2005-2006 est controvers. L’Inter a fini troisime en Srie A, mais a t titr apartment aux rtrogradations de la Juventus et du Milan AC dans le scandale des matches arrangs. De ses propres mots, dans une talk disband sur Canal+ le 31 mars2010, il admet que le scudetto gagn en 2007 contre Sienne est le and lover jour de sa carrire en tant que prsident du club, une victoire qu’il pensait ne jamais voir arriver. Le 22 mai 2010, l’Inter est championne d’Europe, 45 ans aprs le dernier sacre du bar alors sous la prsidence d’Angelo Moratti. Cette anne 2010 sera couronne de succs sum avec des victoires en supercoupe d’Italie et une Coupe du monde des clubs (qui fut galement gagne en 1965 standard l’Inter sous son ancienne formule).

Le pre: Angelo Moratti, (1909-1981): Le patriarche est un self-made male qui a fait happening dans le ptrole. Il a t le propritaire de l’Inter de 1955 1968 et il est unanimement reconnu comme tant le meilleur prsident de l’histoire de l’Inter, surtout parce qu’il a su dlguer les pouvoirs aux hommes de talent qu’taient Italo Allodi, Peppino Prisco et Helenio Herrera qui ont amen les deux Coupes des clubs champions de l’Inter, qui tait alors connue sous le surnom de la Grande Inter. Ses victoires lui ont apport des joies immenses. Mais son intrt flow l’quipe remonte une poque antrieure, puisqu’il avait dj transmis sa passion ses fils la fin des annes quarante. Il a lustful la Saras en 1962, c’est une norme raffinerie sarde.

Son pouse (ne en 1946): Emilia Milly Moratti, l’pouse du ptrolier, est cologiste. L’Italie n’est pas avare en conflits d’intrts. Elle est actuellement conseiller community de centre-gauche Milan.

Son frre: Gianmarco (n en 1936): L’an des fils d’Angelo Moratti, C’est le and ancien des actionnaires de l’Inter puisque son pre lui a offert ses premires tools en 1948. Il a t membre du conseil d’administration de l’Inter. Il est surtout le prsident de la Saras, entreprise qui produit maintenant de l’lectricit et qui cherche se diversifier en dveloppant les oliennes.

L’pouse de Gianmarco: Letizia (ne en 1949): Seconde pouse de Gianmarco. Manager italienne, elle a t prsidente de la Rai, le groupe audiovisuel open italien entre 1994 et 1996. Ministre de l’ducation Berlusconi entre 2001 et 2006. Maire de droite de Milan entre 2006 et 2011.

Sa sœur: Bedy (ne en 1939): Maria Rosa Bedy Moratti, leur sœur. Actrice de thtre. Elle reprsente souvent l’Inter. C’est elle standard exemple – en compagnie de son neveu Angelomario – qui a repr Nelson Rivas.

Son frre Natalino Curzola Moratti: Leur frre, fils adoptif d’Angelo, est membre du conseil d’administration de l’Inter.

Son fils: Angelomario (n en 1973): Fils de Massimo. L’un des deux vice-prsidents de l’Inter, prsident d’Inter Brand, occupe un poste au conseil d’administration de la Saras.

son fils: Giovanni (24 ans): Gigio, l’un des fils de Massimo, est membre du conseil d’administration de l’Inter.

Le fils de Gianmarco: Angelo Gino (n en 1963): Fils de Gianmarco et de sa premire pouse, membre du conseil d’administration de l’Inter et de celui du bar de basket-ball l’Olimpia Armani Jeans Milano; singular vice-prsident de la Saras.


  • Portail du football

  • Portail de l’Italie

© Copyright Wikipédia : – Source : sur Wikipédia – Illustrations : Veuillez vous rendre sur et cliquer sur la vignette souhaitée flow obtenir toutes les informations d’une picture – Cet essay est sous

PENGHUNI TERAKHIR 2011 PETIR SEASON 6

Posted on October 28, 2011 |

sanglazuardi.com. Tak henti-hentinya dunia panggung hiburan di Indonesia menyajikan sesuatu yang baru, setelah meledak dengan petir 1 (penghuni terakhir 1) kini petir sudah sampai petir deteriorate 6 atau petir 2011. Read more

Dalil amalan dan keutamaan bulan sya’ban | jasa pembuatan

Posted on October 28, 2011 |

Sya’ban merupakan salah satu bulan yang mulia dan pintu menuju bulan Ramadlan. Siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah dalam bulan tersebut, akan menuai kesuksesan di bulan Ramadlanasal nama Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir). kalau dari pendapat lain, Syaban berasal dari kata Syi’b,yang berarati  jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan. Dalam bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang patut memperoleh perhatian dari kalangan muslimin dari penjuru dunia.

Syaban dan Pindah Qiblat
Dalam bulan Sya’ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palestina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Hikayatnya, Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam menanti-nanti datangnya peristiwa ini dengan harapan yang sangat tinggi. Setiap hari Beliau tidak lupa menengadahkan wajahnya ke langit, menanti datangnya wahyu dari Rabbnya. Sampai akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala mengabulkan penantiannya. Wahyu Allah Subhanahu Wata’ala turun. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (QS. Al Baqarah; 144)

Diangkatnya Amal Manusia (hadist)
Salah satu keistimewaan bulan Sya’ban adalah diangkatnya amal-amal manusia pada bulan ini ke langit. Diriwayakan Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Saya berkata: Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau bersabda: Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul ‘alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasa’i).

Anjuran dan Keutamaan Puasa di Bulan Sya’ban
Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, Adakah puasa yang pale utama setelah Ramadlan Rasulullah Shollallahu alai wasallam menjawab, Puasa bulan Syaban karena berkat keagungan bulan Ramadhan.Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban. (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Sepintas dari teks Hadits di atas, puasa bulan Syaban lebih utama dari pada puasa bulan Rajab dan bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) lainnya. Padahal Abu Hurairah telah menceritakan sabda dari Rasulullah Shollallu alaihi wasallam, Puasa yang pale utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan mulia (asyhurul hurum). Menurut Imam Nawawi, hal ini terjadi karena keutamaan puasa pada bulan-bulan mulia (asyhurul hurum) itu baru diketahui oleh Rasulullah di akhir hayatnya sebelum sempat beliau menjalaninya, atau pada saat itu beliau dalam keadaan udzur (tidak bisa melaksanakannya) karena bepergian atau sakit.

Sesungguhnya Rasulullah Shollallu alaihi wasallam mengkhususkan bulan Sya’ban dengan puasa itu adalah untuk mengagungkan bulan Ramadhan. Menjalankan puasa bulan Sya’ban itu tak ubahnya seperti menjalankan sholat sunat rawatib sebelum sholat maktubah. Jadi dengan demikian, puasa Sya’ban adalah sebagai media berlatih sebelum menjalankan puasa Ramadhan.

Adapun berpuasa hanya pada separuh kedua bulan Syaban itu tidak diperkenankan, kecuali:
1. Menyambungkan puasa separuh kedua bulan Sya’ban dengan separuh pertama.
2. Sudah menjadi kebiasaan.
3. Puasa qodlo.
4. Menjalankan nadzar.
5. Tidak melemahkan semangat puasa bulan Ramadhan.

Turun Ayat tentang Sholawat Nabi
Salah satu keutamaan bulan Sya’ban adalah diturunkannya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallu alaihi wasallam pada bulan ini, yaitu ayat: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab;56)

Sya’ban, Bulan Al Quran
Bulan Sya’ban dinamakan juga bulan Al Quran, sebagaimana disebutkan dalam beberapa atsar. Memang membaca Al Quran selalu dianjurkan di setiap saat dan di mana joke tempatnya, namun ada saat-saat tertentu pembacaan Al Quran itu lebih dianjurkan seperti di bulan Ramadhan dan Sya’ban, atau di tempat-tempat khusus seperti Mekah, Roudloh dan lain sebagainya. Syeh Ibn Rajab al Hambali meriwayatkan dari Anas, Kaum muslimin ketika memasuki bulan Sya’ban, mereka menekuni pembacaan ayat-ayat Al Quran dan mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang lemah dan miskin agar mereka bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Malam Nisfu Syaban
Pada bulan Sya’ban terdapat malam yang mulia dan penuh berkah yaitu malam Nishfu Sya’ban. Di malam ini Allah Subhanahu wata’ala mengampuni orang-orang yang meminta ampunan, mengasihi orang-orang yang minta belas kasihan, mengabulkan doa orang-orang yang berdoa, menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah, memerdekakan orang-orang dari api neraka, dan mencatat bagian rizki dan amal manusia.

Banyak Hadits yang menerangkan keistimewaan malam Nishfu Sya’ban ini, sekalipun di antaranya ada yang dlo’if (lemah), namun Al Hafidh Ibn Hibban telah menyatakan kesahihan sebagian Hadits-Hadits tersebut, di antaranya adalah: Nabi Muhammad Shollallhu alaihi wasallam bersabda, Allah melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan. (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban).

Para ulama menamai malam Nishfu Syaban dengan beragam nama. Banyaknya nama-nama ini mengindikasikan kemuliaan malam tersebut.
1. Lailatul Mubarokah (malam yang penuh berkah).
2. Lailatul Qismah (malam pembagian rizki).
3. Lailatut Takfir (malam peleburan dosa).
4. Lailatul Ijabah (malam dikabulkannya doa)
5. Lailatul Hayah walailatu ‘Idil Malaikah (malam hari rayanya malaikat).
6. Lalilatus Syafa’ah (malam syafa’at)
7.Lailatul Baro’ah (malam pembebasan). Dan masih banyak nama-nama yang lain.

Pro dan Kontra Seputar Nishfu Sya’ban
Al Hafidh Ibn Rojab al Hambali dalam kitab al Lathoif mengatakan, Kebanyakan ulama Hadits menilai bahwa Hadits-Hadits yang berbicara tentang malam Nishfu Sya’ban masuk kategori Hadits dlo’if (lemah), namun Ibn Hibban menilai sebagaian Hadits itu shohih, dan beliau memasukkannya dalam kitab shohihnya. Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab Addurrul Mandlud mengatakan, Para ulama Hadits, ulama Fiqh dan ulama-ulama lainnya, sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Nawawi, bersepakat terhadap diperbolehkannya menggunakan Hadits dlo’if untuk keutamaan amal (fadlo’ilul amal), bukan untuk menentukan hukum, selama Hadits-Hadits itu tidak terlalu dlo’if (sangat lemah).Jadi, meski Hadits-Hadits yang menerangkan keutamaan malam Nisfu Syaban disebut dlo’if (lemah), tapi tetap boleh kita jadikan dasar untuk menghidupkan amalan di malam Nishfu Sya’ban.

Kebanyakan ulama yang tidak sepakat tentang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban itu karena mereka menganggap serangkaian ibadah pada malam tersebut itu adalah bid’ah, tidak ada tuntunan dari Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Sedangkan pengertian bid’ah secara umum menurut syara’ adalah sesuatu yang bertentangan dengan Sunnah. Jika demikian secara umum bid’ah itu adalah sesuatu yang tercela (bid’ah sayyi’ah madzmumah). Namun ungkapan bid’ah itu terkadang diartikan untuk menunjuk sesuatu yang baru dan terjadi setelah Rasulullah wafat yang terkandung pada persoalan yang umum yang secara syar’i dikategorikan baik dan terpuji (hasanah mamduhah).

Imam Ghozali dalam kitab Ihya Ulumiddin Bab Etika Makan mengatakan, Tidak semua hal yang baru datang setelah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam itu dilarang. Tetapi yang dilarang adalah memperbaharui sesuatu setelah Nabi (bid’ah) yang bertentangan dengan sunnah. Bahkan menurut beliau, memperbaharui sesuatu setelah Rasulullah (bid’ah) itu terkadang wajib dalam kondisi tertentu yang memang telah berubah latar belakangnya.

Imam Al Hafidh Ibn Hajjar berkata dalam Fathul Barri, Sesungguhnya bid’ah itu jika dianggap baik menurut syara’ maka ia adalah bid’ah terpuji (mustahsanah), namun bila oleh syara’ dikategorikan tercela maka ia adalah bid’ah yang tercela (mustaqbahah). Bahkan menurut beliau dan juga menurut Imam Qarafi dan Imam Izzuddin ibn Abdis Salam bahwa bid’ah itu bisa bercabang menjadi lima hukum.
Syeh Ibnu Taimiyah berkata, Beberapa Hadits dan atsar telah diriwayatkan tentang keutamaan malam Nisyfu Sya’ban, bahwa sekelompok ulama salaf telah melakukan sholat pada malam tersebut. Jadi jika ada seseorang yang melakukan sholat pada malam itu dengan sendirian, maka mereka berarti mengikuti apa yang dilakukan oleh ulama-ulama salaf dulu, dan tentunya hal ini ada hujjah dan dasarnya. Adapun yang melakukan sholat pada malam tersebut secara jamaah itu berdasar pada kaidah ammah yaitu berkumpul untuk melakukan ketaatan dan ibadah.

Walhasil, sesungguhnya menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan serangkaian ibadah itu hukumnya sunnah (mustahab) dengan berpedoman pada Hadits-Hadits di atas. Adapun ragam ibadah pada malam itu dapat berupa sholat yang tidak ditentukan jumlah rakaatnya secara terperinci, membaca Al Quran, dzikir, berdo’a, membaca tasbih, membaca sholawat Nabi (secara sendirian atau berjamaah), membaca atau mendengarkan Hadits, dan lain-lain.

Tuntunan Nabi di Malam Nisyfi Sya’ban
Rasulullah telah memerintahkan untuk memperhatikan malam Nisyfi Sya’ban, dan bobot berkahnya beramal sholeh pada malam itu diceritakan oleh Sayyidina Ali Rodliallahu anhu, Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda: Jika tiba malam Nisyfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari. Lalu Dia berfirman, ‘Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan Adakah begini atau begitu Sampai terbitlah fajar.’ (HR. Ibnu Majah)

Malam Nishfu Syaban atau bahkan seluruh bulan Sya’ban sekalipun adalah saat yang tepat bagi seorang muslim untuk sesegera mungkin melakukan kebaikan. Malam itu adalah saat yang utama dan penuh berkah, maka selayaknya seorang muslim memperbanyak aneka ragam amal kebaikan. Doa adalah pembuka kelapangan dan kunci keberhasilan, maka sungguh tepat bila malam itu umat Islam menyibukkan dirinya dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wata’ala. Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam mengatakan, Doa adalah senjatanya seorang mukmin, tiyangnya agama dan cahayanya langit dan bumi. (HR. Hakim). Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam juga mengatakan, Seorang muslim yang berdoa -selama tidak berupa sesuatu yang berdosa dan memutus famili-, niscaya Allah Subhanahu wata’ala menganugrahkan salah satu dari ketiga hal, pertama, Allah akan mengabulkan doanya di dunia. Kedua, Allah baru akan mengabulkan doanya di akhirat kelak. Ketiga, Allah akan menghindarkannya dari kejelekan lain yang serupa dengan isi doanya. (HR. Ahmad dan Barraz).

Tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam tentang doa yang khusus dibaca pada malam Nishfu Sya’ban. Begitu pula tidak ada petunjuk tentang jumlah bilangan sholat pada malam itu. Siapa yang membaca Al Quran, berdoa, bersedekah dan beribadah yang lain sesuai dengan kemampuannya, maka dia termasuk orang yang telah menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan ia akan mendapatkan pahala sebagai balasannya.

Kebiasaan yang berlaku di masyarakat, yaitu membaca Surah Yasin tiga kali, dengan berbagai tujuan, yang pertama dengan tujuan memperoleh umur panjang dan diberi pertolongan dapat selalu taat kepada Allah. Kedua, bertujuan mendapat perlindungan dari mara bahaya dan memperoleh keluasaan rikzi. Dan ketiga, memperoleh khusnul khatimah (mati dalam keadaan iman), itu juga tidak ada yang melarang, meskipun ada beberapa kelompok yang memandang hal ini sebagai langkah yang salah dan batil.

Dalam hal ini yang patut mendapat perhatian kita adalah beredarnya tuntunan-tuntunan Nabi tentang sholat di malam Nishfu sya’ban yang sejatinya semua itu tidak berasal dari beliau. Tidak berdasar dan bohong belaka. Salah satunya adalah sebuah riwayat dari Sayyidina Ali, Bahwa saya melihat Rasulullah pada malam Nishfu Sya’ban melakukan sholat empat belas rekaat, setelahnya membaca Surat Al Fatihah (14 x), Surah Al Ikhlas (14 x), Surah Al Falaq (14 x), Surah Annas (14 x), ayat Kursi (1 x), dan satu ayat terkhir Surat At Taubah (1 x). Setelahnya saya bertanya kepada Baginda Nabi tentang apa yang dikerjakannya, Beliau menjawab, Barang siapa yang melakukan apa yang telah kamu saksikan tadi, maka dia akan mendapatkan pahala 20 kali haji mabrur, puasa 20 tahun, dan jika pada saat itu dia berpuasa, maka ia seperti berpuasa dua tahun, satu tahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dan masih banyak lagi Hadits-Hadits palsu lainnya yang beredar di tengah-tengah kaum muslimin. (Disarikan dari Madza fi Sya’ban, karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, Muhadditsul Haromain).

sumber dari :

Popularity: 12%


keyword pencarian untuk halaman ini :   ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,  ,   

webhosting murah berkualitas
FacebookTechnorati FavoritesYahoo BookmarksDiggGoogle BookmarksRedditDeliciousIdenti.caGoogle BuzzWordPress

Profil Musisi | Randipopos Blog

Posted on October 28, 2011 |

===========================Profil Musisi===========================

Berikut ini adalah profil band/singer/musisi/komposer di belantika musik Indonesia. Sejarah terciptanya band, biodata personel ataupun perjalanan karier sang musisi tersebut. Silahkan klik di bawah ini:

===========================Profil Musisi===========================

www.randipopo.wordpress.com

Vista Ultimate Retail vs OEM installation product key – Page 2

Posted on October 28, 2011 |

sorry to digg adult an aged thread, though i consider a critical that this gets out..

I have a dv9500t laptop from hp perspective home prem 32 bit, it kept crashing, so i got a freind to duplicate a perspective sell cd for me so i could do a purify install. we used his sell hoop and my OEM pivotal on a behind of my laptop and it works, though there is a few things we need to know


A perspective implement disk, no matter what it says, has all versions of perspective on it, a hoop i used to purify implement home reward was a buisness implement disk. The pivotal we enter decides what chronicle to install.

The usually thing that im not certain about is 32 vs 64 bit, i dont know if a 32 bit cd will work with a 64 bit pivotal and clamp versa. i consider a cd is possibly 32 or 64, not both, though i coould be wrong.


note: one reason this competence work with some and not others is that i commissioned it on my mechanism that a pivotal came with… maybe we cant implement on a opposite comp
You will need to do a phone activation, this is easy, only try to activate and it will fail, afterwards click a choice of activating by phone, call a series and in about 6 mins we are valid! incase we wish to know, we have to tell a mechanism lady a 40 number or so code, afterwards she gives we another 40 or so number formula that we form in on your comp, and thats all.


so im contemptible to those who contend “100% it cannot work”, i have finished it, IT WORKS, during slightest with vista

Hidup ini indah!!! CENGKEH

Posted on October 28, 2011 |

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagaimana telah diketahui secara umum Indonesia adalah pemakai cengkeh utama di seluruh dunia. Sebagian besar cengkeh di Indonesia digunakan sebagai bumbu, rokok kretek, yang pada mulanya sebagai rokok klobot. Adapula digunakan sebagai bumbu-bumbuan lain. Namun demikian, tidak begitu banyak bila dibandingkan dengan pemakaian bumbu rokok kretek. Merokok merupakan kebiasaan bagi orang Indonesia, terutama orang jawa.
Cengkeh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang penting bila dibandingkan dengan tanaman perkebunan lain. Produksi cengkeh yang telah dewasa setaraf dengan karet, kelapa sawit, dan kopi. Tetapi tanaman cengkeh yang telah lanjut usia produksinya jauh meningkat, jadi lebih menguntungkan.
Harga cengkeh sangat menarik bagi petani , maka tidak mengherankan tanaman ini berkembang dengan pesat.
Cengkeh mula-mula merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Mula-mula komoditas tersebut hanya digunakan sebagai obat-obatan tradisional dan upacara keagamaan teutama di India dan Tiongkok. Pada abad VII, pemanfatan cengkeh mulai beraneka ragam mulai dari rempah-rempah berkembang sebagai bahan campuran dalam pembuatan rokok kretek dan makan sirih. Pada saat ini cengkeh digunakan di bidang industri sebagai bahan pembuatan rokok kretek dan di bidang farmasi sebagai bahan pembuatan minyak asiri.
Berhubungan dengan banyaknya penggunanan cengkeh di Indonesia maka, sangat diperlukan penanganan penyimpanan agar cengkeh dapat bertahan lama.

B. Pola Produksi
Tanaman cengkeh di Indonesia mempunyai pola produksi yang khas, yaitu mempunyai jumlah produksi yang berfluktuasi menurut siklus tertentu. Pada tahun- tahun tertentu tanaman akan menghasilkan produksi yang banyak, sedangkan produksi pada tahun- tahun yang lainnya menurun sampai 10-40 %. Pola produksi tanaman cengkeh dapat digolongkan pada siklus dua tahun dan siklus 2-4 tahun.
Pola siklus dua tahun biasanya terdapat di daerah yang mendapat pengaruh nyata dari iklim laut. Pada siklus ini, tanaman akan berproduksi tinggi atau sedang pada tahun pertama kemudian pada tahun berikutnya menjadi rendah. Pada tahun berikutnya lagi, jumlah produksi akan kembali seperti tahun pertama.
Siklus 3-4 tahun umumnya terdapat pada daerah yang tidak mendapat pengaruh iklim laut. Siklus produksi tinggi akan tetap terulang setiap 3-4 tahun dengan pola bervariasi. Misal tinggi-sedang, rendah-sedang-tinggi ( 3 tahun ), rendah-sedang-sedang-tinggi ( 4 tahun ).
Panen besar umunya terjadi setelah kemarau panjang. Tetapi jika sesudah panen tidak diikuti pemeliharaan yang intensif maka akan terjadi kegagalan panen pada masa panen berikutnya. Apabila pemeliharaan dilakukan secara intensif dengan pemupukan yang cukup, panen besar akan diikuti oleh produksi sedang.

C. Produksi Tanaman Cengkeh
Pohon cengkeh mulai berbunga sekitar umur enam tahun. Walaupun ada juga tanaman yang kurang dari enam tahun sudah berbunga, tetapi sebaliknya ada pula yang berumur delapan tahun lebih baru pertama kali berbunga. Hal ini sangat bergantung pada banyaknya faktor antara lain :
1. Iklim dan tinggi rendahnya tempat pertanian, dan
2. Jenis serta pemeliharaannya
Faktor iklim sangat berpengaruh yaitu banyaknya hujan menjelang musim berbunga, penyinaran, dan musim kemarau yang terjadi sebelumnya. Hal ini berhubungan pula dengan temperatur; mengenai temperatur berhubungan dengan tinggi rendahnya tempat dari permukaan laut. Semakin rendah semakin cepat berbunga, semakin tinggi semakin lambat berbunga. Keculi untuk tipe zanzibar yang memiliki daya adaptasi yang lebih luas dibandingkan dengan jenis-jenis yang lain.
Tanaman cengkeh berbeda jenisnya akan membawa pengaruh terhadap kecepatan berbunga. Pada umumnya jenis zanzibar lebih cepat berbunga dibandingkan dengan jenis-jenis yang lainnya. Jenis ini pada umur 3,5-4,5 tahun ada yang sudah mulai berbunga, sedangkan jenis-jenis yang lain pale cepat umur 5,5-7,5 tahun.
Umur tanaman yang dimaksud dalam pembibitan satu tahun. Sudah pasti tanaman yang cepat berbunga tersebut tidak dapat dipisahkan dengan adanya pemeliharaan yang sempurna, termasuk pemupukan.
Biasanya bunga cengkeh yang pertama hanya sedikit saja, karena pohonnya belum begitu besar dan cabang-cabang belum dewasa. Pada permulaan hanya 3-5 tandan saja.
Pada awal berbunga tumbuhlah titik-titik kuncup bunga, kemudian berkembang dan membentuk tiga cabang. Kemudian dari ketiga cabang itu tumbuh tiga cabang lagi sehingga sehingga menjadi sembilan. Pembentuk dari tiga cabang tersebut adalah kuncup yang terdapat di tengah-tengah. Di atas cabang bunga yang pertama tumbuh sepasang daun. Hal ini sangat tergantung keadaan dan pertumbuhannya.sehingga di antara sembilan cabang tersebut tumbuh bagian bunga terakhir, masing-masing tiga bunga. Kadang-kadang pucuk yang pale tegeh bagian atas masih tumbuh cabang baru sebagai bunga terakhir.
Maka satu tandan bunga normal, rata-rata terdapat 30 bunga. Pada umumnya pembungaan yang normal baru terjadi 8-10 tahun, dan menjadi maksimal sekitar umur 20 tahun. Bunga dihasilkan tepat sebelum munculnya daun-daun muda, dan pada permulaan pembunggan waktunya cukup lama. Dari titik tumbuh bunga sampai masa petik memakan waktu sekitar 6 bulan.
Cengkeh termasuk tanaman tahunan yang mempunyai sifat musim bunga yang tidak merata lebatnya.kadang-kadang ada tahun dengan dengan masa bunga lebat, sebaliknya ada masa berbunga tidak lebat, dan bahkan ada tanaman yang sama sekali tidak berbunga. Pada awal pembungaan bunga hanya sedikit, tetapi semakin lama semakin sedikit., tetapi semakin lama semakin banyak sesuai sdengan tingkat pertumbuhan pohon. Jadi semakin lama semakin tinggi produksinya.
Tabel umur dan produksi :
Umur 0-5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Produksi 0 0,25 0,5 0,75 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2,0 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 3
(Diambil dari Bulletin of Indonesia Economic Studies 1976)

Siklus produksi dari tahun ke tahun selalu menunjukkan angka yang tidak sama atau tetap. Kadang-kadang dialami adanya tahun-tahun dengan produksi tinggi, tahun dengan produksi sedang, dan ada pula tahun dengan produksi rendah. Jadi produksi tahunan itu tidak stabil. Siklus produksi cengkeh ada yang empat tahun. Artinya satu tahun produksi bagus, dua tahun produksi sedang saja, dan satu tahun lagi produksi merosot. Ada pula yang produksinya tiga tahun sekali. Artinya satu tahun produksinya tinggi, satu tahun produksi sedang, dan satu tahun lagi sangat rendah. Ada juga yang dua tahun sekali, berarti satu tahun produksi tinggi da satu tahun lahi produksi rendah.

D. Perlunya Penyimpanan
Pada tahap-tahap pengolahan cengkeh diperlukan tahap penyimpanan. Penyimpanan cengkeh sangat diperlukan karena dengan penyimpanan kita bisa menghemat penggunaan cengkeh, menambah aroma cengkeh, mempertahankan keadaan cengkeh agar selalu dalam kualitas yang baik, dan selalu siap untuk dijual kapan saja sehingga dapat memperoleh keuntungan yang besar. Dalam penyimpanan cengkih diprlukan metode serta sistem yang tepat agar cengkeh bisa benar-benar awet selama proses penyimpanan dan mengurangi kerusakan yang terjadi selama penyimpanan. Selama proses penyimpanan sebetulnya dapat menambah aroma cengkeh sehingga aroma cengkeh lebih harum. Apabila dalam proses penyimpanan cengkih menggunakan metode dan sistem yang salah dapat membuat cengkeh menjadi rusak dan nilai jualnya menjadi turun. Selain itu penyimpanan cengkeh yang terlalu lama dapat mengurangi aroma pada cengkeh sehingga mutu cengkeh menjadi turun.
BAB II
KARAKTERISTIK BAHAN MAKANAN

A. Dareh Asal Cengkeh
Hingga saat ini belum ada kesepakatan di antara para ahli botani mengenai daerah asal tanaman cengkeh secara pasti. Beberapa ahli menyatakan bahwa tanaman ini berasal dari Filifina, Pulau Makian di Maluku Utara, dan ada pula yang berasal dari Irian. Terlepas dari hal itu, yang jelas hingga abad ke-18, kepulauan Maluku merupakan satu-satunya produsen cengkeh terbesar di dunia. Di daerah itu pula tempat ditemukanya cengkeh tertua yang umurnya 350 tahun, tepatnya di pulau Ternate.
Penyebaran tanaman cengkeh keluar dari Pulau Maluku dimulai sejak tahun 1876. Bibit tanaman ini mula-mula diselundupkan oleh seorang kapten dari Perancis ke Rumania, selanjutnya disebarkan di Zanzibar dan Madagaskar. Zanzibar dan Madagaskar menjadi negara penghasil cengkeh utama dunia, cengkeh zanzibar sangat dikenal di Indonesia disamping jenis cengkeh si putih dan si kotok. Masyarakat Sulawesi menyebut cengkih dengan sebutan cengke, di Ambon dengan nama Puala Wane dan orang Bali Age menyebutnya Wunga Lawang. Pendapat lain menyebutkan bahwa bibit tanaman cengkeh diselundupkan keluar Pulau maluku untuk dibididayakan di Malagasi dan Tanzania oleh pedagang Arab ketika VOC memonopoli perdagangan cengkeh di Maluku. Penyebaran di Wilayah Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, dan Sumatra baru dimulai pada tahun 1870. Pada saat ini, tanaman cengkeh telah tersebar di seluruh dunia.

B. Morfologi Tanaman Cengkeh
Cengkeh (Eugenia aromatica OK) dan Syziginium aromaticum (L) termasuk dalam famili Myrtaceae. Tanaman ini berbentuk pohon, tingginya dapat mencapai 20-30 m, dan dapat berumur lebih dari 100 tahun.
Tajuk tanaman cengkeh biasanya berbentuk kerucut, piramida, dan piramida ganda, dengan batang utama menjulang ke atas. Cabang-cabangnya amat banyak dan rapat, pertumbuhan agak mendatar dan ukuran relatif kecil jika dibandingkan dengan batang utama. Daunnya kaku, berwarna hijau atau hijau kemerahan, dan berbentuk elip dengan kedua ujungnya runcing. Daun-daun ini biasanya keluar per periode. Dalam satu periode, ujung repetition akan mengeluarkan satu set daun yang terdiri dari lima pasang. masing-masing pasang terdiri atas dua daun yang terletak saling berhadapan.

Ranting dan daun secara keseluruhan akan membentuk tajuk yang sangat indah. Bagian terbawah dari mahkota, tajuknya ada yang menjuntai sampai ke permukaan tanah, walaupun ada pula yang mencapai tinggi 1-1,5 m dari permukaan tanah.
Cengkeh mempunyai empat jenis akar, yaitu akar tunggang, akar lateral, akar serabut, dan akar rambut. Akar tunggang dan akar parallel mempunyai ukuran relatif besar. Bedanya, akar tunggang tumbuh lurus ke bawah dan sedikit bercabang, sedangkan akar parallel tumbuh menyamping dan bercabang, akar serabut berukuran kecil, amat panjang, tumbuh menyamping dan kebawah dengan jumlah yang sangat banyak. Akar serabut ini memiliki banyak akar rambut berukuran sangat kecil yang berfungsi sebagai penyerap atmosphere dan unsur hara.

Ujung repetition yang telah menghasilkan bunga, biasanya tidak menghasilkan bunga pada musim berikutnya. Apabila ujung repetition telah berbunga, bisa dipastikan pada musim bunga berikutnya. Tanaman ini hanya bisa menghasilkan sedikit bunga. Pola pembungaan seperti ini menyebabkan adanya siklus panen besar dan panen kecil yang berulang 3-4 tahun sekali
Tanaman cengkeh mulai berbunga pada umur 4,5-8,5 tahun, tergantung dari jenis dan lingkungannya. Bunga ini merupakan bunga tunggal, berukuran kecil (panjang 1-2 cm), dan tersusun dalam satu tandan yang keluar pada ujung-ujung ranting. Setiap tandan terdiri dari 2-3 cabang malai yang bisa bercabang lagi atau langsung mendukung 2-3 tangkai bunga. Jumlah bunga pertandan malai bisa mencapai lebih dari lima belas kuntum.
Bakal bunga biasanya keluar setelah pasangan daun kelima dari satu set daun termuda telah dewasa atau mencapai ukuran normal. Fase ini disebut fase mepet dua. Bakal bunga ini kadang-kadang sudah keluar setelah daun pertama, kedua, atau ketiga tidak lagi membentuk bakal daun, tetapi langsung membentuk bakal bunga. Fase ini disebut fase mepet muda. Bakal bunga dapat dibedakan dari bakal daun. Bakal bunga berwarna hijau, berujung tumpul, dan ruas di bawahnya sedikit membengkak, sedang bakal daun berwarna merah dan berujung lancip.

C. Tipe-Tipe Cengkeh
Di Indonesia banyak sekali ditemukan tipe-tipe cengkeh dan diantara satu dengan yang lainnya sulit dibedakan. Misalnya cengkeh tipe ambon, tipe raja, tipe indari, tipe dokiri, tipe cengkih afo, dan tipe tauro. Perkawinan antara berbagai tipe itu membentuk tipe baru yang sulit digolongkan. Untuk mempermudah pengenalan, cengkeh di Indonesia dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu si putih, si kotok, zanzibar, dan ambon.

1. Si Putih

Daun berwarna hijau muda (kekuningan) dengan daun relatif besar. Cabang-cabang yang utama mati sehingga percabangan seolah baru dimulai pada ketinggian 1,5-2 m dari permukaan tanah. Cabang dan daun jarang sehingga kelihatan kurang rindang. Mahkota berbentuk bulat atau agak bulat, relatif besar dari si kotok dengan jumlah bunga pertandan kurang dari 15 kuntum. Bunga masak tetap berwarna hijau muda. Atau putih tidak berubah menjadi kemerahan. Tangkai bunganya relatif panjang, mulai berproduksi umur 6,5-8,5 tahun sejak disemaikan. Produksi kualitas bunganya rendah.

2. Si kotok

Daun pada awalnya berwarna hijau muda kekuningan kemudian berubah menjadi hijau tua dengan permukaan atas licin dan mengkilap. Helaian daunnya agak langsing dengan ujung agak membulat cabang yang utama tetap hidup sehingga percabangannya kelihatan rendah sampai permukaan tanah. Ruas daun dan cabang rapat serta rimbun. Mahkota bunga berbentuk piramid atau silindris. Bunganya relaitif kecil dibandingkan dengan si putih, bertangkai panjang, jumlah bunga 20-50 kuntum pertandan. Mulai berbunga pada umur 6,5-8,5 tahun. Bunganya berwarna hijau ketika masih muda dan menjadi kuning saat matang dengan pangkal bertwarna merah. Adaptasi dan produksinya lebih baik daripada si putih, tetapi lebih rendah daripada zanzibar. Cengkeh tipe sikotok ini termasuk tipe cengkeh dengan kualitas sedang.

3. Tipe Zanzibar

Tipe ini merupakan cengkeh terbaik karena mempunyai daya adaptasi yang luas, berproduksi tinggi, berkualitas baik, sehingga sangat dianjurkan untuk dibudidayakan. Daun pada mulanya berwarna merah muda kemudian berubah menjadi hijau tua mengkilap pada permukaan atas dan hijau pucat memudar pada bagian bawah. Pangkal tangkai daun berwarna merah. Bentuk daunnya agak langsing dengan bagian terlebar tepat di tengah. Ruas daun dan percabangannya rapat merimbun. Cabang utama yang pertama hidup, sehingga tajuknya raqpat dengan permukaan tanah. Sudut-sudut cabangnya lancip (kurang dari 45o) sehingga mahkotanya berbentuk kerucut. Tipe ini mulai berbunga pada umur 4,5-6,5 tahun sejak disemaikan. Bunganya agak langsing, bertangkai pendek, ketika muda berwarna hijau dan berubah menjadi kemerahan setelah matang petik. Percabangan bunaga banyak dengan jumlah bisa lebih dari 50 kuntum per tandan.

4. Tipe Ambon

Tipe cengkeh ini tidak dianjurkan untuk ditanam karena produksi dan daya adaptasinya rendah, serta kualitas hasil yang kurang baik.daun muda berwarna hijau muda atau merah muda, lebih muda daripada daun tipe zanzibar. Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan kasar,sedangkan bagian bawahnya berwarna hijau keabu-abuan. Daunnya agak lebarkira-kira 2/3 kali panjangnya. Cabang dan daunnya jarang sehingga kurang rimbun. Mahkota agak bulat atau bulat, bagian atas agak tumpul, sedangkan bagian bawahnya agak meruncing. Cabang-cabangnya mati sehingga seolah percabangannya mulai pada ketinggian 1,5-2 m. Tipe ini mulai berbunga pada umur 6,5-8,5 tahunsejak disemaikan. Bunganya gemuk dan bertangkai panjang, berwarna hijau saat muda, dan kuning pada saat matang petik.percabangan bunganya sedukit dengan jumlah bunga kurang dari 15 kuntum pertandan.

BAB III
KERUSAKAN BAHAN MAKANAN

A. Jenis-Jenis Kerusakan Cengkeh
1. Kerusakan berdasarkan penyebabnya :
a. Kerusakan mikrobiologis
Kerusakan mikrobiologis terjadi akibat aktivitas mikroorganisme yang biasnya bersifat pembusuk atau patogen. Sehingga cengkeh yang disimpan biasanya timbul jamur yang dapat menurunkan mutu cengkeh dan dapat pula membahayakan bagi kesehatan.
b. Kerusakan kerusakan mekanis
Kerusakan cengkeh bisa terjadi locus terjadi benturan, guncangan atau tertindih. Sehingga cengkeh kering dapat hancur karena perlakuan tersebut.
c. Kerusakan fisik
Kerusakan fisik terjadi apabila cengkeh telah disimpan melampaui batas simpan optimalnya. Selain itu cengkeh juga mengalami penyusutan bobot atau mutunya akibat penanganan pasca panen yang tidak memadahi.
d. Kerusakan fisiologis dan biologis
Kerusakan fisiologis terjadi karena terdapat reaksi metabolisme oleh enzim-enzim yang terdapat dalam cengkeh tersebut.sedangkan kerusakan biologis terjadi karena serangan serangga dan hama pengerat atau hewan lain.
e. Kerusakan kimiawi
Kerusakan kimiawi bisa terjadi akibat dari panas atau suhu tinggi. Misalnya dalam pengeringan cengkeh. Pada saat pengeringan kandungan bahan kimia yang terkandung di dalam cengkeh mengalami perubahan.

2. Kerusakan cengkeh berdasarkan waktunya :
Jenis kerusakan cengkeh dapat dibagi menjadi empat :
a. Kerusakan pada saat pemanenan.
Kerusakan pada saat pemanenan dapat terjadi misalnya, pada saat pemanenan bunga cengkeh telah mekar sehingga pada saat cengkeh siap jual mutunya turun.

b. Kerusakan pada saat pengolahan
Kerusakan pada saat pengolahan terjadi pada tahap-tahap pengolahan cengkeh. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan karena batang patah, bunga terbuka karena proses pengeringan, kerusakan karena pada saat proses pengeringan yang tertunda misalnya cengkeh terserang jamur dan bakteri.
c. Kerusakan pada saat penyimpanan
Pada saat penyimpanan tidak jarang terjadi kerusakan. Hal ini terjadi karena syarat penyimpanan tidak terpenuhi sehingga mutu cengkeh turun. Misalnya, cengkeh terserang jamur karena tempat penyimpanan lembab, cengkeh dimakan serangga, dan cengkeh patah karena tempat meletakkan karung cengkih kurang teratur.
d. Kerusakan pada saat pendistribusian
Kerusakan pada saat pendistribusian dapat terjadi karena selama proses pengangkutan terjadi benturan atau peletakan karung yang saling tumpang tindih dapat membuat cengkeh menjadi hancur.

BAB IV
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

A. Syarat Penyimpanan
Untuk syarat dalam penyimpanan cengkeh antara lain :
1. Bahan
Dari segi bahan sendiri sebelum proses penyimpanan diperlukan penangan yang membuat bahan menjadi siap untuk disimpan agar bahan selama proses penyimpanan bahan tidak mengalami banyak kerusakan yang dapat menurunkan mutunya. Hal yang perlu diperhatikan dari segi bahan dalam penyimpanan cengkeh anatara lain :
a. Kadar atmosphere
Kadar bahan yang baik untuk penyimpanan cengkih yaitu berkisar antara 12%-14%. Dalam kadar atmosphere 12%-14% mikroorganisme sulit berkembang biak karena dalam perkembangannya mikroorganisme membutuhkan air. Selain itu apabila kedar kurang dari 12% maka cengkeh akan mudah patah selama penyimpanan sehingga dapat mengurangi mutu cengkeh.
b. Mutu cengkeh
Cengkeh yang mempunyai mutu yang baik selama penyimpanan tingkat mutunya tidak akan mengalami banyak penurunan dibandingkan dengan cengkeh yang sebelum penyimpanan sudah bermutu kurang baik. Karena selama proses penyimpanan mungkin terjadi perubahan-perubahan yang dapat menimbulkan pengurangan mutu pada cengkeh.
c. Bentuk produk cengkeh
Perlu diperhatikan dalam penyimpanan cengkeh yaitu bentuk produknya. Misal produk cengkeh kering biasa dengan cengkeh yang berupa bubuk. Perbedaan bentuk mempengaruhi penangan dalam penyimpanan. Misalnya cengkeh dalam keadaan utuh atau batangan diasimpan dalam karung goni sedangkan cengkeh yang sudah dalam bentuk bubuk disimpan dalam kemasan yang kedap atmosphere dan udara.

2. Ruangan penyimpanan
Dalam ruang penyimpnan perlu diperhatikan beberapa faktor :
a. Lantai
Lantai dalm penyimpanan cengkeh sebaiknya gerupa lantai semen atau lantai keramik. Karena dengan lantai keramik dapat mengurangi kelembaban ruangan penyimpanan tersebut. Di atas lantai dibuat para-para dari balok kayu yang kuat setinggi 25-30 cm kemudian karung beserta cengkehnya disusun diatasnya. Selain itu apabila lantai tempat penyimpanan terbuat dari tanah memungkinkan perkembangan mikroorganisme yang dapat berkembang dengan cepat dalam gudang penyimpanan.
b. Dinding
Sebiknya dinding dalm penyimpanan cengkeh terbuat dari beton. Karena dengan dinding yang terbuat dari beton dapat mengurangi binatang yang masuk dalam riangan penyimpanan.
c. Ventilasi
Ventilasi diperlukan dalam penyimpanan cengkeh karena dengan adanya ventilasi dapat mengontrol kelembaban ruangan penyimpanan. Sehingga keadaan cengkeh dalam gudang benar-benar terjaga dari kelembaban yang dapat menyebabkan kerusakan.
d. Langit-langit
Langit-langit dalam gudang penyimpanan sebaiknya dipergunakan karena jika tidak ada langit-langit mungkin serangga dan pengerat seperti tikus dapat masuk kegudan dan merusak semua bahan yang disimpan dalam gudang.

3. Kemasan
Dalam penyimpanan diperlukan penyesuaian kemasan terhadap barang yang disimpan. Misalnya untuk cengkeh batangan kering disimpan dlam karung goni yang berpori. Sedangkan cengkih dalam bentuk bubuk disimpan dalam kemasan yang kedap atmosphere dan udara. Penangan yang tepat dalam penyimpanan dapat memperlama usia penyimpanan.
4. Sistem
Dalam penyimpanan perlu diperhatikan sistem First In Frist Out (FIFO). Sitem ini adalah sistem yang berprinsip pada barang yang masuk ke gudang terlebih dahulu maka akan dikeluarkan juga lebih dulu. Dengan sistem ini maka kedaan barang yang disimpan akan selalu berganti-ganti setiap ada permintaan dan stok barang yang masuk kegudang..
5. Kebersihan
Kebersihan gudang penyimpanan perlu dijaga agar keadaan barang yang disimpan tetap dalam kualitas yang baik tanpa terpengaruh oleh bakteri atau mikroorganisme yang tumbuh akibat kebersihan gudang penyimanan yang kurang dijaga.

B. Metode Penyimpanan
Metode dalam penyimpanan cengkeh yaitu metode penyimpanan kering, disimpan dalam gudang dengan memperhatikan syarat penyimpanan. Penyimpanan kering ini dimaksudkan agar kadar atmosphere pada cengkeh tetap stabil antara 12-14% sehingga mikroorganisme sutit berkembang biak dan rusaknya cengkeh akibat kadar atmosphere rendah dapat dihindari. Penyimpanan cengkeh dilakukan dengan cara dimasukkan kedalam karung goni kecil berkapasitas 30-40 kg atau karung besar berkapasitas 50-60 kg kemudian dijahit zig-zag. Cengkeh yang akan diekspor dibungkus dengan karung rangkap. Sementara untuk penyimpanan dan digunakan untuk dalam negeri menggunakan karung goni tunggal. Cengkeh yang mempunyai mutu yang baik apabila disimpan lebih dari enam bulan justru menjadi lebih baik, dan beratnya tidak menyusut. Tetapi jika terlalu lama menyimpan juga dapat menyebabkan berkurangnya aroma cengkeh.

C. Tujuan Penyimpanan
Tujuan penyimpanan antara lain untuk :
1. Memberi waktu agar hasil panen cukup siap untuk dipergunakan, untuk menimbulkan aroma yang lebih harum .
2. Mempertahankan produk cengkeh agar tetap dalam kualitas yang baik sampai bahan tersebut dikonsumsi. Untuk mencapai tujuan ini sering cengkeh diperlakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan pengeringan, cara ini akan menaikan tekanan osmose cairan bahan, tetapi bila menggunakan sinar matahari akan membunuh bakteri patogen dengan adanya sinar ultra violet.
3. Menaikan nilai ekonomis hasil cengkeh, sebab dengan jalan menyimpan kita dapat menjual pada saat penawaran kecil permintaan besar, yaitu pada saat hasil tanaman itu langka dan konsumen banyak. Sesuai dangan hukum ekonomi penawaran kecil permintaan besar maka harga bahan akan naik, sedang bila penawaran besar permintaan kcil harga akan turun. Peristiwa yang terakir terjadi pada saat musim panen.
4. Menjaga warna, tekstur, aroma, dan rasa cengkeh agar tetap dan tidak berubah sebelum dijual.
5. Menghindari serangan jamur dan bakteri. Dengan penyimpanan diharapkan cengkeh dapat terhindar dari jamur dan bakteri yang dapat merusak cengkeh sehingga mutu jualnya turun.
6. Menghindari serangga dan pengerat. Dengan dibuat gudang yang telah memenuhi persyaratan diharapkan serangga dan pengerat tidak dapat mauk ke gudang dan merusak hasil simpanan cengkeh.
7. Menjaga komposisi kimia seperti kadar atmosphere dan nilai gizi agar tetap konstan selama masa penyimpanan.

D. Tanda-Tanda Kerusakan
Kerusakan cengkeh ditandai dengan :
1. Rapuhnya bunga cengkeh sehingga ketika cengkeh dipegang akan mudah hancur.
2. Pada permukaan cengkeh terdapat jamur yang membuat permukaannya tidak berwarna coklat utuh tetapi terdapat bercak-bercak hitam atau putih. Dan apabila dipegang meninggalkan serbuk di tangan.
3. Mahkota dan benang sarinya mulai terlepas dari batang.
4. Aroma dan kepedasan cengkeh mulai berkurang.

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
1. Dalam penyimpanan cengkeh perlu diperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil dari penyimpanan.
2. Dalam penyimpanan cengkeh diperlukan syarat, dan metode penyimpanan agar cengkeh yang disimpan bisa tahan lama dan kualitasnya tidak turun selama penyimpanan.
3. Pasca panen dapat mempengaruhi kualitas cengkeh selama penyimpanan.
4. Penyimpanan sangat diperlukan untuk mempertahankan mutu dan untuk meningakatkan nilai ekonomis hasil tanaman.

B. Saran
1. Alam Indonesia yang sangat potensial untuk budidya cengkeh perlu dikembangkan untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi negara.
2. Pemberian bibit cengkeh yang berkualitas baik terhadap petani cengkeh agar dapat meningkatkan produksi cengkeh
3. Memberikan kredit pada petani untuk menmbah modal sebagai sarana pengembangan usahanya.
4. Penanganan pasca panen cengkeh sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mutu cengkeh yang dihasilkan.
5. Pemberian penyuluhan terhadap petani mengenai cara, dan metode penyimpanan cengkeh sehingga para petani dapat mengetahui cara yang benar dalam penyimpanan cengkeh tanpa mengalami kerugian akibat dari penyimapanan cengkeh.
6. Cengkeh yang masuk penyimpanan terlebih dahulu maka harus didistribusikan terlebih dahulu.
7. Menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan selama penyimpanan.
DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1973. Bagaimana Menanam Cengkeh. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
——. 1984. Petunjuk Bercocok Tanam Cengkeh. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
BRA, Mooryati Soedibyo. 1998. Alam Sumber Kesehatan Manfaat dan Kegunaan. Jakarta : Balai Pustaka
Deptan. 2007. Cengkeh. Available From: Http://agribisnis.deptan.gi.id
Martoredjo, T. 1984. Ilmu Penyakit Lepas Panen. Jakarta: Ghalia Indonesia
Nasiyanti, Sri. Daniarti. 2004. Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Cengkeh. Jakarta: Penebar Swadaya
Staf Kebun Cengkeh Banaran. 1984. Cengkeh. Yogyakarta: Yayasan Kanisius
Wikipedia. 2006. Cengkeh. Available From: Http://en.wikipedia.org/wiki/intelegence
BI. 2007. Cengkeh. Available From: www.bi.go.id

Incoming search terms:

  • masa produksi cengkeh sumatera 2012
  • kriteria tanaman cengkeh siap panen
  • wikipedia latar belakang pt voksel

Isu Dunia Melayu Global ™

Posted on October 28, 2011 |

HO CHI MINH CITY – Peluang skuad bola sepak kebangsaan untuk muncul juara Piala Eximbank Millenium Thang Long 2010 musnah setelah tewas 0-2 kepada Iran pada perlawanan kedua di Stadium Thong Nhat di sini petang semalam.

Pengadil Vietnam, Phung Dinh Dung menjadi ‘pemain’ ke-12 Iran kerana dia bukan saja membantu gol pertama lawan dan menafikan dua jaringan Malaysia, malah turut melayangkan kad merah kepada Nasriq Baharom pada minit ke-58.

Skuad bimbingan K. Rajagobal itu bermula garang pada separuh masa pertama dengan tandukan Baddrol Bakhtiar pada minit kelima sedikit tersasar dan remba- tan kencangnya dua minit kemudian sedikit melepasi palang.

Safee Sali pula terlewat untuk menyudahkan hantaran Safiq Rahim pada minit ke-16 yang sempat ditepis penjaga gol Iran, Bagher Sadeghi.

Iran turut memperoleh peluang terbaik tetapi percubaan Seyed Iman Mousavi pada minit ke-19 berjaya dihadang dengan baik penjaga gol Malaysia, Sharbinee Allawee Ramli.

Selepas itu, detik kecewa Malaysia bermula apabila dua gera- kan menarik dicetuskan Norshahrul Idlan Talaha untuk disudahkan Safee pada minit ke-24 dan 30 di- nafikan keputusan ofsaid pengadil.

Sebaliknya, Iran berjaya memperoleh gol pertama pada minit ke-41 menerusi rembatan kencang Seyed Iman setelah bola hantaran Safiq dihadang pengadil sebelum ia melantun ke arah pemain Iran.

“Kita banyak mencipta peluang pada babak pertama. Kita memperoleh dua gol tetapi pengadil mendapati pemain kita berada dalam kedudukan ofsaid.

“Kemudian hantaran Safiq dihalang pengadil dan menyebabkan pasukan lawan memperoleh gol pembukaan. Tetapi biarpun ketinggalan, pemain masih dapat meneruskan aksi agresif sebaik babak kedua bermula.

“Saya kecewa apabila pengadil boleh terpedaya dengan lakonan pemain Iran dan melayangkan kad kuning kedua kepada Nasriq. Memanglah sukar untuk bertahan selepas itu,” kata Rajagobal ketika ditemui selepas perlawanan.

Iran yang dibarisi skuad Olimpik dengan barisan pemain majo- ritinya berusia 21 tahun memanfaatkan kelebihan beraksi menentang 10 pemain apabila menjaring- kan gol kedua pada minit ke-75 menerusi rembatan Arash Af- shin.

“Sebagai jurulatih, keputusan ini memang mengecewakan tetapi saya puas hati dengan komitmen, kesungguhan dan kerajinan pemain. Kita tiada pilihan kecuali menang ke atas Singapura (esok),” jelas Rajagobal.

Sementara itu, pengurus pasukan, Datuk Subahan Kamal yang turut ditemui meminta penyokong Malaysia memahami situasi bahawa Malaysia masih dalam proses membentuk skuad kebangsaan yang mantap untuk tempoh empat tahun akan datang.

“Peminat perlu faham, kita masih dalam proses persiapan menjelang Sukan Asia 2010 dan Piala AFF Suzuki 2010. Jurulatih masih mencuba pemain dan memberi pendedahan kepada mereka.

“Peminat tidak perlu kecewa sangat. Kita kena bersabar untuk melihat sebuah pasukan yang kuat dan mantap. Saya yakin Rajagobal mampu membentuk gandingan mantap menerusi aksi di Vietnam ini,” kata Subahan.